Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN

TEMATIK TERPADU MENGGUNAKAN METODE KONTEKSTUAL


BERBASIS OUTING CLASS SISWA KELAS I SDN GAWANG I TAHUN
PELAJARAN 2018/2019

PROPOSAL PENELITIAN

ELVIDA RIYANI

1586206031

Ditulis untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan untuk

Mendapatkan Gelar Sarjana Pendidikan


pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

PACITAN

2019

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam upaya


meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam UU No. 20 pasal 3 Tahun Commented [Redmi Not1]: blok kuning awal kalimat
harus subjek,,,mohon dicek kesalahan yg sama
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Pendidikan
nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi
warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. Untuk itu diperlukan
upaya yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak. Keterlibatan beragam pihak
sangat menentukan keberhasilan tujuan pendidikan.

Tujuan pendidikaan nasional dapat tercapai apabila diimbangi dengan


adanya kurikulum dan implementasi yang sesuai dengan karakter dan
kepribadian bangsa indonesia. Kurikulum yang sedang sedang berjalan di
Indonesia saat ini yaitu kurikulum 2013. Salah satu komponen perubahan pada
kurikulum 2013 yaitu terletak pada komponen standar proses yang
menekankan pada pembelajaran tematik terpadu.

Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran


yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke
dalam berbagai tema. Berkenaan dengan hal ini Majid (2014: 87) menyatakan
bahwa model pembelajaran tematik terpadu adalah model pembelajaran yang
menggabungkan suatu konsep ke dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda
dengan harapan anak akan belajar lebih baik dan bermakna. Bermakna dalam
pengertian ini memiliki maksud bahwa dengan model pembelajaran tematik
terpadu ini, siswa akan memahami pembelajaran dengan berdasarkan pada
pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan realita yang ada di
lingkungan sekitarnya.

Proses pembelajaran perlu dilakukan dengan suasana yang tenang dan


menyenangkan, kondisi tersebut menuntut aktivitas dan kreativitas seorang
guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan kondusif.
Pembelajaran efektif merupakan dasar keberhasilan seorang guru dalam
mengelola kelas. Proses pembelajaran efektif apabila seluruh siswa dapat
terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran dikatakan berkualitas
dapat dilihat dari dua segi, yaitu segi proses dan segi hasil. Di lihat dari segi
proses, pembelajaran yang berhasil dan berkualitas apabila seluruh atau
sebagian siswa terlibat secara aktif, baik mental, fisik maupun sosialnya dalam
proses pembelajaran. Di lihat dari segi hasil, pembelajaran efektif apabila
terjadi perubahan-perubahan tingkah laku yang positif untuk tercapainya tujuan
pembelajaran.

SD Negeri Gawang I merupakan salah satu sekolah negeri yang terletak di


Desa Gawang, Keacamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Secara fisik,
sekolah tersebut cukup memadai untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
Akan tetapi di SDN gawang I masih terdapat kendala yang dihadapi para
siswanya yaitu kesulitan belajar dalam pembelajaran tematik.
Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 13 Januari 2019, ditemukan
fakta yang pertama, bahwa masih terdapat siswa yang belum memahami materi
yang telah di sampaikan oleh guru. Disini siswa hanya sebagai pendengar setia
saat guru menyampaikan konsep materi belajar. sehingga pemahaman siswa
akan konsep materi yang diajarkan akan dirasa kurang begitu di mengerti,
karena siswa tidak merasakan betul apa yang disampaikan guru di kelas dan ini
dirasa tidak efektif dalam proses pembelajaran.

