Anda di halaman 1dari 5

[ TINJAUAN PUSTAKA ]

Talas (Colocasia esculenta [L.] Schott) sebagai Obat Herbal untuk


Mempercepat Penyembuhan Luka

Muhammad Ridho Ansori


Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Abstrak
Luka atau vulnus merupakan suatu bentuk trauma yang sering terjadi. Penyebab luka sendiri sangatlah bervariasi sehingga
membuat jenis luka yang juga memiliki banyak variasi. Pada umumnya luka akan sembuh dalam kurun waktu kurang lebih
selama 21 hari. Waktu penyembuhan luka ini dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya adalah jenis luka, luas dan
keparahan luka, kondisi fisik penderita luka, infeksi dan faktor-faktor pembekuan yang terdapat di dalam darah seperti
trombosit, trombin dan fibrinogen. Sehingga kecepatan penyembuhan luka juga dapat menjadi lebih cepat atau bahkan
menjadi lebih lambat. Talas merupakan tumbuhan tropis yang banyak tumbuh baik dipelihara maupun liar di alam
Indonesia. Tanaman ini lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai pakan ternak babi pada bagian daunnya dan dapat
dikonsumsi pada bagian umbinya. Namun di beberapa daerah di Indonesia talas memiliki fungsi kesehatan lain, yaitu
menggunakan getahnya sebagai ramuan yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Diketahui bahwa
didalam getah talas mengandung flavonoid dan saponin. Flavonoid dan saponin merupakan senyawa fenol, antibakterial
dan antifungal yang dapat membantu mempercepat terjadinya penyembuhan luka. [J Agromed Unila 2015; 2(2):108-112]

Kata kunci: flavonoid, saponin, talas, vulnus

Taro (Colocasia esculenta [L.] Schott) as Herbal Medicine to Accelerate


Wounds Healing
Abstract
Wound or vulnus is a form of trauma that often occur. Causes of injuries themselves vary greatly so as to make the types of
injuries that also has many variations. In general, the wound will heal within a period of approximately 21 days. Wound
healing time is influenced by many factors, including the type of injury, the extent and severity of wounds, the physical
condition of patients with wounds, infections and clotting factors contained in the blood such as platelets, thrombin and
fibrinogen. So the speed of wound healing can also be faster or even slower. Taro is a tropical plant that grows well
maintained and wild in Indonesia. This plant is known by the people of Indonesia as hog feed on the leaves and can be
consumed on the tuber. However in some areas in Indonesia taro has other health functions, which use the sap as an herb
that can help accelerate wound healing. It is known that in the taro sap contains flavonoids and saponins. Flavonoids and
saponins are phenolic compounds, antibacterial and antifungal that can help accelerate the healing of wounds. [J Agromed
Unila 2015; 2(2):108-112]

Keywords: flavonoid, saponin, taro, vulnus

Korespondensi: Muhammad Ridho Ansori | Jln. Kopi Arabika V No. 12, Rajabasa, Bandar Lampung | HP 085380174649
e-mail: ridhoansori@gmail.com

Pendahuluan mengalami peningkatan sebesar 0,7%


Luka merupakan suatu permasalahan dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya,
medis yang paling sering kita temui. Mulai dari pada tahun 2007 prevalensi cedera secara
luka ringan terkena benda tajam, terjatuh atau nasional adalah sebesar 7,5%. Adapun kejadian
bahkan yang lebih parah seperti luka akibat cedera tersebut terbagi menjadi beberapak
kekerasan, akibat dari kecelakaan berkendara kategori penyebab cedera. Prevalensi cedera
hingga jatuh dari ketinggian. Luka dapat terjadi berdasarkan kategori penyebabnya adalah
di mana saja dan kapan saja sehingga dan cedera akibat jatuh (40,9%) dan kecelakaan
kadang tidak disadari bahayanya. Indonesia sepeda motor (40,6%), selanjutnya penyebab
sendiri memiliki angka prevalensi luka cukup cedera karena terkena benda tajam/tumpul
tinggi, dari data riskesdas tahun 2013 (7,3%), transportasi darat lain (7,1%) dan
disebutkan bahwa angka prevalensi cedera kejatuhan (2,5%).1
nasional adalah sebesar 8,2%. Angka ini
Muhammad Ridho Ansori | Talas (Colocasia esculenta [L.] Schott) sebagai Obat Herbal Penyembuhan Luka

