Anda di halaman 1dari 18

MIKROSKOP DAN CARA PENGGUNAANNYA

RATU AULIA

Mikroskop (bahasa yunani: Micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat
untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari
benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti
sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata. Mikroskop merupakan alat bantu yang
memungkinkan kita dapat mengamati obyek yang berukuran sangat kecil (mikroskopis).
Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723) membuat mikroskop pada tahun 1674 dengan
kualitas lensa yang cukup baik dengan menumpuk lebih banyak lensa sehingg dia bisa
mengamati berbagai mikroorganisme.

Bagian-Bagian Mikroskop

1. Kaki
Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Pada kaki
melekat lengan dengan semacam engsel, pada mikroskop sederhana (model student).
2. Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau
direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah
mikroskop.

3. Cermin.
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, berfungsi untuk
memantulkan sinar dan sumber sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang,
dan cermin cekung digunakan bila sumber sinar kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan
sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena
sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).

4. Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar.

5. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris.
Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada
diafragma tanpa kondensor.

6. Meja preparat
Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek
diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat lengan
untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik atau
diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-
turunkan.

7. Tabung.
Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu (15X, 10X, dan 15
X). Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat
lensa objektif.
8. Lensa obyektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif
adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model
dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA).
Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah
spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.
Lensa Objektif Fungsi memperbesar objek. Dengan 4 ukuran perbesaran yang berbeda
yaitu 5 x (merah), 10 x (kuning), 40 x (biru), dan 100 x (putih). Jika tertera x10/0,25, artinya
perbesaran 10x dengan NA/ Numerik aperture/ bukaan numerik 0,25. Makin besar NA makin
tinggi resolusinya.

9. Lensa Okuler
Lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata
pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa
obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.

10. Pengatur Kasar dan Halus


Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa
objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur
kasar dan halus untuk menaikturunkan tabung sekaligus lensa objektif. Pada mikroskop dengan
tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.

Macam-macam Mikroskop
pada umumnya dibagi menjadi 2, yakni: mikroskop cahaya (mikroskop optic) dan mikroskop
elektron. Beberapa jenis mikroskop yang mungkin istilahnya familiar di telinga kita diantaranya :

 Biological Microscope

 Stereo Microscope
 Fluorescence Microscope

 Monokuler Microscope

 Binokuler Microscope

 Trinokuler Microscope

Mikroskop cahaya merupakan mikroskop yang menggunakan cahaya sebagai sumber energi
untuk memperbesar ukuran objek untuk diamati. Cahaya yang digunakan bisa menggunakan
cahaya alami seperti matahari atau cahaya buatan seperti lampu. Cahaya ini juga dibantu oleh
lensa untuk memfokuskan pada objek yang akan diamati.

Beberapa jenis mikroskop cahaya yang beredar di pasaran memiliki perbesaran yang hampir
sama, yakni:

 4 kali perbesaran

 10 kali perbesaran

 40 kali perbesaran

 100 kali perbesaran

Jenis-Jenis Mikroskop Cahaya


Mikroskop monokuler merupakan jenis mikroskop yang masuk kedalam kategori mikroskop
cahaya. Mikroskop jenis ini menggunakan 1 lensa okuler untuk mengamati objek yang diletakan
pada meja preparat. Jenis mikroskop monokuler sepertinya merupakan jenis mikroskop dengan
desain pertama kali ditemukan, karena jika dilihat dari bentuknya masih terlihat jadul dan
ketinggalan zaman. Mikroskop monokuler biasanya digunakan untuk mengamati objek dengan
satu mata saja. Untuk membedakan antara mikroskop monokuler, binokuler dan trinokuler
silahkan lihat gambar berikut.

Mikroskop binokuler merupakan jenis mikroskop dengan tipe mikroskop cahaya seperti pada
mikroskop monokuler, yang membedakannya adalah jumlah lensa okuler yang berjumlah 2. Jika
pada mikroskop monokuler hanya terdapat satu lensa okuler, pada mikroskop binokuler terdapat
dua lensa okuler, itulah yang menyebabkan disebut “bi” diaartikan “dua”. Jika anda sebagai
seorang laboran dan diminta untuk melihat objek dengan satu mata atau dua mata, tentu anda
akan memilih melihat dengan dua mata, kenyamanan melihat objek dengan dua mata menjadikan
mikroskop binokuler pilihan yang tepat untuk pengguna laboratorium.
Mikroskop trinokuler merupakan jenis mikroskop dengan tipe mikroskop cahaya, jika pada
mikroskop monokuler hanya bisa diamati dengan satu mata, mikroskop binokuler dengan dua
mata, maka trinokuler bisa dipasangkan kamera sehingga bisa diamati menggunakan monitor.
Bayangkan jika anda seorang tenaga pengajar yang ingin menjelaskan gambaran suatu objek
yang diamati dengan menggunakan mikroskop, apa perlu satu persatu siswa melihat ke
mikroskop secara bergantian, dengan bantuan kamera dan proyektor tentu akan lebih mudah
dalam proses mempresentasikan objek tersebut.

