Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN KEGIATAN AKTUALISASI

“PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN


MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 5 SD PUCUNG IMOGIRI
BANTUL ”

DISUSUN OLEH :
Nama : Dwi Rohmiyati Khasanah, S. Pd.
Kelas/Angkatan : A/ II
No Absen :7

PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


KEMENTERIAN DALAM NEGERI
REGIONAL YOGYAKARTA
TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KEGIATAN AKTUALISASI

JUDUL : PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK


MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
KELAS 5 SD PUCUNG IMOGIRI BANTUL
DISUSUN OLEH : Dwi Rohmiyati Khasanah, S. Pd.

NOMOR PRESENSI : 07

INSTANSI : SD Pucung Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga


Kabupaten Bantul

Yogyakarta, 11 Mei 2019

Disetujui sebagai bahan Ujian/Seminar


COACH PESERTA

Ardiyanto Nugroho, SE, MM Dwi Rohmiyati Khasanah, S. Pd.


NIP. 19831231 200801 1 001 NIP. 19861021 201902 2 002

Mengetahui,
Kepala PPSDM Kemendagri
Regional Yogyakarta

Dr. Ir. SUROYO, M.Si


NIP. 19630114 199103 1 001

ii
BERITA ACARA UJIAN/SEMINAR
LAPORAN KEGIATAN AKTUALISASI

Pada Hari : Senin


Tanggal : 13 Mei 2019
Pukul : 10.40
Tempat : PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta
Telah Diseminarkan Laporan Kegiatan Aktualisasi Pelatihan Dasar CPNS Golongan III
Angkatan II
Judul : Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Kelas 5 Sd Pucung Imogiri Bantul
Disusun Oleh : Dwi Rohmiyati Khasanah, S. Pd.
Nomor Presensi : 07
Instansi : SD Pucung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten

Dan telah mendapat pengujian/komentar/masukan/saran dari Penguji, Mentor dan


Coach/Moderator.

Coach/Moderator Peserta

Ardiyanto Nugroho, SE, MM Dwi Rohmiyati Khasanah, S. Pd.


NIP. 19831231 200801 1 001 NIP. 19861021 201902 2 002

Mentor

Sutini, S. Pd.
NIP. 19660710 199312 2 003

Penguji

Ir. Subangkit Mulyono, M.Ed


NIP. 19580427 198303 1 001

iii
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BANTUL
KOORDINATOR WILAYAH KECAMATAN IMOGIRI

SD PUCUNG
Alamat : Pucung, Wukirsari, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta 55782

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN MENTOR

Yang bertandatangan dibawah ini :


Nama : Sutini, S. Pd.
NIP : 19660710 199312 2 003
Jabatan : Kepala Sekolah
Instansi : SD Pucung, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul

Mendukung atau menyetujui Laporan Kegiatan Aktualisasi dari :


Nama : Dwi Rohmiyati Khasanah, S. Pd.
NIP : 19861021 201902 2 002
Jabatan : Guru Kelas Ahli Pertama
Instansi : SD Pucung, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul
Judul : Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Kelas 5 SD Pucung Imogiri Bantul

Demikian surat pernyataan ini dibuat untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Bantul, 11 Mei 2019


MENTOR,

Sutini, S.Pd.
NIP. 19660710 199312 2 003

iv
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul……………………………………………………………….. i
Lembar Pengesahan Rancangan …………………………………………….. ii
Berita Acara Seminar Rancangan …………………………………………… iii
Lembar Persetujuan Mentor…………………………………………………. iv
Daftar Isi …………………………………………………………………….. v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kegiatan Aktualisasi ……………………………........ 1
B. Tujuan Aktualisasi ………………………………………………......... 2
C. Ruang Lingkup Aktualisasi ………………………………………….... 3
BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI AKTUALISASI
A. Deskripsi Organisasi ………………………………………………….. 4
B. Tugas Unit Kerja ……………………………………………………… 12
C. Tugas Peserta………………………………………………………….. 13
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI 15
BAB IV CAPAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. Pelaksanaan Aktualisasi ………………………….……………………. 23
B. Pembahasan Capaian Kegiatan Aktualisasi ……………………..……… 24
C. Kendala dan Solusi Pelaksanaan Kegiatan ……………………...……… 36
D. Analisis Dampak………………………………………………………. 37
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………………….. 43
B. Saran…………………………………………………………………… 44
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………… 45

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kegiatan Aktualisasi


Negara Indonesia, dibentuk dengan tujuan dan cita-cita luhur sebagaimana
tercantum dalam pembukaan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945. Untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa, pemerintah melakukan berbagai
upaya diantaranya adalah dengan membentuk aparatur sipil negara yang memiliki
integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme. Dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 pasal 10 dijelaskan
bahwa Aparatur Sipil Negara memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan
publik, dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam rangka menciptakan kebutuhan Aparatur Sipil Negara yang berkualitas dan
dapat menjalankan fungsinya, maka pemerintah dalam hal ini Lembaga Administrasi
Negara (LAN) merancang pelatihan dasar yang harus dilalui oleh setiap calon pegawai
negeri sipil (CPNS). Penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS didasarkan pada Peraturan
Kepala Lembaga Administrasi Negara (PERKALAN) Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III. Pelatihan Dasar (Latsar)
CPNS menggunakan pola baru dimana pelatihan dasar dibagi dalam dua bagian kurikulum,
yaitu : (1) Pembentukan Karakter PNS, (2) Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas.
Dalam penyelenggaraannya kurikulum tersebut dilaksanakan melalui 5 (lima) agenda
sebagai berikut : Agenda I (Penekanan Sikap dan Perilaku), Agenda II (Pemahaman Nilai-
Nilai Dasar ANEKA), Agenda III (Pemahaman Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI),
Agenda IV (Habituasi), dan Agenda V (Evaluasi Akhir).
Dalam agenda IV pelatihan dasar CPNS pola baru tersebut, CPNS ditugaskan
untuk menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komotmen mutu, dan anti korupsi yang akan diaplikasikan ditempat kerja agar menjadi agen
perubahan yang dapat mewujudkan cita-cita dan tujuan bangsa lebih baik. CPNS harus
merancang kegiatan aktualisasi dengan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA tersebut
sesuai dengan permasalahan yang ada di instansi tempat bekerja CPNS. Dalam hal ini
penulis melakukan kegiatan aktualisasi di SD Pucung, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan
Olahraga Pemerintah Kabupaten Bantul.
Di SD Pucung, peserta mendapat tugas sebagai wali kelas 5A menggantikan wali
kelas sebelumnya yang telah dimutasikan ke pemerintah kabupaten Sleman. Selama

1
menjalankan tugas sebagai wali kelas, peserta menemukan permasalahan yaitu motivasi
belajar siswa yang masih rendah. Siswa kurang memiliki minat dan perhatian terhadap
kegiatan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, sebagian besar siswa tidak fokus
terhadap kegiatan pembelajaran, namun siswa lebih suka berbincang dengan temannya.
Hasil analisis penilaian harian sebelumnya menunjukkan bahwa persentase ketuntasan
setiap muatan pelajaran yang diperoleh siswa masih belum mencapai kriteria ketuntasan
minimal yang ditentukan oleh sekolah, sehingga harus dilaksanakan remidi secara klasikal.
Rendahnya motivasi dalam belajar siswa kelas 5A ini juga dibenarkan oleh kepala sekolah.
Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan ini agar tidak
menimbulkan dampak negatif yang berkelanjutan.
Sebagai seorang guru ASN, sudah semestinya melakukan perbaikan dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk mewujudkan komitmen mutu dan pelayanan
publik dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Oleh karena itu, peserta memiliki
gagasan dalam memecahkan permasalahan tersebut yaitu dengan mengoptimalkan
pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif yang akan dilaksanakan dirancang
inovatif dan variatif sehingga siswa tidak bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Dengan demikian, akan tumbuh minat siswa dalam belajar sehingga motivasi belajar siswa
dapat meningkat.

B. Tujuan Aktualisasi
Tujuan dari kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN adalah untuk menerapkan
nilai-nilai dasar ASN sehingga dapat menjalankan kedudukan dan fungsinya sebagai ASN
dengan baik. Dengan penerapan nilai-nilai dasar ASN tersebut, CPNS dapat berperan dalam
mengatasi permasalahan yang terjadi pada unit kerjanya sehingga berdampak pada
meningkatnya integritas dan profesionalitas peserta dan instansi dalam menjalankan tugas
pelayanan publik, dalam hal ini adalah peningkatan pelayanan pendidikan dengan
optimalisasi pembelajaran kooperatif. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan aktualisasi
antara lain :
1. Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 5A di SD Pucung dengan menerapkan
pembelajaran kooperatif yang bervariasi.
2. Menunjukkan keefektifan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa kelas 5A di SD Pucung.
3. Meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5A di SD Pucung dengan meningkatnya
motivasi belajar siswa.

2
C. Ruang Lingkup Aktualisasi
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar, kedudukan dan fungsi ASN
dalam NKRI pada Pelatihan Dasar CPNS golongan III gelombang II di Pusat Pendidikan
Dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta, dilaksanaan di instansi
tempat kerja masing-masing peserta. Dalam hal ini penulis bertugas di SD Pucung, Dinas
Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten dengan subyek siswa kelas 5A
yang berjumlah 26 siswa, 14 siswa putra dan 12 siswa putri. Pelaksanaan kegiatan
aktualisasi dan habituasi dilaksanakan mulai tanggal 19 Maret sampai dengan 15 Mei 2019.

