Anda di halaman 1dari 21

PENGARUH HANDPHONE DALAM PRESTASI BELAJAR

OLEH:

Mega Azzahra Sinatrio


40
XI MIPA 5

SMA NEGERI 1 MATARAM


2017/2018

1
MENGESAHKAN

GURU BAHASA INDONESIA

KELAS XI SMAN 1 MATARAM

Dra. Hj. SITI ROHANI

HALAMAN PENGESAHAN

NAMA: MEGA AZZAHRA SINATRIO

KELAS: XI MIPA 3

PROGRAM: TUGAS BAHASA INDONESIA

JUDUL: PENGARUH HANDPHONE DALAM PRESTASI BELAJAR

Karya ilmiah ini telah diuji dan dipertahankan di hadapan guru Bahasa Indonesia kelas XI
SMAN 1 MATARAM pada hari kamis, 5 april 2018.

GURU BAHASA INDONESIA

( )

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya
sehingga karya ilmiah ini bisa terselesaikan dengan sebaik mungkin yang berjudul
“Pengaruh Handphone Terhadap Prestasi Belajar Siswa”.
Secara garis besar isi penelitian ini adalah pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh
handphone tehadap prestasi siswa serta bagaimana cara mengantisipasi dampak tersebut
sehingga akan menciptakan dampak yang baik tehadap prestasi siswa.
Adapun keunggulan mengantisipasi dampak buruk dari handphone itu sendiri adalah
menciptakan hidup yang terarah serta membuat taraf hidup kita menjadi meningkat dan lebih
baik untuk kedepannya
Ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan
krya ilmiah ini, terutama kepada guru pembimbing yang telah membimbing dari awal hingga
pada akhirnya karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik
Kritik dan saran sangatlah diharapkan dari pembaca demi kesempurnaan karya ilmiah
ini dimasa mendatang.
Mataram, 1 april 2018

Penulis,

3
DAFTAR ISI
JUDUL KARYA ILMIAH……………………………………………….…………… 1

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………… 2

KATA PENGANTAR.................................................................................................... 3

DAFTAR ISI................................................................................................................... 4

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................................. 5

1.2 Rumusan Masalah....................................................................................................... 5

1.3 Tujuan Penelitian........................................................................................................ 5

1.4 Manfaat Penelitian...................................................................................................... 6

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian................................................................................................................... 7

2.2 Hipotesis..................................................................................................................... 10

BAB III METODE PENELITIAN


3.1 Jenis Penelitian........................................................................................................... 11

3.2 Lokasi dan Waktu penelitian...................................................................................... 11

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian ................................................................................. 11

3.4 Metode Pengumpulan Data………………………………………………………..... 11

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil............................................................................................................................. 12

4.2 Pembahasan ................................................................................................................. 15

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan................................................................................................................... 19

5.2 Saran………………………………………………………………………………….. 19

LAMPIRAN……………………………………………………………………………… 20

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... 21

4
Pengaruh handphone terhadap prestasi belajar di sekolah

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, handphone atau ponsel bukanlah barang asing
bagi siapapun. Bahkan, anak-anak kecil pun sudah banyak yang bermain dengan handphone.
Anak-anak ini sebagai siswa di sekolah, memiliki kewajiban untuk belajar. Lalu
adakah pengaruh handphone terhadap prestasi belajar siswa?
Handphone adalah tekhnologi yang diciptakan oleh manusia untuk mempermudah
komunikasi. Saat ini handphone sudah beragam macamnya, walau fungsi utamanya
adalahuntuk menelepon/berbicara jarak jauh, fitur handphone sudah banyak berkembang.
Mulai dari penambahan fitur kamera, MP3, bahkan jaringan internet.Kemajuan teknologi
komunikasi telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, secara khusus juga
bermanfaat bagi dunia pendidikan terutama dalam proses pembelajaran, baik dalam proses
perencanaan pembelajaran, pengelolaan pembelajaran serta penilaian pembelajaran. Produk
teknologi yang saat ini lagi marak adalah handphone mampu memperpendek jarak yang jauh,
sehingga dapat saling berkomunikasi pada saat bersamaan dan kapan saja. HP banyak
membantu komunikasi antar individu dan bahkan antar kelompok dengan berbagai fasilitas
layanan yang disediakan jasa telekomunikasi.Penggunaan HP dalam dunia pendidikan
merupakan sebuah hal yang tabu. Ada yang setuju dan tidak setuju tentang haruskah sekolah
melarang murid-muridnya untuk membawa hp ke sekolah.
1.2 RUMUSAN MASALAH

