Anda di halaman 1dari 12

PANDUAN

ETIK DAN DISIPLIN KEPERAWATAN

RUMAH SAKIT IBU & ANAK


MITRA FAMILY
Jl. Siliwangi No. 135

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Etika keperawatan merupakan alat untuk mengukur perilaku moral dalam
keperawatan. Dasar penyusunan panduan etik keperawatan ini dari kode etik
keperawatan Indonesia dan peraturan perusahaan Rumah Sakit Ibu & Anak Mitra
Family.
Kode Etik merupakan suatu pernyataan Komprehensif dari proses yang
memberikan tuntunan bagi anggota untuk melaksanakan praktek asuhan keperawatan
dalam bidang profesinya, baik yang berhubungan dengan pasien sebagai individu,
keluarga, masyarakat, maupun terhadap teman sejawat, profesi dan diri sendiri.
Kode Etik sebagai suatu rangkuman nilai dan norma-norma yang dapat dipakai
sebagai pedoman operasional sangatlah dibutuhkan, mengingat perkembangan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi sudah menjadi suatu unit sosial ekonomi yang majemuk
dalam rumah sakit, dimana tenaga kerja yang terdiri dari berbagai profesi menjadi etika
profesi sendiri, sehingga semangat kebersamaan sangat dibutuhkan agar rumah sakit
dapat berfungsi dengan baik.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Pedoman etik keperawatan ini dapat dijadikan tuntunan bagi tenaga keperawatan (
Perawat dan Bidan ) dalam melaksanakan tugas dalam rangka meningkatkan
Kedisiplinan serta ketertiban administrasi dengan tujuan untuk keseragaman dalam
bertindak.

2
BAB II

RUANG LINGKUP DAN LANDASAN HUKUM

A. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dari pedoman ini adalah meliputi :
1. Etika keperawatan,
2. Disiplin Keperawatan

Rumah Sakit Ibu & Anak Mitra Family ,khususnya divisi keperawatan mempunyai 5
Kredo /komitmen Keperawatan:
1) 15 menit sebelum waktu dinas sudah berada di unit kerja masing-masing
2) Senyum, Asih, Tanggungjawab, Ulet ( SATU )
3) Menjaga kerapihan, dititik beratkan dalam menata sepatu di depan ruangan
tertentu
4) Penampilan Diri
5) Menjaga kebersihan dan kerapihan Ners Station.
B. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Keperawatan no.38 tahun 2014
2. Permenkes No.49 tahun 2013 tentang Komite Keperawatan Rumah Sakit
3. Keputusan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia Nomor:
023/PP.PPNI/SK/K/XII/2009 tentang Kode Etik Perawat Indonesia.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369/ Mengkes/SK/III/2007
Tentang Standar Profesi Bidan, didalamnya terdapat Kode Etik Bidan Indonesia.
5. Panduan Etik dan Hukum RSIA Mitra Family
6. Peraturan Perusahaan Rumah Sakit Ibu & Anak Mitra Family