3
BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI AKTUALISASI

A. Deskripsi Organisasi
Sekolah Dasar merupakan lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan
pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar enam tahun, mulai dari kelas 1 sampai
kelas 6. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 pasal
17, pendidikan dasar didefinisikan sebagai berikut (1) Pendidikan dasar merupakan
jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. (2) Pendidikan dasar
berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang
sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau
bentuk lain yang sederajat. SD Pucung adalah salah satu penyelenggara pendidikan dasar
yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Pemerintah
Kabupaten Bantul.

1. Profil Organisasi
a. Nama Sekolah : SD Pucung
b. Nomor Statistik Sekolah : 101040112011
c. NPSN : 20400509
d. Alamat Sekolah
1) Dusun : Pucung
2) Desa/ Kelurahan : Wukirsari
3) Kecamatan : Imogiri
4) Kabupaten/Kota : Bantul
5) Provinsi : DIY
6) Kode Pos : 55782
7) Telepon : 087839878194
8) e-mail : sd_pucung@ymail.com
9) Website : http://sdpucung.wordpress.com
e. Tahun Berdiri : 1950
f. Tahun Beroperasi : 1950

4
g. Kepala Sekolah
a) Nama : Sutini, S.Pd.SD
b) Status PNS : PNS
c) NIP : 196607101993122003
d) Pangkat/ Golongan : Pembina, IV/a
e) NUPTK : 7042744646300013
h. Ketua Komite Sekolah : Giyono Edi S
i. Jumlah Rombongan Belajar
Kelas Jumlah Rombongan Belajar
Kelas I 2 Rombongan
Kelas II 2 Rombongan
Kelas III 2 Rombongan
Kelas IV 2 Rombongan
Kelas V 2 Rombongan
Kelas VI 2 Rombongan
Jumlah 12 ombongan

j. Data Peserta Didik


Jumlah Peserta Didik
Kelas Jumlah Rombel Jumlah
L P
I 2 28 25 53
II 2 35 26 61
III 2 29 24 53
IV 2 27 19 46
V 2 27 24 51
VI 2 22 24 46
Jumlah 12 168 142 310

5
k. Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Status
Nama NIP/ NUPTK Jabatan
Kepegawaian
Sutini, S.Pd. 196607101993122003 Kepala Sekolah PNS
Wagiyem, S.Pd.Sd 196006201985062001 Guru Kelas IIB PNS
Riyanta, S.Pd. 196003291982011002 Guru Kelas VIA PNS
Sunardi 195906131983031012 Guru Penjas PNS
Fani Budiati, S.Pd 198212222006042008 Guru Kelas VIB PNS
Sariyem, S.Pd 196610012006042004 Guru Kelas IA PNS
Utami S, S.Pd.Si. 198510092009032007 Guru Kelas IVB PNS
Windari Utami,
198711242010012009 Guru Kelas IVA PNS
S.Pd.Sd.
Haryadi, S.Ag 197511182014061001 Guru PAI PNS
Trisusilowati, S.Pd 197810232014062002 Guru Kelas IB PNS
Zuniwati, S.Pd 197405042014062003 Guru Kelas VB PNS
Dwi Rohmiyati K.,
198610212019022002 Guru Kelas VA CPNS
S.Pd
Esti Anifah, S.Pd.I 9245755657300003 Guru Kelas IIIB GTT
Yuliyati, S.Pd 9044759660300060 Guru Kelas IIIA GTT
Purwanti 3954760663300002 Guru Kelas IIA GTT
Taufiq, S.Ag. - Guru PAI GTT
Astriani, A.Ma - Guru Penjas GTT
Sri Ningsih, S.Pd.Jas - Guru Penjas GTT
Ifanna Vithara A - Tata Usaha PTT
Jumiran - Pesuruh PTT
Zamari - Penjaga Sekolah PTT

6
2. Struktur Organisasi
Struktrur Organisasi di SD Pucung terdiri atas kepala sekolah, tenaga pendidik
dan kependidikan komite sekolah, peserta didik, dan masyarakat. Struktur Organisasi
SD Pucung diuraikan dalam bagan berikut

Kepala Sekolah Komite Sekolah


Sutini, S.Pd.SD Giyono Edi S

Unit Perpustakaan Tata Usaha


Tri Susilowati, S.Pd Ifanna Vithara Alkurnia

UKS
Sunardi BOSNAS
Utami Syarifah, S.Pd.Si

JABATAN GURU KELAS


BOSDA KAB
Fani Budiati, S.Pd

Kelas I A Kelas III A Kelas IV A Kelas VI A


Kelas II A Kelas V A
Hartiyasmi, Yuliati, S.Pd Windari U, Riyanta,
Purwanti Dwi R.,
S.Pd S.Pd
S.Pd S.Pd

Kelas I B Kelas II B Kelas III B Kelas IV B Kelas V B Kelas VI B


Tri S., S.Pd Wagiyem, Esti A., Utami S., Zuniwati, Fani B, S.Pd
S.Pd S.Pd.I S.Pd S.Pd

Guru Mata Pelajaran

PJOK PJOK PJOK GPAI GPAI


Astriani , Sriningsih, S. Sunardi Taufik, Haryadi,
A. Ma Pd. jas S.Ag S.Ag

PESERTA DIDIK
Pesuruh
Jumiran
Zamari MASYARAKAT

7
3. Visi, Misi, dan Tujuan Organisasi

SD Pucung memiliki visi dan misi dalam mencapai tujuan pendidikan sebagai
berikut
a. Visi
”TERWUJUDNYA INSAN DIDIK YANG BERAKHLAK MULIA,
BERPRESTASI, BERKARAKTER, DAN MANDIRI”
b. Misi
1) Melaksanakan KBM dengan pendekatan pembelajaran aktif, efektif dan
menyenangkan
2) Melaksanakan pengembangan diri tatah sungging, pramuka, tari, ketrampilan
dan iqro’
3) Melaksanakan les mata pelajaran yang diujian nasionalkan bagi murid kelas V-VI
4) Menjalankan kerjasama dengan para tokoh masyarakat melalui dewan sekolah
c. Tujuan
1) Tujuan Pendidkan 4 Tahun ke Depan
Dalam kurun waktu 4 tahun, dari tahun 2015/2016 sd 2018/2019 SD
Pucung menargetkan tujuan sebagai berikut :
a) Akademik
 Meningkatkan pencapaian nilai rata-rata semua kompetensi pada kelas I
– VI berikut :
 Tahun pelajaran 2015/2016 semua kompetensi inti minimal baik dan
kompetensi dasar minimal sama dengan KKM
 Tahun Pelajaran 2016/2017 semua kompetensi inti minimal baik dan
kompetensi dasar minimal sama dengan KKM
 Tahun Pelajaran 2017/2018 semua kompetensi inti minimal baik dan
kompetensi dasar minimal sama dengan KKM
 Tahun Pelajaran 2018/2019 semua kompetensi inti minimal baik dan
kompetensi dasar minimal sama dengan KKM
 Meningkatkan pencapaian rata-rata ujian akhir untuk 3 mata pelajaran
yang soalnya dari pusat untuk kelas VI :
 2015/2016 menjadi 19,00

8
 2016/2017 menjadi 20,00
 2017/2018 menjadi 21,00
 2018/2019 menjadi 22,00
 Meningkatkan pencapaian rata-rata ujian sekolah (
PKn,IPS,PJOK,SBK,Bahasa jawa,Pendidikan batik) dari 7,00 menjadi
7,10
 Mempertahankan kelulusan 100%
 Meningkatkan peringkat sekolah secara bertahap ditingkat korwil
 Menjuarai lomba akademik/olimpiade yang diselenggarakan tingkat
kabupaten
 Mengoptimalkan potensi ketrampilan dan seni tari
 Terselenggaranya pembelajaran tematik untuk kelas 1 dan 4 terpadu
dengan ciri PAIKEM dan pendekatan scientifik
 Menumbuhkan dan mengembangkan penghayatan dan pengamalan
terhadap ajaran melalui intensifikasi infaq/shodakoh, sholat
berjamaah,latihan qurban iqror sehingga meningkatkan iman dan taqwa
 Menumbuhkan dan mengembangkan penghayatan dan pengamalan
sikap karakter bangsa Indonesia
 Terbangunnya kesadaran orang tua dan masyarakat untuk mensukseskan
pendidikan bagi siswa melalui :
 Temu wali rutin dalam paguyupan kelas setiap 1 bulan sekali
 Keterlibatan orang tua dalam berbagai kegiatan sekolah
 Peran serta berbagai pihak dalam upaya peningkatan kualitas
pembelajaran
 Mewujudkan SD Pucung sebagai sekolahnkebanggaan masyarakat
Wukirsari
b) Bidang keagamaan
Tujuan pendidikan keagamaan di SD Pucung adalah menjadi dasar
dalam usaha mencetak peserta didik yang beriman,bertaqwa, taat beribadah,
dan mencintai negara Kesatuan Republik Indodesia.Untuk mencapai tujuan

9
tersebut sejumlah ,sejumlah target pencapaian minimal dan rencana
pencapaian telah ditetapkan pada aspek :
 Sholat
 Puasa
 iqro’
 Akhlak mulia
 Doa bersama

c) Bidang sikap sosial


 Membentuk karakter anak yang mampu mempraktekkan 5 S (senyum,
salam, sapa, sopan, santun)
 Praktik 5 S ketika masuk lingkungan sekolah,masuk kelas dan
pulang sekolah
 Membiasakan berbahasa jawa halus secara terjadwal
maupunpereodik tertentu
 Penanaman kebiasaan meminta maaf, mengucap terimakasih,dan
meminta tolong dalam berinteraki dengan orang lain
 Membentuk anak dengan tingkatkepedulian sosiak yang tinggi
 Penggalangan dana kemanusiaan
 Program sisansho ( silatu rahmi, santuan dan shodaqoh )

d) Bidang ketrampilan
 Bidang seni
 Melatih dan mengembangkan paduan suara kelas 6 di akhir tahun
 Melatih, mengembangkan ekstra seni tari berbagai pertunjukan dan
ber prestasi
 Melatih, mengembangkan ekstra seni lukis Berbagai pertunjukan dan
berprestasi dalam perlombaan
 Mengikuti, melatih dan mengembangkan sisawa dalam berbagai
lomba
 Menemukan mengembangkan siswa /siswe dengan bakat seni.

