Anda di halaman 1dari 21

SOAL UKAI FORMATIF 4

1. Sebagai Apoteker Penanggung Jawab Apotek, anda diharuskan melaporkan


setiap penggunaan sediaan narkotika. Narkotika dan Psikotropika Mengenai
SlPNAP kapan saja ?
a. 1 bulan sekali
b. 1 tahun sekali
c. 3 tahun sekali
d. 3 bulan sekali
e. 6 bulan Sekali
Pembahasan: SIPNAP merupakan Sistem Pelaporan Narkotika Dan psikotropika
Milik Kemenkes sebagai amanah Dari PERATURAN MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015, Permenkes tersebut mengatur
bahwa Pelaporan dilakukan SETIAP Tanggal 10 tiap bulan.
2. Seorang pasien remaja berusia 27 tahun datang ke apotek dengan keluhan gatal
di bagian kaki, direkomemdasikan oleh ayahnya yang merupakan seorang dokter
untuk membeli salep hidrokortison. Salep hidrokortison termasuk ke dalam
golongan obat ?
a. OWA
b. Keras
c. Narkotika
d. Psikotropika
e. Obat bebas terbatas
Pembahasan: Salep Hidrokortison adalah golongan OBAT KERAS. Namun
dalam penggunaan dapat diberikan tanpa resep dokter karena masuk ke dalam
Daftar Obat Wajib Apotek.
3. Seorang anak sakit kejang dibawa ke rumah sakit. Di perjalanan, kejangnya jadi
parah sehingga orangtuanya memutuskan berhenti di apoteker terdekat untuk
meminta pertolongan. Apoteker memutuskan untuk memberikan diazepam rektal
karena praktek dokter tutup. Bagaimana tindakan apoteker tersebut berdasarkan
undang undang?
a. Diperbolehkan karena apoteker boleh memberikan psikotropika dalam bentuk
sediaan apapun.
b. Diperbolehkan karena dilakukan untuk keadaan terdesak (darurat)
c. Tidak diperbolehkan karena diazepam tidak boleh diberikan tanpa resep
dokter
d. Tidak diperbolehkan karena apoteker tidak boleh memberikan psikotropika
dalam keadaan darurat.
e. Tidak diperbolehkan karena bentuk sediaan rektal perlu digunakan secara
khusus
Pembahasan : Pasal 9 kode etik apoteker indonesia bahwa dalam keadaan
darurat misalnya kejang di apotek atau RS. Maka apoteker wajib menolong atau
menyelamatkan pasien. Resep dilengkapi dikemudian waktu setelah jiwa pasien
tertolong
4. Seorang apoteker di sebuah apotek ingin memesan Kodein, sebagai apoteker
berapa rangkapkah surat pesanan yang dibutuhkan untuk melakukan pemesanan
kodein?
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
e. 6
Pembahasan: Kodein termasuk ke dalam golongan obat narkotik, sesuai
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3
TAHUN 2015 pemesanan narkotik harus dilakukan min. 3 rangkap
5. Seorang wanita ingin menebus resep amlodipin merek paten. Namun karena di
apotek Anda tidak tersedia obat tersebut, Anda menyarankan pasien untuk
mengganti obatnya dengan Obat Generik Berlogo (OGB). Peraturan manakah
yang membenarkan kebijakan yang Anda lakukan di atas?
a. UU RI No. 36 tahun 2014
b. UU RI No. 36 tahun 2009
c. Peraturan Menteri Kesehatan No 58 tahun 2014
d. Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2009
e. Peraturan Menteri Kesehatan No. 35 tahun 2014
Pembahasan : sesuai dengan pasal 24 PP 51 tahun 2009 yang berbunyi
Apoteker dapat mengganti obat merek dagang dengan obat generik yang sama
komponen aktifnya atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan /
atau pasien.
6. Pasien datang ke apotek ingin membeli Asam Mefenamat, berapa maksimal
apateker bisa memberikan obat tersebut?
a. 10 tab
b. 20 tab
c. 15 tab
d. 7 tab
e. 21 tab
Pembahasan : menurut peraturan terkait Daftar Obat Wajib Apotek 1, pemberian
asam mefenamat maksimal 20 tab
7. Di malam hari pasien datang mengeluhkan sakit pada bagian gigi nya, karena
sudah terbiasa diresepkan dokter, pasien meminta obat natrium diklofenak
sejumlah 30 tab. Apa yang harus Anda Lakukan sebagai Apoteker?
a. Memberi langsung sesuai permintaan
b. Memberi namun hanya 10 tab
c. Memberi namun hanya 20 tab
d. Tidak memberikan sama-sama
e. Memberi Namun hanya 25 tab
Pembahasan: menurut peraturan terkait Daftar Obat Wajib Apotek 3, pemberian
Natrium Diklofenak maksimal 10 tab 25 mg.