Masalah yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini:


1.Bagaimana pengaruh penggunaan HP terhadap prestasi belajar siswa?
2.Seberapa besarkah pengaruh penggunaan hp terhadap prestasi belajar?
3.Apa dampak positif dan negatif dari penggunaan HP?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

1.Untuk mengetahu ipengaruhpenggunaan HP terhadap prestasi belajar siswa


2.Untuk mengetahuiseberapabesardampak pengaruh HP
terhadapprestasibelajarsiswa
3.Untuk mengetahui dampak positik dan negatif yang ditimbulkan dari
penggunaan hp

5
1.4 MANFAAT PENELITIAN

1.Menambah referensi, memperluas wawasan


2.Mendapatkan informasi tentang bagaimana cara penggunaaan hp yang baik
3.Memberi infomasi kepada orang tua maupun pelajar akan dampak penggunaan hp

1.5 RUANG LINGKUP

Ruang lingkup memberikan batasan demi terciptanya penguasaan materi atau fokus dalam
penulisan karya tulis ilmiah ini. Batasan atau Ruang Lingkup permasalahan dalam pembuatan
tugas ini menitik berat kan pengaruh penggunaan terhadap prestasi belajar di sekolah. Hal ini
dimaksudkan agar terciptanya penguasaan konsep materi yang penulis buat.

6
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 PENGERTIAN

Telepon genggam atau Handphone adalah sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang
mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon fixed line sehingga konvesional
namun dapat dibawa kemana-mana ( portable ) dan tidak perlu disambungkan dengan
jaringan telepon menggunakan kabel ( nirkabel, wireless ).Generasi pertama system selular
Analog yaitu AMPS ( Advance Mobile Phone Service ). Versi dari AMPS dikenal sebagai
Narrowband Advance Mobile Phone Service ( NAMPS ) yang menggabungkan teknologi
digital, sehingga system ini dapat digunakan untuk membawa tiga kali lebih besar kapasitas
pada setiap panggilan versinya. Pada tahun 1981 muncul NMT ( Nordic Mobile Telephone
System ). Pada tahun 1982 muncullah GSM ( Global System For Mobile Communination
).Pada tahun 1990 jaringan Amerika Utara bergabung membentuk standarisasi IS-54B
dimana standarisasi ini adalah yang pertama kali menggunakan dual mode seluler
berdasarkan teknik penyebaran spectrum untuk meningkatkan kapasitas yang disebut IS-95.
Dengan menggunakan protocol AMPS sebagai defaultnya, akan tetapi mempunyai cara kerja
SEC. Normal yang berbeda dengan analaog selular serta lebih canggih dibanding IS-54.Pada
awalnya disebutkan bahwa yang menggunakan teknologi sistem Code Division Multiple
Access ( CDMA ) secara digital akan meningkatkan kapasitas hingga 10 sampai 20 kali pada
sistem selularnya. Meskipun konsep tersebut mengedankan hal inilah yang menjadikan
sistem berdasarkan CDMA menjadi metode transmisi pilihan pada pemasangan-pemasangan
baru di atas sistem CDMA. Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu GSM
dan CDMA tetapi sekarang ada era generasi baru Handphone yaitu era generasi ke-3 ( 3G ).
Dimana generasi ini telah merambah ke layanan internet secara wireless.1.David Wood,
sebagai seorang Wakil Presiden dari Eksekutif PT Symbian mengungkapkan jika smartphone
adalah sutuu jenis ponsel atau Hp cerdas yang dapat dibedakan dengan jenis alat
telekomunikasi biasanya, yakni baginama proses pemdibuatannya dan proses melakukannya
lakukan.2. Williams dan Sawyer (2011), menurutnya definisi smartphone adalah telepon
selular dengan menggunakan berbagai layanan seperti, memori, layar, mikroprosesor, dan
modem bawaan. 3.Ridi Ferdiana (2008), menurutnya pengertian smartphone secara
umum adalah jenis perangkat ponsel yang banyak fitur-fitur dari ponsel biasanya, sehingga
smartphone selain dapat digunakan sebagai alat telekomunikasi juga dapat dipergunakan
sebagai bisnis (enterpreneur) 4.Wikipedia, dalam situs ini memberikan pandangan
jika smartpone adalah suatu jenis telepon genggam yang memiliki berbagai kemampuan bagi
penggunannya, hal ini lantaran smartphone dinilai bekerja menggunakan perangkat-perangkat
lunak mengenai sistem operasi yang melebihi standar
Sedangkan prestasi belajar adalahserangkaian kalimat yang terdiri dari dua kata, yaitu
prestasi dan belajar, dimana kedua kata tersebut saling berkaitan dan diantara keduanya
mempunyai pengertian yang berbeda. Oleh sebab itu, sebelum mengulas lebih dalam tentang
prestasi belajar, terlebih dahulu kita telusuri kata tersebut satu persatu untuk mengetahui apa
pengertian prestasi belajar itu. Menurut Djamarah prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan
yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun kelompok. Prestasi itu tidak
mungkin diacapai atau dihasilkan oleh seseorang selama ia tidak melakukan kegiatan dengan
sungguh-sungguh atau dengan perjuangan yang gigih. Dalam kenyataannya untuk

7
mendapatkan prestasi tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi harus penuh
perjuangan dan berbagai rintangan dan hambatan yang harus dihadapi untuk mencapainya.
Hanya dengan keuletan, kegigihan dan optimisme prestasi itu dapat tercapai.
Para ahli memberikan interpretasi yang berbeda tentang prestasi belajar, sesuai dari sudut
pandang mana mereka menyorotinya. Namun secara umum mereka sepakat bahwa prestasi
belajar adalah “hasil” dari suatu kegiatan Wjs. Poerwadarminta berpendapat bahwa prestasi
adalah hasil yang telah dicapai (dilakuakan, dikerjakan dan sebagainnya), sedangkan menurut
Mas’ud Hasan Abdul Qohar berpendapat bahwa prestasi adalah apa yang telah diciptakan,
hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang memperolehnya dengan jalan keuletan,
sementara Nasrun Harahap mengemukakan bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan
tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan
pelajaran yang disajikan kepada mereka serta nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum.
Dari beberapa definisi diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi adalah hasil dari
suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati, yang memperoleh
dengan jalan keuletan kerja, baik secara individu maupun kelompok dalam bidang tertentu.
Sementara belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri seseorang berkat
pengalaman dan pelatihan, dimana penyaluran dan pelatihan itu terjadi melalui interaksi
antara individu dan lingkungannya, baik lingkungan alamiah maupun limgkungan
social. (Hamalik. Manajemen Belajar di Perguruan Tinggi Bandung : Sinar Baru.1991.hlm
16) Menurut Sardiman A.M belajar sebagai rangkaian kegiatan jiwa-raga, psiko-fisik menuju
ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa,
ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. (Sardiman. Interaksi dan Motivasi Mengajar. Jakarta
: Raja Grafindo Persada.1994 hlm 22-23)
Menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang merubah sifat stimulasi
lingkungan, melewati pengolahan tentang informasi menjadi kapabilitas baru. (Dimyati dan
Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta. 1999 Hlm 10) Belajar
merupakan kegiatan yang kompleks dan hasil dari belajar itu dapat berupa kapabilitas baru.
Artinya, setelah seseorang belajar maka ia akan mempunyai keterampilan, pengetahuan,
sikap dan nilai sebagai akibat dari proses belajar tersebut. Timbulmya kapabilitas tersebut
adalah stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh orang
yang belajar.
Menurut Hilgard dan Bower belajar berhubungan dengan tingkah laku seseorang terhadap
situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamanya yang berulang-ulang dalam situasi
tertentu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecenderungan
respon pembawaan, kematangan atau keadaan-keadaan sesaat seseorang.
Gagne, dalam buku The Conditions of Learning menyatakan bahwa: “Belajar terjadi apabila
suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa
sehingga perbuatannya berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu kewaktu sesudah
ia mengalami situasi tadi.”
Menurut Morgan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku
yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan dan pengalaman. Witherington juga
mengemukakan belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan diri
sebagai suatu pola baru dari reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau

8
suatu pengertian.

Dari definisi diatas, dapat dikemukakan adanya beberapa elemen penting yang mencirikan
pengertian tentang belajar, yaitu bahwa:
 Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat
mengarah pada perubahan tingkah laku yang lebih baik, tetapi ada juga kemungkinan
mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
 Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalaui latihan atau pengalaman
dan perubahan itu relatif menetap.
 Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek
kepribadian, baik fisik maupun psikis.
Hakekat belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri
seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dengan berbagai bentuk
seperti berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah lakunya, keterampilan,
kecakapan dan kemampuannya, dan aspek-aspek lain yang ada pada individu tersebut.
Setelah menelusuri definisi dari prestasi dan belajar, maka dapat diambil kesimpulan
bahwa prestasi pada dasarnya adalah hasil yang diperoleh dari suatu aktivitas. Sedangkan
belajar adalah suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan dalan diri individu, yaitu
perubahan tingkah laku. Dengan demikian, prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh
berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari
aktivitas dalam belajar.

Dampak positif:
a.Mempermudah komunikasi (Melakukan komunikasi dengan orang tua).Peran ini memang
vital terutama bagi siswa yang relatif jauh rumahnya dari sekolah dan ada kendala
transportasi. Untuk itu peranan HP sangat penting sekali untuk memastikan kapan dan kapan
jemputan diperlukan. b.Mencari informasi IPTEK lewat internet, hal ini dimungkinkan
dengan penemuan seri HP canggih generasi 3G yang memberikan kesempatan penggunanya
untuk browsing internet lewat Handphone c.Memperluas jaringan persahabatan dengan
mengakses jejaring sosial yang bisa kita dapatkan dengan mendownload aplikasi java yang
sesuai dengan handphone kita. d.Mempermudah kegiatan belajar, handphone
yang dilengkapi feature seperti Document Viewer dapat membantu pelajar dalam
mempelajari materi dalam bentuk ebook atau pdf secara portable dengan mudah.
e.Membantu pelajar untuk berlatih English conversation dengan format Mp3 atau Mp4.

Dampak negatif:
a.Konsentrasi belajar menurunKonsentrasi terhadap pelajaran menjadi berkurang karena lebih
mementingkan HP mereka yang digunkan untuk ber-sms sama teman maupun membalas sms
dari teman. Terlebih lagi sekolah yang memiliki pengawasan yang kurang ketat sehingga para
siswa memiliki waktu luang untuk ber-sms. Waktu belajar pun banyak digunakan untuk
bermain handphone ataupun bersmsan, selain itu waktu malam hari yang biasanya dahulu
digunakan para pelajar untuk belajar sekarang malah digunakan telepon-teleponan dan
bersmsan. b.Bermain game saat guru menjelaskan