10
 Bidang Olah Raga
 Melatih mengembangkan sepak bola dan berprestasi dalam
perlombaan
 Mengikuti,melatih dan mengembangkan siswa dalam berbagai
lomba olahraga
 Menemukan , mengembangkan siswa dengan bakat cabang olah raga
tertentu
 Bidang Kesehatan
 Memiliki ruang UKS
 Memberi pelayanan kesehatan yang memadahi
 Membentuk dokter kecil
 Membentuk lingkungan sekolah yang bersih,indah rindang
 Bidang Tehnologi
 Fasilitas internet yang mencakup semua lingkungan sekolah
 Memiliki ruang IT dan fasilitas pendukung
 Melatih mengembangkan ekstra komputer

e) Pendidikan berbasis budaya


 Mengerti dan mengamalkan nilai-nilai agama dan pancasila
 Mampu mengembangkan kecerdasan dan dasar kepribadian
 Mampu mengembangkan dasar-dasar kecakapan hidup
 Memahami dan mampu melakukan perlindungan kebencanaan sesuai
dengan usianya
2) Tujuan Pendidikan SD Pucung tahun 2018/2019
a) Terselenggaranya pembelajaran tematik terpadu dengan ciri PAIKEM dan
pendekatan saintifik sehingga meningkatkan pencapaian nilai akademik
diatas KKM disetiap tingkat
b) Terintegrasinya pendidikan karakter spiritual dan sosial serta ketrampilan
dalam pembelajaran serta tercapainya kompetensi tersebut dengan nilai
minimal baik

11
c) Tingkat ketuntasan penguasaan kompetensi 100% dengan melaksanakan
remiditeaching bagi siswa yang belum tuntas.
d) Menambah jam belajarsiang
e) Siswa dapat menyerap materi pelajaran secara tuntas
f) Pencapaian ujian kompetensi yang baik
g) Membiasakan budaya berkomunikasi dengan santun dilingkungan sekolah
dan rumah
h) Menemukan dan mengembangkan talenta diberbagai bidang

B. Tugas Unit Kerja


Menurut Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 pasal 67 tentang
pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, menguraikan mengenai fungsi dan tujuan
pendidikan. Pendidikan pada SD/MI atau bentuk lain yang sederajat berfungsi:
1. menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan kepribadian
luhur;
2. menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air;
3. memberikan dasar-dasar kemampuan intelektual dalam bentuk kemampuan
dankecakapan membaca, menulis, dan berhitung;
4. memberikan pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi;
5. melatih dan merangsang kepekaan dan kemampuan mengapresiasi serta
mengekspresikan keindahan, kehalusan, dan harmoni;
6. menumbuhkan minat pada olahraga, kesehatan, dan kebugaran jasmani; dan
7. mengembangkan kesiapan fisik dan mental untuk melanjutkan pendidikan ke
SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat

Pendidikan dasar bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi


peserta didik agar menjadi manusia yang:
1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan
berkepribadian luhur;
2. berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
3. sehat, mandiri, dan percaya diri; dan
4. toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab.

12
C. Tugas Peserta
Peserta adalah Calon Pegawai Negeri Sipil yang memiliki jabatan sebagai guru.
Dalam Permendikbud nomor 15 tahun 2018, diuraikan tugas pokok guru sebagai berikut.
1. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
2. melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
3. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
4. membimbing dan melatih peserta didik; dan
5. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai
dengan Beban Kerja Guru.

Tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok sesuai dengan
beban kerja gurumeliputi:
1. wakil kepala satuan pendidikan;
2. ketua program keahlian satuan pendidikan;
3. kepala perpustakaan satuan pendidikan;
4. kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi/ teaching factory satuan pendidikan;
5. pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan
inklusif atau pendidikan terpadu; atau
6. tugas tambahan lain yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan.

Sedangkan Uraian tugas jabatan profesi guru menurut PERMEN PAN RI nomor
16 tahun 2009 BAB VII Pasal 13 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya
adalah sebagai berikut :
1. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
2. Menyusun silabus pembelajaran;
3. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran;
5. Menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
6. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya;
7. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
8. Melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;

13
10. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
11. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat
sekolah dan nasional;
12. membimbing guru pemula dalam program induksi;
13. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
14. Melaksanakan pengembangan diri;
15. Melaksanakan publikasi ilmiah; dan
16. Membuat karya inovatif.

14
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

UNIT KERJA : SD Pucung Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul
ISU : Rendahnya motivasi belajar siswa kelas 5 SD Pucung yang berdampak pada pencapaian hasil belajar siswa.
GAGASAN PEMECAHAN ISU : Optimalisasi pembelajaran kooperatif di kelas 5 SD Pucung untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
KONTRIBUSI
PENGUATAN
OUTPUT/HASIL TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR NILAI-NILAI
KEGIATAN TUPOKSI UNIT
ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
1 Melakukan 1. Melakukan konsultasi 1. Daftar 1. Etika publik dengan Menurut Integritas, berupa
pendataan dengan atasan tentang kesepakatan menjunjung tinggi standar Permendikbud nomor komitmen dalam
awal motivasi motivasi siswa hasil konsultasi etika luhur dan kesopanan. 15 tahun 2018, salah menjalankan
belajar siswa. 2. Menyusun butir dengan atasan 2. Akuntabilitas, bahwa satu tugas pokok guru tanggung jawab
pengamatan 2. Hasil observasi kejelasan data yang adalah merencanakan dengan sepenuh
3. Mempersiapkan lembar awal motivasi digunakan harus dapat pembelajaran. hati.
observasi motivasi belajar belajar siswa dipertanggungjawabkan Pendataan awal
siswa 3. Dokumentasi menjadi landasan
4. Melaksanakan observasi untuk merencanakan
motivasi belajar siswa pembelajaran.

15
KONTRIBUSI
PENGUATAN
OUTPUT/HASIL TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR NILAI-NILAI
KEGIATAN TUPOKSI UNIT
ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
2 Merancang 1. Mengkaji silabus dan 1. Silabus 1. Akuntabilitas terlihat Menurut 1. Integritas ,
kegiatan promes 2. RPP dalam penyusunan RPP Permendikbud nomor berupa
pembelajaran 2. Melakukan kajian metode 3. Dokumentasi yang sitematis sehingga 15 tahun 2018, salah komitmen
kooperatif. pembelajaran yang akan kegiatan mengandung unsur satu tugas pokok guru dalam
digunakan merancang kejelasan. adalah melaksanakan menjalankan
3. Melakukan kajian media pembelajaran 2. Komitmen mutu untuk perencanaan kegiatan tanggung jawab
pembelajaran yang sesuai kooperatif. menghasilkan pembelajaran pembelajaran sebagai dengan sepenuh
dengan pembelajaran. yang efektif dan efisien pedoman dalam utuk hati.
4. Menyusun RPP dengan 3. Nasionalisme terlihat ketika melaksanakan 2. Kerja keras,
menuliskan identitas RPP, guru menentukan metode pembelajaran yang melalui
tujuan pembelajaran, pembelajaran yang efektif. kesungguhan
materi pembelajaran, memungkinkan seluruh dalam
metode pembelajaran, siswa terlibat dalam menjalankan
langkah-langkah pembelajaran. Sehingga adil tugas pokok.
pembelajaran, sumber sesuai dengan pengalaman
belajar, dan penilaian pancasila sila kelima.

16
KONTRIBUSI
PENGUATAN
OUTPUT/HASIL TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR NILAI-NILAI
KEGIATAN TUPOKSI UNIT
ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
3 Melaksanakan 1. Mempersiapkan alat dan 1. Dokumentasi 1. Komitmen mutu, Menurut 1. Gotong
pembelajaran bahan pembelajaran. proses terciptanya pembelajaran Permendikbud nomor royong,
kooperatif tipe 2. Mengkondisikan penataan pembelajaran yang efektif dan efisien 15 tahun 2018, salah pembelajaran
‘Make a ruang kelas 2. Dokumen hasil 2. Akuntabilitas, satu tugas pokok guru kooperatif
Match’ 3. Membentuk kelompok pembelajaran terlaksananya tanggung adalah melaksanakan membutuhkan
belajar berdasarkan hasil berupa hasil jawab dalam melaksanakan pembelajaran atau kerjasama.
observasi motivasi belajar perkerjaan siswa. pembelajaran di kelas pembimbingan. 2. Integritas,
siswa. 3. Etika publik, perlakuan komitmen
4. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bekerja untuk
pendahuluan berpusat pada siswa menghasilkan
5. Melaksanakan kegiatan 4. Anti korupsi, ketepatan pembelajaran
inti sesuai sintaks waktu pelaksanaan yang efektif.
pembelajaran kooperatif pembelajaran 3. Kepemimpinan,
tipe ‘Make and Match’ mengelola
6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran di
penutup dalam kelas.

