Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan senantiasa menjadi sorotan bagi masyarakat khususnya


di Indonesia yang ditandai dengan adanya pembaharuan maupun
eksperimen guna terus mencari kurikulum, sistem pendidikan, dan metode
pengajaran yang efektif dan efisien. Dunia pendidikan yang tidak terlepas
dari kata “pengajaran” adalah dunia guru, rumah rehabilitasi anak didik.
Dengan sengaja guru berupaya mengerahkan tenaga dan pikiran untuk
mengeluarkan anak didik dari terali kebodohan.

Di dalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar


siswa dapat belajar secara efektif dan efesien, mengenakan pada tujuan yang
diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus
menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode
mengajar.Salah satu metodenya yaitu Metode Karyawisata yang mana
metode ini bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam
pelajarannya dengan melihat kenyataannya.Dengan melaksanakan
karyawisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari
objek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik
seseorang, serta dapat bertanya jawab langsung, dengan jalan demikian
mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran
ataupun pengetahuan umuum. Dengan karyawisata motivasi anak untuk
menyelidiki sabab musabab sesuatu meningkat.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Metode Karyawisata?
2. Bagaimanakah cara penerapan Metode Karyawisata dalam
pembelajaran?
3. Bagaimanakah kelebihan dan kelemahan Metode Karyawisata?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari Metode Karyawisata
2. Memahami cara penerapan Metode Karyawisata dalam pembelajaran
3. Mengetahui kelebihan dan kelemahan Metode Karyawisata

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Karyawisata

Menurut Roestiyah metode karyawisata adalah cara mengajar yang


dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu
ke luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti
meninjau pabrik sepatu, bengkel mobil, toko serba ada, peternakan atau
perkebunan, museum dan sebagainya1. Karyawisata sebagai metode belajar
mengajar, anak didik dibawah bimbingan guru mengunjungi tempat tempat
tertentu dengan maksud untuk belajar 2. Sedangkan menurut Haryanto
metode karya wisata merupakan cara yang dilakukan guru mengajak siswa
ke obyek tertentu untuk mempelajari sesuatu yang berkaitan dengan
pelajaran disekolah, dengan karyawisata siswa dapat memahami kehidupan
rill yang ada di masyarakat. Dengan karya wisata, diharapkan tujuan belajar
yang akan dicapai tercapai secara optimal.3

Basyiruddin Usman dalam Metodologi Pembelajaran Agama Islam


metode karyawisata adalah metode pengajaran yang dilakukan dengan
mengajar dengan mengajak para siswa ke luar kelas untuk mengunjungi
suatu peristiwa atau tempat yang ada kaitannya dengan pokok bahasan.
Ramayulis dalam Metodologi Pendidikan Agama Islam menggolongkan
metode ini ke dalam studi kemasyarakatan, dijelaskan bahwa metode
karyawisata adalah suatu kunjungan ke suatu tempat di luar kelas yang
dilaksanakan sebagai bagian integral dari kegiatan akademis dan terutama
dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.4Metode karya wisata ialah suatu

1
Roestiyah. . Strategi Belajar Mengajar.( Jakarta. PT Rineka Cipta,2008) hal 85
2
Syaiful Sagala. . Konsep dan Makna Pembelajaran. (Bandung: CV Alfabeta,2006) hal
214
3
Haryanto.). Strategi Belajar Mengajar. (Yogyakarta: FIP UNY,2003) hal 41
4
Dr. H. Kurnali Sobandi, M.M, Metodologi Pengajaran Pendidikan Agama Islam,( Bogor :
Penerbit Shuhuf Media Insani, 2016),Hal 38

3
cara menyajikan bahan pelajaran dengan membawa murid langsung kepada
objek yang dipelajari, dan objek itu terdapat diluar kelas.Dengan demikian,
apa yang disebut dengan bekerja sebenarnya yang dimaksud ialah
mempelajari sesuatu.5

Kesimpulan dari beberapa pendapat diatas memberikan pengertian


bahwa metode karyawisata adalah suatu cara menyajikan materi kepada
peserta didik dengan mengajak siswa ke suatu tempat keluar sekolah atau
langsung ke sumber belajar supaya siswa dapat melihat objek yang
dipelajari secara nyata sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara
optimal.

B. Penerapan Metode Karyawisata dalam pembelajaran

Basyiruddin Usman dalam Metodologi Pembelajaran Agama Islam


memberikan langkah-langkah sebagai berikut: Sebelum keluar kelas guru
terlebih dahulu membicarakan dengan anak-anak tentang hal-hal yang akan
diselidiki, aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan. Untuk lebih
terarahnya dalam beberapa kelompok sesuai dengan kebutuhan
permasalahan yang akan diselidiki.6

Ramayulis dalam Metodologi Pendidikan Agama Islam


menjelaskan langkah-langkah yang harus ditempuh yaitu :

1. Tahap Persiapan
a. Tujuan harus dirumuskan terlebih dahulu, supaya peserta didik dapat
mengetahui yang harus dilaksanakannya.
b. Guru harus menentukan apakah metode ini satu-satunya metode
yang dapat menjamin tercapainya tujuan. Kalau tidak usahakan
mencari metode lain yang lebih tepat.

