Anda di halaman 1dari 4

KONSEPSI GEOSTRATEGI INDONESIA

A. Pengertian Konsepsi & Geostrategi


Konsepsi menurut KBBI dapat diartikan Sebagai pengertian; pendapat
(paham); rancangan (cita-cita dan sebagainya) yang telah ada dalam pikiran
Geostrategi berasal dari kata geo yang berarti bumi, dan strategi diartikan sebagai
usaha dengan menggunakan segala kemampuan atau sumber daya baik SDM maupun
SDA untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan.
Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk
menentukan kebijakan, tujuan, serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional.
Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya
mewujudkan tujuan politik.

B. Pengertian Konsepsi Geostrategi Indonesia


Merupakan teori atau model strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara
Indonesia untuk menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan
nasional bangsa Indonesia dan menciptakan Ketahanan Nasional melalui pembangunan
seluruh aspek Ketahanan Nasional.
Konsep geostrategi Indonesia pada hakekatnya bukan mengembangkan kekuatan
untuk penguasaan terhadap wilayah di luar Indonesia atau untuk ekspansi terhadap negara
lain, tetapi konsep strategi yang didasarkan pada kondisi metode, atau cara untuk
mengembangkan potensi kekuatan nasional yang ditujukan untuk pengamanan dan
menjaga keutuhan kedaulatan Negara Indonesia dan pembangunan nasional dari
kemungkinan gangguan yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.
Konsepsi Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang
strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan
sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk
kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan
keamanan.

C. PERKEMBANGAN GEOSTRATEGI INDONESIA


Konsep geostrategi Indonesia pertama kali dilontarkan oleh Bung Karno pada
tanggal 10 Juni 1948 di Kotaraja. Namun sayangnya gagasan ini kurang dikembangkan
oleh para pejabat bawahan, karena seperti yang kita ketahui wilayah NKRI diduduki oleh
Belanda pada akhir Desember 1948, sehingga kurang berpengaruh. Dan akhirnya, setelah
pengakuan kemerdekaan 1950 garis pembangunan politik berupa “ Nation and character
and building “ yang merupakan wujud tidak langsung dari geostrategi Indonesia yakni
Berikut beberapa tahapan geostrategi Indonesia dari awal pembentukan hingga sekarang :
1. Pada awalnya, geostrategi Indonesia digagas oleh Sekolah Staf dan Komando Angkatan
Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Konsep geostrategi Indonesia yang terumus
adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan
Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh komunis. Geostrategi Indonesia pada
saat itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan
territorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indonesia.
2. Pada tahun 1965-an Lembaga Ketahanan Nasional mengembangkan konsep geostrategi
Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut : bahwa geostrategi Indonesia
harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan,
juga pengembangan kekuatan nasional untuk menghadapi dan menangkal ancaman,
tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal. Gagasan ini
agak lebih progresif tapi tetap terlihat sebagai konsep geostrategi Indonesia awal dalam
membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan pengangguh bahaya.
3. Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang
geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstitusi Indonesia. Pada era itu konsepsi
geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan
nasional dalam menciptakan kesejahteraan menjaga indentitas kelangsungan serta
integritas nasional.
4. Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan dalam bentuk rumusan
ketahanan nasional sebagai kondisi metode dan doktrin dalam pembangunan nasional.

D. TUJUAN KONSEPSI GEOSTRATEGI INDONESIA


Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh
negara-negara yang lain dengan bertujuan :
A.Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional, baik yang berbasis pada
aspek ideologi, politik, sosial budaya, dan hankam, maupun aspek-
aspek alamiah. Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan
bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.
B. Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam:
1 ).menegakkan hukum dan ketertiban (law and order),
2).terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity),
3).terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity),
4). terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social justice),
serta
5).tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people).

E. FUNGSI KONSEPSI GEOSTRATEGI INDONESIA/KETAHANAN NASIONAL


Geostrategi/ Ketahanan Nasional Indonesia mempunyai fungsi sebagai:
1. Daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan , geostrategi Indonesia
di tunjukkan untuk menangkal segala bentuk ancaman , gangguan , hambatan dan tantangan
terhadap identitas , intergritas, eksistensi bangsa dan Negara Indonesia dalam aspek:
a. Aspek Ideologi . Ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman dari luar
maupun dari dalam, dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan
Negara Republik Indonesia.
b. Aspek Politik. Untuk mengejar ketinggalan,maka Negara memoderenisasi , penegakan
hukum, dan penegakan disiplin nasional.
c. Aspek Ekonomi. Ketangguhan kekuatan nasional dalam kegiatan yang berkaitan dengan
produksi, distribusi,dan konsumsi barang dan jasa, usaha untuk meningkatakan taraf hidup
masyarakat baik secara individu maupun kelompok.
d. Aspek Sosial Budaya. Ketangguhan kekuatan dalam menghadapi ancaman dari luar
maupun dari dalam, dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan sosial budaya bangsa
dan Negara Republik Indonesia.
e. Aspek pertahanan dan Keamanan. Upaya untuk melindungi kepenringan bangsa dan
Negara demi tetap terwujudnya kondisi kelangsungan hidup bangsa.

2.Pengarah bagi pengembanan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi,politik, ekonomi, sosial
budaya, pertahanan dan keamanan (hankam) sehingga tercapai kesejahteraan rakyat.
3.Penyatu Pola Pikir, pola tindak,dan cara kerja intersektor,antarsektor,dan multidisipliner.

F. MODEL KONSEPSI GEOSTRATEGI INDONESIA


1) Model Astagatra
Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan
budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam
yang dapat dicapai dengan menggunakan kemampuannya. Model yang
dikembangkan oleh Lemhanas ini menyiinpulkan adanya 8 unsur aspek kehidupan nasional
yaitu:
a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah:
(1) Gatra letak dan kedudukan geografi;
(2) Gatra keadaan dan kekayaan alam; serta
(3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk.
b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial:
(1) Gatraldeologi,
(2) Gatra Politik,
(3) Gatra-Ekonomi,
(4) Gatra Sosial Budaya, dan
(5) Gatra Pertahanan Keamanan.

2) Model Morgenthau
Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra yang cukup banyak. Bila
model Lemhanas berevolusi dan observasi empiris perjalanan perjuangan bangsa, maka
model ini diturunkan secara analitis.
Dalam analisisnya, Morgenthau menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam
kaitairnya dengan negara-negara
lain. Artinya, ia menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position
dalam satu kawasan. Sebagai konsekuensinya, maka terdapat advokasi untuk memperoleh
power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power.

3) Model Alfred Thayer Mahan


Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on History" mengatakan bahwa
kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-
unsur sebagai berikut:
a) Letak geografi
b) Bentuk atau wujud bumi
c) Luas wilayah
d) Jumlah penduduk
e) Watak nasional atau bangsa
f) Sifat pemerintahan

4) Model Cline
Cline melihat suatu negara dan luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara
lain. Baginya hubungan antemegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu
negara terhadap negara lainnya, termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan
dan negara lainnya.
Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki
potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber
daya manusia yang besar pula. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil
bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar.
Sebaliknya, suatu negara dengan wilayah yang besar, tetapi jumlah penduduknya kecil juga
tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju.