Anda di halaman 1dari 31

I.

PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Identitas Pasien
Nama : Nn. A
Umur : 26 th
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Status : Kawin
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Suku Bangsa : Jawa/Indonesia
Alamat : Selopuro 2/1 Lasem
Tanggal Masuk : 12 Agustus 2019
Tanggal Pengkajian : 12 Agustus 2019
No. Register : 398735
Diagnosa Medis : G2P0A1 H36+2 KALA I Fase Aktif dengan Partus
Prematurus Iminens
b. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tayipur
Umur :
Hub. Dengan Pasien : Suami
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Selopuro 2/1 Lasem
2. Status Kesehatan
a. Status Kesehatan Saat Ini
1) Keluhan Utama (Saat MRS dan saat ini)
Klien mengatakan merasakan kenceng-kenceng di daerah perut sejak
pukul 05.00 dan klien mengatakan air ketubannya telah pecah dan klien
cemas dengan keadaannya, klien mengatakan takut terjadi sesuatu
kepada bayinya
2) Alasan masuk rumah sakit dan perjalanan penyakit saat ini
Pasien datang ke Rumah Sakit diantar oleh keluarganya pada tanggal 12
Agustus jam 10.51 WIB karena dirujuk dari puskesmas dengan alasan
usia kehamilan 36minggu dan pasien mengalami partus prematurus
imminens yaitu adanya suatu ancaman pada kehamilan dimana
timbulnya tanda-tanda persalinan pada usia kehamilan yang belum aterm
(20 minggu-37 minggu) dan berat badan lahir bayi kurang dari 2500
gram.
3) Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya
Pasien mengatakan saat merasakan kenceng Ia langsung ke rumah sakit
untuk memeriksakannya
b. Satus Kesehatan Masa Lalu
1) Penyakit yang pernah dialami
Pasien mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit yang serius
2) Pernah dirawat
Pasien mengatakan tidak pernah di rawat dirumah sakit
3) Alergi
Pasien mengatakan tidak memiliki alergi
4) Kebiasaan (merokok/kopi/alkohol dll)
Pasien mengatakan sering meminum susu
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Pasien mengatakan keluarga tidak memiliki penyakit keturunan dan
penyakit menular
d. Diagnosa Medis dan therapy
Partus Prematurus Iminens

3. Pola Kebutuhan Dasar ( Data Bio-psiko-sosio-kultural-spiritual)


a. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
Pasien mengatakan jika sakit sering beli obat diwarung
b. Pola Nutrisi-Metabolik
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan porsi makan sehari kadang-kadang 4x-5x dengan
porsi sedang 2 centong nasi dan minum air kurang lebih 8 gelas
perhari
 Saat sakit :
Pasien mengatakan semenjak dirumah sakit makan tidak dihabiskan
hanya seperempat dari porsi dan minum 1 botol air mineral 1500 ml
c. Pola Eliminasi
1) BAB
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan sebelum sakit BAB 1x sehari setiap bangun tidur
dipagi hari, konsistensi feses padat tetapi tidak keras
 Saat sakit :
Pasien mengatakan belum BAB
2) BAK
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan BAK dalam sehari lebih dari 5x, warna urine
kuning pucat dan baunya yang khas

 Saat sakit :
Pasien mengatakan BAK sulit tidak dapat pergi ke toilet
d. Pola aktivitas dan latihan
1) Aktivitas
Kemampuan 0 1 2 3 4
Perawatan
Diri √
Makan dan √
minum
Mandi √
Toileting √
Berpakaian √
Berpindah √
0: mandiri, 1: Alat bantu, 2: dibantu orang lain, 3: dibantu orang lain dan
alat, 4: tergantung total