3
BAB III
FALSAFAH KEPERAWATAN RUMAH SAKIT IBU & ANAK MITRA FAMILY

1. Setiap tenaga Keperawatan Rumah Sakit Ibu & Anak Mitra Family mempunyai
komitmen yang tinggi untuk memperlakukan setiap individu sebagai individu yang
unik yang memiliki KEBUTUHAN : BIO-PSIKO-SOSIAL-SPIRITUAL.
Kebutuhan ini harus selalu dipertimbangkan dalam setiap pemberian Asuhan
Keperawatan.
2. Keperawatan adalah bantuan bagi umat manusia. Dan setiap tenaga keperawatan
Rumah Sakit Ibu & Anak Mitra Family mempunyai TANGGUNG JAWAB untuk
meningkatkan derajat kesehatan secara optimal kepada semua yang membutuhkan
dengan TIDAK MEMBEDAKAN SUKU, BANGSA, AGAMA / KEPERCAYAAN DAN
STATUSNYA disetiap tempat pelayanan kesehatan.
3. Tujuan Asuhan Keperawatan dapat dicapai melalui usaha bersama dari semua
anggota Tim Kesehatan, Pasien dan Keluarga dan senantiasa memberikan pelayanan
dengan senyum yang tulus, tanpa mengenal lelah dan tanpa batas waktu.
4. Setiap tenaga Keperawatan Rumah Sakit Ibu & Anak Mitra Family menjunjung tinggi
NILAI-NILAI KEJUJURAN, BERTANGGUNG JAWAB DAN BERTANGGUNG GUGAT,
memiliki wewenang melakukan Asuhan Keperawatan secara utuh berdasarkan
standar Asuhan Keperawatan.
5. Pendidikan keperawatan berkelanjutan dilaksanakan secara terus menerus untuk
pertumbuhan dan perkembangan staf, SALING MENGHARGAI DAN MENGHORMATI
setiap PERBEDAAN MERUPAKAN KUNCI KEBERHASILAN menuju KEPERAWATAN
YANG BERKUALITAS.

4
BAB IV

LAFAL SUMPAH PROFESI

A. JANJI DAN SUMPAH AHLI MADYA KEPERAWATAN


“ DEMI ALLAH, SAYA BERSUMPAH “
1. Bahwa saya sebagai AHLI MADYA KEPERAWATAN, akan melakukan tugas saya
sebaik- baiknya, menurut Undang – Undang yang berlaku dengan penuh tanggung
jawab dan kesungguhan.
2. Bahwa saya sebagai AHLI MADYA KEPERAWATAN , dalam melaksanakan tugas,
atas dasar Kemanusiaan tidak akan membeda-bedakan pangkat, kedudukan,
golongan, Bangsa dan Agama.
3. Bahwa saya sebagai AHLI MADYA KEPERAWATAN, dalam melaksanakan tugas,
akan membina kerjasama, keutuhan dan kesetiakawanan dengan teman sejawat.
4. Bahwa saya sebagai AHLI MADYA KEPERAWATAN, tidak akan menceritakan
kepada siapapun, segala rahasia yang berhubungan dengan tugas saya kecuali jika
diminta pengadilan, untuk keperluan kesaksian.
Semoga ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA, memberi kekuatan kepada saya

B. JANJI DAN SUMPAH AHLI MADYA KEBIDANAN


“ DEMI ALLAH, SAYA BERSUMPAH “
1. Bahwa saya sebagai AHLI MADYA KEBIDANAN, akan melakukan tugas saya sebaik-
baiknya, menurut Undang – Undang yang berlaku dengan penuh tanggung jawab
dan kesungguhan.
2. Bahwa saya sebagai AHLI MADYA KBIDANAN , dalam melaksanakan tugas, atas dasar
Kemanusiaan tidak akan membeda-bedakan pangkat, kedudukan, golongan, Bangsa
dan Agama.
3. Bahwa saya sebagai AHLI MADYA KEBIDANAN, dalam melaksanakan tugas, akan
membina kerjasama, keutuhan dan kesetiakawanan dengan teman sejawat.

5
4. Bahwa saya sebagai AHLI MADYA KEBIDANAN, tidak akan menceritakan kepada
siapapun, segala rahasia yang berhubungan dengan tugas saya kecuali jika diminta
pengadilan, untuk keperluan kesaksian.
Semoga ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA, memberi kekuatan kepada saya

C. JANJI DAN SUMPAH SARJANA KEPERAWATAN


Janji sarjana keperawatan berbunyi :
Saya bersumpah bahwa :
1 . Saya akan membaktikan Hidup saya untuk kepentingan kemanusiaan, terutama
dalam bidang kesehatan tanpa membeda-bedakan kesukuan, kebangsaan,
keagamaan, jenis kelamin, golongan / aliran politik, dan kedudukan sosial.
2 . Saya akan menghormati setiap hidup insani, sepanjang daur kehidupannya.
3 . Saya akan mempertahankan dan menjunjung tinggi martabat profesi
keperawatan dengan terus menerus mengembangkan ilmu keperawatan.
4 . Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui / karena pekerjaan dan
Keilmuan saya sebagai perawat, kecuali jika diminta keterangan oleh pengadilan.
5 . Saya akan senantiasa memelihara hubungan baik antar sesama perawat.
6 . Saya akan membina kerja sama sebaik-baiknya dengan tenaga kesehatan dan
pihak lain dalam pemberian pelayanan kesehatan.
7 . Saya akan tetap memberikan penghormatan yang selayaknya kepada guru dan
Pembimbing saya.
8 . Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsyafan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kekuatan kepada saya.