17
KONTRIBUSI
PENGUATAN
OUTPUT/HASIL TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR NILAI-NILAI
KEGIATAN TUPOKSI UNIT
ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
4. Melaksanakan 1. Mempersiapkan alat dan 1. Dokumentasi 1. Komitmen mutu, Menurut 1. Gotong
pembelajaran bahan pembelajaran. proses terciptanya pembelajaran Permendikbud nomor royong,
2. Mengkondisikan penataan
kooperatif tipe pembelajaran yang efektif dan efisien 15 tahun 2018, salah pembelajaran
ruang kelas
‘Numbered 3. Membentuk kelompok 2. Dokumen hasil 2. Akuntabilitas, satu tugas pokok guru kooperatif
Head belajar berdasarkan hasil pembelajaran terlaksananya tanggung adalah melaksanakan membutuhkan
observasi motivasi belajar
Together’ berupa hasil jawab dalam melaksanakan pembelajaran atau kerjasama.
siswa.
4. Melaksanakan kegiatan perkerjaan siswa. pembelajaran di kelas pembimbingan. 2. Integritas,
pendahuluan 3. Etika publik, perlakuan komitmen
5. Melaksanakan kegiatan
pembelajaran yang bekerja untuk
inti sesuai sintaks
pembelajaran kooperatif berpusat pada siswa menghasilkan
tipe ‘Number Head 4. Anti korupsi, ketepatan pembelajaran
Together’ waktu pelaksanaan yang efektif.
6. Melaksanakan kegiatan
penutup pembelajaran 3. Kepemimpinan,
mengelola
pembelajaran di
dalam kelas.

18
KONTRIBUSI
PENGUATAN
OUTPUT/HASIL TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR NILAI-NILAI
KEGIATAN TUPOKSI UNIT
ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
5 Melaksanakan 1. Mempersiapkan alat dan 1. Dokumentasi 1. Komitmen mutu, Menurut 1. Gotong
pembelajaran bahan pembelajaran yang proses terciptanya pembelajaran Permendikbud nomor royong,
akan digunakan
kooperatif tipe pembelajaran yang efektif dan efisien 15 tahun 2018, salah pembelajaran
2. Mengkondisikan penataan
‘Talking Stick’ ruang kelas 2. Dokumen hasil 2. Akuntabilitas, satu tugas pokok guru kooperatif
3. Membentuk kelompok pembelajaran terlaksananya tanggung adalah melaksanakan membutuhkan
belajar heterogen
berupa hasil jawab dalam melaksanakan pembelajaran atau kerjasama.
berdasarkan hasil
observasi motivasi belajar perkerjaan siswa. pembelajaran di kelas pembimbingan. 2. Integritas,
siswa. 3. Etika publik, perlakuan komitmen
4. Melaksanakan kegiatan
pembelajaran yang bekerja untuk
pendahuluan
5. Melaksanakan kegiatan berpusat pada siswa menghasilkan
inti sesuai sintaks 4. Anti korupsi, ketepatan pembelajaran
pembelajaran kooperatif waktu pelaksanaan yang efektif.
tipe ‘Talking Stick’
6. Melaksanakan kegiatan pembelajaran 3. Kepemimpinan,
penutup mengelola
pembelajaran di
dalam kelas.

19
KONTRIBUSI
PENGUATAN
OUTPUT/HASIL TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR NILAI-NILAI
KEGIATAN TUPOKSI UNIT
ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
6 Melakukan 1. Mempersiapkan bahan 1. Dokumentasi 1. Akuntabilitas, bahwa Menurut 1. Kerja keras
penilaian evaluasi harian pelaksanaan kejelasan data yang Permendikbud nomor dengan
harian dengan 2. Merancang tata cara penilaian harian digunakan harus dapat 15 tahun 2018, salah bersungguh-
menggunakan permainan ‘ular tangga’ dengan dipertanggungjawabkan satu tugas pokok guru sungguh
permainan 3. Mendesain papan ‘ular permainan ‘ular 2. Anti korupsi, permainan adalah menilai hasil melakukan
‘ular tangga’ tangga’ tangga’ dilaksanakan dengan penuh pembelajaran. penilaian.
4. Mencetak papan ‘ular 2. Lembar petunjuk kejujuran Evaluasi harian
tangga’ permainan ‘ular merupakan alat untuk 2. Integritas,
5. Melaksanakan permainan tangga’ menilai hasil berupa
‘ular tangga’ 3. Daftar nilai hasil pembelajaran. kejujuran dalam
evaluasi memberikan
penilaian
sehingga dapat
dipertanggung-
jawabkan.

20
KONTRIBUSI
PENGUATAN
OUTPUT/HASIL TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR NILAI-NILAI
KEGIATAN TUPOKSI UNIT
ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
7 Melakukan 1. Mempersiapkan lembar 1. Lembar hasil Akuntabilitas, bahwa Menurut Integritas, berupa
pengamatan observasi motivasi belajar observasi kejelasan data yang digunakan Permendikbud nomor komitmen dalam
motivasi siswa 2. Jurnal sikap harus dapat 15 tahun 2018, salah menjalankan
belajar siswa 2. Melaksanakan observasi pembelajaran. dipertanggungjawabkan satu tugas pokok guru tanggung jawab
motivasi belajar siswa 3. Hasil penilaian adalah menilai hasil dengan sepenuh
3. Menulis jurnal capaian pembelajaran. hati.
pembelajaran. peningkatan Pengamatan motivasi
4. Penilaian capaian motivasi hasil merupakan alat untuk
peningkatan motivasi belajar. menilai hasil
hasil belajar. pembelajaran dan
sebagai landasan
untuk merencanakan
pembelajaran
berikutnya.

21
KONTRIBUSI
PENGUATAN
OUTPUT/HASIL TERHADAP
NO KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN NILAI-NILAI DASAR NILAI-NILAI
KEGIATAN TUPOKSI UNIT
ORGANISASI
KERJA
1 2 3 4 5 6 7
8 Memberikan 1. Mendata skor penilaian 1. Daftar nilai 1. Akuntabilitas, merupakan Menurut Keramahan,
penghargaan setiap siswa 2. Kriteria tanggungjawab terhadap Permendikbud nomor dengan
terhadap siswa 2. Menentukan kriteria penghargaan hasil belajar peserta didik. 15 tahun 2018, salah memberikan
penghargaan 3. Piagam 2. Etika publik, memberikan satu tugas pokok guru apresiasi terhadap
3. Memberikan piagam penghargaan penghargaan terhadap adalah menilai hasil peserta didik yang
penghargaan kepada siswa 4. Dokumentasi prestasi peserta didik. pembelajaran. telah melaksanakan
dengan motivasi belajar penyerahan Penghargaan yang pembelajaran
yang baik. piagam diberikan kepada dengan baik.
penghargaan siswa merupakan
salah satu alat untuk
menilai hasil
pembelajaran.

22
BAB IV
CAPAIAN PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Pelaksanaan Aktualisasi
Kegiatan aktualisasi dan habituasi merupakan salah satu bagian dari pelatihan dasar
CPNS pola baru sesuai dengan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (perkalan)
Nomor 21 tahun 2016. Kegiatan aktualisasi dan habituasi peserta Latsar CPNS Golongan
III Angkatan II Kabupaten Bantul dilaksanakan mulai tanggal 26 Februari 2019 sampai
dengan 15 Mei 2019 di masing-masing instansi Pemerintah Kabupaten Bantul. Peserta
melaksanakan kegiatan aktualisasi dan habituasi di SD Pucung, Dinas Pendidikan, Pemuda,
dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bantul.
Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi, peserta melaksanakan
pemecahan terhadap isu rendahnya motivasi belajar siswa kelas 5 SD Pucung yang
berdampak pada pencapaian hasil belajar siswa. Gagasan pemecahan isu yang diambil
peserta adalah dengan optimalisasi pembelajaran kooperatif. Dalam optimalisasi
pembelajaran kooperatif, peserta menyusun 8 jenis kegiatan yang saling berkaitan. Kegiatan
aktualisasi dan habituasi dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Bulan Mei 2019
dengan rincian seperti tabel matrik pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi berikut
Tabel 4.1
Matrik Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi Dan Habituasi
PELAKSANAAN
NO KEGIATAN MARET APRIL MEI
4 5 1 2 3 4 5 1 2 3
1 Melakukan pendataan awal motivasi 20-24 25
belajar siswa.
2 Merancang kegiatan pembelajaran 1-4 8,9 15,16
kooperatif.
3 Melaksanakan pembelajaran kooperatif 11,12
tipe ‘Make a Match’
4 Melaksanakan pembelajaran kooperatif 18,20
tipe ‘Numbered Head Together’
5 Melaksanakan pembelajaran kooperatif 30
tipe ‘Talking Stick’
6 Melakukan penilaian harian dengan 2
menggunakan permainan ‘ular
tangga’
7 Melakukan pengamatan motivasi 11,12 18,20 30
belajar siswa
8 Memberikan penghargaan terhadap 3
siswa