Sebagian besar penyebab cedera adalah tajam merupakan suatu rudapaksa yang
hasil dari mobilitas yang tinggi, dengan disebabkan oleh kontak dengan benda-benda
semakin majunya zaman, manusia pun tajam. Trauma tajam dapat menghasilkan 3
dituntut untuk semakin memiliki mobilitas bentuk luka yaitu luka iris atau luka sayat
yang tinggi. Hal ini terlihat dari hasil statisik di (vulnus scissum), luka tusuk (vulnus punctum)
atas, penyebab cedera tertinggi adalah akibat dan luka bacok (vulnus caesum).6
jatuh dan kecelakaan sepeda motor. Penyembuhan luka merupakan suatu
Sedangkan persentase untuk jenis cedera, jenis runtutan mekanisme tubuh dari mulai luka
cedera dengan persentase terbanyak adalah terjadi akibat suatu proses patologis hingga
luka lecet atau memar sebesar 70,9%. Jenis mengembalikan jaringan yang rusak kembali
cedera terbanyak kedua adalah terkilir sebesar seperti semula. Dari mulai terjadinya luka
27,5 %. Jenis cedera terbanyak ketiga adalah hingga luka menjadi sembuh sempurna
luka robek sebesar 23,2%. Jenis cedera lain dibutuhkan 4 fase.7,8 Fase fase tersebut adalah
proporsinya kecil, patah tulang 5,8%, anggota hemostasis, inflamasi, proliferasi dan
tubuh terputus, cedera mata dan gegar otak remodelling.7
masing-masing proporsinya di Indonesia 0,3%, Hemostasis merupakan fase paling awal
0,6% dan 0,4%.1 yang terjadi sesaat setelah luka timbul.
Talas merupakan tanaman pangan Sebagaimana jika seorang tukang ledeng ingin
berupa herba menahun. Talas termasuk dalam memperbaiki kerusakan di rumah anda, ia akan
suku talas-talasan (Araceae), berperawakan terlebih dahulu menutup semua pipa sebelum
tegak, tingginya 1 cm atau lebih dan ia mulai memperbaiki. Seperti itulah
merupakan tanaman semusim atau sepanjang mekanisme hemostasis terjadi, sesaat setelah
tahun.2 Di beberapa negara disebutkan bahwa luka terjadi, pembuluh darah di sekitar luka
bagian-bagian tumbuhan talas dapat akan mengerucut dan memperlambat aliran
digunakan sebagai obat herbal, salah satunya darah ke daerah luka. Trombosit memiliki
adalah membantu dalam penyembuhan luka.3 peran yang sangat penting, yaitu mengeluarkan
Talas dapat membantu dalam proses zat vasokontriksi dan membentuk gumpalan
penyembuhan luka dikarenakan talas memiliki penyumbat untuk menutup pembuluh darah
beberapa senyawa yang dapat membantu yang rusak.9 Beberapa zat lain yang berperan
mempercepat proses penyembuhan luka, di dalam fase hemostasis adal ADP (Adhenosine
antaranya adalah flavonoid dan saponin.4 Diphospate), fibrin, fbrinogen serta growth
factors. Fase hemostasis terjadi dalam
Isi beberapa menit setelah luka terjadi, kecuali
Luka merupakan gangguan struktur jika penderita memiliki kelainan dalam
fungsi ataupun anatomis suatu jaringan. Luka pembekuan darah.7
dapat terjadi karena suatu proses patologis Fase selanjutnya adalah fase inflamasi.
yang terjadi baik dari dalam ataupun luar Fase inflamasi dapat terjadi dari beberapa
tubuh. Luka akut biasanya terjadi dalam proses menit setelah luka hingga mencapai 2 atau 5
yang cepat dan terstruktur. Tubuh masih hari setelahnya. Fase ini ditandai dengan
memiliki mekanisme perbaikan dan adanya gejala-gejala khas inflamasi, yaitu rubor
pertahanan yang baik untuk memperbaiki (memerah), kalor (hangat), dolor (nyeri) dan
jaringan yang rusak. Sedangkan luka kronik tumor (membengkak). Setelah pembuluh
adalah luka yang gagal mengalami proses darah bervasokonstriksi, beberapa saat
mekanisme pertahanan dan perbaikan yang kemudian ia akan kembali bervasodilatasi yang
seharusnya. Sehingga kerusakan jaringan dapat akan difasilitasi oleh histamin, serotonin dan
berlangsung lama tanpa perkembangan.5 sitokin. Selain membuat vasodilatasi histamin
Ilmu yang membahas tentang luka juga akan meningkatkan permeabilitas vena,
mengenal dua jenis luka, yaitu trauma tumpul sehingga cairan dari pembuluh darah akan
dan trauma tajam. Trauma tumpul merupakan masuk ke daerah luka atau yang disebut
suatu rudaapaksa yang diakibatkan oleh dengan eksudasi. Hasil yang berperan penting
benturan dengan benda tumpul. Trauma dari proses eksudasi ini adalah neutrofil.7,10
tumpul dapat mengakibatkan tiga jenis luka, Eksudat juga membawa banyak nutrisi, growth
yaitu luka memar (contusio), luka lecet (abrasio) factors, dan juga enzim yang akan membantu
dan luka robek (vulnus laceratum). Trauma proses penyembuhan.11 Peran neutrofil