5
Jusuf Djajadisastra, Metode-Metode Mengajar, ( Bandung: Angkasa, 1982 ), hlm.
10
6
Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam (Jakarta: Ciputat Pers, 2002)
hlm53

4
c. Guru harus terlebih dahulu menghubungi pimpinan proyek secara
lisan ataupun secara tulisan/surat meyurat. Dalam hal ini guru harus
pula menjelaskan tujuan kunjungan, faedah dan kesempurnaan
dengan menjumpai dewan guru (masyayikh) dan orang-orang yang
disukai Allah.
d. Setalah ada izin dari pimpinan proyek harus pula dirumuskan pula
hal-hal sebagai berikut :
1) Syarat-syarat yang diperlukan.
2) Persiapan-persiapan yang harus disediakan.
3) Bantuan-bantuan yang diharapkan.
e. Setelah perumusan hal tersebut di atas, guru bersama peserta didik
merumuskan pula mengenai masalah kendaraan, biaya, yang
diperlukan, waktu yang disediakan, persiapan peserta didik yang
harus dibawa/disiapkan, tempat penginapan dan lain-lain.
f. Guru menentukan tugas-tugas yang akan dikerjakan oleh peserta
didik selama kunjungan berlangsung maupun sesudah berakhir.
g. Guru bersama peserta didik harus pula menyiapkan tata tertib yang
harus dipatuhi selama kunjungan dari awal sampai akhir.
h. Guru bersama peserta didik membutuhkan panitia-panitia yang
bertanggung jawab atas keamanan, konstruksi, rekreasi, kesehatan,
akomodasi, dan sebagainya.
2. Tahap Pelaksanaan
Setiba di tempat tujuan guru memberikan petunjuk tentang tugastugas
yang akan mereka laksanakan berupa:
a. Diberi kesempatan untuk mengumpulkan data dan informasi yang
ditugaskan kepadanya.
b. Semua peserta hendaknya berpartisipasi secara aktif.
c. Apa yang dilakukan hendaklah bersesuaian dengan keterangan yang
dibicarakan sebelumnya. Apabila waktu pengolahan data,
kunjungan studi masih berada di luar sekolah maka para peserta
didik disibukkan dalam kelompoknya untuk mengolah data misalnya

5
menggolongkan data, membuat statistik, membuat tabel-tabel,
mengambil kesimpulan, menulis laporan baik pribadi, laporan
kelompok maupun laporan klasikal. Jika kunjungan telah berakhir
sesuai dengan waktu yang direncanakan, peserta didik dikumpulkan
dan dilakukan pengecekan kembali. Menyatakan terima kasih
kepada pihak-pihak yang yang dikunjungi (karyawisata) untuk
kemudian secara tertib dan sopan melakukan perjalanan. Biasanya
peserta didik tidak langsung pulang ke rumah masing-masing, tetapi
kembali ke tempat di mana mereka mulai mengadakan perjalanan.
3. Tahap Pelaporan
Dalam tindak lanjut terjadi kegiatan kelompok untuk
melaporkan hasil kegiatan kelompok. Di sinilah milik mereka
dirumuskan hasilhasil perjalanan secara bersama-sama dan biasanya
timbul masalahmasalah yang perlu dibahas atau diberi tafsiran. Pada
dasarnya semua pengalaman dapat ditafsirkan dengan maksud agar
pengalaman tadi dapat menjadi milik mereka. Dalam kegiatan ini
peserta didik menilai hasil kunjungan mereka dan guru menilai
kemajuan belajar peserta didik berkat perjalanan tersebut.
4. Tahap Penilaian
Tahap penilaian ini dilakukan di dalam kelas yang perlu dinilai antara
lain: a. Tujuan : Tercapaikah yang telah ditetapkan?
b. Obyek : Tepatkah objek yang telah dikunjungi ?
c. Partisipasi : Apakah peserta giat berpartisipasi?
d. Kerjasama : Baikkah kerjasama antar peserta?
e. Ketertiban : Tertibkah peserta? Dapatkah acara ditepati?
f. Kemajuan peserta : Berubahkah sikap dan tindakan- tindakannya?
g. Guru : Apakah guru berfungsi dengan baik ?
h. Panitia : Apakah panitia berfungsi dengan baik ?
5. Tahap Follow up
Dalam tahap ini dapat dilaksanakan pameran tentang hasil
perkunjungan studi. Apabila mungkin masyarakat diundang

