Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

Standar
Prosedur Tanggal Terbit Ditetapkan oleh,
Operasional
Pengertian Serangkaian tindakan untuk memeriksa kondisi anus
Tujuan Memeriksa keabnormalan rektum
Informed Consent

Persiapan alat :
1. Handscoon
2. Reflek Hammer
3. Penlight
4. Bau bauan
5. Garam gula

Persiapan diri :
1. Mencuci tangan
2. Memakai alat pelindung diri

Persiapan Lingkungan & Pasien :


1. Menutup tirai/sketsel
2. Mengatur posisi pasien
Prosedur
Prosedur Kerja :
1. Kaji kesadaran secara kuantitatif (GCS)
2. Kaji kesadaran secara kualitatif
 Composmentis
 Apatis
 Delirium
 Somnolen
 Sopor
 Koma
3. Pemeriksaan Nervus Cranialis
 N. I (Olfaktorius) : minta px membedakan bau-bauan yang
berbeda
 N. II (Optikus) : periksa tajam penglihatan px dan lapang
pandang
 N. III (Okulomotorius) : kaji arah pandang/ pergerakkan bola
mata
 N. IV (Trochlearis) : kaji arah pandang/ pergerakkan bola mata
 N. V (Trigeminus) :
o Minta px untuk mengigit kertas
o Membuka/menutup mulut.
 N. VI (Abdusen) : kaji arah pandang/ pergerakkan bola mata
 N. VII (Facialis) :
o Minta px tersenyum
o Minta px menggembungkan pipi
o Minta px menaikkan dan menurunkan alis mata
 N. VIII (Auditorius) : kaji pendengaran px dengan melakukan
tes pendengaran
 N. IX (Glosofaringeal) : Minta px mengidentifikasi berbagai
macam rasa
 N. X (Vagus) :
o Minta px mengucapkan kata ah
o Minta px menelan
 N. XI (Aksesorius) : minta px mengangkat bahu dan
memiringkan kepala dengan melawan tahanan pasif
 N. XII (Hypoglosus) : minta px merasakan berbagai macam
rasa
4. Pemeriksaan Meningeal Sign
 Kaku kuduk : fleksikan leher hingga dagu menyentuh dada.
Dikatakan positif apabila leher tidak dapat difleksikan
 Tanda Brudzinsky I : fleksikan leher. Jika positif maka saat
leher di fleksikan pinggul dan lutut akan tertekuk secara
involunter
 Tanda Brudzinsky II : fleksikan leher. Jika positif maka saat
leher di fleksikan kaki akan tertekuk secara involunter
 Tanda Kernig : angkat paha hingga membentuk sudut 90°.
Apabila positif maka px tidak akan mampu mengekstensikan
lutut

5. Fungsi motorik
 Kaji adanya fasikulasi, tremor, dan khorea
 Kaji kekuatan otot
 Kaji kesimetrisan dan perkembangan otot
6. Reflek fisiologis
 Refleks Biceps : ketukan pada jari pemeriksa yang
ditempatkan pada tendon m.biceps brachii, posisi lengan
setengah diketuk pada sendi siku. Respon : fleksi lengan pada
sendi siku.

 Refleks Triceps : ketukan pada tendon otot triceps, posisi


lengan fleksi pada sendi siku dan sedikit pronasi. Respon :
ekstensi lengan bawah pada sendi siku
 Refleks Fleksor Jari-Jari : Tangan pasien yang ditumpukkan
pada dasar yang agak keras disupinasikan dan jari-jari
difleksikan sedikit. Telunjuk pemeriksa ditempatkan
menyilang pada permukaan volar falang jari-jari. Kemudian
telunjuk pemeriksa diketok. Pada keadaan normal, jari-jari
pasien akan berfleksi enteng demikian falang akhir ibu jari
 Refleks Patela : ketukan pada tendon patella dengan hammer.
Respon : plantar fleksi longlegs karena kontraksi m.quadrises
femoris

 Refleks Achilles: ketukan pada tendon achilles. Respon :


plantar fleksi longlegs karena kontraksi m.gastroenemius
7. Reflek Patologis
 Refleks Babinski : gores bagian lateral telapak kaki dari tumit
ke arah jari kelingking. Hasil positif bila jari kaki mengalami
plantar fleksi
 Refleks Chaddock : penggoresan kulit dorsum pedis bagian
lateral sekitar maleolus lateralis dari posterior ke anterior
Respon : seperti babinsky
 Refleks Schaeffer: memencet tendon achilles secara keras
Respon : seperti babinski
 Refleks Oppenheim : pengurutan krista anterior tibia dari
proksiml ke distal
Respon : seperti babinsky
 Refleks Gordon : penekanan betis/ m.gastrocnemeussecara
keras
Respon : seperti babinsky
 Refleks Bing : tusuk jari kaki ke lima pada metacarpal/
pangkal
Respon : sama dengan babinski
 Refleks Gonda : fleksi-kan jari ke 4 secara maksimal, lalu
Respon : sama dengan Babinski

Terminasi :
A. Dokumentasikan semua hasil pada pemeriksaan