J Agromed Unila | Volume 2 | Nomor 2 | Mei 2015 | 109


Muhammad Ridho Ansori | Talas (Colocasia esculenta [L.] Schott) sebagai Obat Herbal Penyembuhan Luka

dikatakan sangat penting sebagai pembersih dressing material, tehnik bedah, irigasi,
luka, neutrofil akan memfagositosi debris dan elektrokoagulasi, suture materials, antibiotik,
patogen yang ada di bagian luka. Fungsi utama tipe jaringan, dan facilitious wounds. Faktor
neutrofil adalah membersihkan, meski umum; usia, anemia, anti inflammatory drugs,
nantinya tugas dari neutrofil ini akan lebih cytotoxic and metabolic drugs, diabetes
banyak digantikan oleh makrofag.10 mellitus, hormon, infeksi sistemik, jaundice,
Fase selanjutnya adalah proliferasi. Fase penyakit menular, malnutrisi, obesitas,
proliferasi terjadi dari hari keempat hingga ke temperatur, trauma, hipovolemia, hipoksia,
21 setelah terjadinya luka. Fase proliferasi uremia, vitamin C, vitamin A, dan trace
merupakan fase pembentukan jaringan baru metals.13
menggantikan jaringan yang rusak. Fibroblas Talas merupakan tanaman berdaun lebar
merupakan faktor yang paling penting di fase yang banyak tumbuh di daerah tropis. Talas
ini. Fibroblas akan mulai memperbaiki sel yang termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae).
rusak dengan mulai menghasilkan Talas memiliki nama umum yaitu Taro. Di
gikosaminoglikans dan diakhiri dengan beberapa negara dikenal dengan nama lain,
pembentukan fibrilar kolagen.12 Fase ini seperti: Abalong (Philipina), Taioba (Brazil),
ditandai dengan adanya angiogenesis, deposisi Arvi (India), Keladi (Malaya), Satoimo (Japan),
kolagen, pembentukan jaringan granulasi, Tayoba (Spanyol) dan Yu-tao (China). Asal mula
kontraksi luka dan epitelisasi. Secara klinis, tanaman ini berasal dari daerah Asia Tenggara,
proliferasi ditandai dengan adanya jaringan menyebar ke China dalam abad pertama, ke
kasar berwarna merah atau kolagen di dasar Jepang, ke daerah Asia Tenggara lainnya dan ke
luka dan melibatkan penggantian jaringan beberapa pulau di Samudra Pasifik, terbawa
dermal dan kadang-kadang jaringan subdermal oleh migrasi penduduk. Di Indonesia talas bisa
pada luka yang lebih dalam, serta kontraksi di jumpai hampir di seluruh kepulauan dan
luka.7 tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan di
Fase terakhir adalah fase remodelling. atas 1000 mdpl (meter di atas permukaan laut)
Fase ini merupakan fase terlama yaitu sekitar 8 baik liar maupun di tanam.2