8. Pasien datang ke apotek ingin membeli obat Ranitidin, berapa maksimal apoteker
dapat memberikan obat tersebut:
a. 10 tab
b. 20 tab
c. 15 tab
d. 7 tab
e. 21 tab
Pembahasan: Menurut peraturan terkait Daftar Obat Wajib Apotek 3, pemberian
ranitidin maksimal 10 tab .
9. Pasien datang ke apotek mau membeli obat Omeprazol, berapa maksimal
apoteker bisa memberikan obat tersebut?
a. 10 tab
b. 21 tab
c. 16 tab
d. 7 tab
e. 22 tab
Pembahasan: menurut peraturan terkait Daftar Obat Wajib Apotek 2, pemberian
Omeprazol maksimal 7 tab
10. Pasien datang dengan membeli aminofilin supositoria, berapa maksimal apoteker
bisa memberikan sediaan tersebut?
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
Pembahasan: menurut peraturan terkait Daftar Obat Wajib Apotek 3, pemberian
Aminofilin Supositoria maksimal 3 sup.
11. Seorang Ibu datang bersama anaknya ke apotek. Sang ibu menginginkan
antibiotik topikal untuk anaknya atas rekomendasi dari dokter anak yang sering
menangani anaknya. Ibu pasien tidak membawa resepnya, akan tetapi apoteker
memberikan anitbiotik topikal tersebut tanpa resepdikarenakan antibiotik tersebut
masuk dalam DOWA. Antibiotik oral apakah yang termasuk dalam Daftar Obat
Wajib Apotek?
a. Eritromisin
b. Doksisiklin
c. amoksisilin
d. Streptomis
e. Mebendazol
Pembahasan: Menurut peraturan terkait Daftar Obat Wajib Apotek, salah satu
antibiotik yang tercantum adalah Eritromisin topikal, maksimal pemberiannya
adalah 1 tabung
12. Seorang apoteker ingin membuka Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT), produk
yang akan diproduksi adalah param kocok dengan bahan jahe. Kemana kah
apoteker bisa mengurus izin UMOT?
a. Kemenkes RI
b. BPOM RI
c. Dinkes Provinsi
d. Balai POM Provinsi
e. Dinkes Kabupaten / kota
Pembahasan: Perizinan UMOT harus melalui dinkes kabupaten kota (Permenkes
006 tahun 2012)
13. Total penjualan sebuah apotek adalah 100.000.000 dengan faktor perkalian
penjualan 1.1. sebagai apoteker anda harus bisa menghitung harga jual
pokoknya?
a. 0,09 x 100.000.000
b. 0,91 x 100.000.000
c. 0,86 x 100.000.000
d. 0,83 x 100.000.000
e. 0,80 x 100.000.000
Pembahasan:
Rumus HPP = 1 - (Faktor Perkalian - 1) / Faktor Perkalian x Total Penjualan
14. Seorang Apoteker Penanggung jawab Apotek memesan narkotika jenis metadon.
Apoteker ini akan menyimpan metadon tersebut di apoteknya. Bagaimanakah
peraturan mengenai penyimpanan metadon di apotek ??
a. Di lemari pendingin suhu 2-8 C
b. Di lemari pendingin suhu 2-15 C
c. Di rak obat keras
d. Lemari psikotropika
e. Lemari narkotika
Pembahasan : Metadon termasuk dalam golongan narkotik, metadon adalah
narkotika yang penyimpanannya lebih baik di lemari tersendiri.
15. Seorang pasien laki-laki datang ke apotek untuk membeli natrium diklofenak 25mg
sebanyak 30 tablet untuk mengobati nyeri sendi yang sudah sembuh satu minggu.
Berapa jumlah maksimal obat yang bisa diberikan kepada pasien?
a. 50 tab
b. 40 tab
c. 30 tab
d. 20 tab
e. 10 tab
Pembahasan: Dalam daftar DOWA 3 Natrium Diklofenak diberikan maks 10 tab.
16. Di RS, sebagai apoteker saudara dalam berperan dalam mengatur persediaan
obat di IGD, sebagai contoh Lidokain injeksi. Untuk memenuhi kebutuhan
tersebut, anda mengusulkan untuk membuat depo farmasi di IGD. Dalam hal ini,
sistem distribusi apakah yang diterapkan?
a. Sistem distribusi obat sentralisasi
b. Sistem distribusi obat desentralisasi
c. Sistem distribusi obat persediaan lengkap di ruangan (floor stock)
d. Sistem distribusi obat kombinasj
e. Sistem distribusi obat resep perorangan sentralisasi
Pembahasan:
Metode distribusi obat di RS dibagi menjadi :
1) Terpusat (sentralisasi) artinya perbekalan semua unit dipusatkan pada satu
instalasi farmasi.