23
B. Pembahasan Capaian Kegiatan Aktualisasi
Dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Pucung, dilaksanakan
pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Melalui optimalisasi
pembelajaran kooperatif diharapkan proses pendidikan kelas 5 di SD Pucung dapat berjalan
efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa. Pembelajaran yang efektif
dan efisien, dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan sebagai landasan tercapainya
cita-cita pedidikan nasional yang sesuai dengan prinsip komitmen mutu pemerintah.
Capaian kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN disusun sebagai gambaran
sejauh mana capaian kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama pelaksanaan kegiatan
aktualisasi dan habituasi dikaitkan dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN(ANEKA,
manajemen ASN, Whole of Government dan pelayanan publik) yang telah ditanamkan
selama Latsar tahap I. Setiap kegiatan aktualisasi di SD Pucung yang telah dirancang
sebelumnya telah tercapai dan berjalan dengan baik serta tidak menemukan masalah yang
berarti. Hal ini dikarenakan adanya dukungan dan bantuan dari mentor dan staff di SD
Pucung. Adapun capaian setiap kegiatan aktualisai masing-masing diuraikan dalam tabel
berikut
Tabel 4.2
Laporan Capaian Kegiatan Aktualisasi
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
1. Melakukan pendataan awal motivasi belajar siswa
Pendataan awal motivasi belajar a. Kesepakatan a. Meningkatkan Terlaksana
siswa dilakukan untuk hasil pemahaman
memperoleh data sebenarnya konsultasi terhadap
tentang motivasi belajar siswa. dengan atasan pentingnya
Kegiatan ini melalui beberapa b. Hasil persetujuan
tahapan, yaitu observasi atasan dalam
a. Melakukan konsultasi dengan awal motivasi setiap
atasan tentang motivasi siswa belajar siswa kegiatan yang
b. Menyusun butir pengamatan c. Dokumentasi dilaksanakan.
c. Mempersiapkan lembar b. Mendapatkan
observasi motivasi belajar data yang
siswa akurat dan
d. Melaksanakan observasi dapat
motivasi belajar siswa dipertanggung
jawabkan

24
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
Adapun nilai-nilai dasar ASNyang
dapat diaktualisasikan pada
kegiatan ini adalah :
a. Etika Publik
Sebagai ASN harus
mengkonsultasikan setiap
kegiatan dengan pimpinan
dan aturan yang ada serta
untuk menjunjung tinggi
standar etika luhur dan
kesopanan.
b. Akuntabilitas
Kejelasan data yang
digunakan dalam setiap
kegiatan harus dapat
dipertanggungjawabkan.

2. Merancang kegiatan pembelajaran kooperatif.


Pembelajaran kooperatif 1. Silabus a. Mendapatkan Terlaksana
dirancang sesuai dengan Pembelajaran jaminan dan
kurikulum KTSP yang berlaku di 2. Rencana kontrol bahwa
SD Pucung. Adapun langkah Pelaksanaan kegiatan
kegiatan merancang pembelajaran Pembelajaran belajar
sebagai berikut 3. Dokumentasi mengajar
a. Mengkaji silabus dan promes kegiatan (KBM) dapat
b. Melakukan kajian metode merancang berlangsung
pembelajaran yang akan pembelajaran dengan efektif
digunakan kooperatif. dan efisien
c. Melakukan kajian media sesuai dengan
pembelajaran yang sesuai kurikulum
dengan pembelajaran. yang berlaku.
d. Menyusun RPP b. Terlaksananya
tugas pokok
Langkah-langkah kegiatan ini guru yaitu
dilaksanakan dengan tujuan agar merancang
RPP yang di susun tidak keluar kegiatan
dari konteks kurikulum yang pembelajaran
berlaku.

25
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
Adapun nilai-nilai dasar ASN yang
dapat diaktualisasikan pada
kegiatan ini adalah :
a. Akuntabilitas
Dalam setiap kegiatan yang
dilakukan ASN harus
menunjukkan kejelasan
sehingga dapat
dipertanggungjawabkan,
penyusunan rancangan
pembelajaran yang sistematis
dan tidak keluar dari konteks
kurikulum yang berlaku dapat
menjamin akuntabilitas
kegiatan pembelajaran yang
nantinya akan dilaksanakan.
b. Komitmen Mutu
Sebagai ASN harus selalu
meningkatkan mutu dalam
melaksanakan setiap kegiatan
agar berjalan optimal.
Merancang kegiatan
pembelajaran kooperatif, dapat
mendukung pembelajaran
yang efektif dan efisien.
c. Nasionalisme
Seorang ASN harus memiliki
sikap yang mencerminkan
pengamalan pancasila. Salah
satunya adalah menerapkan
keadilan sesuai dengan sila
kelima. Bagi seorang ASN
guru, bersikap adil dalam
memberikan pelayanan
pendidikan pada siswa dapat
dilakukan dengan
menentukan metode
pembelajaran yang
memungkinkan seluruh siswa
terlibat dalam pembelajaran.

26
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
3 Melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe ‘Make a Match’
Pelaksanaan kegiatan a. Dokumentasi a. Terwujudnya Terlaksana
pembelajaran menggunakan proses pembelajaran
metode pembelajaran kooperatif pembelajaran yang efektif
tipe ‘Make a Match’ dan b. Dokumen dan efisien
menggunakan media pembelajaran hasil serta
kartu make a match yang menarik. pembelajaran bermakna
Pembelajaran dilaksanakan berupa hasil sesuai dengan
berdasarkan karakteristik siswa perkerjaan karakteristik
agar lebih bermakna. Langkah- siswa. dan kebutuhan
langkah kegiatan pembelajaran siswa
kooperatif tipe make a match b. Meningkatkan
adalah sebagai berikut motivasi
a. Mempersiapkan alat dan bahan siswa dalam
pembelajaran. belajar
b. Mengkondisikan penataan
ruang kelas
c. Membentuk kelompok belajar
berdasarkan hasil observasi
motivasi belajar siswa.
d. Melaksanakan kegiatan
pendahuluan
e. Melaksanakan kegiatan inti
sesuai sintaks pembelajaran
kooperatif tipe ‘Make and
Match’
f. Melaksanakan kegiatan
penutup

Adapun nilai-nilai dasar ASN yang


dapat diaktualisasikan pada
kegiatan ini adalah :
a. Komitmen mutu
Dalam pelaksanaan kegiatan
pembelajaran, guru harus
mengeefektifkan waktu
sehingga KBM berjalan sesuai
target waktu yang
dialokasikan. Variasi dalam
kegiatan pembelajaran yang

27
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
dirancang secara kreatif oleh
guru menghasilkan
pembelajaran yang efektif dan
efisien. Hal ini merupakan
wujud dari nilai komitmen
mutu.
b. Akuntabilitas
Nilai akuntabilitas tanggung
jawab terlihat ketika guru
mengkondisikan kesiapan
siswa untuk mengikuti seluruh
kegiatan belajar mengajar agar
kelas menjadi kondusif
sehingga pembelajaran dapat
terlaksana baik.Sebelum
memulai pembelajaran guru
menyampaikan tujuan dan
indikator pembelajaran kepada
siswa secara jelas. Sehingga
siswa termotivasi dalam
mengikuti pembelajaran.

c. Etika Publik
Memberikan pelayanan publik
merupakan salah satu fungsi
dari ASN. Dengan
melaksanakan pembelajaran
yang berpusat pada siswa,
kebutuhan layanan pendidikan
akan terpenuhi.

d. Anti Korupsi
Mewujudkan sikap anti
korupsi dengan ketepatan
waktu pelaksanaan
pembelajaran sesuai jadwal
yang berlaku di instansi.

28
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
4 Melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe ‘Numbered Head Together’
Pelaksanaan kegiatan a. Dokumentasi a. Terwujudnya Terlaksana
pembelajaran menggunakan proses pembelajaran
metode pembelajaran kooperatif pembelajaran yang efektif
tipe ‘Numbered Head Together’ b. Dokumen dan efisien
dan menggunakan media hasil serta
pembelajaran mahkota bernomor pembelajaran bermakna
yang menarik. Pembelajaran berupa hasil sesuai dengan
dilaksanakan berdasarkan perkerjaan karakteristik
karakteristik siswa agar lebih siswa. dan kebutuhan
bermakna. Langkah-langkah siswa
kegiatan pembelajaran kooperatif b. Meningkatnya
tipe ‘Numbered Head motivasi
Together’adalah sebagai berikut siswa dalam
a. Mempersiapkan alat dan bahan belajar
pembelajaran. c. Meningkatnya
b. Mengkondisikan penataan kepercayaan
ruang kelas diri siswa
c. Membentuk kelompok belajar dalam
berdasarkan hasil observasi menyampaika
motivasi belajar siswa. n pendapat.
d. Melaksanakan kegiatan
pendahuluan
e. Melaksanakan kegiatan inti
sesuai sintaks pembelajaran
kooperatif tipe ‘Numbered
Head Together’
f. Melaksanakan kegiatan
penutup

Adapun nilai-nilai dasar ASN yang


dapat diaktualisasikan pada
kegiatan ini adalah :
a. Komitmen mutu
Dalam pelaksanaan kegiatan
pembelajaran, guru harus
mengeefektifkan waktu
sehingga KBM berjalan sesuai
target waktu yang
dialokasikan. Variasi dalam

29
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
kegiatan pembelajaran yang
dirancang secara kreatif oleh
guru menghasilkan
pembelajaran yang efektif dan
efisien. Hal ini merupakan
wujud dari nilai komitmen
mutu.
b. Akuntabilitas,
Nilai akuntabilitas tanggung
jawab terlihat ketika guru
mengkondisikan kesiapan
siswa untuk mengikuti seluruh
kegiatan belajar mengajar agar
kelas menjadi kondusif
sehingga pembelajaran dapat
terlaksana baik.Sebelum
memulai pembelajaran guru
menyampaikan tujuan dan
indikator pembelajaran kepada
siswa secara jelas. Sehingga
siswa termotivasi dalam
mengikuti pembelajaran.

c. Etika publik
Memberikan pelayanan publik
merupakan salah satu fungsi
dari ASN. Dengan
melaksanakan pembelajaran
yang berpusat pada siswa,
kebutuhan layanan pendidikan
akan terpenuhi.

d. Anti korupsi
Mewujudkan sikap anti
korupsi dengan ketepatan
waktu pelaksanaan
pembelajaran sesuai jadwal
yang berlaku di instansi.