9
pelajaran merupakan bukti nyata bahwa HP mudah mengalihkan perhatian peserta didik
terhadap pelajaran. c.Mengganggu Perkembangan
Anak Fitur-fitur yang tersedia di HP seperti kamera, games, gambar, dan fasilitas yang lain,
mudah mengalihkan perhatian siswa dalam menerima pelajaran di sekolah (kelas).
d.Pengeluaran menjadi bertambah / borosDengan anggaran orang tua yang serba minim para
siswa memaksa orang tuanya untuk dapat dibelikan HP. Belum lagi para pelajar setelah itu
harus meminta uang kepada orangtua untuk membeli pulsa setip bulan bahkan setiap hari.
Apalagi dengan canggihnya handphone-handphone zaman sekarang yang bisa dengan
mudahnya berselancar di dunia maya itu pun berpengaruh dengan pengeluaran yang menjadi
bertambah Dari yang biasanya habis pulsa lima puluh ribu perbulan menjadi lebih dari
seratus ribu rupiah agar bisa menikmati akses internet dan akses jejaring sosial tanpa batas
pemakaian. Hp yang dipakai pun semakin canggih dan semakin sering diisi baterainya
sehingga akan lebih boros listrik.Kebanyakan pelajar sekarang itu tidak mempunyai buku
dengan alasan tidak punya uang, tetapi dibalik itu kalau urusan “ membeli pulsa “ tidak ada
kata : “ tidak punya uang “.

HIPOTESIS
Berdasarkan uraian diatas penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut.
1.Penggunaan HP sangatmembantu siswa dalam menyelesaikan tugas.
2.Penggunaan HP menambah referensi,memperluas wawasankarena HP menawarkancara
yang lebihpraktisdalambelajar, dapatmengaksesinformasikapanpundandimanapun.

10
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 JENIS PENELITIAN


Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif, kualitatif adalah riset yang bersifat
deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan
makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Sesuai dengan
pengertian tersebut penulis menganalisis data dengan menggunakan pendekatan induktif.

3.2 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN


Lokasi: SMAN1 Mataram
Waktu: Saat istirahat/pulang sekolah

3.3 POPULASI DAN SAMPEL PENELITI


-Populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri yang sama (spesies) yang hidup di
tempat yang sama dan memiliki kemampuan bereproduksi di antara sesamanya. Konsep
populasi banyak dipakai dalam ekologi dan genetika. Ekologiwan memandang populasi
sebagai unsur dari sistem yang lebih luas. Populasi suatu spesies adalah bagian dari
suatu komunitas. Selain itu, evolusi juga bekerja melalui populasi. Ahli-ahli genetika, di sisi
lain, memandang populasi sebagai sarana atau wadah bagi pertukaran alel-alel yang dimiliki
oleh individu-individu anggotanya. Dinamika frekuensi alel dalam suatu populasi menjadi
perhatian utama dalam kajian genetika populasi.
Dalam penelitian ini saya mewawancarai beberapa siswa/siswi SMAN 1 Mataram.
-Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu
pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri
Dalam penelitian ini saya mengambil sampel dengan mewawancarai beberapa siswa dan
siswi SMAN 1 mataram kelas XI mipa 3

3.4 METODE PENGUMPULAN DATA


Saya menggunakan 1 cara dalam pengumpulan data, yaitu:
- Menyebarkan Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis
pula oleh responden. Angket merupakan sebuah pertanyaan-pertanyaan yang tertulis
yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden tentang diri pribadi atau
hal-hal yang mereka ketahui.

11
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Menurut anda, apakah Handphone merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi ?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 24 68%

Tidak 11 32%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.1

2. Apakah Orang tua anda mengizinkan anda menggunakan Handphone di sekolah

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 28 80%

Tidak 9 20%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.2

12
3. Apakah pada saat belajar di rumah handphone anda di Nonaktifkan?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 4 11%

Tidak 31 89%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.3

4. Apakah anda sering menggunakan handphone pada saat jam pelajaran di sekolah?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 22 63%

Tidak 13 37%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.4

5. Apakah penggunaan handphone membuat anda merasa malas belajar?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 23 66%

Tidak 12 34%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.5

13
6. Apakah anda merasa adanya pengaruh positif setelah menggunakan handphone ?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 33 94%

Tidak 2 6%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.6

7. Apakah anda pernah merasa adanya pengaruh negatif dalam

penggunaan handphone?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 26 74%

Tidak 8 36%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.7

8. Apakah handphone merupakan salah satu alat motivasi belajar anda?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 19 54%

Tidak 16 46%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.8

14
9. Menurut anda, apakah ada cara yang efektif untuk mengurangi kebiasaan
menggunakan handphone?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 22 63%

Tidak 13 37%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.9

10. setujukah anda dengan adanya larangan membawa handphone ke sekolah ?

