Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Motor bakar adalah mesin atau pesawat yang menggunakan energi termal untuk
melakukan kerja mekanik, yaitu dengan cara merubah energi kimia dari bahan bakar
menjadi energi panas, dan menggunakan energi tersebut untuk melakukan kerja mekanik.
Energi termal diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada masin itu sendiri. Selaras
dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dan seiring dengan
perkembangan serta kemajuan di bidang industri terutama dalam bidang permesinan,
berbagai alat diciptakan untuk mempermudah dan menambah kenyamanan manusia
dalam mencukupi kebutuhannya. Salah satunya adalah di bidang otomotif, perkembangan
dari bidang otomotif sendiri sangat pesat khususnya pada mesin motor 4 tak.
Dalam motor 4 tak ada sebuah komponen Piston atau torak yaitu komponen mesin
yang membentuk ruang bakar bersama-sama dengan silinder blok dan silinder head.
Piston jugalah yang melakukan gerakan naik turun untuk melakukan siklus kerja mesin,
serta piston harus mampu meneruskan tenaga hasil pembakaran ke crankshaft. Jadi dapat
kita lihat bahwa piston memiliki fungsi yang sangat penting dalam melakukan siklus
kerja mesin dan dalam menghasilkan tenaga pembakaran.

1
BAB II
ISI

2.1 Mesin 4 Tak


2.1.1 Pengertian
Maksud dari langkah pada suatu mesin 4 tak yaitu untuk melakukan kerja
diperlukan 4 langkah, dan hal itu memerlukan proses empat kali naik turun piston, dua
kali rotasi (720 derajat) kruk as atau crankshaft dan satu putaran (360 derajat) noken as
atau chamshaft. Motor bakar 4 langkah (4 Tak) adalah motor yang menyelesaikan satu
siklus dalam empat langkah torak atau dua kali putaran poros engkol. Jadi dalam empat
langkah itu telah mengadakan proses pengisian, kompresi dan penyalaan, ekspansi serta
pembuangan. Dibandingkan motor 2 tak, motor 4 tak ini lebih sulit dalam
pemeliharaannya mengingat lebih banyaknya onderdil atau bagian mesinnya.

Gambar 1. Cara Kerja Motor 4 Tak

2.1.2 Komponen Kepala Silinder Mesin 4 Langkah


a. Kepala Silinder (Cylinder Head)
Tempat kedudukan mekanisme katup, ruang bakar, busi dan sebagai tutup blok silinder.
b. Torak (Piston)
Untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari hasil pembakaran bahan bakar ke poros
engkol (crank shaft) melalui batang torak (connecting road).
c. Cincin Torak (Ring piston)
Mencegah kebocoran gas bahan bakar saat langkah kompresi dan usaha.
- Mencegah masuknya oli pelumas ke ruang bakar.
- Memindahkan panas dari piston ke dinding silinder.

2
d. Poros Engkol (crank shaft)
Mengubah gerak naik turun torak menjadi gerak berputar yang akhirnya menggerakkan
roda-roda.
e. Poros Bubungan / Poros Nok (chamshaft)
Membuka dan menutup katup sesuai dengan waktu (Timming) yang telah ditentukan.

