Anda di halaman 1dari 3

ASUHAN KEPERAWATAN

Diagnosa keperawatan yang sering muncul


1) Nyeri Akut berhubungan dengan agen injuri biologi atau insisi pembedahan
2) Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit
3) Kerusakan Intergritas kulit berhubungan dengan trauma jaringan.
4) Resiko penyebaran infeksi berhubungan dengan luka terbuka
- Intervensi keperawatan
1) Nyeri berhubungan dengan reaksi peradangan/insisi pembedahan

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan


gangguan rasa nyaman nyeri teratasi.
Kriteria Hasil : Klien mengungkapkan secara verbal rasa nyeri
berkurang, klien dapat rileks, klien mampu mendemonstrasikan
keterampilan relaksasi dan aktivitas sesuai dengan
kemampuannya, TTV dalam batas normal; TD : 120 / 80
mmHg, Nadi : 80 x / menit, pernapasan : 20 x / menit.

Intervensi Rasional

1) Observasi TTV 1) Sebagai data awal untuk melihat keadaan


umum klien
2) Kaji skala, lokasi, dan karakteristik 2) Sebagai data dasar mengetahui seberapa hebat
nyeri. nyeri yang dirasakan klien sehingga
mempermudah intervensi selanjutnya
3) Observasi reaksi non verbal dari 3) Reaksi non verbal menandakan nyeri yang
ketidaknyamanan. dirasakan klien hebat
4) Dorong menggunakan teknik 4) Untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan
manajemen relaksasi. klien dengan non farmakologis
5) Kolaborasikan obat analgetik sesuai 5) Mempercepat penyembuhan terhadap nyeri
indikasi.

2) Gangguan thermoregulator berhubungan dengan proses peradangan


Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan
hipertermi dapat teratasi.
Kriteria hasil : Suhu tubuh dalam batas normal (36 0 C – 37 0C).
Intervensi Rasional

1) Observasi TTV, terutama suhu 1) Untuk data awal dan memudahkan intervensi
tubuh klien.
2) Anjurkan klien untuk banyak 2) Untuk mencegah dehidrasi akibat penguapan
minum, minimal 8 gelas / hari. tubuh dari demam
3) Lakukan kompres hangat. 3) Membantu vasodilatasi pembuluh darah
sehingga mempercepat hilangnya demam
4) Kolaborasi dalam pemberian 4) Mempercepat penurunan demam
antipiretik.

3) Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan trauma jaringan


Tujuan : Dapat tercapainya proses penyembuhan luka
tepat waktu.
Kriteria hasil : Luka bersih, tidak bau, tidak ada pus/sekret,
udema disekitar luka berkurang.

Intervensi Rasional

1) Kaji luas dan keadaan luka serta 1) Pengkajian yang tepat terhadap luka dan proses
proses penyembuhan. penyembuhan akan membantu dalam
menentukan tindakan selanjutnya.
2) Rawat luka dengan baik dan benar 2) Merawat luka dengan teknik aseptik, dapat
dengan teknik aseptik menjaga kontaminasi luka.
3) Kolaborasi dengan dokter untuk 3) Menghilangkan infeksi penyebab kerusakan
pemberian anti biotik. jaringan.

4) Resiko penyebaran infeksi berhubungan dengan luka terbuka

Tujuan : Penyebaran infeksi tidak terjadi

Kriteria hasil : Klien bebas tanda dan gejala penyebaran infeksi

Intervensi Rasional

1) Observasi tanda-tanda infeksi 1) Deteksi dini terhadap infeksi


2) Lakukan perawatan luka dengan teknik 2) Menurunkan terjadinya resiko infeksi dan
aseptik dan antiseptik penyebaran bakteri
3) Kolaborasi dengan dokter untuk 3) Menghilangkan infeksi penyebab kerusakan
pemberian antibiotik jaringan.