30
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
5 Melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe ‘Talking Stick’
Pelaksanaan kegiatan a. Dokumentasi a. Terwujudnya Terlaksana
pembelajaran menggunakan b. Dokumen pembelajaran
metode pembelajaran kooperatif hasil yang efektif
tipe ‘Talking Stick’ dan pembelajaran dan efisien
menggunakan media pembelajaran berupa hasil serta
yang menarik. Pembelajaran perkerjaan bermakna
dilaksanakan berdasarkan siswa. sesuai dengan
karakteristik siswa agar lebih karakteristik
bermakna. Langkah-langkah dan kebutuhan
kegiatan pembelajaran kooperatif siswa
tipe ‘Talking Stick’adalah sebagai b. Meningkatnya
berikut motivasi
a. Mempersiapkan alat dan bahan siswa dalam
pembelajaran. belajar
b. Mengkondisikan penataan c. Meningkatnya
ruang kelas kepercayaan
c. Membentuk kelompok belajar diri siswa
berdasarkan hasil observasi dalam
motivasi belajar siswa. menyampaika
d. Melaksanakan kegiatan n pendapat.
pendahuluan
e. Melaksanakan kegiatan inti
sesuai sintaks pembelajaran
kooperatif tipe ‘Talking Stick’
f. Melaksanakan kegiatan
penutup

Adapun nilai-nilai dasar ASN yang


dapat diaktualisasikan pada
kegiatan ini adalah :
a. Komitmen mutu
Dalam pelaksanaan kegiatan
pembelajaran, guru harus
mengeefektifkan waktu
sehingga KBM berjalan sesuai
target waktu yang
dialokasikan. Variasi dalam
kegiatan pembelajaran yang
dirancang secara kreatif oleh

31
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
guru menghasilkan
pembelajaran yang efektif dan
efisien. Hal ini merupakan
wujud dari nilai komitmen
mutu.
b. Akuntabilitas
Nilai akuntabilitas tanggung
jawab terlihat ketika guru
mengkondisikan kesiapan
siswa untuk mengikuti seluruh
kegiatan belajar mengajar agar
kelas menjadi kondusif
sehingga pembelajaran dapat
terlaksana baik.Sebelum
memulai pembelajaran guru
menyampaikan tujuan dan
indikator pembelajaran kepada
siswa secara jelas. Sehingga
siswa termotivasi dalam
mengikuti pembelajaran.

c. Etika publik
Memberikan pelayanan publik
merupakan salah satu fungsi
dari ASN. Dengan
melaksanakan pembelajaran
yang berpusat pada siswa,
kebutuhan layanan pendidikan
akan terpenuhi.

d. Anti korupsi
Mewujudkan sikap anti
korupsi dengan ketepatan
waktu pelaksanaan
pembelajaran sesuai jadwal
yang berlaku di instansi.

32
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
6 Melakukan penilaian harian dengan menggunakan permainan ‘ular tangga’
Setelah melaksanakan kegiatan a. Dokumentasi a. Diperolehnya Terlaksana
pembelajaran, hasil belajar siswa pelaksanaan data hasil
diukur melalui pelaksanaan penilaian belajar siswa
penilaian harian. Penilaian harian harian dengan yang
merupakan kegiatan yang tidak permainan akuntabel
disukai oleh siswa. Perlu langkah ‘ular tangga’ b. Meningkatnya
yang berbeda agar siswa b. Lembar motivasi
termotivasi dalam melaksanakan petunjuk siswa dalam
penilaian harian. Peserta permainan belajar
memodifikasi permainan ular ‘ular tangga’ c. Terlaksananya
tangga sebagai media pelaksanaan c. Daftar nilai tugas pokok
penilaian harian. Tahapan hasil evaluasi guru dalam
kegiatan penilaian harian dengan memberikan
menggunakan permainan ‘ular penilaian hasil
tangga’ adalah sebagai berikut belajar
a. Mempersiapkan bahan
evaluasi harian
b. Merancang tata cara
permainan ‘ular tangga’
c. Mendesain papan ‘ular
tangga’
d. Mencetak papan ‘ular tangga’
e. Melaksanakan permainan
‘ular tangga’

Adapun nilai-nilai dasar ASN yang


dapat diaktualisasikan pada
kegiatan ini adalah :
1. Akuntabilitas
Penilaian harian dilaksanakan
untuk mendapatkan data
tentang hasil belajar siswa.
Kejelasan data yang digunakan
harus dapat
dipertanggungjawabkan
2. Anti korupsi
Siswa diajarkan untuk
melaksanakan setiap kegiatan,
termasuk dalam bermain ular

33
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
tangga dengan penuh
kejujuran. Kejujuran juga
harus dipegang teguh oleh
ASN guru dalam memberikan
penilaian terhadap siswa sesuai
dengan hasil belajar setiap
siswa.

7 Melakukan pengamatan motivasi belajar siswa


Pengamatan motivasi belajar a. Hasil a. Mendapatkan Terlaksana
siswa dilakukan untuk observasi data yang
memperoleh data sebenarnya b. Jurnal sikap akurat dan
tentang motivasi belajar siswa pembelajaran. dapat
setelah dilaksanakannya c. Hasil dipertanggung
pembelajaran kooperatif. penilaian jawabkan
Pengamatan dilaksanakan capaian tentang
bersamaan dengan pelaksanaan peningkatan motivasi
pembelajaran kooperatif. Tujuan motivasi hasil belajar siswa
dilaksanakan pengamatan adalah belajar. b. Mendapatkan
untuk melihat sejauh mana data yang
pembelajaran kooperatif yang akurat dan
dilaksanakan dapat meningkatkan dapat
motivasi belajar siswa. Kegiatan dipertanggung
ini melalui beberapa tahapan, jawabkan
yaitu tentang
a. Mempersiapkan lembar perkembanga
observasi motivasi belajar n sikap belajar
siswa siswa
b. Melaksanakan observasi c. Terlaksananya
motivasi belajar siswa tugas pokok
c. Menulis jurnal pembelajaran. guru dalam
d. Penilaian capaian peningkatan memberikan
motivasi hasil belajar. penilaian hasil
belajar
Adapun nilai-nilai dasar ASNyang
dapat diaktualisasikan pada
kegiatan ini adalah :
Akuntabilitas
Kejelasan data yang digunakan
dalam setiap kegiatan harus dapat
dipertanggungjawabkan.

34
Capaian Keterangan
Kegiatan
Output Outcome
1 2 3 4
8 Memberikan penghargaan terhadap siswa
Pemberian penghargaan terhadap 1. Daftar nilai a. Meningkatnya Terlaksana
siswa dilaksanakan sebagai wujud 2. Kriteria motivasi
apresiasi guru terhadap usaha penghargaan siswa untuk
siswa dalam melaksanakan setiap 3. Piagam belajar
kegiatan pembelajaran. Kegiatan penghargaan b. Terwujudnya
ini bertujuan untuk meningkatkan 4. Dokumentasi sikap saling
motivasi siswa untuk berprestasi. penyerahan menghargai
Tahapan dalam kegiatan ini antara piagam prestasi orang
lain penghargaan lain
a. Mendata skor penilaian setiap
siswa
b. Menentukan kriteria
penghargaan
c. Memberikan piagam
penghargaan kepada siswa
dengan motivasi belajar, sikap
belajar, dan hasil belajar yang
baik.
Adapun nilai-nilai dasar ASN yang
dapat diaktualisasikan pada
kegiatan ini adalah :
a. Akuntabilitas
Seorang guru memiliki
tanggungjawab terhadap hasil
belajar peserta didik.
Pemberian penghargaan
terhadap siswa merupakan
wujud tanggung jawab guru
dalam memberikan penilaian
terhadap hasil belajar siswa.
b. Etika publik
Seorang ASN dituntut untuk
selalu meningkatkan
pelayanan. Memberikan
penghargaan terhadap prestasi
siswa merupakan salah satu
wujud dari etika publik yang
memperlihatkan keramahan
dalam pelayanan.