hari hingga 2 tahun dari terjadinya luka. Lama Tanaman talas mengandung asam perusi
fase ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang (asam biru atau HCN). Sistim perakaran serabut,
mempengaruhinya. Fase ini ditandai dengan liar dan pendek. Umbi mempunyai jenis
adanya deposit kolagen dalam jaringan yang bermacam-macam. Umbi dapat mencapai 4 kg
rapi dan pembentukan kembali jaringan serta atau lebih, berbentuk selinder atau bulat,
penarikan dari bekas luka.10 Pada 3 minggu berukuran 30 cm x 15 cm, berwarna coklat.
pertama, kekuatan kulit pada bekas luka hanya Daunnya berbentuk perisai atau hati, lembaran
sekitar 20% hingga 30%. Kekuatan kulit akan daunnya 20-50 cm panjangnya, dengan tangkai
mencapai 705 hingga 80% pada masa akhir mencapai 1 meter panjangnya, warna pelepah
fase remodeling. Untuk mencapai bermacam-macam. Perbungaannya terdiri atas
penyembuhan yang optimal diperlukan tongkol, seludang dan tangkai. Bunga jantan
keseimbangan antara kolagen yang diproduksi dan bunga betina terpisah, yang betina berada
dengan yang dipecahkan. Sebuah bekas luka di bawah, bunga jantan di bagian atasnya, dan
atrofi dapat menjadi hasil akhir setelah pada puncaknya terdapat bunga mandul. Buah
penyelesaian fase pematangan. Sebaliknya, bertipe buah buni. Bijinya banyak, bentuk bulat
ketika degradasi kolagen terganggu atau telur, panjangnya ± 2 mm.2
sintesis berlebihan, jaringan parut dapat Talas diketahui memiliki beberapa fungsi
menjadi luka hyperthrophic atau bahkan keloid. medis. Talas digunakan sebagai obat herbal
Kondisi yang ideal akan menjadi keseimbangan penyembuh luka di berbagai negara.3 Selain itu
antara degradasi dan sintesis atau deposisi bagian-bagian tumbuhan talas juga diketahui
kolagen untuk menghasilkan jaringan parut memiliki efek medis masing-masing yang telah
yang normal. diketahui secara tradisional oleh masyarakat
Beberapa faktor yang dapat diberbagai negara. Bagian umbinya dapat
memperngaruhi waktu penyembuhan luka digunakan sebagai obat ulkus pada TB,
adalah sebagai berikut: Faktor lokal; suplai antihelmin, kongesti paru, kelumpuhan
pembuluh darah yang kurang, denervasi, ekstrimitas dan abses fungi pada hewan.
hematoma, infeksi, iradiasi, mechanical stress, Daunnya digunakan sebagai penghenti

J Agromed Unila | Volume 2 | Nomor 2 | Mei 2015 | 110


Muhammad Ridho Ansori | Talas (Colocasia esculenta [L.] Schott) sebagai Obat Herbal Penyembuhan Luka

