Anda di halaman 1dari 4

Nama : Riski Syahpitri

SMT/Unit :3/4
No. HP : 0822 9696 3648

Upaya Pencegahan Korupsi Dalam Pemerintahan


Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan pemberantasan korupsi
adalah melalui tindakan pencegahan. Tindakan pencegahan ini dimaksudkan agar masyarakat
memiliki benteng diri yang kuat guna terhindar dari perbuatan yang mencerminkan tindakan
korupsi di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Upaya pencegahan tindakan korupsi
dilakukan oleh permerintah berdasarkan nilai-nilai dasar Pancasila agar dalam tindakan
pencegahannya tidak bertentangan dengan nilai-nilai dari Pancasila itu sendiri. Adapun
tindakan pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka melakukan upaya
pemberantasan korupsi di wilayah negara Indonesia diantaranya:

1. Penanaman Semangat Nasional


Penanaman semangat nasional yang positif dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam
bentuk penyuluhan atau diksusi umum terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai kepribadian
bangsa Indonesia. Kepribadian yang berdasarkan Pancasila merupakan kepribadian yang
menjunjung tinggi semangat nasional dalam penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-
hari. Dengan adanya penanaman semangat nasional Pancasila dalam diri masyarakat,
kesadaran masyarakat akan dampak korupsi bagi negara dan masyarakat akan bertambah. Hal
ini akan mendorong masyarakat Indonesia untuk menghindari berbagai macam bentuk
perbuatan korupsi dalam kehidupan sehari-hari demi kelangsungan hidup bangsa dan
negaranya.

2. Melakukan Penerimaan Pegawai Secara Jujur dan Rerbuka


Upaya pencegahan sebagai bentuk upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh
pemerintah dapat dilakukan melalui penerimaan aparatur negara secara jujur dan terbuka.
Kejujuran dan keterbukaan dalam penerimaan pegawai yang dilakukan oleh pemerintah
menunjukkan usaha pemerintah yang serius untuk memberantas tindak pidana korupsi yang
berkaitan dengan suap menyuap dalam penerimaan pegawai. Pemerintah yang sudah
berupaya melakukan tindakan pencegahan dalam penerimaan pegawai perlu disambut baik
oleh masyarakat terutama dalam mendukung upaya pemerintah tersebut.
Jika pemerintah telah berupaya sedemikian rupa melakukan tindakan pencegahan korupsi
dalam penemerimaan aparatur negara tapi masyarakat masih memberikan peluang terjadinya
korupsi, usaha pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah dapat menjadi sia-sia. Selain itu,
jika perilaku masyarakat yang memberikan peluang terjadinya tindakan korupsi dalam
penerimaan pegawai diteruskan, maka tidak dapat dipungkiri praktik tindakan korupsi akan
berlangsung hingga dapat menimbulkan konflik diantara masyarakat maupun oknum
pemerintah. (baca juga: Pengertian Konflik Menurut Para Ahli)

3. Himbauan Kepada Masyarakat


Himbauan kepada masyarakat juga dilakukan oleh pemerintah dalam upaya melakukan
pencegahan sebagai bentuk upaya pemberantasan korupsi di kalangan masyarakat. Himbauan
biasanya dilakukan oleh pemerintah melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan di lingkup
masyarakat kecil dan menekankan bahaya laten adanya korupsi di negara Indonesia. Selain
itu, himbauan yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat menekankan pada apa saja
yang dapat memicu terjadinya korupsi di kalangan masyarakat hingga pada elite
pemerintahan. (baca juga: Penyebab Korupsi dan Cara Mengatasinya)

4. Pengusahaan Kesejahteraan Masyarakat


Upaya pemerintah dalam memberantas korupsi juga dilakukan melalui upaya pencegahan
berupa pengusahaan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan pemerintah. Pemerintah
berupa mensejahterakan masyarakat melalui pemberian fasilitas umum dan penetapan
kebijakan yang mengatur tentang kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan rakyat yang
diupayakan oleh pemerintah tidak hanya kesejahteraan secara fisik saja melain juga secara
lahir batin. Harapannya, melalui pengupayaan kesejahteraan masyarakat yang dapat
meningkatkan kesejahteraan hidup dapat memberikan penguatan kepada masyarakat untuk
meminimalisir terjadinya perbuatan korupsi di lingkungan masyarakat sehingga dapat
mewujudkan masyakarat yang madani yang bersih dari tindakan korupsi dalam kehidupan
sehari-hari. (baca juga: Syarat Terwujudnya Masyarakat Madani)

