Anda di halaman 1dari 5

1.

Karakteristik Responden Penelitian

a. Karakteristik Responden berdasarkan Usia Ibu

Tabel 1
Karakteristik Responden berdasarkan Usia Ibu

Variabel Mean Median Modus SD Minimal-Maksimal


Usia 31,64 30,00 30 4,647 20-43

Berdasarkan tabel 1 di atas, rata-rata usia ibu responden adalah 31,64 tahun,

dengan standar deviasi 4,647 tahun. Usia termuda adalah 20 tahun dan usia tertua

adalah 43 tahun. Usia ibu responden terbanyak adalah 30 tahun, dengan nilai

tengah yaitu 30,00 tahun.

b. Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan Ibu

Tabel 2
Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan Ibu

No Tingkat Pendidikan Ibu Frekuensi (n) Presentase (%)


1 Tidak sekolah 1 2,2
2 SD 5 11,1
3 SMP 10 22,2
4 SMA 18 40,0
5 Perguruan Tinggi 11 24,4
Total 45 100,0

Berdasarkan Tabel 2, dapat diketahui bahwa sebagian besar ibu responden

berada pada tingkat pendidikan sekolah menengah atas (SMA), yaitu sebanyak 18

orang (40,0%), dan hanya 1 orang (2,2%) yang tidak bersekolah.


c. Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan Ibu

Tabel 3
Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan Ibu

No Pekerjaan Ibu Frekuensi (n) Presentase (%)


1 IRT 20 44.4
2 Wiraswasta 3 6.7
3 Swasta 18 40.0
4 PNS 4 8.9
Total 45 100,0

Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui bahwa sebagian besar ibu responden

bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT), yaitu sebanyak 20 orang (44,4%).

d. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 4
Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi (n) Presentase (%)


1 Perempuan 21 46,7
2 Laki - Laki 24 53,3
Total 45 100,0

Berdasarkan Tabel 4, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden

berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 24 orang (53,3%).


2. Hasil Pengamatan terhadap Subjek Penelitian Sesuai dengan

Variabel Penelitian

a. Tinggi Badan Responden

Tabel 5
Tinggi Badan Responden

Kategori Tinggi Frekuensi Presentase Min –


Badan (n) (%) Mean Median Mode SD Max
Pendek 25 55.6
86,96 88,00 89 6,216 68-99
Sangat Pendek 20 44.4
Total 45 100,0

Berdasarkan tabel 5, dapat diketahui bahwa rata-rata tinggi badan responden

adalah 86,96 cm, dengan standar deviasi 6,216 cm. Tinggi badan terendah adalah

68 cm dan tinggi badan tertinggi adalah 99 cm. Adapun tinggi badan responden

yang paling banyak adalah 89 cm, dengan nilai tengah yaitu 88,00 cm.

Tinggi badan responden dalam penelitian ini selanjutnya dikategorikan

menjadi 2 tingkat, yaitu pendek dan sangat pendek. Berdasarkan Tabel 5, dapat

diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki kategori tinggi badan pendek,

yaitu sebanyak 25 orang (55,6%).


b. Pengetahuan Ibu tentang Nutrisi

Skor pengetahuan ibu tentang nutrisi dalam penelitian ini dikelompokkan

menjadi 3 kategori, yaitu kurang, cukup, dan baik. Frekuensi kategori

pengetahuan ibu tentang nutrisi dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6
Pengetahuan Ibu tentang Nutrisi

No Pengetahuan Ibu Frekuensi (n) Presentase (%)


1 Kurang 12 26,7
2 Cukup 12 26,7
3 Baik 21 46,7
Total 45 100,0

Berdasarkan tabel 6, dapat diketahui bahwa sebagian besar orang tua

responden mempunyai tingkat pengetahuan tentang nutrisi dalam kategori baik,

yaitu sebanyak 21 orang (46,7%).

3. Hasil Analisa Data Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Nutrisi dengan

Kejadian Stunting

Hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dapat diketahui

dengan menggunakan uji non parametric yaitu uji chi square. Hubungan antara

variable pengetahuan ibu dengan tinggi badan anak dapat dilihat pada table 7.

Tabel 7
Hubungan antara Pengetahuan Ibu dengan Tinggi Badan Anak

No Pengetahuan Tinggi Badan Total r R2 p value


Sangat Pendek Pendek
N % N % N %
1 Kurang 10 22,2 2 4,4 12 26,7
0,483 0,233 0,004
2 Cukup 5 11,1 7 15,6 12 26,7
3 Baik 5 11,1 16 35,6 21 46,7
Total 20 44,4 25 55,6 45 100
Berdasarkan Tabel 7, dari 45 responden diketahui bahwa 16 balita (35,6%)

memiliki tinggi badan pendek dengan kategori pengetahuan ibu baik. Sebanyak 10

balita (22,2%) mempunyai tinggi badan sangat pendek dengan kategori

pengetahuan ibu kurang. Nilai koefisien determinasi R2 dalam penelitian ini

adalah 0,233 (23,3%). Hasil penelitian ini juga memperoleh 2 balita (4,4%)

mempunyai tinggi badan pendek namun dengan kategori pengetahuan ibu kurang.

Hal ini dikarenakan pengetahuan ibu tentang nutrisi hanya dapat menjelaskan

variasi tinggi badan balita sebesar 23.3% dan sisanya dijelaskan oleh faktor lain.

Hasil analisa bivariat menggunakan uji chi square diperoleh p value = 0,004

(p value < 0,05), menunjukkan bahwa Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan

“ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang nutrisi

dengan kejadian stunting.” Hasil analisis juga didapatkan nilai r sebesar 0,483,

yang menandakan ”ada hubungan yang positif dan cukup kuat antara

pengetahuan ibu tentang nutrisi dengan kejadian stunting pada balita”.

Semakin tinggi skor pengetahuan ibu tentang nutrisi, maka semakin tinggi juga

skor tinggi badan balita.

NB :
YUK CODING UNTUNG TIGKAT PENGETAHUAN TAK UBAH YA, 1 =
KURANG, 2 = CUKUP, 3 = BAIK
NANTI UBAH DI SKRIPSINYA YA YUK. GOOD LUCK, YOU CAN DO
IT!!!