2.1.3 Prinsip Kerja Motor 4 Langkah


Berdasarkan konstruksi dan mekanisme mengatasi gesekan, bantalan dapat
diklasifikasikan menjadi dua yaitu bantalan luncur (sliding bearing) dan bantalan
gelinding (rolling bearing).
a. Langkah isap
Piston bergerak dari TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah). Gerakan
piston ini menyebabkan kehampaan di ruang bakar. Dalam langkah ini, campuran udara
dan bahan bakar diisap ke dalam silinder. Katup isap terbuka sedangkan katup buang
tertutup. Waktu piston bergerak ke bawah, menyebabkan ruang silinder menjadi vakum,
masuknya campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder disebabkan adanya tekanan
udara luar (atmospheric pressure). Kruk as berputar 180 derajat dan Camshaft berputar 90
derajat.
b. Langkah kompresi
Klep masukan dan klep keluaran ditutup. Piston terdorong ke atas dari TMB
menuju TMA karena ada momentum dariflywheel. Dorongan piston ini mendesak
campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar yang tadi masuk ketika langkah
hisap. Karena tekanannya sangat tinggi, campuran udara dan bahan bakar akan sangat
mudah terbakar. Piston naik ke atas berarti sudah gerakan piston kedua, Kruk as berputar
180 derajat, berarti sampai langkah kompresi, kruk as sudah berputar satu kali putaran
atau 360 derajat. Camshaft berputar 90 derajat, berarti camshaft sudah berputar 180
derajat. Ketika campuran bahan bakar dan udara selesai dikompresi yang mengakibatkan
mereka berdua menjadi sangat mudah terbakar, busi menghasilkan percikan api dan
terjadi ledakan.
c. Langkah usaha
Piston terdorong dari TMA ke TMB, dalam hal ini piston melakukan usaha, maka
dinamakan langkah usaha. Piston bergerak ke bawah (gerakan ketiga). Gerakan usaha
yang linier ini diteruskan ke kruk as agar menjadi gerakan rotasi atau putaran. Energi
putaran ini disalurkan ke flywheel yang berfungsi menyimpan tenaga dan momentum.
Flywheel bertugas memberikan energi ketika piston sedang tidak melakukan langkah
usaha. Jadi pada langkah hisap, kompresi dan buang, flywheellah yang membuat mesin
tetap berputar. Kedua katup masih menutup, Camshaft berputar lagi 90 derajat, maka
total sudah berputar 270 derajat. Kruk as berputar lagi 180 derajat, maka total sudah
berputar 540 derajat.

3
d. Langkah buang
Piston bergerak ke atas (gerakan keempat), piston bergerak dari TMB ke TMA.
Dalam langkah ini, gas yang terbakar dibuang dari dalam silinder. Katup buang terbuka,
piston bergerak dari TMB ke TMA mendorong gas bekas pembakaran ke luar dari
silinder. Klep keluaran dibuka, Kruk as berputar 180 derajat, maka total putaran hingga
langkah buang ini adalah 720 derajat atau dua kali rotasi. Camshaft berputar 90 derajat,
maka total putaran adalah 1 putaran (360 derajat). Ketika torak mencapai TMA, akan
mulai bergerak lagi untuk persiapan berikutnya, yaitu langkah isap.

2.2 Piston/Torak
2.2.1 Pengertian Piston/Torak
Piston adalah komponen mesin yang membentuk ruang bakar bersama- sama
dengan silinder blok dan silinder head. Piston jugalah yang melakukan gerakan naik turun
untuk melakukan siklus kerja mesin, serta piston harus mampu meneruskan tenaga hasil
pembakaran ke crankshaft. Jadi dapat kita lihat bahwa piston memiliki fungsi yang sangat
penting dalam melakukan siklus kerja mesin dan dalam menghasilkan tenaga
pembakaran. Untuknya maka piston harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
 Ringan, agar mudah bagi mesin dalam mencapai putaran tinggi. Jika konstruksi piston
terlalu berat , maka sulit bagi mesin untuk mencapai putaran tinggi, sehingga akselerasi
sepeda motor atau mobil menjadi sangat lambat.. Atau bahasa mudahnya, sepeda motor
atau mobil lambat untuk cepat mencapai kecepatan tinggi walau gas sudah ditarik.
 Tahan terhadap tekanan ledakan karena hasil pembakaran. Pada saat langkah usaha ,
bensin dan udara terbakar oleh percikan bunga api listrik dari busi. Hasil pembakaran ini
akan menimbulkan ledakan dan tekanan yang sangat kuat di dalam ruang bakar, tak
terkecuali piston menerima ledakan dan tekanan dari hasil pembakaran tersebut..
Karenanya selain piston harus ringan tapi piston juga harus kuat dalam menahan ledakan
dan tekanan hasil pembakaran untuk diteruskan menggerakkan poros engkol.

 Tahan terhadap pemuaian. Pembakaran campuran bensin dan udara dalam ruang bakar
akan menimbulkan panas, suhu di daerah ruang bakar akan naik sangat tinggi. Seperti
telah kita ketahui bahwa dengan naiknya suhu , maka logam akan mengalami perubahan
bentuk atau memuai. Piston yang terbuat dari logam-logam khusus pun akan mengalami
pemuiaan yang tidak sedikit. Jika pemuaian yang dialami piston berlebihan maka akan
membuat piston terkunci atau ngancing ke dinding silinder blok, sehingga piston akan
berhenti bekerja naik turun dalam silinder , sehingga bisa dikatakan bahwa mesin telah
mati dengan berhentinya piston dalam melakukan gerakan naik turun.
Ciri-ciri piston motor 4 tak dari bentuk fisik ada beberapa ciri sebagai berikut:
1. Mempunyai 3 lubang rumah ring
2. Pada permukaan kepala piston terdapat tanda coakan / lekukan besar dan kecil.