Mikroskop Elektron
Merupakan jenis mikroskop dengan bekerja dengan menggunakan sumber energi dari elektron
untuk memperbesar bayangan objek. Mikroskop jenis ini menggunakan medan magnet sebagai
pengganti lensa untuk mempusatkan energi pada objek yang diamati. Jika pada mikroskop
cahaya perbesaran yang umum adalah 100 kali perbesaran, maka pada mikroskop elektron
jumlah perbesaran bisa hingga 2 juta kali perbesaran baik menggunakan metode elektro statik
maupun elektro magnetik. Jika berbicara tentang mikroskop elektron kita mungkin akan
menemui dua istilah pada jenis mikroskop ini, sebagai berikut :

 Scanning Electron Microscope (SEM)

Mikroskop SEM memiliki kemampuan melihat permukaan spesimen dengan ketelitian sebesar
elektron. Menghasilkan gambar 3 dimensi.
 Transmission Electron Microscope (TEM)
Pada Mikroskop TEM, elektron mampu menembus spesimen. Spesimen yang sangat tipis antara
-10 nm sampai 100 nm. TEM mampu memperbesar objek sampai 500 000 kali. Mampu
mengamati organel sel. Menghasilkan gambar 2 dimensi.

Bagian-Bagian Optik adalah sebagai berikut :
 Lensa Okuler, yaitu lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung pada gambar,
pengamat melihat objek melalui lensa ini. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar
kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler biasanya memiliki perbesaran 6, 10,
atau 12 kali.
 Lensa Objektif, yaitu lensa yang dekat dengan objek. Biasanya terdapat 3 lensa objektif
pada mikroskop, yaitu dengan perbesaran 10, 40, atau 100 kali. Saat menggunakan lensa
objektif pengamat harus mengoleskan minyak emersi ke bagian objek, minyak emersi ini
berfungsi sebagai pelumas dan untuk memperjelas bayangan benda, karena saat
perbesaran 100 kali, letak lensa dengan objek yang diamati sangat dekat, bahkan kadang
bersentuhan.
 Kondensor, yaitu bagian yang dapat diputar naik turun yang berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek.
 Diafragma, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang
masuk dan mengenai preparat.
 Cermin, yaitu bagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya yang
diterima. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara memantulkan cahaya tersebut.
Bagian-Bagian Mekanik (Non-Optik) adalah sebagai berikut :
 Revolver, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif yang
diinginkan.
 Tabung Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk menghubungkan lensa objekti dan
lensa okuler mikroskop.
 Lengan Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk tempat pengamat memegang
mikroskop.
 Meja Benda, yaitu bagian yang berfungsi untuk tempat menempatkan objek yang akan
diamati, pada meja benda terdapat penjepit objek, yang menjaga objek tetap ditempat
yang diinginkan.
 Makrometer (pemutar kasar), yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan atau
menurunkan tabung secara cepat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran
objek yang diinginkan.
 Mikrometer (pemutar halus), yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan atau
menurunkan tabung secara lambat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari
gambaran objek yang diinginkan.
 Kaki Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi sebagai penyagga yang menjaga
mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan, dan juga untuk tempat memegang
mikroskop saat mikroskop hendak dipindahkan.

Macam-macam Mikroskop
Ada dua jenis mikroskop berdasarkan pada kenampakan obyek yang diamati, yaitu
mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan cmikroskop tiga dimensi (mikroskop
stereo).
Sedangkan berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya
dan mikroskop elektron.

a. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskopmempunyai
kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya
memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif
dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop
bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah
mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih.
Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat.
Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan
lensa-lensa mikroskop yang lain. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih
berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang
terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam
kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapi lampu sebagai pengganti sumber
cahaya matahari.

b. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda
yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo mempunyai perbesaran 7 hingga 30kali.
Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen
utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa
okuler dan lensa obyektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang
ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya
sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya
berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasanya
10 kali, sedangkan lensa obyektif menggunakan sistem zoom dengan perbesaran antara 0,7
hingga 3 kali, sehingga perbesaran total obyek maksimal 30 kali. Pada bagian bawah
mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa obyektif terdapat lampu yang
dihubungkan dengan transformator. Pengatur fokus obyek terletak disamping tangkai
mikroskop, sedangkan pengatur perbesaran terletak diatas pengatur fokus.

c. Mikroskop Elektron
Sebagai gambaran mengenai mikroskop elektron kita uraikan sedikit dalam buku ini.
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron digunakan sebagai
pengganti cahaya. Mikroskop elektron mempunyai dua tipe, yaitu mikroskop elektron
scanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM). SEM digunakan untuk studi detil
arsitektur permukaan sel (atau struktur renik lainnya), dan obyek diamati secara tiga dimensi.
Sedangkan TEM digunakan untuk mengamati struktur detil internal sel.