Anda di halaman 1dari 3

MEGA AZZAHRA SINATRIO

XI MIPA 3
ABSEN 40

Sejarah Nabi Isa as

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat. Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman
dan islam yang Allah anugerahkan. Nikmat itu disyukuri dengan kita terus menambah ketakwaan kita
kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman,


َ‫َّللاَ َح َّق تُقَاتِ ِه َو ََل ت َ ُموت ُ َّن إِ ََّل َوأ َ ْنت ُ ْم ُم ْس ِل ُمون‬
َّ ‫يَا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا اتَّقُوا‬
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan
janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Siapa saja yang mensyukuri nikmat Allah, Dia akan menambah dengan nikmat-nikmat lainnya pula.
‫شك َْرت ُ ْم ََل َ ِزيدَنَّ ُك ْم‬
َ ‫لَئ ِْن‬
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Ingatlah siapa saja yang Allah beri petunjuk, tidak ada yang dapat menyesatkannya. Siapa saja yang Allah
sesatkan, tidak ada yang memberi petunjuk padanya.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada para sahabat dan istri-istri beliau yang tercinta
serta pada setiap pengikut beliau yang mengikuti beliau dengan baik hingga akhir zaman. Siapa yang
bershalawat pada Nabi sekali, maka Allah akan membalas shalawatnya sebanyak sepuluh kali,
maksudnya akan diberikan rahmat atau ampunan-Nya.

Para jama’ah rahimani wa rahimakumullah …

Kita semua mengenal Nabi Isa ‘alaihis salam yang termasuk Nabi yang punya mukjizat luar biasa.
Dengan izin Allah, beliau bisa menyembuhkan orang sakit, bahkan bisa menghidupkan yang mati. Nabi
Isa pun termasuk dalam Nabi ‘Ulul ‘Azmi.
Ada beberapa keyakinan tentang Nabi Isa ‘alaihis salam yang akan kami bahas dalam khutbah kali ini
yang perlu diketahui setiap muslim.
Keyakinan tersebut dimulai dari ayat,
‫اختَلَفُوا فِي ِه لَفِي ش ٍَّك مِ ْنهُ َما لَ ُه ْم بِ ِه مِ ْن ع ِْل ٍّم‬ ْ َ‫شبِهَ لَ ُه ْم َوإِ َّن الَّ ِذين‬
ُ ‫صلَبُوهُ َولَك ِْن‬ َ ‫َّللاِ َو َما قَتَلُوهُ َو َما‬
َّ ‫سو َل‬ َ ‫َوقَ ْو ِل ِه ْم إِنَّا قَت َْلنَا ْال َمسِي َح عِي‬
ُ ‫سى ابْنَ َم ْريَ َم َر‬
‫ب إِ ََّل لَيُؤْ مِ ن ََّن بِ ِه قَ ْب َل َم ْوتِ ِه َويَ ْو َم‬ ْ َ
ِ ‫) َوإِ ْن مِ ْن أ ْه ِل ال ِكت َا‬158( ‫يزا َحكِي ًما‬ ً ‫ع ِز‬ َّ َ‫َّللاُ إِلَ ْي ِه َو َكان‬
َ ُ‫َّللا‬ َّ ‫ع‬
َّ ُ‫) بَ ْل َرفَعَه‬157( ‫الظ ِن َو َما قَتَلُوهُ يَقِينًا‬ َ ‫إِ ََّل اتِبَا‬
)159( ‫ش ِهيدًا‬ َ ُ‫ْال ِقيَا َم ِة يَ ُكون‬
َ ‫علَ ْي ِه ْم‬
“Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul
Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh
ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham
tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak
mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka
tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah
mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada
seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari
kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa’: 157-159)

Dalam ayat di atas diceritakan oleh Allah bahwa Nabi ‘Isa tidaklah dibunuh oleh orang-orang Yahudi.
Orang Yahudi mengklaim telah membunuhnya dan hal ini pun dibenarkan oleh orang Nashrani. Namun
yang sebenarnya dibunuh adalah orang yang diserupakan dengannya. Sedangkan Isa sendiri diangkat oleh
Allah ke langit.
Nabi ‘Isa belumlah mati sebagaimana hal ini dikuatkan lagi dengan ayat-ayat dan hadits yang
menceritakan bahwa beliau akan turun di akhir zaman sebagaimana nanti akan kami sebutkan.
Ringkasnya, Isa bin Maryam belum mati. Namun beliau diangkat ke langit dan akan turun di akhir zaman
sebagai tanda datangnya kiamat kubro (kiamat besar).

Siapakah yang Diserupakan dengan Nabi Isa?

Yang sebenarnya diserupakan dengan Nabi Isa adalah murid beliau yang masih berusia muda dan setia
padanya. Bukti dari hal ini adalah sebuah cerita yang dibawakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma,
diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim (4/1110), An-Nasa’i dalam tafsirnya (611), dan Ath-Thobari (34066),
sanad riwayat ini hasan.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,


“Ketika Allah ingin mengangkat Isa -‘alaihis salam– ke langit, beliau pun keluar menuju para sahabatnya
dan ketika itu dalam rumah terdapat 12 orang sahabat Al-Hawariyyun. Beliau keluar menuju mereka dan
kepala beliau terus meneteskan air.
Lalu Isa mengatakan, “Sesungguhnya di antara kalian ada yang mengkufuriku sebanyak 12 kali setelah ia
beriman padaku.” Kemudian Isa berkata lagi, “Ada di antara kalian yang akan diserupakan denganku. Ia
akan dibunuh karena kedudukanku. Dia pun akan menjadi teman dekatku.”
Kemudian di antara para sahabat beliau tadi yang masih muda berdiri, lantas Isa mengatakan, “Duduklah
engkau.” Kemudian Isa kembali lagi pada mereka, pemuda tadi pun berdiri kembali. Isa pun mengatakan,
“Duduklah engkau.” Kemudian Isa datang lagi ketiga kalinya dan pemuda tadi masih tetap berdiri dan ia
mengatakan, “Aku, wahai Isa.”
“Betulkah engkau yang ingin diserupakan denganku?” ujar Nabi Isa. Kemudian pemuda tadi diserupakan
dengan Nabi Isa.
Isa pun diangkat melalui lobang tembok di rumah tersebut menuju langit. Kemudian datanglah
rombongan orang Yahudi. Kemudian mereka membawa pemuda yang diserupakan dengan Nabi Isa tadi.
Mereka membunuhnya dan menyalibnya. Sebagian mereka pun mengufuri Isa sebanyak 12 kali setelah
sebelumnya mereka beriman padanya. Mereka pun terpecah menjadi tiga golongan.
Kelompok pertama mengatakan, “Allah berada di tengah-tengah kita sesuai kehendak-Nya kemudian Dia
naik ke langit.” Mereka inilah Ya’qubiyah.
Kelompok kedua mengatakan, “Di tengah-tengah kita ada anak Allah sesuai kehendak-Nya kemudian ia
naik ke langit.” Mereka inilah Nasthuriyah.
Kelompok ketiga mengatakan, “Di tengah-tengah kita ada hamba Allah dan Rasul-Nya sesuai kehendak-
Nya kemudian ia naik ke langit.” Merekalah kaum muslimin.
Kelompok pertama dan kedua yang kafir akan mengalahkan kelompok ketiga yang muslim. Kelompok
yang muslim itu pun sirna, sampai Allah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Dalam ayat disebutkan,


َ ُ‫ب إِ ََّل لَيُؤْ مِ ن ََّن بِ ِه قَ ْب َل َم ْوتِ ِه َويَ ْو َم ْال ِقيَا َم ِة يَ ُكون‬
َ ‫علَ ْي ِه ْم‬
‫ش ِهيدًا‬ ِ ‫َوإِ ْن مِ ْن أ َ ْه ِل ْال ِكت َا‬
“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan
di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa’: 159)
Qatadah mengatakan maksud ayat ini adalah sebelum kematian Isa dan jika beliau turun ke muka bumi,
semua agama akan beriman pada beliau.
Ibnu Zaid mengatakan bahwa ketika Isa bin Maryam turun lagi ke bumi, ia akan membunuh Dajjal. Lalu
tidak akan tersisa lagi seorang pun Yahudi kecuali akan beriman padanya.