2) Terbagi (desentralisasi) pelayanan farmasi memiliki cabang (satelit / depo) di
dekat unit Layanan atau ruang rawat.
17. Diresepkan obat untuk perempuan berusia 21 tahun lotio kummerfeldi sediaan
tersebut diracik tanggal 4 Maret 2016 kedua sediaan UL tersebut tanggal 4
September 2016. Sediaan lotio masih bisa digunakan sampai kapan?
a. 4 April 2016
b. 4 mei 2016
c. 4 juni 2016
d. 4 juli 2016
e. 4 oktober 2016
Pembahasan:
 Non aqueous dam solid formulation:
 Terbuat dari sediaan obat jadi : Tidak lebih dari 25% dari waktu
kadaluarsa masing-masing bahan atau 6 bulan dari waktu peracikan,
manapun yang lebih dulu tercapai.
 Dibuat dari zat aktif : Tidak lebih dari dari waktu kadaluarsa masing-
masing bahan atau 6 bulan dari waktu peracikan, mana yang lebih dulu
tercapai
 Oral mengandung air : Tidak lebih dari 14 hari saat disimpan dalam suhu
dingin 2-8 C
 Topikal dermal mengandung air, semisolid : Tidak lebih dari 30 hari
 tetes mata / telinga tube : 28 hari setelah pertama kali dibuka
 tetes mata minidose: 3x24 jam setelah pertama kali dibuka
 Sirup kering: 7- 14 hari setelah diencerkan
 injeksi insulin multidose: 28 hari setelah digunakan pertama kali di simpan di
suhu ruangan. Dan 60 hari jika dalam ruangan kulkas (2-8 C)
18. Jika anda akan mendirikan Industri Obat Tradisional, berapa jumlah minimal
apoteker yang harus ada di industri tsb sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku?
a. 5 orang
b. 1 orang
c. 2 orang
d. 3 orang
e. 4 orang
Pembahasan: Industri Obat Tradisional sesuai aturan mengharuskan minimal 1
orang apoteker penanggung jawab. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 006
tahun 2012 tentang Izin Industri dan Usaha Obat Tradisional
19. Apoteker memiliki fungsi dan peran terhadap sediaan farmasi meliputi
perncanaan, hingga penyerahan kepada pasien dan evaluasinya. Peraturan yang
mendukung bahwa yang menyerahkan obat yang apotik adalah apoteker adalah?
a. UU no 36 tahun 2009
b. UU no 36 tahun 2014
c. PP no 51 tahun 2009
d. PP no 34 tahun 2006
e. PP no 36 tahun 2014
Pembahasan: PP 51 tahun 2009 pasal 21, penyerahan obat dan pelayanan
resep dokter dilakukan oleh apoteker.
20. Apoteker di suatu industri mendapat protes dari PBF mengenai stabilitas sirup
salbutamol yang telah beredar, dilaporkan sirup salbutamol ditemukan disuatu
apotek dalam keadaan rusak. Bagian mana dari industri yang yang bertanggung
jawab?
a. kontrol mutu
b. Humas
c. Pemastian mutu
d. Produksi
e. IPC
Pembahasan: Sesuai CPOB bagian bab Keluhan, bagian 9.5 menyatakan bagian
penjaminan mutu harus ikut bertanggung jawab dalam pengkajian masalah
komplain.
21. Apotek melakukan pengadaan bisakodil supp 10 buah dg total harga dari pbf
100.000 (sdh termasuk ppn 10%), jika sdh dtetapkan margin 25%, sebagai
apoteker, anda harus menghitung berapa harga jual dari bisakodil tersebut?
a. 12500
b. 13000
c. 13500
d. 14000
e. 14500
Pembahasan:
HJ = HB + 0,25 HB
= 100.000 + 0,25 x 100.000
= 125.000 / 10 supo
= 12,500 / supo.
22. Seorang wanita datang dengan membawa resep untuk anaknya yang berumur 5
tahun. Reseptersebuti berisi obat dengan merk cefadroksil 125 mg / 5 mL. Ibu
yang mengeluhkan harga obat yang cukup mahal. Anda sebagai apateker
kemudian menggati obat tersebut dengan cefadroksil OGB. Apa dasar peraturan
yang membenarkan tindakan tsb?
a. UU no. 36 tahun 2014
b. PP no. 51 tahun 2009
c. UU no. 36 tahun 2009
d. PMK no.58 tahun 2014
e. PMK no. 36 tahun 2014
Pembahasan: Dicantumkan dalam PP 51 pasal 24 ayat B
23. Industri farmasi mengembangkan sediaan obat kumur menggunakan zat aktif
yang termasuk kategori obat bebas terbatas. Peringatan nomor berapakah yang
harus dicantumkan pada wadah kemasan sediaan ini?
a. P. No 2
b. P. No 5
c. P. No 1
d. P.No 4
e. P. No 3
Pembahasan: P. No. 2 Awas! Obat Keras, hanya untuk kumur jangan ditelan
24. Seorang ibu datang ke apotek untuk meanyakan kepada apoteker tentang kondisi
suaminya mengkonsumsi ofloxacin dan belum membaik. Namun apoteker itu
tidak memberi tahu, etika apa yang terkait dengan sumpah apoteker ?
a. Merahasiakan segala hal yang diketahui
b. Menjadi sumber informasi sesuai dengan profesinya
c. Menyembunyikan ketidak tahuan informasi
d. Menghormati pasien dengan menyimpan informasi
e. Menjadi mitra kerja pasien
Pembahasan: Poin ke 2 pada sumpah apoteker (ada dalam Peraturan Menteri
No. 20 Tahun 1962) berbunyi Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya
ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai apoteker
25. Seorang Apoteker bekerjasama dengan investor mengelola apotek tapi 5 bulan
bekerja apoteker mengundurkan diri karena perbedaan pendapat dengan investor
terkait layanan psikotropika. Apoteker B baru lulus berniat menggantikan apoteker
A. Apa yang harus dilakukan apoteker B agar tidak melanggar etik?
a. Bersedia dan menerima biaya profesional yang sesuai
b. Siap dan mencari tahu kemampuan investor
c. Menolak tawaran ini
d. Konfirmasi ke dinkes kab / kota
e. Sesuai dengan kewajiban apoteker terhadap sejawatnya yang tertuang
dalam kode etik.
Pembahasan: "Seorang Apoteker harus mempergunakan setiap kesempatan
untuk meningkatkan kerjasama yang baik sesama Apoteker di dalam memelihara
keluhuran martabat jabatan kefarmasian, dan mempertebal rasa saling
mempercayai di dalam menunaikan tugasnya."
26. Seorang kurir yang mengirimkan obat psikotropik datang ke Apotek A, Apoteker
penanggungjawab Apotek A kebetulan sedang pergi, Di apotek tersebut, sedang
ada Asisten Apoteker dan Apt pendamping yang sedang bertugas. Apa yg harus
dilakukan?
a. Menunggu APA kembali ke apotek
b. Diwakilkan Apt pendamping untuk menerima barang
c. Meminta kurir untuk mengirimkan barang ke rumah APA
d. Diwakilkan oleh AA untuk menerima barang
e. Menolak barang
Pembahasan : Apoteker pendamping dapat mengakses faktur pemesanan
barang dengan nama APA
27. Seorang wanita, 25 tahun, meminta obat cetrizin 10 tablet untuk mengobati
batuknya yang diakibatkan alergi sejak 2 hari terakhir Saudara memenuhi
permintaan tersebut. Atas dasar pertimbangan apa anda memberikannya?
a. Daftar obat-obat tertentu
b. Daftar obat wajib apotek
c. Daftar obat psikotropik
d. Daftar obat bebas
e. Daftar obat bebas terbatas
Pembahasan : menurut peraturan terkait Daftar Obat Wajib Apotek 3, pemberian
Cetirizin sebagai antihistamin maksimal 10 tab
28. Disuatu RS tipe B, TFT ingin membuat formularium RS untuk obat meloksikam.
Total usulan obat adalah 1 obat generik dan 11 obat nama dagang. Agar
pengadaan obat efisien, bagaimanakah analisis farmakoekonomi yang dipilih ?
a. Cost effectiveness analysis
b. Cost minimization analysis
c. Cost benefit analysis
d. Cost efficiency analysis
e. Cost utility Analysis
Pembahasan:
Metode Analisis Farmakoekonomi
 CMA (Cost minimization analysis) : tipe analisis yang menentukan biaya
program terendah dengan asumsi manfaat yang diperoleh sama. Contoh:
Penggunaan Antibiotikan generik dengan paten maka pengunaan biaya dif
biaya pada biaya yang perharinya lebih murah.
 Cost benefit analysis : tipe analisis yang mengukur biaya dan manfaat suatu
intervensi dan pengaruhnya terhadap hasil perawatan kesehatan. Contohnya:
Penggunaan vaksin dibandingkan dengan penggunakan program anti
hiperlipid.