4
Gambar 2. Piston motor 4 tak

2.1.2 Cara Kerja Piston


Piston harus terpasang dengan rapat dalam silinder. Satu atau beberapa ring
(cincin) dipasang pada piston agar sangat rapat dengan silinder. Pada silinder dengan
temperatur kerja menengah ke atas, bahan ring terbuat dari logam, disebut dengan ring
piston (piston ring). Sedangkan pada silinder dengan temperatur kerja rendah, umumnya
bahan ring terbuat dari karet, disebut dengan ring sil (seal ring). Agar menghasilkan
tenaga gerak, pada mesin bensin diiakukan tahapan proses berikut :
1) Pengisapan gas (campuran bensin dan udara) ke dalam silinder ketika piston bergerak
turun.
2) Kompresi di dalam ruang bakar ketika piston bergerak naik. Di akhir kompresi ini
dilakukan penyalaan oleh busi, agar gas terbakar.
3) Kerja yaitu bergeraknya pinton ke bawah karena terdesak oleh gas hasil pembakaran
yang bersuhu dan bertekanan tinggi.
4) Pembungan, yaitu membuang gas sisa pembakaran ke luar silinder.

Gambar 3. Cara Kerja Piston

Proses pengisapan gas ke dalam silinder. mengkompresikan, membakarnya,


kerja, dan membuang gas bekas pembakaran ke luar silinder disebut satu siklus. untuk
melaksanakan satu siklus dapat dilakukan dua cara, yaitu satu siklus dilakukan dalam

5
empat langkah torak. Cara ini ada pada mesin bensin empat langkah (mesin 4 tak), dan
satu siklus dilaksanakan dalam dua langkah torak. Cara ini ada pada motor bensin dua
langkah (mesin 2 tak).

1. Langkah isap
Pada langkah ini, torak bergerak dari TMA ke TMB, katup isap terbuka sehingga gas
(campuran bensin dan udara) terisap masuk ke silinder.
Katup isap kemudian tertutup ketika torak mencapai TMB.

Gambar 4. Langkah Isap

2. Langkah kompresi
Pada langkah ini, torak bergerak dari TMB ke TMA, katup isap dan katup buang tertutup,
sehingga gas termampatkan (terkompresikan). Akibat kompresi ini, suhu dan tekanan gas
naik, sehingga akan terbakar. Sesaat sebelum terak mencapai TMA, busi memberi
loncatan bunga api dan terjadilah pembakaran.

6
Gambar 5. Langkah Kompresi

3. Langkah kerja
Pada Iangkah ini, torak terdorong dari TMA ke TMB oleh kekuatan tekanan gas hasil
pembakaran. Gerakan torak pada langkah ini disebut melakukan kerja, yang selanjutnya
dijadikan sebagai tenaga gerak dari mesin.

Gambar 5. Langkah Kerja

7
4. Langkah buang
Pada langkah ini, torak bergerak dari TMB ke TMA, katup buang terbuka,
sehingga gas sisa pembakaran terdorong keluar silinder melalui lubang katup buang dan
saluran pembuangan. Setelah torak mencapai TMA, dari sini akan dimulai lagi siklus
berikutnya yang diawali dengan pengisapan gas baru. Gerakan bolak-balik torak diubah
oleh poros engkol menjadi gerak putar. Dalam satu siklus yang terdiri atas 4 langkah
torak (isap, kompresi, usaha, dan buang), poros engkol telah melakukan 2 putaran penuh.