5. Pencatatan Ulang Aset


Pencatan ulang aset dilakukan oleh pemerintah dalam rangka memantau sirkulasi aset yang
dimiliki oleh masyarakat. Pada tahun 2017 ini, pemerintah menetapkan suatu kebijakan
kepada masyarakatnya untuk melaporkan aset yang dimilikinya sebagai bentuk upaya
pencegahan tindakan korupsi yang dapat terjadi di masyarakat. Pencatatan aset yang dimiliki
oleh masyarakat tidak hanya berupa aset tunai yang disimpan di bank, tetapi juga terhadap
aset kepemilikan lain berupa barang atau tanah. Selain itu, pemerintah juga melakukan
penelurusan asal aset yang dimiliki oleh masyarakat untuk mengetahui apakah aset yang
dimiliki oleh masyarakat tersebut mengindikasikan tindak pidana korupsi atau tidak.

Upaya Penindakan Korupsi Dalam Pemerintahan


Upaya penindakan dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap pelaku tindak pidana
korupsi. Dalam pelaksanaan upaya penindakan korupsi, pemerintah dibantu oleh sebuah
lembaga independen pemberantasan korupsi yaitu KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Penindakan yang dilakukan oleh KPK semenjak KPK berdiri pada tahun 2002 telah
membuahkan hasil yang dapat disebut sebagai hasil yang memaksimalkan. Upaya
penindakan yang dilakukan oleh KPK terhadap tindak pidana korupsi merupakan upaya yang
tidak main-main dan tidak pandang bulu.

Siapapun yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi akan ditindak oleh lembaga
independen ini tanpa terkecuali. Dalam melaksanakan tugasnya, KPK membutuhkan peranan
lembaga peradilan dalam menegakkan keadilan di Indonesia terutama yang berkaitan dengan
tindak pidana korupsi. Tentunya pelaksanaan proses peradilan dilakukan sesuai dengan
mekanisme sistem peradilan di Indonesia dan berdasarkan hukum dan undang-undang yang
berlaku. Penindakan yang dilakukan pemerintah melalui KPK terhadap pelaku tindak pidana
korupsi dimaksudkan agar memberikan efek jera kepada para pelakunya dan secara tidak
langsung memberikan shock therapy pada orang-orang yang berniat untuk melakukan tindak
pidana korupsi baik itu di dalam pemerintahan maupun di dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya Pencegahan korupsi di lingkungan masyarakat


 Sosialisasi, kampanye, dan seminar kepada masyarakat tentang apa itu korupsi dan
pencegahannya.
 Sebelum bertindak lanjut untuk memberantas korupsi yang besar dimasyarakat,
tentunya kita harus mampu mengatasi problematika korupsi-korupsi kecil yang masih
banyak kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan korupsi yang besar pasti
berawal dari hal-hal kecil yang awalnya kita sepelekan.
 Mengajak masyarakat untuk bertindak anti korupsi
 Pemahaman akan dorongan dan perilaku korupsi itu datang dari jiwa yang korupsi,
pribadi yang lemah, yang ujungnya merugikan diri sendiri dan orang lain. Seperti
pengendara kendaraan yang menyerobot masuk di lampu merah, ia telah mengambil
hak orang lain yang akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain
 Pemahaman akan dosa akibat tindakan yang mengejar kenikmataan sesaat dunia dan
melupakan investasi masa depan yang lebih besar di akhirat.
 Pengenalan korupsi merupakan pelanggaran sosial dan dampak kerusakan juga bersifat
sosial horizontal.
 Melakukan ibadah, karena ibadah dapat melatih moral guna pencegahan korupsi