pendarahan. Getah talas digunakan sebagai tumpul yang dapat menyebabkan luka memar
obat pada sengatan hewan dan umbinya dapat (contusio), luka lecet (abrasio) dan luka robek
dikonsumsi sebagai makanan probiotik.14 (vulnus laceratum). Kemudian akibat trauma
Penelitian Patil (2011)15 menyebutkan tajam yang dapat menyebabkan luka iris atau
bahwa daun talas kaya akan nutrisi termasuk luka sayat (vulnus scissum), luka tusuk (vulnus
mineral dan vitamin seperti kalsium, punctum) dan luka bacok (vulnus caesum).
phosphorours, zat besi, vitamin C, riboflavin Penyembuhan luka merupakan suatu
tiamin dan niasin. Colocasia esculenta proses yang terjadi dimulai saat luka timbul
dilaporkan memiliki khasiat hipoglikemik hingga luka tersebut kembali sembuh dengan
karena adanya cyanoglucoside. Aktivitas digantikan oleh jaringan yang baru. Adapun
hipolipidemik dan antihyperlipidemic telah penyembuhan luka memiliki 4 fase yaitu fase
dilaporkan karena adanya arabinogalactan dan hemostasis yang terjadi selama beberapa
mono serta diacylglycerols digalactocyl. Juga menit setelah luka terjadi, fase inflamasi yang
memiliki aktivitas antijamur karena adanya terjadi selama kurang lebih 2 sampai 5 hari
cystatin. setelah luka timbul, fase proliferasi terjadi
Pada penelitian lain juga disebutkan pada hari ke-4 hingga hari ke 21 setelah
bahwa talas memiliki kandungan alkaloid, alkil- timbulnya luka dan fase terakhir ialah fase
resorcinols, glikosida, fenolat, saponin, sterol, remodeling yang terjadi selama kurang lebih
minyak esensial, resin, banyak gula dan asam selama 8 hari hingga 2 tahun setelah luka
organik.14 Pada penelitian Kadam (2013)16 yang timbul. Kecepatan penyembuhan luka
mengamati tentang efek antibakterial dari talas dipengaruhi oleh banyak faktor, yang terbagi
menyebutkan bahwa talas mengandung menjadi faktor lokal dan faktor umum.
alkaloid, karbohidrat, fenol, tannin, flavonoid, Sehingga waktu penyembuhan luka dapat
saponin, steroid, quinon, selulosa, terpenoids menjadi lebih cepat ataupun lebih lambat.
dan glikosida. Serta dikatakan bahwa talas Talas memiliki banyak kandungan zat-zat
memiliki efek antibakterial yang baik terhadap yang dapat mempengaruhi kecepatan
infeksi pada Tipus, Pneumonia, Otitis, infeksi penyembuhan luka, di antaranya adalah
saluran kemih dan infeksi Diare. flavonoid, fenol, dan saponin yang berfungsi
Pada penelitian Prajapati (2011)17 sebagai antibiotik alami yaitu membersihkan
disebutkan talas memiliki fungsi sebagai luka dengan sifat antibakterial dan
analgesik, anti inflamasi, anti-kanker, anti-diare, antifungalnya. Tannin memiliki sifat astringen
astringent, tonik penenang, dan aktivitas yang mampu menciutkan pembuluh darah dan
hipolipidemik. Selain itu juga kandungan mengurangi pendarahan di bagian luka
protein utama pada golongan araceae sehingga mengurangi infeksi dan membantu
terutama pada talas adalah lektin. Kita ketahui penyembuhan luka pada fase inflamasi.
pula bahwa lektin memiliki peran dalam fungsi Vitamin C sebagai salah satu faktor
kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, kematian peyembuhan luka dengan perannya untuk
sel, dan regulasi lemak tubuh.18 Selain itu talas membantu memperkuat dinding pembuluh
juga memiliksi sifat antibakterial baik terhadap darah terutama di bagian luka untuk tetap
bakteri gram positif ataupun negatif, serta menjaga suplai darah di daerah tersebut dan
memiliki sifat antihelmin terutama terhadap A. membantu mepercepat sintesis kolagen dalam
niger, A. flavons, candida albicans.19 proses penyembuhan luka. Lektin, zat yang
dapat membantu regenerasi sel lebih baik
Ringkasan untuk mempercepat terjadinya penutupan luka.
Luka merupakan suatu kerusakan pada
jaringan yang menggangu baik anatomi dan Simpulan
fungsi dari jaringan tersebut. Luka terjadi oleh Talas memiliki efek untuk membantu
suatu mekanisme patologis yang terjadi baik mempercepat waktu penyembuhan luka. Talas
dari luar maupun dalam tubuh. Luka dapat memiliki kandungan zat-zat yang dapat
berupa akut maupun kronik yakni luka kronik membantu mempercepat proses
merupakan luka yang tidak dapat menjalankan penyembuhan luka seperti vitamin c, lektin,
mekanisme pertahan dan perbaikan seperti saponin, flavonoid, fenol dan tannin. Serta
yang seharusnya. Dari jenis fisik luka dapat memiliki efek antiseptik dengan fungsinya
terbagi menjadi 2 kategori yaitu akibat trauma

