Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH BIOKIMIA

AIR DAN MINERAL

OLEH :
MINDA SINTIA
SUCI MISMENIA AMANDA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN


ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015/2016
Air dan Mineral

A. Air
1. Pengertian Air
Menurut PP No 82 Tahun 2001 definisi air adalah semua air
yang terdapat di atas dan di bawah permukaan tanah kecuali air laut
dan air fosil. Air merupakan elemen yang sangat signifikan bagi
kehidupan mahluk hidup baik hewan, tumbuhan, dan manusia.
Dimana air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi
kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan
tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama
dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Hal ini
terutama untuk mencukupi kebutuhan air di dalam tubuh manusia itu
sendiri.
2. Sumber Air Di Alam
Sumber air di alam terdiri atas air laut, air atmosfir (air metereologik),
air permukaan, dan air tanah.
a. Air Laut
Air laut mempunyai sifat asin, karena mengandung garam
NaCl. Kadar garam NaCl dalam air laut tidak memenuhi syarat
untuk air minum.
b. Air Atmosfir, Air Meteriologik
Dalam kehidupan sehari-hari air ini dikenal sebagai air
hujan. Dapat terjadi pengotoran dengan adanya pengotoran udara
yang disebabkan oleh kotoran – kotoran industri/debu dan lain
sebagainya tatapi dalam keadaan murni sangat bersih. Sehingga
untuk menjadikan air hujan sebagai sumber air minum hendaknya
tidak menampung air hujan pada saat hujan baru turun, karena
masih mengandung banyak kotoran. Selain itu air hujan memiliki
sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur maupun bak-
bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya
korosi (karatan). Disamping itu air hujan ini mempunyai sifat
lunak sehingga akan boros terhadap pemakaian sabun.
c. Air Permukaan
Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar Kesehatan
Lingkungan, air permukaan merupakan salah satu sumber penting
bahan baku air bersih. Faktor-faktor yang harus diperhatikan,
antara lain :
1) Mutu atau kualitas baku
2) Jumlah atau kuantitasnya
3) Kontinuitasnya Air permukaan seringkali merupakan sumber
air yang paling tercemar, baik karena kegiatan manusia, fauna,
flora, dan zat-zat lainnya.
Air permukaan meliputi :
1) Air Sungai
Air sungai memiliki derajat pengotoran yang tinggi
sekali. Hal ini karena selama pengalirannnya mendapat
pengotoran, misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-
daun, kotoran industri kota dan sebagainya. Oleh karena itu
dalam penggunaannya sebagai air minum haruslah mengalami
suatu pengolahan yang sempurna.
2) Air Rawa
Kebanyakan air rawa berwarna kuning coklat yang
disebabkan oleh adanya zat – zat organis yang telah
membusuk, misalnya asam humus yang larut dalam air.
Dengan adanya pembusukan kadar zat organis yang tinggi
tersebut, maka umumnya kadar mangan (Mn) akan tinggi pula
dan dalam keadaan kelarutan O2 kurang sekali (anaerob),
maka unsur-unsur mangan (Mn) ini akan larut.
d. Air Tanah
Menurut Chandra (2006) dalam buku Pengantar
Kesehatan lingkungan , air tanah merupakan sebagian air
hujan yang mencapai permukaan bumi dan menyerap ke
dalam lapisan tanah dan menjadi air tanah. Sebelum mencapai
lapisan tempat air tanah, air hujan akan menembus beberapa
lapisan tanah dan menyebabkan terjadinya kesadahan pada
air. Kesadahan pada air ini akan menyebabkan air
mengandung zatzat mineral dalam konsentrasi. Zat-zat
mineral tersebut antara lain kalsium, magnesium, dan logam
berat seperti besi dan mangan.
1) Air Tanah Dangkal
Air tanah dangkal terjadi karena daya proses
peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan,
demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah
akan jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia
(garam-garam yang terlarut) karena melalui lapisan tanah
yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk masing-
masing lapisan tanah. Lapisan tanah di sini berfungsi sebagai
saringan. Disamping penyaringan, pengotoran juga masih
terus berlangsung, terutama pada muka air yang dekat dengan
muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air yang akan
terkumpul merupakan air tanah dangkal dimana air tanah ini
dimanfaatkan untuk sumber air minum melaui sumur-sumur
dangkal.
2) Air Tanah Dalam
Air tanah dalam dikenal juga dengan air artesis. Air ini
terdapat diantara dua lapisan kedap air. Lapisan diantara dua
lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer. Lapisan
tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak,
secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang
memancar ke permukaan disebut mata air artesis.
Pengambilan air tanah dalam, tak semudah pada air tanah
dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor dan memasukkan
pipa kedalamnya sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya
antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air. Jika
tekanan air tanah ini besar, maka air dapat menyembur ke luar
dan dalam keadaan ini, sumur ini disebut dengan sumur
artesis. Jika air tidak dapat ke luar dengan sendirinya, maka
digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air tanah
dalam ini.
3) Mata Air Mata
Air merupakan air tanah yang keluar dengan
sendirinya ke permukaan tanah. Mata air yang berasal dari
tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim dan
kualitas/ kuantitasnya sama dengan keadaan air dalam.
Berdasarkan keluarnya (munculnya ke permukaan tanah) mata
air dapat dibedakan atas :
a. Mata Air Rembesan, yaitu mata air yang airnya keluar dari
lereng-lereng,
b. Umbul, yaitu mata air dimana airnya keluar ke permukaan
pada suatu dataran
3. Sifat-Sifat Istimewa Air
Air memiliki sifat-sifat istimewa, dimana sifat-sifat istimewa
itu terdiri dari :
a. Sifat fisika
Air memiliki sifat fisika, yaitu :
1) Memiliki titik didih, titk lebur, kalor penguapan, dan tegangan
permukaan yang lebih tinggi
2) Adanya sifat elektik dipolar molekul air (ikatan H), sehingga
adanya kekuatan intra molekul yang lebih dalam air berwujud
cair
3) Memilki 3 bentuk : padat, cair, dan gas.
b. Sifat kimia
Air memiliki sifat kimia, yaitu :
1) Terdiri dari 2 atom hidrogen dan satu atom oksigen
2) Bersifat polar
3) Sebagai pelarut yang baik karena kepolarannya
4) Bersifat netral (pH=7) dalam keadaan murni.
c. Sifat biologi
Air memiliki sifat biologi, yaitu :
1) Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa
organik untuk memlakukan replikasi
2) Media untuk organisme dapat hidup
3) Membantu dalam proses fotosintesis
4. Ikatan Hidrogen Air
Tingginya titik didih H2O dibandingkan dengan senyawa
hidrida lainnya dalam satu golongan dan tingginya titik didih HF
dibandingkan senyawa hidrida lainnya dalam satu golongan
merupakan fakta terjadinya ikatan hidrogen antara molekul H2O dan
antara molekul HF. Kekuatan ikatan hidrogen sangat dipengaruhi oleh
perbedaan elektonegativitas antara atom-atom dalam molekul.
Semakin besar perbedaan elektronegativitasnya, semakin besar
kekuatan ikatan hidrogen yang terbentuk. Oleh karena itu berdasarkan
perbedaan elektronegatifannya maka ikatan hidrogen antar molekul
HF > H2O > NH3, seharusnya titik didih HF lebih tinggi dari H2O
dan NH3.
Namun fakta eksperimmen menunjukkan:
Ternyata titik didih H2O lebih tinggi dari pada titik didih HF.
Hal itu disebabkan karena tiap molekul air berpotensi membentuk
empat ikatan hidrogen dengan molekul air sekelilingnya, maka titik
didih H2O lebih tinggi dari titik didih senyawa HF meskipun ikatan
hidrogen pada HF lebih kuat dari ikatan hidrogen pada H2O.
Pada hidrogen fluorida yang muncul adaleh kekurangan
hidrogen sehingga tiap molekul HF hanya bisa membentuk satu ikatan
hidrogen dangen molekul HF yang lainnya. Pada kasus amonia,
jumlah ikatan hidrogen dibatasi oleh fakta bahwa tiap atom nitrogen
hanya mempunyai satu pasang elektron.
Air dapat digambarkan sempurna sebagai sistem ikatan yang
“sempurna” karena pada tiap molekul air terdapat 2 pasang elektron
bebas dan 2 atom hidrogen. Oleh karena itu tiap molekul air dapat
membentuk empat ikatan hidrogen dengan molekul air
disekelilingnya.
5. Kristal Air
Air dapat mendengar dan molekulnya berubah bentuk.
Molekul tersebut dikenal dengan nama Kristal air dan secara alami
terbentuk pada saat turunnya hujan salju, umumnya berbentuk segi
lima atau enam dengan variasi bentuk pada masing-masing ujungnya.
Formasi kristal air dapat berupa bentuk yang sangat rumit dan
simetris.
Dr Masaru Emoto dari Jepang telah memulai penelitian
terhadap kristal air ini. Berikut adalah gambar keajaiban air
berdasarkan penelitian tersebut : Ketika dibacakan doa untuk
kesembuhan didepan sebotol air maka terekam kristal seperti gambar
dibawah:

Ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun
muncul berkilauan.

Ketika diputarkan musik symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga.

Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal akan hancur.


Kristal air ini merekam lagu ‘Imagine’ dari John Lennon. Seperti lagunya, kristal
ini unik dan indah. Setiap elemen tumbuh dengan harmonis.

Saat diungkapkan ‘war’, kepada kristal air (sebelah kiri), maka bentuk kristal
‘peace’ (kanan) tertabrak oleh benda mirip Pesawat (WTC 9 september). Gambar
direkam sebelum kejadian.

Selanjutnya ditunjukkan kata ”Malaikat” : terbentuk rantai dengang


kristalhexagonal yangg indah (gambar kiri) dan ketika ditunjukan kata “setan”,
kristal berbentuk buruk dengang bola api ditengah (gambar kanan).
Kristal air yang direkam dari mata air yangg masih jernih di Jepang.

6. Distribusi Air Dalm Tubuh


Di dalam tubuh manusia, cairan akan terdistridusi ke dalam 2
kompartemen utama yaitu cairan intraselular (ICF) dan cairan
ekstrasellular (ECF). Cairan intraselular adalah cairan yang terdapat
di dalam sel sedangkan cairan ekstraselular adalah cairan yang
terdapat di luar sel. Kedua kompartemen ini dipisahkan oleh sel
membran yang memiliki permeabilitas tertentu. Hampir 67% dari
total badan air (Body’s Water) tubuh manusia terdapat di dalam
cairan intrasellular dan 33% sisanya akan berada pada cairan
ekstrasellular. Air yang berada di dalam cairan ekstrasellular ini
kemudian akan terdistribusi kembali kedalam 2 Sub-Kompartemen
yaitu pada cairan interstisial (ISF) dan cairan intravaskular (plasma
darah). 75% dari air pada kompartemen cairan ekstraselular ini akan
terdapat pada sela-sela sel (cairan interstisial) dan 25%-nya akan
berada pada plasma darah (cairan intravaskular). Pendistribusian air
di dalam 2 kompartemen utama (Cairan Intrasellular dan Cairan
Ekstrasellular) ini sangat bergantung pada jumlah elektrolit dan
makromolekul yang terdapat dalam kedua kompartemen tersebut.
Karena sel membran yang memisahkan kedua kompartemen ini
memiliki permeabilitas yang berbeda untuk tiap zat, maka konsentrasi
larutan (osmolality) pada kedua kompartemen juga akan berbeda.
Gambar dibawah ini merupakan distribusi air di dalam tubuh :
Cairan
tubuh Total

Cairan
55%
Intraseluler

Bagian tubuh Plasma 7,5%


Intesonal dan
22,5%
Cairan Limfa
Ekstraseluler Jarinagn Ikat
padat, Kartilago 15%
dan Tulang

7. Keseimbangan Air Di Dalam Tubuh


Keseimbangan di dalam tubuh kita adalah berimbangnya
antara volme air yang masuk ke dalam tubuh dengan volume air yang
keluar dari tubuh. Keseimbangan ini sangat dibutuhkan agar regulasi
osmotik maupun regulasi volume yang keduanya mengatur
keseimbangan air dan elektrolit di tingkat intrasel maupun ekstrasel
tetap berada dalam keadaan steady state. Hasil akhir yang diinginkan
dari pengaturan ini adalah osmolalitas cairan tubuh yang normal atau
direfleksikan oleh osmolalitas plasma yang normal.
Gambar dibawah ini menggambarkan keseimbangan air di
dalam tubuh :

Tabel Keseimbangan Air


Masukan Jumlah (ml) Keluaran Air Jumlah (ml)
Air
Cairan 550-1500 Urin 500-1400
Makanan 700-1000 Keringat 450-900
Air 200-300 Pernapasan 350
metabolik
Feses 150
Total 1450-2800 1450-2800

8. Peranan Air Pada Proses Biologi


Air merupakan zat yang sangat dibutuhan selain udara dan
tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa
minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak,
mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar
rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian,
pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain.
Akan tetapi, air bisa menjadi petaka jika kita tidak bisa merawat
sumbernya. Air bisa menjadi perantara penyakit-penyakit yang
menyerang manusia. Pada proses Biologi air memiliki peranan, antara
lain :
a. Untuk reaksi biokimia didalam tubuh
b. Mengangkut zat-zat melintasi membran
c. Mempertahankan suhu tubuh
d. Menghasilkan cairan pencernaan
e. Melarutkan produk-produk sampah untuk ekskresi
f. Sebagai pelarut
g. Sebagai katalisator
9. Dampak Kekurangan Air Pada Tubuh
Berikut ini yang akan terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan air
putih :
a. Kelelahan dan mudah lelah
Seseorang yang kurang mengkonsumsi air putih akan
mudah merasakan lelah. Hal ini disebabkan karena saat seseorang
mengkonsumsi sedikit air, metabolisme tubuh dan cairan di dalam
tubuh akan berkurang drastis, sehingga merasa cepat lelah.
b. Masalah pada pencernaan
Cairan yang masuk ke dalam tubuh, terutama air putih
sangat dibutuhkan untuk membantu proses pencernaan tubuh.
Konsumsi air putih yang sedikit akan berpengaruh
terhadap buruknya pencernaan pada tubuh.
Beberapa masalah pencernaan yang muncul karena kurang
minum air putih :
1) Diare
2) Sulit buang air besar
3) Sulit buang air kecil
4) Sakit perut
c. Kulit Kusam
Kebiasaan minum air putih secara teratur, dapat membantu
menjaga kesegaran tubuh. Hal ini dapat dipastikan, efek
kekurangan air putih pada tubuh dapat menyebabkan kulit
menjadi kusam dan kurang segar. Selain itu, tubuh juga akan
terlihat pucat dan seperti tidak bertenaga.
d. Menganggu fungsi ginjal
Sebelum mempengaruhi pencernaan, ginjal akan
mengalami gangguan fungsinya akibat kekurangan minum air
putih. Proses pencernaan melibatkan banyak organ pencernaan,
salah satunya adalah ginjal. Selain ginjal, beberapa organ
pencernaan di bawah ini juga akan menurun fungsi nya :
1) Usus
2) Lambung
3) Tenggorokan
4) Hati
5) Kandung Kemih
6) Saluran Kencing
e. Kurang Konsentrasi
Daya konsentrasi di kontrol melalui otak. Efek kekurangan
air putih, maka bagian otak pun akan mengalami kekurangan
cairan. Kondisi otak yang mengalami kekurangan cairan ini akan
menyebabkan berbagai gangguan konsentrasi. Konsentrasi ini
sangat diperlukan untuk melakukan aktivitas. Hal ini dapat
berdampak pada beberapa hal, antara lain :
1) Mudah bengong dan melamun
2) Sering salah dalam mengambil keputusan
3) Sulit mengerjakan tugas
4) Mudah melakukan kesalahan
f. Halusinasi
Halusinasi merupakan keadaan seperti melihat sesuatu,
namun sebenarnya objek yang lihat tidaklah nyata. Halusinasi
merupakan salah satu ciri-ciri yang disebabkan oleh kurangnya
orientasi, yang salah satunya disebabkan oleh efek akibat
kekurangan air putih. Halusinasi akan sangat mengganggu
kegiatan sehari-hari, apalagi jika membutuhkan daya konsentrasi.
g. Mudah Mengantuk
Salah satu ciri orang yang kurang minum air putih adalah
akan mudah mengantuk. Perlu diingat, air putih dan cairan
berfungsi untuk menjaga kesegaran tubuh, sehingga ketika tidak
meminum air putih, maka tubuh tidak akan terasa sega. Akibat
kurang air minum, mengakibatkan gejala sering ngantuk menguap
dan mata yang terlihat sangat lelah.
h. Tenggorokan Kering
Ketika sedang makan pasti akan merasa haus dan
membutuhkan minum. Minum dapat membuat makanan yang
dikonsumsi menjadi lebih mudah untuk ditelan. Kemudian akan
memudahkan pencernaan, yang diteruskan ke usus, lalu sampai ke
lambung. Kurangnya minum air putih akan membuat tenggorokan
anda terasa kering, dan efek selanjutnya adalah radang pada
tenggorokan.
i. Kepala Pusing
Dengan berkurangnya cairan yang masuk ke otak, maka
akan terjadi gangguan pada bagian tersebut. Kurang minum akan
membuat kepala terasa sakit dan pusing.
j. Urin berwarna pekat
Salah satu ciri umum yang mudah di deteksi ketika sedang
mengalami kekurangan cairan adalah urin anda yang berwarna
sangat pekat. Apabila urin yang normal, akan berwarna bening
dan kekuningan, namun pada orang yang kurang minum air putih
akan berwarna kuning pekat. Hal dengan jelas menunjukkan
bahwa tubuh anda mengalami kekurangan cairan.
k. Nyeri ketika buang air kecil
Salah satu hal yang menjadi ciri-ciri dari kurangnya air
putih adalah rasa sakit ketika melakukan buang air kecil. Hal ini
dapat terjadi ketika kandung kemih, sudah mengalami infeksi.
Kandung kemih membutuhkan cairan yang cukup agar dapat
melakukan sekresi atau pembuangan dengan baik dan sempurna.
Cairan yang sedikit akan menyebabkan kandung kemih
mengalami infeksi, dan menyebabakan rasa nyeri ketika buang air
kecil
B. Mineral
1. Pengertian Mineral
Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses
geologis. Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia
tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur
murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks
dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya
tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.
Agar dapat diklasifikasikan sebagai mineral sejati, senyawa
tersebut haruslah berupa padatan dan memiliki struktur kristal.
Senyawa ini juga harus terbentuk secara alami dan memiliki
komposisi kimia yang tertentu. Definisi sebelumnya tidak
memasukkan senyawa seperti mineral yang berasal dari turunan
senyawa organik. Bagaimanapun juga, pada tahun 1995
the International Mineralogical Association telah mengajukan
definisi baru tentang definisi material:

“Mineral adalah suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan


normalnya memilili unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses
geologi”
2. Klasifikasi Mineral
Mineral merupakan senyawa esensial untuk berbagai proses
selular tubuh. Tanpa adanya mineral, tubuh tidak mungkin dapat
berfungsi dengan semestinya bahkan dapat mengalami kesakitan
hingga kematian. Mineral juga berperan penting dalam
pembentukkan struktural dari jaringan keras dan lunak, kerja sistem
enzim, kontraksi otot dan respon saraf serta dalam pembekuan darah.
Mineral adalah zat anorganik yang berasal dari : bahan
makanan, bahan anorganik lainnya, hasil pembakaran kedua zat
tersebut (pada suhu & tekanan tinggi) menghasilkan abu
Klasifikasi Mineral di dalam tubuh:
a. Makro elemen (makro mineral) : essensial, jumlah besar
antara lain : Ca, P, Mg,Na, K,Cl,S
1) Kalsium (Ca)
Distribusi dalam tubuh :
a) 1,5 – 2 % BB (dewasa : 1100-1200 g)
b) 99%pada tulang dan gigi
c) 4 – 5 g pada jar. lunak/otot lurik.
Distribusi dalam cairan tubuh :
a) Bentuk ion Ca++ (60%)
b) Bentuk garam (Ca fosfat, Ca sitrat, Ca sulfat)
c) Bentuk senyawa dengan protein (35%)
Fungsi :
a) Bersenyawa dgn P & Mg membentuk bagian
tulang yang keras.
b) Dalam serum & jaringan lunak :
i. Di darah sebagai katalisator pembentukan
trombin & protrombin.
ii. Di Otot : mempertahankan tonus &
kepekaan.
iii. Pada Jaringan syaraf sebagai transmisi
syaraf.
iv. Sebagai zat pengaktif enzim (lipase,
ATPase)
v. Berpengaruh pada permeabilitas membran
2) Phosfor (P)
Distribusi dalam Tubuh :
a) 0,8 – 1,1% berat badan
b) 80 – 90% di tulang bersama Ca
c) 20% lainnya pada tiap sel hidup
Fungsi :
a) Bagian dari tulang dan gigi.
b) Sangat berguna pada metabolisme tubuh pada sel
hidup.
3) Magnesium (Mg)
Distribusi dalam tubuh
a) Pada dewasa 25 g (20-28 g).
b) 70% sebagai senyawa dengan Ca & P dalam
bentuk garam kompleks.
c) 30% dalam jaringan lunak dan cairan tubuh :
d) 1,4 – 2,5 mg% dalam plasma.
e) Sebagian besar pada sel darah merah.
Fungsi :
a) Pada metabolisme karbohidrat & phosphor.
b) Proses pertumbuhan & pemeliharaan jaringan.
c) Berhubungan dengan cortison dalam meregulasi
kadar P.
d) Bila kadar Mg menurun, vasodilatasi &
pekerjaan otot terganggu.
e) Secara alamiah pada manusia tidak pernah
defisiensi
4) Natrium (Na)
Distribusi dalam tubuh :
a) 1/3 pada jaringan rangka dalam bentuk Na
anorganik.
b) 2/3 pada cairan ekstra sel adalah Na+
c) Natrium serum 310-340 mg%
Fungsi :
a) Sebagai Bahan makanan (garam)
i. zat gizi essensial
ii. penegas cita rasa
iii. bahan pengawet
iv. bahan bantu dalam formula pengolahan
bahan makanan dapat melemaskan adonan
b) Fungsi Metabolik
i. keseimbangan cairan tubuh
ii. keseimbangan asam basa
iii. pengaturan permeabilitas sel
5) Kalium (K)
Fungsi :
a) Kesetimbangan elektrolit cairan tubuh.
b) Keseimbangan asam basa.
c) Aktivitas otot lurik (rangka & jantung).
d) Metabolisme karbohidrat.
e) Sintesis protein.
6) Chlor (Cl)
Distribusi dalam tubu
a) Dalam bentuk Cl- 3% total mineral tubuh.
b) Absorpsi terjadi sempurna.
c) Ekskresi terutama melalui urine.
Fungsi Metabolisme :
a) Keseimbangan elektrolit cairan tubuh.
b) Regulasi tekanan osmotic bersama Na.
c) Keseimbangan asam basa.
d) Keasaman lambung.
7) Sulfur
Distribusi dalam tubuh :
a) An organic : sulfat dari Na, K, Mg.
b) Organic : – Sulfur protein
c) Sulfur non protein (sulfolipid, sulfotide)
d) Sulfoprotein :
i. asam amino yg mengandung S (metionin,
sistein)
ii. glikoprotein
iii. hasil produk detoksifikasi
e) Kadar dalam plasma : 0,7 – 1,5 mEq /L
b. Trace elemen (mikro mineral): essensial, jumlah sedikit
antara lain : Fe, Co, Cu, I, Zn, Mn, Mo
1) Zat Besi/ Ferrum (Fe)
Berfungsi dalam pembentukan sel darah merah dan
pemeliharaan kemampuan darah membawa oksigen.
Kekurangan zat besi anemia adalah kondisi dimana
kadar hemoglobin dari sel darah merah menurun
mengakibatkan sel darah merah menjadi lebih kecil
dan cacat sehingga tidak mampu membawa oksigen
yang cukup.
Sumber : Terdapat pada daging, telur, keju, roti dan
sayuran hijau
2) Cobalt (Co)
Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh
darah serta pembangun B.
3) Mangan (Mn)
Kebutuhan sehari 2-5 mg
Mangan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan
tubuh kita dan sistem reproduksi.
4) Tembaga/ Cuprum (Cu)
Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai
pembentuk hemo globin pada sel darah merah.
Sumber : Terdapat pada kacang-kacangan, susu,
sereal , hati, dan sea food
5) Zincum/ Seng (Zn)
Seng oleh tubuh manusia dibutuhkan untuk
membentuk enzim dan hormon penting. Selain itu
zinc juga berfungsi sebagai pemelihara beberapa jenis
enzim, hormon dan aktifitas indera pengecap atau
lidah kita.
c. Elemen yang terdapat dalam tubuh: guna tidak jelas ,
antara lain :Al, Bo,Sr, Se, Va, As
d. Elemen yang terdapat dalam tubuh o.k. kontaminasi,
antara lain : Pb, Br, Ni, Ag, Au
Berdasarkan susunan kimia dan struktur kristalnya, maka
mineral-mineral yang terdapat di alam dapat diklasifikasikan menjadi
8 kelas, yaitu :
a. Elemen nativ
Elemen nativ atau unsur murni ini adalah kelas mineral yang
dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau komposisi kimia
saja. Mineral pada kelas ini tidak mengandung unsur lain selain
unsur pembentuk utamanya. Pada umumnya sifat dalam (tenacity)
mineralnya adalah malleable yang jika ditempa dengan palu akan
menjadi pipih, atau ductile yang jika ditarik akan dapat
memanjang, namun tidak akan kembali lagi seperti semula jika
dilepaskan. Kelas mineral elemen nativ ini terdiri dari tiga bagian
yaitu:
1) Logam/Metal
Mineral-mineral yang tergolong dalam kelompok ini
adalah : Cooper (Cu), Gold (Au), Silver (Ag), Platinum (Pt),
Nicel-Iron (Ni-Fe), Mercury (Mg). Unsur-unsur bersifat
sangat padat, lunak, dapat ditempa. Perawakannya (yang
umum ditemui) berbentuk masif-dendritik; bidang belahan
yang jelas jarang ditemui; merupakan penghantar listrik yang
baik. Pada umumnya sistem kristal adalah isometrik.
2) Semi Logam
Mineral-mineral yang tergolong dalam kelompok ini
adalah : Arsenic (As), Antimony (Sb), Bismuth (Bi).
Merupakan penghantar listrik yang kurang baik; biasanya
terdapat pada massa nodular. Pada umumnya sistem kristal
adalah Heksagonal.
3) Non Logam
Mineral-mineral yang tergolong dalam kelompok ini
adalah : Sulfur (S), dan Carbon (C), Diamond (C), Graphite
(C). Tidak dapat menghantarkan arus listrik; berwarna
transparant (jernih dan jelas) hingga transculent (tembus
cahaya) dan cenderung mempunyai nidang belahan kristal
yang jelas. Sistem kristalnya dapat berbeda-beda, seperti
sulfur sistem kristalnya orthorhombik, intan sistem kristalnya
isometrik, dan graphite sistem kristalnya adalah hexagonal.
Pada umumnya, berat jenis dari mineral-mineral ini tinggi,
kisarannya sekitar 6.
Golongan Mineral Anion atau Kelompok
Aniotik
Elemen nativ Tidak ada anion
Contoh : Emas Au
b. Sulfida
Kelas mineral sulfida atau dikenal juga dengan nama
sulfosalt ini terbentuk dari kombinasi antara unsur tertentu dengan
sulfur (belerang) (S2-). Pada umumnya unsur utamanya adalah
logam (metal).
Pembentukan mineral kelas ini pada umumnya terbentuk
disekitar wilayah gunung api yang memiliki kandungan sulfur
yang tinggi. Proses mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat
keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama yang bercampur
dengan sulfur tersebut berasal dari magma, kemudian
terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan
mineralnya biasanya terjadi dibawah kondisi air tempat
terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya dikenal sebagai
alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan
hidrotermal (air panas).
Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral
pembentuk bijih (ores). Dan oleh karena itu, mineral-mineral
sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Khususnya
karena unsur utamanya umumnya adalah logam. Pada industri
logam, mineral-mineral sulfides tersebut akan diproses untuk
memisahkan unsur logam dari sulfurnya.
Beberapa penciri kelas mineral ini adalah memiliki kilap
logam karena unsur utamanya umumnya logam, berat jenis yang
tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Hal
tersebut berkaitan dengan unsur pembentuknya yang bersifat
logam.
Rumus umum mineral ini adalah AmXp. Contoh :
1) AX = PbS (Galena)
2) A2X = Ag2S (Argentit)
3) AX2 = FeS2 (Pirit)
4) AX3 = (Co,Ni)As3 (Skuterudit)
5) A3X2 = Cu5FeS4 (Bornit).
Golongan Mineral Anion atau Kelompok
Anion
Sulfida S
Contoh : Galena PbS
c. Oksida dan Hidroksida
Mineral oksida dan hidroksida ini merupakan mineral yang
terbentuk dari kombinasi unsur tertentu dengan gugus anion
oksida (O2-) dan gugus hidroksil hidroksida (OH-).
1) Oksida
Mineral oksida terbentuk sebagai akibat persenyawaan
langsung antara oksigen dan unsur tertentu. Susunannya lebih
sederhana dibanding silikat. Mineral oksida umumnya lebih
keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat. Mereka juga
lebih berat kecuali sulfida. Unsur yang paling utama dalam
oksida adalah besi, chrome, mangan, timah dan aluminium.
Beberapa mineral oksida yang paling umum adalah,
korondum (Al2O3), hematit (Fe2O3) dan kassiterit (SnO2).
Jenis X2O = Kuprit (Cu2O)
Jenis AX = Zincite (ZnO)
Jenis XO2 = Rutil (TiO2), Pirolusit (MnO2)
Jenis X2O3 = Hematit (Fe2O3), Korundum (AL2O3)
Jenis XY2O4 = Spinel (MgAl2O4), Magnetite (Fe3O4)
2) Hidroksida
Seperti mineral oksida, mineral hidroksida terbentuk
akibat pencampuran atau persenyawaan unsur-unsur tertentu
dengan hidroksida (OH-). Reaksi pembentukannya dapat juga
terkait dengan pengikatan dengan air. Sama seperti oksida,
pada mineral hidroksida, unsur utamanya pada umumnya
adalah unsur-unsur logam. Beberapa contoh mineral
hidroksida adalah Manganite MnO(OH), Bauksit
[FeO(OH)] dan limonite (Fe2O3.H2O).
Anion atau Kelompok
Golongan Mineral
Anionik
Oksida O2-
Contoh : Magnetite Fe3O4
Hidroksida OH-
Contoh : Brucite Mg(OH)2
d. Halida
Halida adalah persenyawaan kimiawi dimana unsur-unsur
logam bersenyawa dengan unsur-unsur Halogen (Chlorine,
Bromine, Flourine dan Iodine). Umumnya ditemui dalam sejumlah
Lingkungan Geologi. Beberapa diantaranya ditemui dalam sequen
evaporite, seperti Halite (NaCl), hal ini merupakan alterasi dari
Lapisan-lapisan batuan sedimen yang mengandung evaporite
seperti Gypsum, Halite dan Batuan Potash (batuan berkalium-
Karbonat) dalam sebuah sequen yang sempurna antara lapisan
dengan batuan-batuan seperti Marl dan Limestone. Halides yang
lainnya seperti Flourite terbentuk lapisan-lapisan hidrothermal.
Golongan Halides bersifat sangat lunak (Kekerasannya antara 2 –
4,5), mempunyai sumbu simetri kristal yang berbentuk kubik,
Berat Jenis cenderung rendah. Contoh mineral-mineral golongan
Halides antara lain Sylvite (KCl), Cryolite (Na3AlF6), Atacamite
[Cu2ClC(OH)5].
Golongan Mineral Anion atau Kelompok Anionik
Halida Cl-, F-, Br-, I-
Contoh : Florite CaF2
Contoh : Halite NaCl
e. Karbonat
Karbonat merupakan persenyawaan dengan ion (CO3)2-,
dan disebut “karbonat”, umpamanya persenyawaan dengan Ca
dinamakan “kalsium karbonat”, CaCO3 dikenal sebagai mineral
“kalsit”. Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk
batuan sedimen.
Karbonat terbentuk pada lingkungan laut oleh endapan
bangkai plankton. karbonat juga terbentuk pada daerah evaporitic
dan pada daerah karst yang membentuk gua (caves), stalaktit, dan
stalagmite. Dalam kelas karbonat ini juga termasuk nitrat (NO3)
dan juga Borat (BO3).
Beberapa contoh mineral yang termasuk kedalam kelas
carbonat ini adalah dolomite (CaMg(CO3)2, calcite (CaCO3), dan
magnesite (MgCO3). Dan contoh mineral nitrat dan borat adalah
niter (NaNO3) dan borak (Na2B4O5(OH)4.8H2O).
Golongan Mineral Anion atau kelompok Aniotik
Karbonat (CO3)2-
Contoh : Dolomite CaMg(CO3)2
f. Sulfat
Sulfat terdiri dari anion sulfat (SO4)2- . Mineral sulfat
adalah kombinasi logam dengan anion sufat tersebut.
Pembentukan mineral sulfat biasanya terjadi pada daerah
evaporitik (penguapan) yang tinggi kadar airnya, kemudian
perlahan-lahan menguap sehingga formasi sulfat dan halida
berinteraksi.
Pada kelas sulfat termasuk juga mineral-mineral molibdat,
kromat, dan tungstat. Dan sama seperti sulfat, mineral-mineral
tersebut juga terbentuk dari kombinasi logam dengan anion-
anionnya masing-masing.
Contoh-contoh mineral yang termasuk kedalam kelas ini
adalah barite (barium sulfate), celestite (strontium sulfate),
anhydrite (calcium sulfate), angelsit dan gypsum (hydrated
calcium sulfate). Juga termasuk didalamnya mineral chromate,
molybdate, selenate, sulfite, tellurate serta mineral tungstate.
Golongan Mineral Anion atau Kelompok Anionik
Sulfat (SO4)2-
Contoh : Anhydrite Ca(SO4)
g. Fosfat
Fosfat adalah persenyawaan kimia antara unsur-unsur
logam dengan Phospate(PO4)3-. Ribuan species dari golongan ini
dapat dikenali, namun keberadaannya tidaklah berlimpah.
Beberapa Phospates, seperti Arsenic merupakan mineral yang
utama, tetapi kebanyakan anggota-anggotanya secara keseluruhan
membentuk kelompok-kelompok dari oksidasi sulfides.
Sifat dari golongan ini : berubah-ubah, tetapi umumnya
cenderung lunak, rapuh, sangat berwarna dan kristalisasinya baik,
kekerasan berkisar antara 1,5 – 5 dan 6.
Mineral-mineral radioaktif termasuk dalam golongan
Phospates seperti : Torbenite [Cu(UO2)2(PO4)2.8-12H2O],
Autunite [Ca(UO2)2(PO4)2.10-12H2O], Lazulite
[(Mg,Fe)Al2(PO4)2(OH)2], Turquoise [CuAl6(PO4)4(OH)8.4H2O.
Contoh mineral-mineral lain dalam golongan Phospates
adalah Vivianite [Fe+2(PO4)2.8H2O], Wavellite
[Al3(PO4)2(OH,F)3.5H2O], Apatite [Ca5(PO4)3(F,Cl,OH)].
Golongan Mineral Anion atau Kelompok Anionik
Fosfat (PO4)3-
Contoh : Apatite Ca5(PO4)3(OH)
h. Silikat
Silikat adalah persenyawaan kimia antara unsur-unsur
logam dengan salah satu dari Si – O tetrahedra (SiO4)4- tunggal
atau berantai. Silikat adalah golongan mineral yang paling besar
dan sangat berlimpah-limpah keberadaannya, dalam hal ini silikat
adalah unsur pokok penyusun batuan beku dan batuan metamorf.
Mineral-mineral silikat cenderung bersifat : keras,
berwarna transparant (jernih dan tembus cahaya) hingga
translucent (tembus cahaya) dan mempunyai Berat Jenis rata-rata
sama. Pada umumnya dalam semua struktur silicat, silicon berada
diantara 4 atom oksigen (kecuali yang terbentuk pada tekanan
yang ekstrim).
Golongan Mineral Anion atau Kelompok Anionik
Silikat (SiO4)4-
Contoh : Kuarsa SiO2
3. Fungsi Mineral
Ada tiga fungsi utama mineral yaitu:
a. Sebagai kompenen utama tubuh (structural element) atau
penyusun kerangka tulang, gigi dan otot-otot. Ca, P, Mg,
Fl dan Si untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi
sedang P dan sekolah luar biasa untuk penyusunan protein
jaringan.
b. Merupakan unsur dalam cairan tubuh atau jaringan,
sebagai elektrolit yang mengatur tekanan osmuse (Fluid
balance), menegatur keseimbangan basa asam dan
permeabilitas membran. Contoh adalah Na, K, Cl, Ca dan
Mg
c. Sebagai aktifator atau terkait dalam peranan enzyme dan
hormon.
4. Kelainan atau Gangguan Akibat Difesiensi Mineral
Penyakit akibat kelebihan dan kekurangan mineral. diantaranya:
a. Natrium
1) Akibat kekurangan natrium adalah sebagai berikut:
a) menyebabkan kejang, apatis dan kehilangan nafsu makan
b) dapat terjadi setelah muntah, diare, keringat berlebihan.
2) Akibat kelebihan natrium dapat menimbulkan keracunan yang
dalam keadaan akut menyebabkan edema dan hipertensi.
b. Chlor
1) Kekurangan klor terjadi muntah-muntah, diare kronis, dan
keringat berlebihan
2) Kelebihan juga bisa membuat muntah.
c. Kalsium
1) Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan menyebabkan
gangguan pertumbuhan, tulang kurang kuat, mudah bengkok
dan rapuh. .
2) Akibat kelebihan kalsium menimbulkan batu ginjal atau
gangguan ginjal, gangguan absorpsi mineral lain serta
konstipasi.
d. Fosfor
1) Kekurangan fosfor mengakibatkan kerusakan tulang dengan
gejala lelah, kurang nafsu makan dan kerusakan tulang.
2) Bila kadar fosfor darah terlalu tinggi, ion fosfat akan mengikat
kalsium sehingga dapat menimbulkan kejang.
e. Magnesium
1) Penyakit yang menyebabkan muntah-muntah, diare,
penggunaan diuretika (perangsang pengeluaran urin), juga
dapat menyebabkan kekurangan magnesium.
2) Kekurangan magnesium berat akan menyebabkan kurang
nafsu makan,
gangguan pertumbuhan, mudah tersinggung, gugup,
kejang/tetanus, gangguan s
ystem saraf pusat, halusinasi, koma dan gagal jantung.
f. Sulfur
1) Dampak kekurangan sulfur bisa terjadi jika kekurangan
protein.
2) Kelebihan sulfur bisa terjadi jika konsumsi asam amino
berlebih yang akan menghambat pertumbuhan.