2) Latihan
 Sebelum sakit
Pasien mengatakan sering jalan-jalan disetiap pagi dalam seminggu 3-
4kali
 Saat sakit
Pasien mengatakan hanya bisa berbaring ditempat tidur
e. Pola kognitif dan Persepsi
Pasien mengatakan tidak ada gangguan pada indra penciuman,
peraba maupun pendengarannya.
f. Pola Persepsi-Konsep diri
Klien mengatakan tidak tahu kenapa bisa terjadi masa pada bayinya
mengingat klien pernah mengalami abortus pada kehamilan pertamanya,
tetapi klien tetap bahagia akhirnya anaknya yang ditungg tunggu akan
lahir.
g. Pola Tidur dan Istirahat
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan jika malam tidur cepat sekitar jam 8-9 sudah tidur
dan bangun jam 5 dan tidur siang sekitar 2 jam
 Saat sakit :
Pasien mengatakan sering terbangun di malam hari
h. Pola Peran-Hubungan
Pasien mengatakan tinggal bersama suami dan hubungan pasien dan
keluarga yang lain baik
i. Pola Seksual-Reproduksi
 Sebelum sakit :
Pasien mengatakan siklus haid 28 hari dan lamanya 5-7 hari, pasien
dulu pernah mengalami abortus pada kehamilan pertamanya
 Saat sakit :
Pasien mengatakan tidak ada masalah pada reproduksinya.
j. Pola Toleransi Stress-Koping
Pasien mengatakan jika mengalami banyak masalah lebih suka
punya waktu sendiri uuntuk menenangkan pikirannya.
k. Pola Nilai-Kepercayaan
Pasien mengatakan menjaga sholatnya 5 waktu

4. Pengkajian Fisik
a. Keadaan umum : Lemah
Tingkat kesadaran : komposmetis / apatis / somnolen / sopor/koma
GCS : verbal: 5, Psikomotor: 6, Mata : 4
b. Tanda-tanda Vital : Nadi = 80x/menit, Suhu =36,˚C, TD = 110/70 Mmhg,
RR = 20x/menit
c. Keadaan fisik
a. Kepala dan leher
Kepala : tidak ada benjolan, bersih, tidak ada ketombe,
rambut lembab tidak ada nyeri tekan
Mata : tidak konjungtivis, sklera putih, simetris
Hidung : tidak ada polip, simetris, kotor/ada kotoran
Mulut : lembab, tidak ada sariawan, bersih tidak berbau
Telinga : simetris, bersih, tidak ada benjolan dan fungsi
pendengaran baik
Leher : tidak ada benjolan dan tidak ada nyeri tekan
Masalah khusus : tidak ada
b. Dada :
 Paru
Kontraksi dada simestris antara dada sinistra dan dextra, gerakan vikal
tremitus antara dextra dan sinistra, terdengar suara sonor, tidak
terdapat suara nafas tambahan, suara nafas vesikuler.
 Jantung :
Kontraksi dada simestris antara dada sinistra dan dextra, suara jantung
dup lup (normal).
c. Payudara dan ketiak
Payudara : simetris, tidak ada benjolan

Areola : hitam kecoklatan, simetris

Putting susu : menonjol kearah luar

Pengeluaran ASI : belum keluar ASI

Ketiak : tidak ada benjolan tidak ada nyeri tekan

Masalah khusus : tidak ada masalah

d. Abdomen :
Pigmentasi:

Leopold I : teraba bokong, TFU 26 cm

Leopold II : perut kiri teraba punggung, perut kanan


teraba kecil-kecil

Leopold III : bagian terendah janin sudah masuk panggul

Leopold IV : sebagian kecil kepala belum masuk/turun ke


dalam rongga panggul

TFU 26 cm, kontraksi : ya

Pemeriksaan DJJ :

11.30 139x/mnt his (-) flek (+)

12.15 135x/mnt his -) flek (+)

14.00 132x/mnt his (+) flek (++)

e. Genetalia :
VT: 5 cm, PPV: Terdapat darah dan lender, pasien tidak pernah
mengalami penyakit genetalia
f. Integumen :
Kulit tampak lembab dan turgor kulit ≤ 2 detik
g. Ekstremitas :
 Atas
Terpasang infus dextrose dengan ditangan sebelah kanan dengan 20
tpm, tidak terdapat edema, pergerakan pada lengan ekstremitas normal
tapi sedikit lemah
 Bawah
Bagian ektremitas bawah tidak ada gangguan dan pergerakan normal
dan aktif hanya saja karena nyeri akibat his jadi susah untuk
menggerakkan kaki
h. Neurologis :
 Status mental dan emosi :
Adanya ansietas sedang
 Pengkajian saraf kranial :
Tidak terdapat gangguan paada sistem saraf kranial
 Pemeriksaan refleks :
Dapat melakukan seluruh reflek dengan baik tanpa ada gangguan

i. Pemeriksaan Penunjang
1. Data laboratorium yang berhubungan
PEMERIKSAAN HASIL
Hemoglobin 10,2 L
Leukosit 17,68
Eritrosit 3,64
Hematocrit 30,9
Trombosit 152
MPV 10,8
DATA FOKUS
DS :
1. Klien mengatakan kenceng-kenceng pada perutnya dan air ketuban
merembes
2. Klien mengatakan khawatir terjadi sesuatu pada bayinya
3. Klien mengatakan merasa tidak nyaman dengan rasa yang ditimbulkan
akibat kontraksi
4. Klien kesulitan bergerak akibat rasa yang ditimbulkan karena kontraksi
5. Klien mengatakan pernah keguguran 1 kali pada kehamilan anak pertama
pada usia 1 bulan
6. Klien mengatakan sulit untuk beraktivitas sendiri misalnya makan dan
minum sehingga perlu bantuan orang lain
DO :
1. Usia kehamilan 36+2 minggu
2. Klien tampak cemas
3. Pemeriksaan VT: 5 cm
4. Klien tidak dapat beraktivitas sehingga dibantu keluarga
5. klien tampak berbaring
6. Klien tampak kesakitan saat hisnya muncul
7. TTV : TD : 110/70 mmhg RR : 20 x / mnt N : 80x/menit S : 36,˚C, DJJ
: 140x/m
6. Terpasang infuse dextrose 20 tpm ditangan sebelah kanan
7. Klien tampak lemah

ANALISA DATA

No Sysmtom Etiologi Problem


1. Do: -Mengekspresikan Ansietas
kekhawatiran karena
- usia kehamilan 36minggu
perubahan dalam
peristiwa hidup
-Sangat khawatir
- Klien pernah mengalami
abortus pada kehamilannya
yang pertama
- klien tampak cemas dengan
keadaanya
-Klien tampak lemah
DS:
-Klien mengatakan cemas
dengan keadaannya sekarang
- Klien mengatakan khawatir
terjadi sesuatu pada bayinya

2. DO: Imobilitas Intoleransi


-Klien tidak dapat Aktivitas
beraktivitas sehingga dibantu
keluarga
-Klien tampak berbaring
ditempat tidur
DS:
-Klien mengatakan sulit
untuk beraktivitas sendiri
misalnya makan dan minum
sehingga perlu bantuan orang
lain
-Klien kesulitan bergerak
akibat rasa yang ditimbulkan
karena kontraksi

DIANGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL


1. Ansietas berhubungan dengan mengekspresikan kekhawatiran karena
perubahan dalam peristiwa hidup dan sangat khawatir ditandai dengan usia
kehamilan 36minggu, klien pernah mengalami abortus pada kehamilannya
yang pertama, klien mengatakan cemas dengan keadaannya sekarang, klien
mengatakan khawatir terjadi sesuatu pada bayinya
2. Intoleransi aktivitas berhubunggan dengan imobilisas ditandai dengan klien
tidak dapat beraktivitas sehingga dibantu keluarga, klien tampak berbaring
ditempat tidur, klien mengatakan sulit untuk beraktivitas sendiri misalnya
makan dan minum sehingga perlu bantuan orang lain, klien kesulitan
bergerak akibat rasa yang ditimbulkan karena kontraksi
PERENCANAAN KEPERAWATAN

NO PRIORITAS NOC NIC RASIONAL


DIAGNOSA
1. Ansietas Tingkat Kecemasan (1211) Pengurang kecemasan (5820)
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama O:
2x24 jam diharapkan kecemasan dapat diatasi - Lakukan usapan pada - Dengan melakukan pengusapan pada
dengan kriteria hasil: puggung/leher dengan cara yang punggung/leher maka dapat
tepat menguranngi kecemasan klien
Indikator Skala Tujuan membuktikan bahwa ada yang care
Perhatian yang berlebihan 3 4 dengan keadaanya.
terhadap kejadian kejadian - Kaji untuk tanda verbal dan non - Dengan mengkaji tanda verbal dan
dalam kehidupan (121118) verbal kecemasan non verbal kecemasan klien maka
Rasa Cemas yang 3 4 perawat dapat mengukur tingkat
disampaikan secara lisan kecemasan klien.
(121117)
Perubahan pada pola 3 4 N:
makan (121131) - Instruksikan klien untuk - Dengan menginstruksikan klien
menggunakan teknik relaksasi untuk menggunakan teknik relaksasi
akan mengurangi tingkat kecemasan
Keterangan: klien.
(5) = Tidak ada
(4) = Ringan E:
(3) = Sedang - Bantu klien untuk - Dengan membantu klien untuk
(2) = Cukup berat mengartikulasi deskripsi yang mengartikulasi deskripsi yang
(1) = Berat realistic mengenai kejadian yang realistic mengenai kejadian yang
akan datang akan datang maka dapat membantun
mengembalikan menejemen koping
pasien

- Dorong keluarga untuk - Dengan keluarga turut membantu


mendapingi klien dengan cara mendampingi klien maka klien akan
yang tepat merasakan lebih nyaman dan aman

C:
- Atur penggunaan obat-obatan - Dengan mengatur obat-obatan klien
untuk mengurangi kecemasan maka dapat mengurangi kecemassan
secara tepat klien
2. Intoleransi Tingkat ketidaknyamanan (2109) Menejemen nyeri (1400)
Aktivitas
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama O:
2x24 jam diharapkan resiko infeksi dapat diatasi - Lakukan pengkajian nyeri - Dengan melakukan pengkajian nyeri
dengan kriteria hasil: komperhensif yang meliputi yang komperhensif maka dapat
lokasi karakteristik, onset/durasi, mempermudah dalam melakukan
Indikator Skala Tujuan frekuensi, kualitas, intensitas, tindakan penurunan nyeri.
Nyeri (210901) 3 4 atau beratnya nyeri dan faktor
Cemas (210902) 3 4 pencetus
Rasa takut (210907) 3 4
N:
- Pilih dan implementasikan - Dengan memilih dan
tindakan yang beragam mengimplementasikan tindakan
(misalnya farmakologi, yang beragam maka akan turut
nonfarmakologi, interpersonal) membantu proses menejemn nyeri
untuk memfasilitasi penurunan
nyeri, sesuai dengan kebutuhan
- Pastikan perawatan analgesic - Dengan memastikan perawatan
bagi klien dilakukan dengan analgesic serta perawatan yang ketat
perawatan yang ketat dapat menurunkan bahkan
menghilangkan rasa nyeri

E:
- Ajarkan prinsip-prinsip - Dengan mengajarkan pasien prinsip-
menejemen nyeri prinsip menejemen nyeri pada pasien
dapat membuat klien mandiri dalam
menejemen nyerinya.

- Dorong pasien untuk memonitor - Dengan mendorong pasien untuk


memonitor nyeri dan menangani memonitor nyerinya dan
nyerinya dengan tepat menanganinya dapat menangani
nyerinya.

C:
- Kolaborasi dengan pasien, orang - Dengan kolaborasi pasien dengan
terdekat, dan tim kesehatan orangtua dan tim kesehatan dapat
lainya untuk memilih dan menurunkan nyeri sesuai kebutuhan.
mengimplementasikan tindakan
penurunan nyeri
nonfarmakologi, sesuai
kebutuhan
IMPLEMENTASI

NO NO DX HARI/TGL JAM IMPLEMENTASI RESPON TTD

1 1 12 Agustus 2019 11.30 - Pantau TTV DO:


- DJJ - TTV:
- Kaji untuk tanda verbal dan TD : 130/70 mmhg
non verbal kecemasan RR : 20 x / menit
- Mengedukasi klien untuk N : 80x/menit
menggunakan teknik S : 36,˚C
relaksasi nafas dalam dan - TFU 26 cm
- Terdapat his 1-2 x/10menit
- VT 5cm
berdzikir untuk - Teraba kepala bawah
menghilangkan rasa nyeri panggul, puki

- Pilih dan - Telah diedukasi untuk


teknik relaksasi nafas
implementasikan tindakan
dalam dan terapi dzikir
yang beragam (misalnya
untuk membantu
farmakologi,
mengurangi nyeri
nonfarmakologi,
- Klien tampak cemas
interpersonal) untuk dengan keadaanya
memfasilitasi penurunan DS:
nyeri, sesuai dengan - Klien mengatakan mules
kebutuhan seperti ingin BAB
- Klien tampak kesakitan saat
di VT
- Klien mengatakaan menjadi
tahu teknik mengatasi nyeri
12.00 - Membantu klien agar DO:
tidak cemas dengan - Klien tampak lebih rileks

keadaannya sekarang dan


tidak mengingat riwayat
kegugurannya pada - Keluarga tampak
kehamilan yang pertama memberikan dukungan

- Dorong keluarga untuk spiritual kepada klien


DS:
selalu mendapingi klien
- Klien mengatakan
dengan bantu mendoakan
menerima keadaannya
dan menyemangati klien
sekarang karena juga ada
dukungan dari keluarganya
13.00 - Evaluasi kemajuan DO:
persalinan - Belum ada kemajuan
- DJJ pembuukaan
- DJJ : 135
DS:
- Pasien mengatakan nyeri
saat kontraksi
2 2 12 Agustus 2019 14.50 - Evaluasi kemajuan DO:
persalinan - Pembukaan masih tetap
- Melakukan NST seperti sebelumnya belum
- Dorong pasien untuk ada penambahan
memonitor nyeri dan
menangani nyerinya - Klien tampak mengatasi
dengan tepat nyerinya dengan teknik
yang telah diajrkan yaitu
nafas dalam dan terapi
dzikir
DS:
- Pasien mengatakan nyeri
pada saat kntraksi saja
15.44 - Pasang oksigen 3liter DO:
- Pasang cairan infus Dextrose - Telah terpasang oksigen
I flabot pada pasien
- Telah terpasang cairan
infus Dextrose sebelah
kanan
DS:
- Pasien mengatakan lebih
nyaman untuk bernafas
16.20 - NST ulang ke II DO:
- Pasien tampak rileks dan
mengikuti perintah yang
diberikan dengan baik
DS:
- Pasien mengatakan lebih
nyaman
17.30 - Evaluasi kemajuan a/i DO:
ketuban pecah spontan - VT: 6 cm
- His 2x/10m
- DJJ: 154
- Pasien tampak mengikuti
perintah dengan baik untuk
melakukan terapi nafas
dalam dan dzikir jika
merasakan nyeri
DS:
- Pasien mengatakan nyeri
ketika dilakukan VT
20.00 - Evaluasi kemajuan DO:
persalinan - VT 7cm
- DJJ: 148x/m
- VT:7cm
- His: 2-3x/10menit
- Portio tipis lunak
- Pasien mengatakan air
ketuban keluar
- Pasien tampak mengikuti
perintah dengan baik untuk
melakukan terapi nafas
dalam dan dzikir jika
merasakan nyeri
DS:
Pasien mengatakan nyeri ketika
dilakukan VT
22.00 - Observasi keluhan utama DO:
- TTV - TD: 110/80
- His - His: 2-3x/10menit
- DJJ - VT: 7cm
- Pasien tampak mengikuti
perintah dengan baik untuk
melakukan terapi nafas
dalam dan dzikir jika
merasakan nyeri
DS:
Pasien mengatakan nyeri ketika
dilakukan VT
22.00 - Observassi HIS dan DJJ DO:
- DJJ: 145x/m
- VT:7cm
- His: 2x/10menit
- Pasien tampak mengikuti
perintah dengan baik untuk
melakukan terapi nafas
dalam dan dzikir jika
merasakan nyeri
DS:
- Pasien mengatakan nyeri
ketika dilakukan VT

23.00 - Evaluasi kemajuan DO:


persalinan, - VT: 7cm
- Melakukan NST - Pasien tidak mengeluh
pusing, tidak demam
- DJJ: 146x/m
- VT:7cm
- His: 2x/10menit
- Portio tipis lunak
- Telah terpasang NST
DS
- Pasien mengatakan
kenceng-kenceng jarang
- Pasien mengatakan nyeri
saat dilakukan VT
00.00 - Stimulasi oxy botol ke I DO:
- KU baik
- TD: 110/80
- N: 82x/m
- RR:18x/m
- S: 36’C
- His: 1-2x/10m
- DJJ; 138x/m
- IC Stimulasi (+)
DS:
- Pasien mengatakan
kenceng-kencemg
berkurang
01.00 - Observasi His, DJJ DO:
- VT: 7cm
- Pasien tidak mengeluh
pusing, tidak demam
- DJJ: 146x/m
- VT:7cm
- His: 2x/10menit
DS:
- Pasien mengatakan
kenceng-kencemg
berkurang
- Pasien mengatakan tidak
nyaman saat dilakukan VT
02.00 - Observasi His, DJJ DO:
- VT: 7cm
- DJJ: 143x/m
- VT:7cm
- His: 1-2x/10menit
DS:
- Pasien mengatakan
kenceng-kencemg
berkurang
- Pasien mengatakan tidak
nyaman saat dilakukan VT
03.00 - Evaluassi persalinan DO:
- KU baik
- His: 2x
- DJJ: 154x/m
- VT:8 cm
- Portio lunak
- Terdapat lender + darah
- Telah dilakukan NST
DS:
- Pasien mengatakan
kenceng-kenceng
05.30 - Evaluasi kemajuan DO:
persalinan - Pasien mengatakan
kenceng-kenceng
- TD: 110/70
- N: 82
- RR: 18x/m
- S: 36’C
- His: 2x10/35menit
- DJJ: 149x/m
- VT: 8cm
- Porsio tebal lunak
- Terdapat lender dan darah
DS
- Pasien mengatakan
kenceng-kenceng
06.30 - Amniotomi DO:
- Persalinan - His 3x10/35menit
- DJJ: 146x/m
- VT lengkap
- Stimulasi oxy botol ke I (+)
DS:
- Pasien mengatakan ingin
mengejan
EVALUASI

NO NO DX HARI/TGL/JAM EVALUASI TTD


1 1 Selasa, 12 S:
Agustus 2019 - Klien mengatakan sudah sedikit lebih tenang dan masih sedikit khawatir
13.45 - Klien mengatakan lebih tenang jika dirawat dan mempercayakannya kepada bidan dan
perawat yang merawat dan menjaganya
O:
- Klien tampak dapat melakukan beberapa teknik relaksasi untuk menghilangkan
kecemasannya
- Klien tampak tidak mengeluh cemas karena jugaa didukung oleh keluarganya
- Klien tampak menerima keadaannya sekarang
A:
- Masalah teratasi sebagian

Teratasi Tidak Teratasi


Lakukan usapan pada puggung/leher
dengan cara yang tepat
Kaji untuk tanda verbal dan non verbal
kecemasan
Instruksikan klien untuk menggunakan
teknik relaksasi
Bantu klien untuk mengartikulasi deskripsi
yang realistic mengenai kejadian yang akan
datang

Dorong keluarga untuk mendapingi klien


dengan cara yang tepat
Atur penggunaan obat-obatan untuk
mengurangi kecemasan secara tepat

P:
- Intervensi dilanjutkan
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya
2 2 Selasa, 13 S:
Agustus 2019 - Klien mengatakan nyerinya sudah mulai berkurang dan dapat bergerak dna beraktivitas walaupun
12.30 harus di bantu orang lain
O:
- Klien tampak dapat melakukan secara mandiri teknik relaksasi nafas dalam dan dapat
mendemonstrasikan terapi dzikir
- Klien tampak tidak mengeluh sakit dan klien tampak menerima keadaannya sekarang
A:
- Masalah teratasi sebagian

Teratasi Tidak Teratasi


Lakukan pengkajian nyeri komperhensif
yang meliputi lokasi karakteristik,
onset/durasi, frekuensi, kualitas, intensitas,
atau beratnya nyeri dan faktor pencetus
Pilih dan implementasikan tindakan yang
beragam (misalnya farmakologi,
nonfarmakologi, interpersonal) untuk
memfasilitasi penurunan nyeri, sesuai
dengan kebutuhan
Pastikan perawatan analgesic bagi klien
dilakukan dengan perawatan yang ketat
Ajarkan prinsip-prinsip menejemen nyeri
Dorong pasien untuk memonitor memonitor
nyeri dan menangani nyerinya dengan tepat
Kolaborasi dengan pasien, orang terdekat,
dan tim kesehatan lainya untuk memilih dan
mengimplementasikan tindakan penurunan
nyeri nonfarmakologi, sesuai kebutuhan

P:
- Discharge Planning
1. Pasien melakukan kontrol kembali ke rumah sakit ketika mengalami tanda-tanda infeksi
seperti kemerahan, nyeri, pendarahan yang berlebihan, bau busuk
- Klien Pulang