J Agromed Unila | Volume 2 | Nomor 2 | Mei 2015 | 111


Muhammad Ridho Ansori | Talas (Colocasia esculenta [L.] Schott) sebagai Obat Herbal Penyembuhan Luka

sebagai antibakterial, antifungal dan 11. Young A, McNaught CE. The physiology of
antihelmin. wound healing. Surg. 2011; 29(10):475-9.
12. Georgeu GA, Ross D. Wounds and scars.
Daftar Pustaka Surg. 2002; 20(6):1389-141.
1. Kementrian Kesehatan RepubIik Indonesia. 13. Perdanakusuma DS. Anatomi fisiologi kulit
Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta: dan penyembuhan luka. Plast Surg Dep
Kemenkes RI; 2013 Airlangga Univ Sch Med. 2007; 1-8.
2. Menegristek Bidang Pendayagunaan dan 14. Gomez BA, Rivero T. Ure (colocasia
Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan esculenta-araceae): an edible aroid of the
teknologi. Talas (Colocasia esculenta (L.) warao. Ethnobotany Research &
Schott). Jakarta: Kemenristek; 2012. Applications. 2006; 4:103-11.
3. Wadankar GD, Malode SN, Sarambekar SL. 15. Patil B, Ageely H. Antihepatotoxic activity
Traditionally used medicinal plants for of Colocasia esculenta leaf juice. Int J Adv.
wound healing in the washim district, 2011; 2(2):296-304.
maharashtra. IJPRIF. 2011; 3(4):2080-4. 16. Nakade BD, Kadam MS, Patil KN, Mane VS.
4. Wijaya BA, Citraningtyas G, Wehantouw F. Phytochemical screening and antibacterial
Potensi ekstrak etanol tangkai daun talas activity of western region wild leaf
(Colocasia esculenta [L]) sebagai alternatif Colocasia esculenta. Int Res J Biological Sci.
obat luka pada kulit kelinci (Oryctolagus 2013; 2(10):18-21.
cuniculus). Pharmacon. 2014; 3(3):211-9. 17. Prajapati R, Kalariya M, Umbarkar R,
5. Lazarus GS, Cooper DM, Knighton DR. Parmar S, Sheth N. Colocasia esculenta: a
Definitions and guidelines for assessment potent indigenous plant. Int J Nutr
of wounds and evaluation of healing. Arch Pharmacol Neurol Dis. 2011; 1(2):90-6.
Dermatol. 1994; 130(4):489-93. 18. Van Damme EJ, Goossens K, Smeets K, Van
6. Satyo AC, Criminales K. Aspek medikolegal Leuven F, Verhaert P, Peumans WJ. The
luka pada forensik klinik. Majalah major tuber storage protein of araceae
Kedokteran Nusantara. 2006; 39(4):430-2. species is a lectin: characterization and
7. Orsted HL, Keast D, Forest L, Françoise M. molecular cloning of the lectin from Arum
Basic principles of wound healing. Wound maculatum L. Plant Physiol. 1995;
Care Canada. 2004; 9(2):4-9. 107(4):1147-58.
8. Hampton S. Wound assessment. Prof 19. Kubdee MS, Khadabadi SS, Saboo SS, Modi
Nurse. 1997; 12:5-7. AJ. In vitro antimicrobial activity of the
9. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke crude extracts of Colocasia esculenta
sistem. Jakarta: EGC; 2009. leaves (araceae). IJPSR. 2010; 1(8):88-91.
10. Prasetyono TOH. General concept of
wound healing, revised. Med J Indones.
2009; 18:206-14.

J Agromed Unila | Volume 2 | Nomor 2 | Mei 2015 | 112