Gambar 6. Langkah Buang

Ketika torak bergerak naik saluran pembilas A tertutup torak dan kompresi
dimulai. Sementara itu saluran pemasukan C membuka dan gas (campuran udara dan
bensin) masuk ke ruang engkol. Penyalaan dan pembakaran terjadi pada waktu torak
mulai bergerak turun, saluran buang B membuka. Ketika saluran pembilas A membuka
gas baru yang berada di ruang engkol terdesak memasuki silinder sambil mendesak gas
bekas pembakaran keluar silinder melalui saluran buang B
Torak (piston) berfungsi untuk memindahkan tenaga yang diperoleh dari hasil
pembakaran ke poros engkol. Pada piston terdapat komponen-komponen pelengkapnya,
yaitu :
 Batang penghubung (connecting rod untuk menghubungkan piston dengan poros engkol.
 Pena torak (piston pin), untuk mengikat piston dengan batang penghubung melalui
lubang bushing Cincin torak (ring piston), berfungsi membentuk perapat yang kedap
terhadap kebocoran gas antara celah torak dan silinder,sekaligus mengatur pelumasan
torak dan dinding silinder. Cincin torak terdiri atas cincin kompresi dan cincin pelumas.
Poros engkol (crank shaft), berfungsi mengubah gerak bolak-balik torak menjadi
gerak putar yang selanjutnya digunakan untuk memutarkan roda. Poros engkol dilengkapi

8
bantalan-bantalan yang berfungsi menghindari gesekan-gesekan yang terjadi antara poros
engkol dengan bagian-bagian yang berputar lainnya. Bagian poros engkol yang menumpu
torak disisipi bantalan luncur yang disebut metal jalan, sedangkan bagian poros engkol
yang menopang pada blok mesin disisipi bantalan luncur yang disebut metal duduk.
Roda gila atau roda penerus, berfungsi menerima sebagian tenaga yang diperoleh
dari langkah kerja dan memberikan tenaga kepada langkah-langkah lainnya. Di bagian
luar roda gila dipasang roda gigi cincin (ring gear),
Roda gigi ini digunakan untuk berkaitan dengan roda gigi pinion pada motor starter pada
saat mesin akan dihidupkan.

2.3 Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada motor 4 tak


Kerusakan yang terjadi pada piston adalah : aus, tergores, mengecil sehingga terjadi
kocak atau longgar di dalam silinder. Dan apabila piston motor 4 tak terjadi hal-hal
demikian akan berakibat sebagai berikut:
1. Kompresi motor menjadi bocor,
2. Motor sukar untuk dihidupkan,
3. Tenaga motor berkurang,
4. Suara motor pincang / tidak normal,
5. Timbul suara klotok - klotok dari arah silinder pada waktu motor hidup,
6. Ring piston cepat lemah / patah,
7. Kedudukan gap ring piston cepat berubah / segaris,
8. Oli di bak perseneling merembes masuk ke dalam ruang bakar,
9. Oli motor cepat berkurang / habis,
10. Oli motor cepat kotor,
11. Oli motor cepat encer,
12. Ruang bakar cepat kotor dengan arang / karbon,
13. Kepala piston cepat kotor dengan arang / karbon,
14. Busi motor cepat kotor dengan arang / hitam / basah,
15. Busi motor cepat lemah / mati,
16. Knalpot cepat kotor / tersumbat,
17. Knalpot mengeluarkan asap yang tebal dan hitam.

2.4 Perawatan Mesin Motor 4 tak


2.4.1 Cek Kondisi Oli
Oli mesin ini sangat penting peranannya untuk melumas komponen-komponen
mesin, seperti setang seher, seher, dan ring seher, kruk as serta noken as atau setang klep.
Oleh karena itu, jika keberadaan minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau
kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya diganti. Gejala Kerusakan :
Jumlah Minyak Pelumas (engine oil) yang tersisa dalam mesin sedikit.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :

9
1. Seal oli atau gasket mesin bocor. Jika seal oli atau gasket mesin bocor, ganti seal tersebut.
2. Bosh katup atau seal katup bocor. Jika bosh katup atau seal katup katup bocor, gantilah
bosh dan seal tersebut.
3. Pelumas mesn tidak sesuai. Jika pelumas tidak sesuai, gantilah pelumas sesuai dengan
anjuran produk.
Gejala Kerusakan : Minyak Pelumas Kotor / Pekat
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Minyak pelumas jarang diganti. Gantilah pelumas secara rutin dan berkala.
2. Mutu atau kualitas minyak pelumas rendah. Gantilah minyak pelumas sesuai standard
anjuran produk.
Gejala Kerusakan : Tekanan Minyak Pelumas Rendah
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Pompa oli tidak bekerja dengan baik. Jika pompa oli tidak bekerja denga baik, maka
perbaiki pompa oli tersebut dan bila gantilah dengan yang baru.
2. Gigi-gigi penggerak oli rusak / aus. Jika gigi-gigi penggerak oli rusak / aus maka harus
diganti dengan yang baru.
3. Saluran oli tersumbat kotoran. Saringan oli tersumbat karena adanya kotoran, bersihkan
saringan tersebut dari kotoran yang menempel bila perlu diganti.