6
mengunjungi pameran tersebut. Hal lain yang perlu dilakukan pada tahap
ini adalah ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menolong
misalnya melalui surat dengan disertai hasil kunjungan yang telah
dilakukan.7
Manfaat karya wisata sebagai media pembelajaran sebagai berikut:
1. Memberikan pengertian yang lebih jelas terhadap pokok masalah atau
pembahasan dengan melihat atau mengunjungi benda atau lokasi yang
sebenarnya.
2. Membangkitkan dan menumbuhkan rasa cinta dan kesadaran yang tinggi
dalam diri pribadi anak terhadap lingkungan dan tanah air sebagai ciptaan
Allah.
3. Mempercapat pemahaman siswa, karena langsung datang langsung ke
objeknya.
4. Mendorong siswa agar lebih mengenal lingkungan secara baik.
5. Melatih siswa bersikap lebih terbuka, objektif, dan luas pandangan
mereka terhadap pandangan luar.
6. Menambah pengalaman, baik itu siswa maupun guru mempunyai
kesempatan untuk mempelajari objek dengan jelas.8

C. Kelebihan dan Kekuranga Metode Karyawisata


1. Kelebihan Metode Karyawisata
Ramayulis dalam Metodologi Pendidikan Agama Islam
menjelaskan kebaikan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Peserta didik dapat menyaksikan secara langsung kegiatan-kegiatan
yang dilakukan oleh guru, karyawan, santri misalnya
kegiatankegiatan yang dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan
tertentu, pabrik dan lain-lain. Maka teori-teori yang telah diterima
diperagakan langsung.

7
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2005) hal 320
8
Usman dkk, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm.
53

7
b. Peserta didik dapat menghayati pengalaman-pengalaman tertentu
dengan mencoba turut serta dalam studi kegiatan, misalnya mencoba
menggunakan komputer, proyektor dan sebagainya.
c. Sikap dan tindakan peserta didik berubah, misalnya setelah
kunjungan studi ke panti asuhan, sehingga timbul kesadaran untuk
saling membantu.
d. Melalui metode ini pelajaran dapat diintegrasikan misalnya, dalam
perkunjungan ke masjid Demak maka pelajaran Sejarah Kebudayaan
Islam terintegrasikan dengan ilmu bumi, arsitektur dan lain-lain.
e. Dapat menjawab persoalan-persoalan dengan melihat, mendengar,
mencoba dan membuktikan sendiri. Ini berarti pemupukan sikap
ilmiah.
f. Dapat mengembangkan rasa sosial peserta didik.
g. Memerbesar dan memerluas minat serta perhatian terhadap
tugastugas yang diberikan petugas lepada peserta didik.9
h. Memberikan kepuasan terhadap keinginan anak-anak dengan
menyaksikan kenyatan-kenyatan dan keindahan alam dan
sebagainya.
i. Menambah pengalaman siswa dan guru memiliki kesempatan untuk
menerangkan suatu obyek dengan jelas.
j. Melatih siswa lebih terbuka, obyektif, dan luas pandangan mereka
terhadap dunia luar.10
2. Kekurangan Metode Karyawisata

Basyiruddin Usman dalam Metodologi Pembelajaran Agama Islam


dan Ramayulis dalam Metodologi Pendidikan Agama Islam
menjelaskan kelemahan metode karyawisata ini adalah :

a. Metode ini dianggap gagal apabila menemui obyek yang kurang sesuai
dengan tujuan yang ditetapkan.

9
Ibid. hlm 323
10
Basyiruddin Usman.op.cit 54

8
b. Waktu yang tersedia tidak mencukupi dan menyita waktu pelajaran.

c. Membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi yang besar sehingga


menjadi beban peserta didik dan guru itu sendiri.11

11
Ibid 323

9
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. metode karyawisata adalah suatu cara menyajikan materi kepada peserta
didik dengan mengajak siswa ke suatu tempat keluar sekolah atau
langsung ke sumber belajar supaya siswa dapat melihat objek yang
dipelajari secara nyata sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara
optimal.
2. Penerapan Metode Karyawisata sebagai berikut:
a. Tahap Persiapan
b. Tahap Pelaksanaan
c. Tahap Pelaporan
d. Tahap Penilaian
e. Tahap Follow Up
3. Kelebihan dan Kekurangan
a. Kelebihan
1).Siswa dapat mengganti pengalaman-pengalaman dengan mencoba
turut serta dalam kegiatan.
2). Siswa dapat mengamati objek ditempat dimana objek itu berada,
dalam situasi yang asli.
3).Siswa dapat mengetahui bagaimana cara mengobservasi suatu objek
dengan baik, memupuk kebiasaan mengamati dengan teliti.
b. Kekurangan
1). Metode ini dianggap gagal apabila menemui obyek yang kurang
sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.
2).Waktu yang tersedia tidak mencukupi dan menyita waktu pelajaran.

10
DAFTAR PUSTAKA

Djajadisastra,Jusuf. 1982.Metode-Metode Mengajar. Bandung: Angkasa

Haryanto.2003.Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: FIP UNY

Ramayulis.2005. Metodologi Pendidikan Agama Islam Jakarta: Kalam Mulia

Roestiyah.2008.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta. PT Rineka Cipta,

Sagala,Syaiful.2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV Alfabeta,

Sobandi ,Dr. H. Kurnali Sobandi, M.M.2016. Metodologi Pengajaran Pendidikan


Agama Islam,Bogor : Penerbit Shuhuf Media Insani

Usman dkk.2002.Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat Pers

11