Anda di halaman 1dari 2

RSIA KUSUMA

PRADJA SEMARANG

REGISTRASI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT

NO. NO. REVISI HALAMAN


DOKUMEN

01/RM/03/2019 - 01/02
STANDAR
PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan oleh:
OPERASIONAL Direktur RSIA Kusuma Pradja

4 Maret 2019 Prof. dr. Siti Fatimah, M.Sc,Sp.GK (K)


Pengertian Proses penerimaan pasien di instalasi gawat darurat (IGD) untuk
dapat diterima berobat di RSIA Kusuma Pradja
Tujuan  Sebagai acuan prosedur untuk proses registrasi di IGD RSIA
Kusuma Pradja
Kebijakan  UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan
 UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
 Kewenangan Direktur mengenai kebijakan internal / Tupoksi
Direktur
Prosedur 1. Dokter IGD melakukan triase kepada pasien
2. Keluarga pasien melakukan proses pendaftaran pasien
3. Petugas pendaftaran (SIM / Rekam Medik) menanyakan
kepada pasien atau keluarga pasien apakah pasien sudah
pernah periksa di RSIA Kusuma Pradja
4. Jika belum pernah periksa, maka sebagai pasien baru:
a. Petugas pendaftaran memberikan formulir data pribadi
pasien untuk diisi oleh pasien atau keluarga pasien. Bila
pasien atau keluarga pasien tidak bisa menulis atau
membaca, maka petugas pendaftaran dapat membantu
menulis data identitas pasien
b. Petugas pendaftaran menginput data identitas pasien ke
komputer
c. Petugas pendaftaran menulis nama pasien, alamat, umur,
nomor rekam medis, jenis kelamin, agama, tanggal masuk,
jam kejadian pada form rekam medis IGD
d. Pasien dibuatkan kartu berobat dan diberikan kepada
pasien atau keluarga dengan pesan untuk dibawa setiap
kali datang berobat
e. Rekam medis gawat darurat kemudian dilimpahkan
kepada dokter dan perawat untuk pengkajian dan
pemeriksaan selanjutnya
5. Jika sudah pernah periksa, maka sebagai pasien lama:
a. Petugas menanyakan kartu berobat pasien dibawa atau
tidak
b. Apabila tidak membawa kartu berobat pasien, maka
petugas pendaftaran mencari nomor rekam medis di
komputer dengan fasilitas teropong atau memanggil nama
atau kode yang ada di SIM RS
c. Jika sudah ditemukan nomor rekam medis, maka petugas
pendaftaran mendaftar pasien
d. Jika nomor rekam medis tidak ditemukan, maka petugas
pendaftaran mencari di data kunjungan pasien rawat jalan
atau gawat darurat
e. Jika pasien sudah didaftar, maka petugas filling
(SIM/pendaftaran/ Rekam Medis) mencari rekam medis di
filling rawat jalan
f. Petugas rekam medis mencari rekam medis lama yang
diminta dan mengantarnya ke IGD
g. Rekam medis dilimpahkan kepada dokter IGD dan
perawat untuk dilakukan pencatatan pengkajian dan
pemeriksaan selanjutnya
h. Hasil pemeriksaan, diagnosa, dan terapi ditulis di lanjutan
rekam medis pasien
6. Jika pasien akan melakukan pembayaran melalui asuransi atau
dll, maka petugas pendaftaran juga melengkapi administrasi
kelengkapan, seperti KTP, KK, jaminan pembiayaan, asuransi
7. Setelah dokter melakukan pemeriksaan dan menghendaki
adanya pemeriksaan penunjang seperti laboratorium atau
radiologi, maka petugas pendaftaran menyiapkan form
informed consent
8. Setelah dokter melakukan pemeriksaan dan melihat hasil
pemeriksaan penunjang, maka dokter akan menganjurkan:
a. Rawat Inap (Lakukan sesuai prosedur RI)
b. Rawat Jalan (Dokter menulis resep)
9. Dokumen rekam medis akan kembali ke filling
10. Petugas rekam medis setiap hari (setiap shift) harus
melakukan pengecekan rekam medis yang ada di unit terkait
(IGD, RI) dan mengembalikan ke filling rak rekam medis.
Khusus untuk pasien yang berobat pada malam hari, petugas
rekam medis dapat melakukan pengecekan pada pagi harinya.
Unit Terkait IGD, Rawat Jalan, Rawat Inap, Rekam Medis