2.4.2. Cek Sistem Bahan Bakar


Melakukan pengecekan system kerja bahan bakar adapun gejala kerusakan pada
sistem bahan bakar yaitu :
Gejala Kerusakan : Mesin Berputar Tetapi Tidak Mau Hidup
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Bahan bakar didalam tangki bahan bakar habis. Jika habis isilah bahan bakar kedalam
tangki.
2. Saringan bahan bakar tersumbat. Jika saringan bahan bakar tersumbat, bersihkan saringan
bahan bakar dan bila saringan tersebut terdapat kerusakan maka gantilah saringan bahan
bakar.
3. Bahan bakar tidak mengalir ke karburator. Jika bahan bakar tidak mengalir ke karburator
perbaiki sistem aliran bahan bakar.
4. Saringan udara tersumbat. Jika saringan udara tersumbat, maka bersihkanlah saringan
udara sesuai prosedur.
5. Cara kerja choke tidak benar. Jika cara kerja tidak benar perbaiki sistem kerja choce
sesuai prosedur.
6. Saluran udara pada tutup tangki tersumbat. Jika saluran udara tersumbat perbaiki atau
ganti tutup tangki dengan yang baru.
Gejala Kerusakan : Susah dihidupkan Saat di starter
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :

10
1. Bahan bakar kotor, jika bensin kotor maka gantilah bensin dan jangan perlu diperhatikan
jangan membeli bahan bakar di pedagang eceren.
2. Cara kerja choke tidak benar. Jika cara kerja tidak benar perbaiki sistem kerja choke
sesuai dengan prosedur.
3. Putaran stasioner terlalu rendah. Setel dan tinggikan putaran stasioner sesuai putaran
mesin.
4. Penyetelan skrup udara pada karburator tidak tepat. Ulangi penyetetelan skrup udara
karburator sampai memdapatkan campuran yang tepat.
5. Insulator karburator bocor. Gantilah insulator.
Gejala Kerusakan : Putaran Stasioner tidak rata
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan
1. Penyetelan skrup udara tidak tepat. Lakukan penyetelan skrup udara hingga tepat.
2. Karburator tidak berfungsi dengan baik. Karburator tidak dapat berfungsi maka servis,
perbaiki atau gantilah karburator.
3. Insulator retak atau bocor. Gantilah insulator jika keadaannya retak.
4. Letak klip jarum tidak tepat. Lakukan penyetelan klip jarum dan perbaiki klip jarum
tersebut.
Gejala Kerusakan : Campuran Bahan Bakar Miskin
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Penyetelan pelampung tidak tepat. Setelah pelampung karburator dengan tepat sesuai
standard.
2. Katup pelampung tidak bekerja dengan baik. Perbaiki pelampung jika perlu gantilah.
3. Letak klip jarum tidak tepat. Perbaiki letak klip jarum sesuai standard
4. Spuyer karburator tersumbat. Bersihkan spuyer jika dalam keaddaan tersumbat dengan
udara bertekanan.
Gejala Kerusakan : Campuran Bahan Bakar Kaya
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Saringan udara tersumbat / kotor. Jika saringan udara tersumbat / kotor buka dan
bersihkan saringan udara dari kotoran.
2. Sistem kerja pelampung tidak normal. Jika sistem kerja pelampung tidak nornal, buka
karburator dan setel pelampung sesuai prosedur.
3. Choke tertutup terus. Perbaiki choke jika tertutup terus.
4. Letak klip tidak tepat. Perbaiki letak klip.
5. Spuyer sudah aus. Gantilah spuyer dengan yang baru sesuai standard jika terdapat
keausan.

2.4.3 Pengecekan Pada Silinder dan Piston


Ada beberapa Gejala kerusakan pada kepala silinder, silinder dan piston
diantaranya yaitu :
Gejala Kerusakan : Tekanan Kompressi Rendah