Fakta yang kedua menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang kurang
antusias pada saat pembelajaran berlangsung, hal ini karena penggunaan
metode guru yang masih cenderung tradisional pada saat pembelajaran.
Penggunaan metode tradisional yang dilakukan guru seperti menggunakan
metode ceramah, kemudian pemberian tugas mengakibatkan siswa merasa
bosan, karena disini guru cenderung memperlakukan siswa sebagai objek,
dimana siswa hanya berperan sebagai pendengar sedangkan guru sebagai
pemegang otoritas tertinggi dalam pembelajaran.
Metode tradisional yang dilakukan guru dalam pembelajaran tematik
berimbas kepada peran aktif siswa saat pembelajaran, hal ini bisa dilihat bahwa
pada saat metode ceramah dilakukan tanpa diiringi dengan pelibatan siswa
secara langsung pasti banyak di antara mereka yang kurang mampu menyerap
materi secara maksimal. Selain itu rasa bosan dan ketidaktertarikan dalam
memperhatikan apa yang disampaikan guru pasti akan muncul dengan
sendirinya. Sehingga timbal balik antara guru dengan siswa sudah pasti tidak
akan berjalan dengan semestinya.
Siswa perlu diberi kesempatan untuk mencoba sendiri mencari jawaban
suatu masalah, bekerja sama dengan teman sekelasnya atau membuat sesuatu,
akan jauh lebih menantang dan mengarahkan perhatian siswa dari pada siswa
hanya mencerna informasi yang diberikan secara searah. Perlu diciptakan
sistem lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses belajar
mendorong peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar. Untuk mencapai
indikator tersebut, guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang
sesuai dengan materi pelajaran.
Inovasi yang dapat dilakukan seorang guru salah satunya dengan cara
melihat kondisi di dalam kelas yang diajar. Apabila suasana kelas terasa
membosankan karena pembelajaran yang dilakukan setiap hari hanyalah
melalui ceramah maka sebagai guru dapat mengajak siswa untuk belajar diluar
kelas atau di sebuah tanah lapang supaya siswa lebih dekat dengan alam, dan
dapat bersentuhan langsung dengan benda yang akan mereka pelajari. Sehingga
siswa tidak lagi berpikir secara abstrak tentang benda yang dibahas dalam
pembelajaran sehari-hari.
Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar dimana seorang
guru menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa
untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan
penerapannya dalam kehidupan mereka. Berkenaan dengan hal ini Suprijono
(2017 : 98) menyatakan bahwa, pembelajaran kontekstual merupakan konsep
yang membantu guru dalam mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan
situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam
kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
Pembelajaran ini digunakan untuk memahami makna materi pelajaran
yang sedang dipelajari dalam konteks kehidupan sehari-hari siswa sehingga
siswa memiliki pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari satu
konteks ke konteks lainnya. Dengan pendekatan pembelajaran kontekstual
pembelajaran akan menjadi lebih bermakna dan siswa dapat mengaplikasikan
konsep yang dipelajari dengan kehidupan nyata mereka untuk memecahkan
masalah kehidupan di lingkungannya. Metode kontekstual dimaksudkan agar
siswa tidak jenuh dalam pembelajaran karena biasanya mereka belajar di dalam
kelas akan tetapi, sekarang pembelajaran bisa dilakukan di luar kelas. Siswa
bisa bersentuhan langsung dengan benda yang akan mereka pelajari yang ada
di lingkungan tempat mereka belajar dan mereka juga bisa melihat bagaimana
keadaan lingkungan sekitar. Sehingga mampu menimbulkan sikap peduli
terhadap lingkungan dan adanya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap benda
yang mereka lihat. Siswa juga lebih mudah untuk mengerti materi yang
diajarkan karena langsung melihat benda yang berkaitan dengan materi.
Melalui pembelajaran kontekstual berbasis outing class, guru dapat
memanfaatkan materi dan media pembelajaran konkret di luar kelas atau alam
yang dapat menambah pengetahuan dan kecintaan peserta didik terhadap
lingkungan sekitar, mengurangi kejenuhan dalam belajar sehingga mudah
menerima informasi, menambah kepedulian tentang alam sekitar,
meningkatkan kemampuan dalam bercerita, merangsang kreativitas, menambah
pengetahuan guru dalam merencanakan strategi pembelajaran dan
meningkatkan motivasi belajar. Dengan adanya metode outing class ini
diharapkan memotivasi peserta didik melakukan persiapan pembelajaran yang
lebih aktif dibandingkan persiapan metode pembelajaran konvensional. Proses
pembelajaran akan lebih berjalan secara aktif, interaktif dan lebih
menyenangkan karena peserta didik dapat berkomunikasi secara langsung serta
merasakan pengalaman tersendiri.
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas, maka penulis
ingin mengadakan penelitian dengan judul “Analisis Kesulitan Belajar Siswa Commented [Redmi Not2]: di latarbelakang belum
dijabarkan lebih rinci kesulitan belajar yg menjadi suatu
Dalam Pembelajaran Tematik Terpadu Menggunakan Metode Kontekstual masalah di sd yg perlu diteliti.
tambah lagi paragraf membahas kesulitan belajar,,,disertai
Berbasis Outing Class Siswa Kelas I SDN Gawang I Tahun Pelajaran teorinya siapa.
2018/2019”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diungkapkan di atas, maka dapat di