 Cost effective analysis : membandingkan biaya dengan beberapa ukuran non
monometer tapi dibandingkan dengan pengaruhnya terhadap hasil perawatan
kesehatan. Contoh Program A bisa menyelamatkan 100 jiwa dengan biaya
100 juta sehingga unit biaya nya 1 juta, sedangkan Program B bisa hemat 100
jiwa dengan biaya 70 juta sehingga unit costnya 700 ribu, maka program B
lebih efektif
 Cost utility Analysis : mengukur nilai spesifik kesehatan dalam bentuk pilihan
Setiap individual, misalnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan suatu
individu berapa cost utility yang di butuhkan. Berfungsi untuk mengambil
keputusan sebelum dilakukan tindakan penyembuhan.
29. Dalam RS rawat inap berkapasitas 150 beds, hanya terdapat 1 apoteker yang
bertugas di rawat inap tersebut. Sehingga banyak obat-obatan yang ekspired
dibangsal, contohnya amlodipin 1- mg (tablet). Menurut PNK no 72 tahun 2016,
berapa kekurangan apoteker di RS trsbut ?
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5

Pembahasan : PMK 72 thn 2016 mengatakan bahwa pelayanan farmasi


dilakukan oleh 1 apoteker untuk 30 pasien.

30. Kepala IFRS ingin melakukan pemesanan obat pentin dengan mengunakan
sistem EOQ. Dari hasil perhitungan EOQ. Dari hasil perhitungan EOQ diperoleh
hasil EOQ 10 boz gaba pentin dengan interval waktu pemesanan 15 hari. Rumah
sakit sudah melakukan pemesanan tanggal 01 maret 2016 dengan lead time 2
hari. Kapan apoteker harus melakukan pemesanan kembali ?
a. 14 hari
b. 15 hari
c. 16 hari
d. 17 hari
e. 18 hari
Pmbahasan : -

31. Apoteker ingin melakukan pengadaan kodein untuk 1 bulan berikutnya, dalam
membuat surat pemesanan narkotika yang sesuai dengan Permenkes No. 3 tahun
2015, maka surat pemesanan ini harus dibuat dalam
a. 2 rangkap
b. 3 rangkap
c. 4 rangkap
d. 5 rangkap
e. 6 rangkap
Pembahasan : PMK 3 tahun 2015 :
 satu surat pesanan hanya berlaku untuk satu jenis narkotika
 surat pesanan dibuat sekurang beban 3 rangkap
32. Suatu Rumah Sakit sedang melakukan proses pengadaan obat Gabapentin. Ru
mah Sakit mengundang beberapa PBF dimana PBF itu yang memiliki kriteria pe
masok menurut Rumah Sakit .Metode pengadaan tersebut di sebut
a. Tender terbuka
b. Tender tertutup
c. E-Procurement
d. Negosiasi
e. Pembelian langsung
Pembahasan:
Metode pengadaan farmasi di rumah sakit
 Tender tertutup (terbatas): memasukkan satu penawaran tertutup selektif, d
imana pemasok harus menyetujui dan menuruti kepatuhan GMPs e-procure
ment: sistem pengadaan BPJS
 Negosiasi kompetitif : pembeli mendekati satu jumlah pemasok terpilih yang
berkaitan dengan kesepakatan harga
 Pengadaan langsung : pembelian hanya dari satu pemasok tunggal, harga t
idak dapat bersaing.
 Tender terbuka: mengundang seluruh perusahaan atau perwakilan lokal ya
ng sesuai dengan persyaratan tender.
33. Anda adalah apoteker pada sebuah RS akan melakukan perencanaan pengada
an obat ondansetron injeksi 2mg / ml. Metode perencanaan yang digunakan adal
ah metode konsumsi dengan lead time 3 hari. Jika banyaknya konsumsi obat 20
00. Maka berapakah stok pengaman yg di perlukan?
a. 2000
b. 3000
c. 6000
d. 60000
e. 120000

Pembahasan:

safety stock = lead time x jumlah konsumsi


2000 x 3 = 6000
34. Seorang laki-laki datang ke apotek mengeluh anaknya tidak nafsu makan. Apote
ke merekomendaaikan OT dengan logo pohon. Apa arti logo tersebut?
a. jamu
b. Obat Herbal Terstandar
c. Fitofarmaka
d. OT Lokal
e. OT impor
Pembahasan:
 Pohon: Jamu
 tiga bintang: Obat Herbal Terstandar
 bintang kristal: Fitofarmaka
35. Seorang Apoteker Penanggung Jawab Apotek memesan tablet multivitamin kep
ada distributor dengan harga pokok Rp 120.000/box yang sudah termasuk harga
PPN. Dikemasan diberi keterangan bahwa 1 box berisi 30 tablet. Apotek menju
al dengan harga Rp 4.600/tab. Berapa keuntungan Apotek yang didapat?
