Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas nikmat dan
karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penyusun dapat menyelesaikan Proposal
Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ( KBGI ) ke XI Tahun 2019 yang memiliki
tema “Bangunan Hunian Bertingkat, Futuristik, Tahan Gempa, Dan Ramah
Lingkungan“ dengan baik, benar, dan tapat waktu.

Proposal ini disusun sebagai syarat mengikuti KBGI XI Tahun 2019 yang
diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran
dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia yang bekerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta.

Dengan diselenggarakannya kompetisi ini dapat memacu kreatifitas dan pola


piker para peserta dalam merencanakan bangunan rumah tinggal dengan struktur baja
canai dingin yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu material yang
banyak digunakan dalam sebuah konstruksi.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah


memberikan bantuan baik berupa materil ataupun semangat kepada penyusun selama
menyusun Poposal KBGI XI Tahun 2019.

Penyusun menyadari bahwa dalam Proposal KBGI XI Tahun 2019 ini masih
terdapat banyak kekurangan-kekurangan yang timbul. Oleh karena itu, penyusun
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan
laporan ini.

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini kebutuhan akan rumah tinggal semakin meningkat berbanding lurus
dengan pertumbuhan penduduk. Hal ini disebabkan karena setiap manusia
membutuhkan tempat untuk berkumpul dengan keluarga dan tempat berlindung.

Berdasarkan UU No. 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung, setiap bangunan


wajib memenuhi persyaratan keselamatan, salah satunya terhadap gempa. Letak
geografis Indonesia yang berada pada jalur Cincin Api Pasifik menyebabkan intensitas
terjadinya gempa di Indonesia tinggi. Oleh karena itu, dalam pembangunan rumah
tinggal perlu diperhitungkan ketahanan strukturnya terhadap gempa. Rumah tidak
perlu kuat hingga tidak mengalami kerusakan sama sekali saat gempa, yang diperlukan
adalah rumah tetap berdiri saat gempa terjadi sehingga pemilik rumah dapat selamat.

Dengan perkembangan teknologi, material struktur yang digunakan dalam


konstruksi semakin berkembang, salah satunya adalah canai dingin. Kelebihan canai
dingin dibandingkan dengan material struktur lainnya adalah material yang ramah
lingkungan. Untuk desain rumah tinggal, beraneka ragam budaya yang ada di Indonesia
dapat menjadi inspirasi baik dari rumah adatnya maupun karya seni lainnya.

Dengan keikutsertaan kami pada Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia XI yang


bertema “Bangunan Hunian Bertingkat, Futuristik, Tahan Gempa, Dan Ramah
Lingkungan“ ini, kami ingin dapat berinovasi dalam penerapan ilmu yang telah kami
dapatkan, dengan tetap menjunjung nilai budaya serta ramah lingkungan.

1.2 Rumusan Masalah


Berikut ini merupakan rumusan masalah yang akan dibahas dalam proposal ini,
antara lain:
1. Bagaimana merencanakan dan merancang bangunan rumah tinggal bertingkat yang
tahan gempa, desain modern, dan ramah lingkungan ?
2. Bagaimana merencanakan waktu pelaksanaan konstruksi model yang efektif dan
efisien?

1.3 Sistematika Laporan


Proposal ini disusun dalam bentuk bab dan terdiri dari lima bab yang didalamnya
terbagi dalam beberapa bagian yang akan diuraikan, sesuai dengan buku panduan
KBGI XI sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, dan


sistematika penulisan.

BAB II DESAIN BANGUNAN UKURAN SEBENARNYA

Bab ini menjelaskan tentang desain bangunan sebenarnya berupa


konsep, pembebanan, maupun analisis struktur bangunan.

BAB III DESAIN MODEL BANGUNAN GEDUNG

Bab ini menjelaskan tentang desain bangunan model berupa konsep dan
analisis struktur bangunan model.

BAB IV GAMBAR METODE PERAKITAN MODEL BANGUNAN HUNIAN


2 TINGKAT (SOP)

Bab ini menjelaskan tentang metode perakitan model bangunan serta


alat-alat yang digunakan dalam perakitan model bangunan.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan mengenai dimensi yang digunakan pada


bangunan sebenarnya maupun bangunan model.
BAB II

DESAIN BANGUNAN UKURAN SEBENARNYA

2.1 Dasar Teori Desain


Pada Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia ke XI tahun 2019 ini, tema yang
diberikan adalah “Bangunan Hunian Bertingkat, Futuristik, Tahan Gempa, Dan Ramah
Lingkungan“. Oleh karena itu, desain bangunan yang direncanakan adalah bangunan
dengan struktur canai dingin yang berkualitas yang memiliki ketahanan terhadap
gempa, desain modern, dan tetap mempertimbangkan keramahan lingkungan.

Dengan tema yang telah ditentukan, desain yang direncanakan harus


mempertimbangkan ketahanan gempa, memiliki unsur futuristik, dan tetap ramah
linkungan. Penggunaan baja canai dingin di Indonesia akan memberikan solusi
terhadap kekuatan dan keramahan lingkungan. Baja canai dingin memiliki kekuatan
yang sama seperti baja hotrolled, hanya dimensinya yang tipis membuat baja canai
dingin cocok digunakan di daerah yang rawan gempa, mengingat prinsip dari struktur
tahan gampa mengharuskan bangunan dibuat seringan mungkin. Selain kekuatannya,
penggunaan baja canai dingin dapat mengurangu penggunaan kayu sebagai konstruksi
sehingga konsep dari keramahan lingkungan tersebut dapat dicapai.

Futuristic pada bangunan menggambarkan bahwa perencanaan dan


pembangunannya tidak berdasarkan oleh sesuatu yang terikat dengan masa lalu, akan
tetapi mencoba untuk menggambarkan masa depan. Bangunan harus mampu mengikuti
dan menampung tuntutan kegiatan yang selalu berkembang.

https://www.arsitag.com/article/mengenal-arsitektur-futuristik