35
C. Kendala dan Solusi Pelaksanaan Kegiatan
Dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi dan habituasi tentunya tidak selalu
berjalan dengan mulus, ada beberapa kendala atau permasalahan yang terjadi. Namun
begitu, kendala yang terjadi dapat segera diatasi dan tidak mempengaruhi pelaksanaan
kegiatan aktualisasi dan habituasi yang telah direncanakan. Adapun kendala dan solusi
dalam mengatasi kendala tersebut selama kegiatan aktualisasi dan habituasi adalah sebagai
berikut
No Kegiatan Kendala yang Ditemui Solusi atas Permasalahan
1. Melakukan pendataan awal
- -
motivasi belajar siswa.
2. Merancang kegiatan Keterbatasan media Peserta/Guru merancang media
pembelajaran kooperatif. pembelajaran yang tersedia pembelajaran sendiri yang
di sekolah sederhana
3. Melaksanakan
pembelajaran kooperatif - -
tipe ‘Make a Match’
4. Melaksanakan
pembelajaran kooperatif
- -
tipe ‘Numbered Head
Together’
5. Melaksanakan Siswa masih malu-malu Peserta/ Guru memotivasi
pembelajaran kooperatif saat bernyanyi dengan siswa dengan memutarkan lagu
tipe ‘Talking Stick’ mengedarkan talking stick. anak sebagai pancingan untuk
memberikan suasana yang
lebih menarik sehingga siswa
tidak malu lagi dalam
bernyanyi.

6. Melakukan penilaian Pencetakan papan ular Mengundur pelaksanaan


harian dengan tangga tidak selesai sesuai penilaian harian dengan
menggunakan permainan waktu yang ditentukan menggunakan permainan ‘ular
‘ular tangga’ sebelumnya dikarenakan tangga’ pada subtema
hari libur nasional. berikutnya.
7. Melakukan pengamatan Kurangnya waktu dalam Peserta/guru mengisi lembar
motivasi belajar siswa menulis jurnal observasi dahulu saat
pembelajaran bersamaan melaksanakan kegiatan
dengan mengisi lembar pembelajaran, kemudian jurnal
observasi dan pembelajaran ditulis
melaksanakan kegiatan berdasarkan hasil observasi
pembelajaran saat pembelajaran berakhir.
8. Memberikan penghargaan
- -
terhadap siswa

36
D. Analisis Dampak
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi dan habituasi dalam mengoptimalkan
pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 5 di SD Pucung
tentunya memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan pendidikan di SD Pucung.
Gagasan inisiatif yang telah direalisasikan jika tidak diterapkan secara berkelanjutan
kaitannya dengan nilai-nilai dasar ASN(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, Anti Korupsi) dan kedudukan peran ASN(Manajemen ASN, Whole of
Government, dan Pelayanan Publik akan memberikan dampak yang negatif bagi
penyelenggaraan pendidikan di SD Pucung. Adapun dampak yang ditimbulkan pada setiap
kegiatan serta kontribusi hasil kegiatan terhadap visi-misi organisasi dan terhadap
penguatan nilai-nilai adalah sebagai berikut :
1. Melakukan pendataan awal motivasi belajar siswa.
Kegiatan pendataan awal motivasi belajar penting dilakukan untuk mendapatkan
data yang akurat dan akuntabel. Data yang akurat dan akuntabel diperlukan untuk
memberikan gambaran tentang keadaan yang sebenarnya berkaitan dengan motivasi
belajar siswa. Dengan demikian, kegiatan yang akan dirancang dapat sesuai dengan
kebutuhan dan karakteristik siswa itu sendiri. Sehingga pembelajaran yang akan
dirancang berikutnya dapat optimal dan tepat sasaran.
Data diambil melalui dua macam cara yaitu melalui konsultasi dengan kepala
sekolah sebagai atasan dan melaksanakan pengamatan secara lagsung untuk melihat
keadaan sebenarnya. Konsultasi dengan atasan penting dilaksanakan untuk
mendapatkan kesepakatan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan kedepannya. Hal
ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan sudah
mendapat persetujuan langsung dari atasan dan sudah sesuai dengan aturan yang ada di
dalam instansi. Konsultasi dengan pimpinan juga berdampak dalam penguatan nilai
organisasi yaitu peningkatan nilai integritas dan profesionalitas dalam mengerjakan
suatu kegiatan atau tugas yang diberikan.

Jika kegiatan konsultasi dengan atasan tidak dilaksanakan akan memberikan


dampak negatif karena ASN telah melanggar etika publik yang berlaku. Dampak negatif
yang ditimbulkan diantaranya dapat terjadi kesalahpahaman antara atasan dengan
bawahannya dalam melaksanakan setiap kegiatan. Selain itu, dapat terjadi bahwa
kegiatan yang sudah dilaksanakan ternyata tidak disetujui oleh atasan atau tidak sesuai
dengan aturan yang berlaku di dalam instansi. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap

37
perkembangan karir ASN itu sendiri bahkan dapat berdampak secara luas terhadap
instansi sehingga menimbulkan ketidakpercayaan atasan dalam hal ini pemerintah dan
masyarakat terhadap instansi.

Pengambilan data yang tidak melalui observasi secara langsung atau hanya
sekedar menggunakan data asal-asalan hanya akan menghasilkan data tidak sesuai
dengan kenyataan. Hal ini jelas bertentangan dengan nilai dasar ASN yaitu
akuntabilitas. Data yang diambil secara asal-asalan tidak dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya dan tidak memperlihatkan kejelasan data. Data yang tidak akurat dan
akuntabel dapat mengakibatkan kesalahan dalam menentukan langkah kegiatan yang
akan dilaksanakan. Misalnya saja dalam pengelompokan siswa, kelompok yang
terbentuk menjadi tidak heterogen sehingga akan menyulitkan pelaksanaan kegiatan
pembelajaran.

2. Merancang kegiatan pembelajaran kooperatif.


Setiap kegiatan pembelajaran, harus melalui kegiatan perancangan untuk
mendapatkan jaminan terselenggaranya pembelajaran yang sistematis dan berkualitas. Nilai
dasar akuntabilitas terlihat dalam kegiatan ini yaitu menghasilkan RPP yang sitematis
sehingga mengandung unsur kejelasan. Sehingga jika suatu saat guru ijin maka guru yang
menggantikannya akan mudah untuk melakukan pembelajaran.
Penyusunan RPP yang sesuai dengan silabus dapat memberikan kepercayaan dan
keyakinan kepada peserta didik, orangtua/ wali murid dan/atau stakeholders. Menyusun
kegiatan awal, inti, dan penutup mengacu pada model pembelajaran kooperatif merupakan
wujud nilai komitmen mutu inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu,
nilai komitmen mutu kreatif dalam menentukan metode sesuai dengan materi dan kebutuhan
siswa menghasilkan produk RPP yang berkualitas, efektif, efisien, dan sesuai dengan
kebutuhan siswa.
Dampak yang terjadi jika kegiatan ini tidak dilaksanakan diantaranya adalah guru
tidak memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, sehingga target pencapaian kompetensi tidak
akan tercapai. Pemilihan metode dan media pembelajaran yang kurang tepat juga dapat
menghambat daya serap siswa terhadap materi yang disampaikan, bahkan guru dapat
melakukan kesalahan dalam penyampaian materi. Disamping itu juga mengakibatkan
pembelajaran tidak berjalan sistematis dan tidak menarik sehingga motivasi siswa dalam
belajar tidak terbangun sehingga berdampak secara luas terhadap prestasi sekolah.

38
3. Melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe ‘Make a Match’
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran
kooperatif tipe ‘Make a Match’ dan menggunakan media pembelajaran kartu make a
match yang menarik. Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan karakteristik siswa
sehingga pembelajaran lebih bermakna dan membangkitkan motivasi siswa dalam
belajar. Pembelajaran dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan nilai dasar komitmen
mutu dengan mengeefektifkan waktu sehingga KBM berjalan sesuai target waktu yang
dialokasikan. Variasi dalam kegiatan pembelajaran yang dirancang secara kreatif oleh
guru menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien. Sebelum memulai
pembelajaran guru menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran kepada siswa
secara jelas. Sehingga siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.
Jika pembelajaran kooperatif tipe ‘Make a Match’ tidak dilaksanakan dengan
menghayati nilai-nilai dasar ASN, akan berdampak pada ketidakdisiplinan guru dalam
melaksanakan pembelajaran. Kurangnya inovasi pembelajaran mengakibatkan
kurangnya minat dan perhatian siswa terhadap kegiatan pembelajaran sehingga motivasi
belajar siswa menjadi rendah. Motivasi belajar yang rendah mengakibatkan hasil belajar
siswa menjadi tidak maksimal. Hal ini jelas berdampak pada pencapaian prestasi belajar
siswa khususnya dan prestasi sekolah pada umumnya.

4. Melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe ‘Numbered Head Together’


Pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran
kooperatif tipe ‘Numbered Head Together’ dengan menggunakan media makhota
bernomor berdampak positif dalam menarik perhatian dan minat siswa terhadap
kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan karakteristik siswa
sehingga pembelajaran lebih bermakna dan membangkitkan motivasi siswa dalam
belajar. Pembelajaran dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan nilai dasar komitmen
mutu dengan mengeefektifkan waktu sehingga KBM berjalan sesuai target waktu yang
dialokasikan. Variasi dalam kegiatan pembelajaran yang dirancang secara kreatif oleh
guru menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien. Sebelum memulai
pembelajaran guru menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran kepada siswa
secara jelas. Sehingga siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.
Jika pembelajaran kooperatif tipe ‘Numbered Head Together’ tidak
dilaksanakan dengan menghayati nilai-nilai dasar ASN, akan berdampak pada
ketidakdisiplinan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Kurangnya inovasi

39
pembelajaran tidak hanya mengakibatkan kurangnya minat dan perhatian siswa
terhadap kegiatan pembelajaran saja, namun juga berdampak pada kurangnya
kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan gagasan atau pendapatnya di depan kelas.
Dalam penerapakan kurikulum KTSP yang berlandaskan kurikulum 2013, siswa tidak
hanya dituntut pengetahuannya saja tetapi juga ketrampilannya. Ketrampilan siswa
yang tidak baik dalam menyampaikan gagasan atau pendapat mengakibatkan hasil
belajar siswa menjadi tidak maksimal. Hal ini jelas berdampak pada pencapaian prestasi
belajar siswa khususnya dan prestasi sekolah pada umumnya.