6
BAB V
TATA LAKSANA

A. Sistem Penilaian

Sub Komite Etik dan disiplin Keperawatan sebagai bagian dari Komite Keperawatan membuat
penilaian dan atau evaluasi terhadap pelanggaran kode etik dan disiplin yang telah terjadi.
Apabila perawat tersebut tidak terbukti melakukan kelalaian/pelanggaran etik keperawatan
atau telah selesai menjalani masa pembinaan maka akan dilakukan pengembalian nama baik
perawat tersebut oleh Wadir Keperawatan.

Adapun penilaiannya diperoleh dari :

1. Pengetahuan/teori
Pengetahuan dan kepustakaan dapat dijadikan sumber hukum

Kekurangan atau ketinggalan ilmu pengetahuan yang berlaku umum dapat dinyatakan
sebagai kelalaian ( Tjokronegoro,1990 )

2. Standar prosedur Keperawatan/ Standar Asuhan Keperawatan


Kelalaian adalah tindakan yang bertentangan dengan SPO/SAK

Pasien menaruh kepercayaan kepada perawat, bahwa perawat bertindak sesuai standar
profesi yang berlaku.

Jika seorang perawat dalam tugasnya menyimpang dari apa yang seharusnya dilakukan atau
tidak melakukan tindakan sesuai SPO/SAK, maka dapat dikatakan telah melanggar prosedur

3. Akibat yang ditimbulkan terhadap keselamatan pasien


Kriteria berat ringannya suatu kelalaian tergantung efek dari kelalaian tersebut pada
pasien,Selama akibat dari kelalaian tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain dan tidak
ada yang menerima keuntungan dari kelalaian tersebut .

Tindakan yang dapat menimbulkan kerugian pada pasien dapat dinyatakan sebagai suatu
kelalaian.

7
4. Itikad baik individu/perawat dalam penyelesaian masalah
Sikap individu harus dinilai karena sangat berkaitan dengan aspek moral seseorang atau
sopan santun pergaulan baik didalam tata tertib masyarakat ataupun tata cara didalam
organisasi profesi.

5. Pendidikan
Tingkat pendidikan perawat menentukan mutu asuhan keperawatan yang diberikan kepada
pasien. Semakin tinggi tingkat pendidikan seorang perawat diharapkan semakin profesional
dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, sesuai dengan tuntutan masyarakat.

6. Masa kerja di Rumah Sakit Sumber Kasih


Semakin bertambahnya masa kerja seorang perawat diharapkan dapat terjadi perubahan
sikap kearah yang lebih baik. Dengan hal tersebut diatas, perawat diharapkan dapat
memberikan asuhan keperawatan yang optimal

B. Skoring Penilaian

Kriteria penilaian dalam pemberian skoring

NO KRITERIA SKOR
PENILAIAN 0 1 2 3 4
1 TEORI Sesuai 2/3 1/2 1/3 Tidak
2 SPO/SAK Sesuai 2/3 1/2 1/3 Tidak
3 KESELAMATAN tidak ada efek tidak berefek sakit cacat Meningg
PASIEN tapi ada al
komplain
4 ITIKAD BAIK Mengakui tidak peduli meng marah Menganc
ingkari am
5 PENDIDIKAN Asper/Asbid D1 D III D4 /S1 S2
6 MASA KERJA 0 -1 th 1 – 5 th 5 - 10 th 10 - 15 > 20 th
7 KERUGIAN RS Tidak ada 0 – 1 juta 1-5 jt 5-10 jt > 10 jt
kerugian
materi tapi
berdampak
pada Strategi

8
Keterangan

Jumlah skoring

1–7 kategori Ringan

8 – 14 Kategori sedang

14 - 21 Kategori Berat

21 – 28 Kategori Sangat Berat

C. Pembinaan Etika Profesi

Tujuan

Pembinaan etika profesi adalah untuk menjaga mutu profesi dan memelihara harkat dan
martabat profesi. Oleh karena itu jenis pembinaan yang diberikan bersifat mendidik dan
membina selama yang berbuat kelalaian memiliki keinginan memperbaiki diri. Ada beberapa
jenis pembinaan antara lain pembinaan ringan,sedang, berat dan sangat berat

D. Kegiatan dan Jenis Pembinaan

Kegiatan Berdasarkan Jenis Pembinaan

KEGIATAN RINGAN SEDANG BERAT SANGAT BERAT


Membuat makalah 1 makalah 2 makalah 3 Makalah 4 Makalah
Diserahkan 1 makalah 2 makalah 3Makalah
satu minggu dipresentasikan dipresentasika dipresentasikan
n
Melakukan asuhan Selama 4 Selama 8 Selama 12 Selama 16 Minggu
pada pasien Minggu Minggu Minggu
dengan risiko
ringan
Melakukan Selama 4 Selama 8 Selama 12 Selama 16 minggu
tindakan sesuai minggu minggu minggu membuat laporan 4
kasus dengan membuat membuat membuat kasus pada Ka.
pengawasan laporan 1 laporan 2 kasus laporan 3 Ruangan
kasus pada pada kasus pada
Koordinator Kordinator Ruangan
Jadual Dinas Dinas Pagi Dinas Pagi Dinas Pagi Dinas Pagi selama 4
Dengan selama 2 selama 2 selama 4 minggu
pengawasan minggu minggu minggu
Mengikuti 2 X selama 4 X selama 4 X selama 4 X selama
sosialisasi standar pembnaan pembnaan pembnaan pembnaan

9
KEGIATAN RINGAN SEDANG BERAT SANGAT BERAT
keperawatan dan
etik
Pemotongan Tidak Pemotongan Pemotongan Pemotongan selama
Incentive dipotong selama 1 bulan selama 2 bulan 3 bulan
Pengambilan Cuti Tidak Tidak Tidak Tidak diperkenankan
diperkenanka diperkenankan diperkenankan cuti kecuali alasan
n cuti kecuali cuti kecuali cuti kecuali penting
alasan penting alasan penting alasan penting

E. Evaluasi

Evaluasi dilakukan pada waktu

1. Sebelum pembinaan
Diberikan tindakan sementara oleh atasan langsung dan dilakukan evaluasi setiap
hari
2. Selama pembinaan
Koordinator membuat laporan tertulis/mengisi format penilaian kinerja dan hasil
penilaian disampaikan kepada Wadir keperawatan melalui Manager keperawatan .

F. Pengembalian Nama Baik

Apabila pada klarifikasi masalah tidak ditemukan masalah atau telah selesai menjalani masa
pembinaan etik profesi maka dilakukan pengembalian nama baik yang bersangkutan, yang
dibuat oleh Wadir keperawatan kepada Sub Komite Etik dan Disiplin dengan tembusan kepada
Manager terkait.

10
ALUR PEMBINAAN ETIKA KEPERAWATAN
DI RSIA MITRA FAMILY

Direktur

Ketua Komite
Keperawatan

Manag/wadir Sub komite Etik Sanksi


Kep & disiplin

Koordinator Pelaku

11
BAB VI
PENUTUP

Demikian telah disusun suatu Panduan Etik Keperawatan Rumah Sakit Ibu & Anak
Mitra Family, semoga dapat digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan praktek
keperawatan di lingkungan Rumah Sakit Ibu & Anak Mitra Family. Sehingga rumah sakit
dapat berfungsi dengan baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien baik
sebagai individu, keluarga dan masyarakat. Amiiin...........

12