Anda di halaman 1dari 2

Nur Ilmi Diniyah (331 17 015)

Percobaan ini dilakukan untuk memahami cara kerja alat penukar panas (heat
exchanger) jeni shell and tube. Pada peralatan penukar panas jenis ini proses
perpindahan panas terjadi antara fluida yang mengalir dalam sejumlah tube (pipe)
dengan fluida shell (selongsong) yang mengalir di luar pipa. Aliran fluida shell
yang berolak akan memberikan koefisien perpindahan panas yang tinggi. Untuk
memperoleh efek olakan pada aliran fluida tersebut dipasang baffles (sekat-sekat).

HE (Heat Exchanger) yaitu alat yang digunakan dalam proses perpindahan panas
fluida dengan fluida yang lain tanpa terjadi perpindahan massa didalamnya dan
dapat digunakan sebagai pemanas maupun pendingin. Percobaan ini dilakukan
untuk memahami cara kerja alat penukar panas (heat exchanger) jenis shell and
tube.

Pada peralatan penukar panas jenis ini proses perpindahan panas terjadi antara
fluida yang mengalir dalam sejumlah tube (pipe) dengan fluida shell
(selongsong) yang mengalir di luar pipa. Aliran fluida shell yang berolak akan
memberikan koefisien perpindahan panas yang tinggi. Untuk memperoleh efek
olakan pada aliran fluida tersebut dipasang baffles (sekat-sekat). Di samping itu
baffle juga digunakan untuk mengarahkan aliran dalam fluida di shell dan
mengikat/mendukung tube bundle.

Fluida yang mengalir melalui pipa mungkin mengalir dalam aliran laminar atau
turbulen ataupun transisi antara laminar dan turbulen. Dapat pula mengalir dalam
konveksi alamiah atau paksaan. Dalam hal tertentu mungkin terdapat lebih dari
satu macam aliran dalam satu arus aliran. Sejumlah parameter penting dalam
perpindahan panas yaitu sifat-sifat fluida itu sendiri seperti viskositas, kalor
spesifik, densitas, konduktivitas termal, dan lain-lain.

Dalam praktikum ini digunakan heat exchanger (HE) jenis shell and tube dengan
aliran searah (co current) dan aliran berlawanan arah (counter current). Pada co
current fluida panas dan fluida dingin mengalir melalui penukar panas satu arah
yang sama. Sedangkan pada counter current fluida panas dan fluida dingin
mengalir melalui penukar panas dengan arah yang berlawanan. Perpindahan panas
terjadi karena adanya perbedaan suhu dari kedua fluida tersebut, dimana
perpindahan panas terjadi dari suhu tinggi ke rendah.

Alat HE ini dihubungkan dengan komputer sehingga pengoperasiannya dilakukan


melalui komputer. Cara mengoperasikannya dapat dilihat pada bab prosedur kerja.
Karen alat ini menggunakan komputer, maka hasil penggunaan alat ini dapat
langsung terlihat di komputer. Dalam data hasil analisis komputer dapat diperoleh
data yang cukup lengkap. Mulai dari suhu awal masuk dan keluar, kecepatan
alirnya, densitasnya, nilai LMTD, nilai U dan sebagainya. Akan tetapi dalam
percobaan ini kami tetap melakukan perhitungan dan membandingkan hasilnya
dengan data yang diperoleh dari komputer lalu dicari persen kesalahannya.

Setelah dilakukan perhitungan, nilai U pada aliran counter current sebesar


1148,42 sedangkan hasil dari komputer sebesar 1206.01. Hasil ini memiliki selisih
yang kecil, persen kesalahannya pun hanya terdapat 0.8%. Dan persen kesalahan
ini terbilang cukup kecil dan mendekati tepat. Maka hasil ini dianggap sesuai.
Untuk Co Counter, perrsen kesalahan ini diperoleh dari selisih perhitungan
manual dan hasil data komputer yang sedikit, dimana hasil perhitungan manual
diperoleh nilai U sebesar 938.898 dan hasil data komputer sebesar 882.42. Dan
persen kesalahan diperoleh 0.5%. Dari kedua hasil perhitungan manual tersebut,
dapat disimpulkan bahwa perhitungan manual yang dilakukan sudah benar karena
mendekati hasil data komputer.