Anda di halaman 1dari 1

Press Release

Dirum RSHS : “ Pelayanan Normal, RSHS Masih Survive “

Terkait dengan berita yang dimuat di Jabar Ekspress berjudul “ RSHS Kolaps ?, Cibabat Nganjuk”,
Direktur Umum dan Operasional RSHS menyampaikan beberapa klarifikasi yaitu :

Pertama, tidak benar RSHS mengalami kolaps karena klaim pembayaran dari Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak kunjung cair. Adanya keterlambatan pembayaran piutang dari BPJS ini
tidak menyebabkan RSHS kolaps karena pada kenyataannya sampai saat ini pelayanan di RSHS terus berjalan
normal, tidak ada penghentian dan tidak ada penundaan pelayanan yang berakibat tidak adanya suplai dari
alat medis siap pakai dan lain-lain dari suplier. Kalaupun RSHS mempunyai utang kepada para suplier, selama
ini manajemen RSHS selalu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan suplier tersebut dan melakukan
penjadwalan pembayaran hutang.

Kedua, apa yg disampaikan oleh koran tersebut dalam artikel “ RSHS Kolaps?, Cibabat Nganjuk”,
belum dilakukan pengecekan terhadap otoritas. Bila ingin menulis berita tentang hal ini, seharusnya
wartawan bertanya langsung kepada pejabat yang berwenang di RSHS sehingga prinsip cover both side
terpenuhi. Sesuai dengan aturan rumah sakit, yang bisa memberikan konfirmasi terkait adalah direksi RSHS,
pejabat Humas, dan pejabat lainnya yang telah ditunjuk oleh rumah sakit. Dalam masalah ini, nara sumber
tidak bisa hanya orang per orang/ personal yang tidak ditunjuk oleh pihak RSHS.

Ketiga, memang BPJS berhutang pada RSHS dan hal ini juga terjadi pada rumah sakit lain. Karena
RSHS adalah rumah sakit yang besar, maka hutang BPJS pada RSHS pun mungkin lebih besar namun meskipun
demikian hal tersebut tidak sampai menyebabkan penghentian pelayanan di RSHS. Adapun bila terjadi
lamanya daftar tunggu pasien atau pasien belum terlayani, ini disebabkan karena kurangnya kapasitas
ruangan di RSHS yang terbatas karena tidak sebanding dengan jumlah pasien yang lebih banyak. Perlu
diingatkan kembali bahwa RSHS merupakan rumah sakit top referral atau rujukan tertinggi bertipe A dan juga
merupakan rumah sakit pendidikan oleh karena itu RSHS selalu mengedepankan pelayanan. Jadi sekali lagi
pelayanan tetap berjalan normal seperti biasa dan kedepannya RSHS akan selalu melakukan perbaikan sarana
prasarana dan mengoptimalisasi semua set-aset yang dipunyai.

Keempat, Untuk hal-hal yang berkaitan dengan cash flow rumah sakit, manajemen RSHS mempunyai
data dan faktanya, kondisinya keuangan kami tidak separah yang diberitakan di Koran Jabar Ekspress
tersebut. RSHS masih survive.

Demikian beberapa poin penting yang perlu disampaikan berkaitan dengan artikel yang dimuat di
Jabar Ekspress berjudul “RSHS Kolaps?, Cibabat Nganjuk”. Direksi RSHS akan segera berkomunikasi dan
melakukan pertemuan dengan pihak Jabar Ekspress untuk mengonfirmasi yang tertulis di artikel koran
tersebut. Harapan kami, untuk kedepannya Jabar Ekspress perlu melihat kembali aturan dalam penulisan dan
penyampaian informasi dalam kaidah jurnalistik sebelum berita itu dimuat.

Nara Sumber : drg. Muhammad Kamaruzzaman M.Sc


Direktur Umum & Operasional RSHS

Info lebih jelas dapat menghubungi


Humas & Protokoler RSUP dr. Hasan Sadikin
Jl. Pasteur no 38 Bandung
Phone: (022) 255 1101
humprorshs@gmail.com

Anda mungkin juga menyukai