a. 10.00%
b. 15.00%
C. 20.00%
d. 25.00%
e. 50.00%
Pembahasan:
Total jual = 30 x 4600 = 138000
Keuntungan = 138.000 - 120.000 = 18000
persen keuntungan = (18000/120000) x 100% = 15%
36. Rumah sakit melakukan pendataan mengenai kecukupan obat digudang. Dari da
ta tersebut didapatkan bahwa obat sitikolin injeksi 500 mg sebanyak 1000 ampul
.Obat sitikolin injeksi termasuk dalam golongan tipe A. Dan rata-rata pemakaian
perbulan 50 ampul. Apa kesimpulan dari obat kategori golongan
a. Persediaan terlalu banyak dan pemborosan dana
b. Persediaan terlalu sedikit dan perlu pembelian lebih banyak
c. Persediaan sudah cukup memenuhi kebutuhan
d. Persediaan terlalu banyak dan seharusnya menggunakan sistem just in time
e. Persediaan terlalu sedikit perlu pemesanan berkala
Pembahasan:
 Sistem pareto memudahkan untuk menganalisa pengadaan dan kebutuha
n persediaan.
 Istilah just in time berarti memproduksi mengadakan apa yang dibutuhkan
hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan.
 Kelompok A merupakan kelompok obat yang paling cepat laku dan dalam
beberapa kasus merupakan obat yang sangat mahal.
Kelompok A merupakan kelompok mayoritas obat di apotek, oleh karena
itu kelompok A seharusnya di monitoring dengan sangat ketat, agar tidak
mudah dicuri orang. Obat seharusnya dikalkulasi ulang paling sedikit 6 b
ulan. Biasanya Sejumlah 10-20% dari total item dan merepresentasikan
60-70% total nilai.
Karakter masing-masing kategori pareto terhadap parameter dijelaskan dalam
tabel:
37. Apoteker di instalasi rumah sakit ditugaskan untuk mengembangkan pelayanan k
efarmasian di Unit Gawat Darurat RS. Sistem distribusi obat yang tepat untuk di
Unit Gawat Darurat?
a. Unit dose dispensing
b. Total floor stock
c. One day dose dispensing
d. Individual prescription
e. Satellite distribution
Pembahasan:
Sistem distribusi pelayanan obat di RS :
 UDD: sistem pemberian obat per waktu pemakaian obat.
 Floor Stock: Dropping obat yang biasa dibutuhkan pada suatu unit rawat
 ODD: sistem pemberian obat perhari pemakaian obat
 IP: sistem pemberian obat sesuai dengan total kebutuhan per-individu
Sistem distribusi penyimpanan obat di RS :
 Desentralisasi: pelayanan obat diberikan oleh depo/satelit farmasi dibebe
rapa bagian unit rawat.
 Sentralisasi: pelayanan obat untuk setiap unit pelayanan diberikan terpus
at dari satu sumber depo.
38. Seorang apoteker mendapatkan resep sirup kering untuk anak dan harusmelaku
kan rekostitusi menjadi sirup. Berapakah beyond use date (BUD) dari sediaan ter
sebut :
a. 3 hari
b. 7 hari
c. 3 bulan
d. 7 bulan
e. 1 tahun
Pembahasan :
 Non aqueous dan solid formation :
 Terbuat dari sediaan obat jadi Tidak lebih dari 25% dari waktu kadaluarsa
masing-masing bahan atau 6 bulan dari waktu peracikan, mana yang lebih
dulu tercapai.
 Dibuat dari zat aktif Tidak lebih dari dari waktu kadaluarsa masing bahan
atau 6 bulan dari waktu peracikan, mana yang lebih dulu bisa tercapai.
 Oral mengandung air: Tidak lebih dari 14 hari saat disimpan dalam suhu
dingin 2-8 C
 Topikal dermal mengandung air, semipadat .Tidak lebih dari 30 hari
 Tetes mata / telinga tabung: 28 hari setelah pertama kali terbuka
 Tetes mata minidose: 3x24 jam setelah pertama kali terbuka
 Sirup kering 7 -14 hari setelah diencerkan
 injeksi insulin multidose: 28 hari setelah digunakan pertama kali di simpan
di suhu ruangan. Dan 60 hari jika dalam ruangan kulkas (2-8 C)
39. suatu apotek sedang melakukan Stok opname apotek periodik per bulan.Teryata
hasil antara jumlah fisik dan jumlah persediaan di kartu stok tidak sesuai. Apa ya
ng harus dilakukan oleh apoteker penanggung jawaba.a. Tambah jumlah pegaw
ai
b. Tambah gaji pegawai
c. Buat surat pesanan
d. Tingkatkan kedisiplinan pegawai
e. Ganti ganti pegawai
Pembahasan : -
40. Pasien dari dokter datang ke apotek menanyakan soal obat, selanjutnya apotek
er bertanya pada pasien terkait bat yang digunakan. Pertanyaan tersebut terma
suk apa?