identifikasi masalah-masalah sebagai berikut:

1. Masih terdapat siswa yang belum memahami materi yang telah di


sampaikan oleh guru

2. Suasana belajar yang kurang menyenangkan sehingga motivasi siswa


dalam mengikuti kegiatan pembelajaran masih kurang
3. Penggunaan metode yang di gunakan oleh guru tidak bisa di terima
sepenuhnya oleh siswa

4. Partisipasi siswa atau peran aktif siswa dalam mengikuti pembelajaran


tematik terpadu belum maksimal

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka permasalahan di fokuskan


pada :

1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kontekstual


berbasis outing class

2. Tinjauan dalam penelitian ini adalah kesulitan belajar siswa dalam


pembelajaran tematik terpadu

3. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I SDN Gawang I tahun ajaran
2018/2019

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan fokus yang telah dijelaskan,


maka rumusan masalah pada penelitian ini diantaranya :

1. Bagaimana penggunaaan metode kontekstual berbasis outing class pada


pembelajaran tematik terpadu siswa kelas I SDN Gawang I?

2. Apa saja kesulitan belajar siswa pada pembelajaran tematik terpadu


menggunakan metode kontekstual berbasis outing class siswa kelas I SDN
Gawang I?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui penggunaaan metode kontekstual berbasis outing class


pada pembelajaran tematik terpadu siswa kelas I SDN Gawang I?.

2. Untuk mengetahui kesulitan belajar siswa terhadap penggunaan metode


kontekstual berbasis outing class pada pembelajaran tematik terpadu siswa
kelas I SDN Gawang I?

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan permasalahan di atas, maka diharapkan penelitian ini


mempunyai manfaat sebagai berikut :

1. Manfaat Teoritis

a. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi keilmuan yang


bermanfaat dalam dunia pendidikan mengenai penerapan metode
kontekstual berbasis outing class

b. Penelitian ini di harapkan dapat menjadi pembanding, pertimbangan dan


pengembangan bagi penelitian di masa yang akan datang di bidang dan
permasalahan yang sejenis atau bersangkutan.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Siswa

1) Melalui metode ini siswa tidak lagi merasa bosan dan jenuh dalam
pembelajaran tematik terpadu.

2) Siswa memperoleh kemudahan dalam mempelajari materi yang


diberikan oleh guru.

3) Siswa diharapkan mempunyai semangat yang tinggi dalam belajar


sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

b. Bagi Guru
1) Sebagai masukan bagi guru dalam menentukan metode mengajar
yang tepat sesuai dengan kemampuan peserta didik.

2) Sumbangan dalam rangka perbaikan pembelajaran dan peningkatan


mutu proses pembelajaran, khususnya pembelajaran tematik terpadu.

c. Bagi Peneliti

1) Untuk menerapkan ilmu yang telah di peroleh selama belajar di


bangku perkuliahan.

2) Sebagai bekal bagi peneliti kelak ketika menjadi guru supaya


memperhatikan metode mengajar yang tepat.