11
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Penyetelan pembukaan pada katup tidak tepat. Buka tutup katup masuk dan dan katup
buang dan stel pembukaan katup sesuai dengan standard.
2. Katup aus / bengkok. Jika katup aus atau bengkok gantilah katup dengan yang baru sesuai
dengan standard.
3. Pegas katup patah. Jika pegas katup patah, gantilah pegas dengan yang baru.
4. Kepala silinder berubah bentuk atau rusak. Jika terjadi hal demikian gantilah kepala
silinder.
5. Dinding silinder aus. Perbaiki dengan menambah oversize, ganti piston dan ring piston
sesuai oversize yang baru atau ganti dinding silinder.
6. Piston dan ring piston aus. Jika terjadi hal demikian ganti piston dan ring piston.
Gejala Kerusakan : Tekanan Kompressi Terlalu Tinggi.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
Terjadi / terdapat endapan kotoran diruang bakar. Buka kepala silinder dan bersihkan
kepala silinder dari endapan / kotoran.
Gejala Kerusakan : Suara Mesin Berisik.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Penyetelan katup tidak tepat. Buka tutup katup dan katup buang lalu setel katup dengan
benar.
2. Cam shaft dan rocker arm aus. Perbaiki roker arm dan cam shaft atau ganti dengan yanng
baru.
3. Sistem Tensioner rantai mesin rusak / aus. Gantilah tensioner rantai mesin dengan yang
baru.
4. Gigi sprocket aus. Ganti gigi sprocket dengan yang baru.
5. Dudukan cam shaft dan roker arm aus. Gantilah dudukan tersebut dengan yang baru.
Gejala Kerusakan : Mesin Tidak Dapat stasioner.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Katup menutup tidak duduk atau rapat. Buka sistem katup dan diskir katup hingga
menutup dengan duduk atau rapat.
2. Penyetelan katup tidak tepat. Setel pembukaan katup sesuai dengan standard.
3. Insulator bocor. Gantilah insulator atau perbaiki jika masih dapat diperbaiki.
Gejala Kerusakan : Asap Knalpot (gas sisa pembakaran) Banyak.
Kemungkinan Penyebab dan Langkah Perbaikan :
1. Silinder, ring dan piston aus. Perbaiki dengan menambah oversize silinder, ring dan
piston ganti yang baru sesuai oversize.
2. Seal katup rusak. Gantilah seal katup jika terdapat kerusakan.
3. Gasket kepala silinder bocor. Gatilah gasket dengan yang baru dan pengencangan baut
kepala sillinder sesuai dengan standard.

12
BAB III
SIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Dalam langkah kerja motor 4 tak, Pertama Bensin dan Udara dimasukkan melalui
lubang Intake, lalu terjadi Kompresi (Piston naik ketitik mati atas), pada saat Piston posisi
di puncak terjadi pengapian (oleh Spark Plug) terjadi pembakaran/peledakan, Piston
tertekan menuju Titik mati bawah, sisa pembakaran (asap) dikeluarkan melalui lubang
Exhaust.. Cara kerja torak bergerak naik turun di dalam silinder dalam gerakan
reciprocating. Titik tertinggi yang dicapai oleh torak tersebut disebut titik mati atas
(TMA) dan titik terendah disebut titik mati bawah (TMB). Gerakan dari TMA ke TMB
disebut langkah torak (stroke).
Pada gerak hisap, campuran udara bensin dihisap ke dalam silinder. Bila jarum
dilepas dari sebuah alat suntik dan plunyernya ditarik sedikit sambil menutup bagian
ujung yang terbuka dengan jari (alat suntik akan rusak bila plunyer ditarik dengan tiba-
tiba), dengan membebaskan jari akan menyebabkan udara masuk ke alat suntik ini dan
akan terdengar suara letupan. Hal ini terjadi sebab tekanan di dalam lebih rendah dari
tekanan udara luar. Hal yang sama juga terjadi di mesin, torak dalam gerakan turun dari
TMA ke TMB menyebabkan kehampaan di dalam silinder, dengan demikian campuran
udara bensin dihisap ke dalam. Selama langkah torak ini, katup hisap akan membuka dan
katup buang menutup.
Dalam gerakan kompresi campuran udara bensin yang di dalam silinder
dimampatkan oleh torak yang bergerak ke atas dari TMB ke TMA. Kedua katup hisap
dan katup buang akan menutup selama gerakan tekanan dan suhu campuran udara bensin
menjadi naik. Bila tekanan campuran udara bensin ini ditambah lagi, tekanan serta
ledakan yang lebih besar lagi dari tenaga yang kuat ini akan mendorong torak ke bawah.
Sekarang torak sudah melakukan dua gerakan atau satu putaran, dan poros engkol
berputar satu putaran
Dalam gerakan kerja, campuran udara bensin yang dihisap telah
https://www.academia.edu/7079374/DASAR-DASAR_MESIN

13