Jawaban Jumlah (Frekuensi) Persentase

Ya 0 0%

Tidak 35 100%

Tidak menjawab 0 0%

Jumlah 35 100%

Tabel 4.10
4.2 PEMBAHASAN

1. Handphone sebagai kebutuhan

Dari data hasil penelitian pada soal No. 1, yaitu mengenai handphone merupakan

kebutuhan.Hasil dari data tersebut menunjukkan bahwa 68% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN

1 MATARAM yang setuju bahwa handphone merupakan suatu kebutuhan yang harus

terpenuhi sedangkan 30 % siswa/siswi SMA NEGERI 9 MAKASSAR yang setuju bahwa

handphone merupakan suatu kebutuhan yang tidak harus terpenuhi.hal ini menunjukkan

bahwa handphone juga merupakan salah satu hal yang sangat di butuhkan.

15
2. Izin penggunaan handphone dari orang tua di sekolah

Dari data hasil penelitian pada soal No. 2, yaitu mengenai Izin penggunaan handphone dari

orang tua di sekolah dari data diperoleh bahwa 80% dari orang tua siswa/siswi XI MIPA 3

SMAN 1 MATARAM mengizinkan penggunaan handphone di sekolah dan 20% orangtua

siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM tidak mengizinkan penggunaan handphone di

sekolah. Yang menunjukkan bahwa sebagian orang tua menginginkan anaknya lebih serius

belajar karena sebagian anak kadang lebih memilih memainkan handphone di bandingkan

memperhatikan guru yang sedang mengajar.

3. Penonaktifan handphone saat belajar di rumah

Dari data hasil penelitian pada soal No. 3, yaitu mengenai penonaktifan handphone saat

belajar di rumah dari data di peroleh bahwa 11% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1

MATARAM menonaktifkan handphone mereka saat belajar di sekolah dan 89% siswa /siswi

XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM tidak menonaktifkan handphone mereka saat sedang

belajar.

4. Penggunaan handphone saat jam pelajaran

Dari data hasil penelitian pada soal No. 4, yaitu mengenai Penggunaan handphone saat jam

pelajaran,menunjukkan bahwa 63% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM sering

menggunakan handphone saat jam pelajaran dan 37% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1

MATARAM tidak menggunakan handphone saat jam pelajaran.

5. Hubungan penggunaan handphone dengan rasa malas belajar

Dari data hasil penelitian pada soal No. 5, yaitu mengenai Hubungan penggunaan handphone

dengan rasa malas belajar,sebanyak 66% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM

merasa malas belajar karena menggunakan handphone dan 36% siswa/siswi XI MIPA 3

SMAN 1 MATARAM tidak merasa malas belajar ketika menggunakan handphone.

16
6. Pengaruh positif penggunaan handphone

Dari data hasil penelitian pada soal No. 6, yaitu mengenai Pengaruh positif penggunaan

handphone,bahwa 94% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM merasa bahwa

handphone memiliki dampak yang positif bagi mereka dan 6% siswa/siswi XI MIPA 3

SMAN 1 MATARAM merasa handphone tidak memiliki dampak positif bagi mereka, hal ini

menunjukkan bahwa handphone memiliki plus minus dalam penggunaan misalnya saja

dampak positif yang di dapatkan bahwa dengan menggunakan handphone beberapa siswa

dapat menyelesaikan tugas mereka baik melalui bertukar pendapat melalui pesan singkat

bersama teman ataupun membuka beberapa aplikasi internet yang terkadang tersedia di

handphone seperti misalnya google yang menyimpan banyak informasi yang dapat membantu

para siswa dalam menyelesaikan tugas mereka.

7. Pengaruh negatif penggunaan handphone

Dari data hasil penelitian pada soal No. 7, yaitu mengenai Pengaruh negatif penggunaan

handphone,bahwa 74% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM merasa handphone

memiliki dampak negatif dan 36% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM merasa

handphone tidak memiliki dampak negatif. hal ini menunjukkan bahwa handphone memiliki

plus minus dalam penggunaan misalnya saja beberapa siswa malas belajar ketika

menggunakan handphone.

8. Handphone sebagai salah satu motivasi belajar

Dari data hasil penelitian pada soal No.8, yaitu mengenai Handphone sebagai salah satu

motivasi belajar, Hasil dari data tersebut menunjukkan bahwa 54% siswa/siswi XI MIPA 3

SMAN 1 MATARAM mengungkapkan bahwa handphone juga merupakan salah satu alat

motivasi belajar mereka. Sedangkan 46 % siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM


mengungkapkan bahwa handphone bukan alat motivasi belajar mereka.

17
9. Cara efektif untuk mengurangi kebiasaan menggunakan handphone

Dari data hasil penelitian pada soal No. 9, yaitu mengenai Cara efektif untuk mengurangi

kebiasaan menggunakan handphone, bahwa 63% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1

MATARAM mengatakan bahwa ada beberapa cara untuk mengurangi kebiasaan

menggunakan handphone. Seperti menonaktifkannya saat belajar dan kembali

mengaktifkannya ketika sedang istirahat dan pulang.dan 23% siswa mengatakan bahwa tidak

ada cara untuk mengurangi kebiasaan mereka menggunakan handphone.

10. Larangan membawa handphone ke sekolah

Dari data hasil penelitian pada soal No. 10, yaitu mengenai Larangan membawa handphone

ke sekolah,bahwa 0% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1 MATARAM setuju dengan adanya

larangan membawa handphone ke sekolah dan 100% siswa/siswi XI MIPA 3 SMAN 1

MATARAM tidak setuju dengan adanya larangan membawa handphone ke sekolah.

18
BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian penulis dengan menggunakan teknik kajian kepustakaan,

maupun kegiatan lapangan yang meliputi kuisioner dan pengamatan secara langsung maka

didapatkan kesimpulan yaitu siswa kelas XI MIPA 5 SMAN1 MATARAM berpendapat

bahwa Handphone cukup menunjang terhadap prestasi belajar siswa.

5.2 SARAN

Sehubungan dengan masalah yang dikemukakan dalam karya ilmiah ini, maka penulis

menyarankan sebagai berikut :

Perlunya peningkatan peraturan sekolah mengenai penggunaan handphone di area sekolah

khususnya di dalam kelas karena sangat berpengaruh terhadap karakter siswa dan aqidah

siswa serta prestasi belajar siswa.

19
LAMPIRAN

1. Menurut anda, apakah Handphone merupakan kebutuhan yang harus terpenuhi

2. Apakah Orang tua anda mengizinkan anda menggunakan Handphone di sekolah

3. Apakah pada saat belajar di rumah handphone anda di Nonaktifkan?

4. Apakah anda sering menggunakan handphone pada saat jam pelajaran di

sekolah?

5. Apakah penggunaan handphone membuat anda merasa malas belajar?

6. Apakah anda merasa adanya pengaruh positif setelah

menggunakan handphone ?

7. Apakah anda pernah merasa adanya pengaruh negatif dalam

penggunaan handphone?

8. Apakah handphone merupakan salah satu alat motivasi belajar anda?


9. Menurut anda, apakah ada cara yang efektif untuk mengurangi kebiasaan
menggunakan handphone?

10. setujukah anda dengan adanya larangan membawa handphoneke sekolah ?

20
DAFTAR PUSTAKA

http://rana08.wordpress.com/2008/10/06/sejarah-dan-perkembangan-handphone/

www.google.com

http://20540759.siap-sekolah.com/2013/05/15/handphone-dan-pengaruhnya-terhadap-
prestasi-di-sekolah

http//www.wordpress.com/pengaruh handphone/terhadap-pembelajaran

http//www.wikipedia.com

21