a. pertanyaan empati
b. pertanyaan open ended
c. pertanyaan closes ended
d. pertanyaan verifikasi
e. pertanyaan klarifikasi
Pembahasan:
Tipe open ended (pertanyaan terbuka) dilakukan agar pasien dapat menjelaska
n sebanyak dan sedetail mungkin tanpa ada batasan, dan apoteker dapat meng
etahui, sejauh apa informasi yang perlu diberikan kepada pasien
41. Seorang pasien akan menebus obat lipitor di apotek, akan tetapi dia mengaku
tidak memiliki uang yang cukup untuk menebus obat tersebut. Dia meminta untuk
ditebus menjadi obat generik saja. Pasien sudah sering menggunakan obat
tersebut. Penggantian obat paten dengan obat generik oleh apoteker yang sesuai
dengan peraturan dan etika profesi dapat dilakukan atas pertimbangan?
a. Boleh hanya di atas dokter
b. Boleh hanya atas persetujuan pasien
c. langsung pas dengan keputusan sendiri
d. Boleh dengan dokter dan pasien
e. Atas persetujuan Apoteker Penanggung jawab Apotek
Pembahasan:
"Dalam melakukan Pekerjaan Kefarmasian pada Fasilitas Pelayanan
Kefarmasian, Apoteker dapat (b) mengganti obat merek dagang dengan obat
generik yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang lain atas atas
dokter dan / atau pasien" (PP No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian,
Pasal 24 poin b)
Dalam hal ini kekosongan, stok obat tidak tersedia atau pasien tidak dapat
membeli mahal karena pasien sendiri (karena sudah memiliki pengetahuan /
pengalaman) atau setelah dengan dokter saja atau setelah berkolaborasi dengan
apoteker saja, berhak meminta penggantian obat dalam resep.
"Apoteker dapat mengganti obat merek dagang / obat paten dengan obat generik
yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang atas dokter dan / atau
pasien". (Permenkes No. HK.02.02 / MENKES / 068 / I / 2010 Tahun 2010 tentang
Kewajiban Penggunaan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Milik
Pemerintah, pasal 7)
42. Klinik Kecantikan
Penjualan 1.500.000.000
Persediaan Awal 90.000.000
Pembelian 700.000.000
Faktur Pembelian 10.000.000
Persediaan Akhir 80.000.000
Biaya Operasional 300.000.000
Hitung Harga Pokok Penjualan
a. 100.000.000
b. 300.000.000
c. 500.000.000
d. 700.000.000
e. 900.000.000
Pembahasan: belum ada pembahasan
43. seorang pasien ingin menebus resep amlodipin merek paten. Namun karena di
apotek anda tidak tersedia obat tersebut anda menyarankan pasien untuk
mengganti batnya dengan obat geneik berlogo (OGB). Peraturan mana yang
membenarkan kebijakan yang and alakuknan diatas?
a. UU RI no. 36/2014
b. UU RI no.36/2009
c. Pmk no. 58/2014
d. Pp 51/2009
e. Pmk 35/2014
Pembahasan : Mengganti obat merek dagang dengan obat generik yang sama
komponen aktifnya atau obat merek dagang lain atas persetujuan dokter dan /
atau pasien.
PP 51 Ayat 24 poin B:
Frasa dan / atau memiliki makna: Apoteker berhak mengganti obat bermerek/obat
paten dengan obat bermerek / obat paten lain atau dengan obat generik, namun
tidak bisa di ganti obat generik dengan obat bermerek / oba paten dengan inisiatif
sendiri kecuali atas persetujuan dokter dan/atau obat pasien.
44. Anda sebagai apoteker memesan 2 fls diazepam. Setelah 3 minggu, PBF hanya
mengirimkan 1 fls diazepam saja. Kemudian pada faktur pembelian pun hanya
tercantum 1 fls diazepam saja. Bagaimana sikap anda mengenai hal ini?
a. Hanya menerima saat barang yg datang sesuai surat pesanan.
b. Konfirmasi kekurangan barang ke PBF
c. Membuat surat pesanan baru sesuai dengan barang datang
d. Membatalkan pesanan dan kembali
e. Melaporkan PBF kepada industri Farmasi terkait
Pembahasan : Barang yg diterima harus sesuai faktur. Faktur harus sesuai sama
surat Pesanan. Jika tidak harus ada konfirmasi.
