Anda di halaman 1dari 3

PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM MITRA SEHAT

NOMOR : /PER/DIR/ /201

TENTANG

PEMBERLAKUAN PANDUAN MANAJEMEN NYERI

DI RUMAH SAKIT UMUM MITRA SEHAT

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM MITRA SEHAT

Menimbang: a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan RSU


MITRA SEHAT, maka diperlukan penyelenggaraan
pelayanan yang bermutu tinggi;
b. bahwa agar pelayanan di RSU MITRA SEHAT dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya Peraturan Direktur
tentang Kebijakan Pelayanan RSU MITRA SEHAT sebagai
landasan bagi penyelenggaraan seluruh pelayanan di RSU
MITRA SEHAT;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan Peraturan Direktur
RSU MITRA SEHAT.

Mengingat: 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44


tahun 2009 tentang Rumah Sakit
2. Peraturan Menteri Kesehatan No 1691 Tahun 2011
Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK
02.03/I/0286/2014 Tentang Penetapan Kelas Rumah Sakit
Umum Mitra Sehat;
4. Keputusan Bupati Sleman Nomor
503/3219/405/DKS/2014 tentang Pemberian Izin
Operasional Rumah Sakit Umum Mitra Sehat;
Keputusan Ketua Komisaris PT. Empat Mitra Nomor
03/KEP/EM/X/2015 tahun 2015 tentang Pengangkatan
Direktur Rumah Sakit Umum Mitra Sehat.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
Kesatu: PERATURAN DIREKTUR RSU MITRA SEHAT TENTANG
MANAJEMEN NYERI RSU MITRA SEHAT

Kedua: Kebijakan pelayanan RSU MITRA SEHAT sebagaimana tercantum


dalam Lampiran Peraturan ini.
Ketiga: Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan RSU
MITRA SEHAT dilaksanakan oleh Direksi dan Manajer Pelayanan
RSU MITRA SEHAT.

Keempat: Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila


dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini,
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Di tetapkan di: Yogyakarta


Pada tanggal :
Direktur,

dr.Sitti Aisyah S Salam, SU


UNIVERSITAS AIRLANGGA

RUMAH SAKIT

LAMPIRAN KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA RUMAH SAKIT UNIVERSITAS AIRLANGGA

KEBIJAKAN MANAJEMEN NYERI

1. Semua pasien rawat inap dan rawat jalan di skrining untuk rasa sakit dan
dilakukan asesmen apabila ada rasa nyerinya.
2. Pasien dibantu dalam pengelolaan rasa nyeri secara efektif.
3. Menyediakan pengelolaan nyeri sesuai pedoman dan protokol.
4. Komunikasi dengan pasien dan keluarga tentang pengelolaan nyeri dalam
konteks pribadi, budaya, dan kepercayaan agama masing-masing.
5. Fasilitas pengukuran nyeri pasien harus tersedia dalam bentuk skala nyeri
dalam rekam medis.
6. Keluhan pasien tentang nyeri harus diperhatikan, tidak boleh langsung
dianggap sebagai malingering (berpura-pura) dan dilanjutkan dengan pengukuran
nyeri.
7. Pengetahuan pengukuran nyeri harus dipahami dan menjadi perhatian petugas
kesehatan RSU MITRA SEHAT.
8. Pengukuran nyeri harus dilakukan secara berulang untuk memastikan
kenyamanan pasien dan membantu kesembuhan pasien.
9. Penatalaksanaan nyeri di RSU MITRA SEHAT, mencakup non-farmakologis
danfarmakologis.

DIREKTUR UTAMA,

MUHAMMAD DIKMAN ANGSAR


NIK.139070842