5. Melaksanakan pembelajaran kooperatif tipe ‘Talking Stick’


Pembelajaran kooperatif tipe ‘Talking Stick’ dilaksanakan berdasarkan
karakteristik siswa sehingga pembelajaran lebih bermakna dan membangkitkan
motivasi siswa dalam belajar. Pembelajaran dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan
nilai dasar komitmen mutu dengan mengeefektifkan waktu sehingga KBM berjalan
sesuai target waktu yang dialokasikan. Variasi dalam kegiatan pembelajaran yang
dirancang secara kreatif oleh guru menghasilkan pembelajaran yang efektif dan efisien.
Sebelum memulai pembelajaran guru menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran
kepada siswa secara jelas. Sehingga siswa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran.
Jika pembelajaran kooperatif tipe ‘talking stick’ tidak dilaksanakan dengan
menghayati nilai-nilai dasar ASN, akan berdampak pada ketidakdisiplinan guru dalam
melaksanakan pembelajaran. Kurangnya inovasi pembelajaran tidak hanya
mengakibatkan kurangnya minat dan perhatian siswa terhadap kegiatan pembelajaran
saja, namun juga berdampak pada kurangnya kepercayaan diri siswa dalam
menyampaikan gagasan atau pendapatnya di depan kelas. Dalam penerapakan
kurikulum KTSP yang berlandaskan kurikulum 2013, siswa tidak hanya dituntut
pengetahuannya saja tetapi juga ketrampilannya. Ketrampilan siswa yang tidak baik
dalam menyampaikan gagasan atau pendapat mengakibatkan hasil belajar siswa
menjadi tidak maksimal. Hal ini jelas berdampak pada pencapaian prestasi belajar siswa
khususnya dan prestasi sekolah pada umumnya. Prestasi belajar sekolah yang rendah
juga berdampak pada ketidakpercayaan siswa dan masyarakat terhadap
penyelenggaraan pendidikan di SD Pucung.

40
6. Melakukan penilaian harian dengan menggunakan permainan ‘ular tangga’

Dalam pembelajaran penilaian berfungsi sebagai alat untuk membantu mengungkap


kemampuan-kemampuan yang berada dalam diri siswa dan berfungsi sebagai indikator
keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Guna
mengetahui tercapai tidaknya suatu tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum, maka
dalam kegiatan pembelajaran diperlukan suatu penilaian. Oleh karena itu seorang pendidik
atau guru dituntut memiliki kemampuan dalam menyusun penilaian. Jika penilaian tidak
dilakukan, maka guru tidak mendapatkan data hasil belajar yang memiliki kejelasan. Selain
itu jika penilaian tidak dilakukan, maka kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan tidak
dapat dipertanggungjawabkan ketercapaiannya.

Merancang bentuk penilaian secara kreatif juga merupakan wujud komitmen mutu
untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta dapat menanamkan kejujuran pada
diri siswa sebagai wujud penanaman nilai dasar anti korupsi. Bentuk penilaian yang disusun
seperti bentuk penilaian yang sudah dilaksanakan berupa kumpulan soal-soal saja akan
mengakibatkan kurangnya minat dan motivasi siswa dalam melaksanakan penilaian. Siswa
akan cenderung malas melaksanakan penilaian dan merasa tegang saat menjawab soal-soal
yang diberikan. Ketegangan yang dirasakan siswa saat mengerjakan soal-soal penilaian
akan berdampak terhadap hasil penilaian. Dalam penyusunan soal, selain guru harus kreatif
dalam menyajikan bentuk soal, guru harus mengutamakan ketercapaian alat ukur yang akan
digunakan agar penilaian dapat memberikan data yang akuntabel.

7. Melakukan pengamatan motivasi belajar siswa


Untuk menunjukkan keefektifan pelaksanaan pembelajaran kooperatif dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa, maka harus dilakukan pengamatan secara
langsung. Sehingga terlihat data nyata tentang bagaimana motivasi belajar siswa
meningkat saat pembelajaran kooperatif berlangsung. Jika pengamatan tidak dilakukan,
maka peserta tidak dapat mengetahui secara jelas apakah kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan memberikan dampak terhadap perkembangan motivasi belajar siswa atau
tidak. Data perkembangan motivasi yang tidak memiliki kejelasan tidak dapat
dipertanggungjawabkan apalagi sebagai landasan atau bukti bahwa pembelajaran yang
dilaksanakan dapat berjalan secara optimal. Hal ini jelas berdampak pada
ketidakpercayaan masyarakat terhadap keberhasilan suatu model pembelajaran
kooperetaif yang dilaksanakan.

41
8. Memberikan Penghargaan terhadap Siswa
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran yang membutuhkan tenaga,
waktu, dan pikiran, siswa perlu diberikan apresiasi sebagai penghargaan atas perubahan
yang dilakukan siswa dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik. Penghargaan yang
diberikan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa untuk meningkatkan hasil belajar
dan sikap belajarnya. Hal ini merupakan wujud dari pelayanan publik seorang pendidik
terhadap peserta didiknya. Jika seorang guru tidak memberikan apresiasi terhadap
siswa, maka siswa kurang termotivasi dalam melaksanakan pembelajaran berikutnya.
Selain itu siswa juga tidak memiliki jiwa kompetitif untuk meningkatkan prestasi
dirinya. Siswa menjadi cenderung hanya puas dengan hasil belajarnya dan tidak
memiliki keinginan untuk mengembangkan kompetensinya Hal ini tentu berdampak
negatif terhadap siswa tersebut nantinya.

42
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Pembelajaran yang dilaksanakan di SD Pucung berjalan kurang efektif. Hal ini


terlihat dari kurangnya minat siswa terhadap kegiatan pembelajaran sehingga
memperlihatkan rendahnya motivasi siswa dalam belajar. Rendahnya motivasai belajar
siswa mengakibatkan hasil belajar siswa tidak maksimal sehingga berdampak pada prestasi
belajar di SD Pucung. Optimalisasi penerapan pembelajaran kooperatif yang bervariasi
diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswa dapat
maksimal.

Penerapan pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan di SD Pucung dalam


kegiatan habituasi berjalan efektif dan efisien dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Hal ini terlihat dari hasil pengamatan motivasi belajar siswa yang mengalami peningkatan
yang cukup signifikan dalam setiap kegiatan pembelajaran. Peningkatan motivasi belajar
siswa dalam satu kelas semula 47,12%meningkat menjadi 72,12% pada kegiatan
pembelajaran pertama, 72,88% pada kegiatan pembelajaran kedua, 73,65% pada kegiatan
pembelajaran ketiga, 75,73% pada kegiatan pembelajaran keempat, dan 78,85% pada
kegiatan pembelajaran kelima. Peningkatan motivasi belajar siswa memberikan dampak
peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata ketuntasan belajar 53,85% menjadi 84,77%.

Selama melaksanakan kegiatan aktualisasi dan habituasi, peserta mengacu pada


nilai-nilai dasar ASN, kedudukan, peran dan fungsi ASN dalam menjalankan setiap tugas-
tugas dan kewajiban dalam Instansi tempat bekerja. Dampak yang ditimbulkan apabila
nilai-nilai dasar ASN, kedudukan, peran dan fungsi ASN tidak diterapkan yaitu hilangnya
kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayananan pendidikan di SD Pucung.
Di samping itu, jika kegiatan yang telah diaktualisasikan tidak berlangsung secara
berkelanjutan, akan berdampak pada pelayanan pendidikan yang tidak berkualitas, efektif,
dan efisien.

43
B. Saran

Dalam menjaga kualitas pelayanan pendidikan yang optimal, maka perlu ada
upaya-upaya strategis yang dilakukan oleh seluruh stakeholder di instansi sesuai dengan
bidang tugasnya masing-masing. Beberapa saran yang penulis rekomendasikan sebagai
berikut :

1. Setiap ASN yang bekerja di SD Pucung harus menerapkan nilai-nilai dasar ASN,
kedududukan dan peran ASN dalam melaksanakan setiap tugasnya.
2. Nilai-nilai dasar ASN sebaiknya ditanamkan pada siswa untuk membentuk karakter
peserta didik yang bertanggungjawab, nasionalis, berintegritas, dan anti korupsi.
3. Perlu ada koordinasi antar rekan guru dalam menciptakan pembelajaran yang
menarik, inovatif, dan kreatif untuk menjamin mutu pendidikan nasional.

44
DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Diklat Prajabatan Golongan
III. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta :

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Nomor 5 Tahun


2014 tentang, Aparatur Sipil Negara. Kementrian Hukum dan Ham Republik
Indonesia.Jakarta.

Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Kementrian Hukum dan Ham Republik Indonesia.Jakarta

Republik Indonesia. 2018. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun
2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas
Sekolah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

Republik Indonesia. 2016. Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 21Tahun
2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Dasar CPNS Golongan III.
Jakarta.

SD Pucung. 2018. Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun Pelajaran 2018/2019. SD Pucung
Imogiri Bantul.

SD Pucung. 2018. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun Pelajaran


2018/2019. SD Pucung Imogiri Bantul.

45