45. Anda akan menjadi seorang APA di apotek dan membutuhkan surat rekomendasi.
Surat rekomendasi itu bisa didapat dari?
a. IAI Pusat
b. IAI Daerah
c. IAI Setempat
d. Dinkes Kabupaten / Kota
e. Dinkes Provinsi
Pembahasan: Pemohon mengajukan permohonan kepada Pengurus Cabang
dengan mengisi Formulir Permohonan Rekomendasi ljin Praktik / Kerja –
46. Di suatu IFRS, ketorolak dapat digantikan oleh obat lain bila ada kejadian darurat.
Maka ketorolak termasuk obat?
a. Vital
b. Esensial
c. Non Esensial
d. Selalu
e. better
Pembahasan: Pengertian
 Vital: Obat-obatan yang sangat esensial, yang masuk dalam kelompok ini
adalah: life saving makanan kesehatan pokok, dan obat untuk penyakit
penyakit terbesar. Contoh: adrenalin, insulin, obat jantung. Tidak bisa
digantikan dengan jenis obat lain.
 Esensial terbukti efektif menyembuhkan penyakit / mengurangi penderitaan
pasien.
 Non-essensial: obat-obatan pendukung. Contoh: vitamin, suplemen
Ketorolak dalam daftar nama obat Vital, Esensial dan Non-esensial masuk dalam
kelompok esensial.
47. Pendapatan suatu apotek di daerah Jawa Barat sebanyak Rp 25 juta, dengan
BEP: Rp 300 juta. Anda sebagai apoteker penanggung jawab harus mencari
berapa mahal biaya apotek itu?
a. 25 juta
b. 300 juta
c. 325 juta
d. 275 juta
e. 30 juta
Pembahasan:
BEP (Break Even Point) adalah titik dimana biaya dan pendapatan seimbang
sehingga tidak dapat dikatakan untung dan tidak juga rugi (impas).
BEP = Pengeluaran - pendapatan
300 juta = pengeluaran - 25 juta
Pengeluaran = 300 juta + 25 juta
48. Suatu apotek memesan golongan obat di bawah ini:
Gol A (degestrol dan estradiol)
Gol B (diklorfeniram pada maleat dan dimenhidrinat)
Gol C (ibuprofen dan parasetamol)
Gol D (luimucin dan gentamicin)
Gol E (ephedrin HCl dan fenilhidramin)
Anda sebagai apoteker Di apotek itu akan memesan obat tersebut, pemesanan
obat yang harus dipisah dan penggunaan surat prekursor adalah golongan?
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E
Pembahasan :
Pengawasan Prekursor di atur dalam: Undang-undang nomor 35 tahun 2009
tentang narkotika
Peraturan menteri perdagangan nomor 647 tahun 2004 tentang import prekursor.
Peraturan menteri kesehatan nomor 168 tahun 2005 tentang prekursor untuk
industri farmasi. Contoh Prekursor Farmasi:
1) Potasium Permanganat
2) Asetat Anhidrida
3) Efedrin
4) Pseudo Efedrin
5) Norephedine / PPA.
6) Ergometrine
7) Lysergic
8) HC
9) Asama Sulfat
10) Toluena
11) Etil Eter
12) Aseton
13) Metil Etil Keton
14) Piperidin
49. Seorang Apoteker di IFRS ingin menyediakan amoxicilin 500 mg. Untuk sistem
pembelian dan penyimpanannya, apoteker melihat penggunaan obat amoksisilin
sebelumya. Metode pengadaan apa yang dimaksud dari kasus diatas?
a. Metode Konsumsi
b. Metode Pola Penyakit
c. Metode VEN
d. Metode Epidemiologi
e. Metode Campuran
Pembahasan:
Metode Konsumsi: dibangun atas analisa data konsumsi obat tahun sebelumnya
dengan berbagai penyesuaian dan koreksi.
Metode Epidemiologi: didasarkan pada pola penyakit, data jumlah kunjungan,
frekuensi dan standar pengobatan yang ada.
Metode Campuran (kombinasi) metode yang memperhitungkan kebutuhan
obat/alkes yang mana telah mempunyai data konsumsi yang jelas namun kasus
penyakit cenderung fluktuatif. Gabungan perhitungan ini dihitung dengan studi
prediksi.
50. Seorang pasien datang ke apotek membawa resep dengan amoxicilin. Hal
pertama yang dilakukan oleh apoteker untuk menggali lebih dalam tentang
pasien?
a. Apa yang dokter katakan tentang penyakit anda?
b. Apakah dokter menjelaskan tentang obat yang diberikan?
c. Apakah dokter menjelaskan tentang cara penggunaan obat
d. Apakah dokter menjelaskan tentang harapan setelah mengunakan obat tapi
e. Apakah anda pernah mengonsumsi obat itu sebelumnya?
Pembahasan: Tiga prime question:
1) Apa yang sudah dokter katakan tentang obat anda?
2) Apa yang dokter jelaskan tentang harapan setelah minum obat ini?
3) Bagaimana penjelasan dokter tentang cara minum obat ini?