Anda di halaman 1dari 22

MODUL STATISTIKA

BAHAN AJAR MATEMATIKA WAJIB


KELAS XII MIPA/IIS
SEMESTER 1

DI SUSUN OLEH :

LILI MARDIATI, S.Pd

SMA NEGERI 1 RANAH PESISIR


TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Kegiatan Pembelajaran 1
A. STANDAR KOMPETENSI
Menerapkan konsep aturan statistika dalam pemecahan masalah

B. KOMPETENSI DASAR
Mengidentifikasi pengertian statistik, statistika dan sampel

C. INDIKATOR PENCAPAIAN
1. Mengidentifikasi statistik dan statistika sesuai dengan defenisinya.
2 Mengidentifikasi populasi dan sampel berdasarkan karakteristiknya
3 Menyebutkan macam-macam data dan memberikan contohnya.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran ini siswa dapat :
1. Siswa mampu membedakan pengertian statistik dan statistika
2. Siswa mampu menjelaskan pengertian populasi
3. Siswa mampu menjelaskan pengertian sampel
4. Siswa mampu memberikan contoh populasi
5. Siswa mampu memberikan contoh sampel
6. Siswa mampu membedakan macam-macam data
7. Siswa mampu memberikan contoh macam-macam data
8. Siswa mampu menjelaskan syarat data yang baik

E. URAIAN MATERI

Data Dalam Bentuk Statistik Deskriptif


1. Pengertian statistik dan statistika
a. Statistik adalah kumpulan data mengenai suatu keadaan yang dapat
menggambarkan keadaan tersebut.
b. Statistika adalah cabang dari matematika yang mempelajari cara pengumpulan,
penyajian, penganalisaan, dan penarikan kesimpulan dari data.
Statistika secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua metode yaitu:
a. Statistika deskriptif (deduktif) adalah metode statistika yang menggambarkan
statistik, disini berupa kegiatan pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian
data dalam bentuk tabel, grafik atau diagram.
b. Statistika inferensial (induktif) adalah bagian dari statistika yang berhubungan
dengan penarikan kesimpulan mengenai populasi.

2. Pengertian populasi dan sampel


a. Populasi adalah semua objek (orang atau benda) yang akan diteliti (semesta
pembicaraan).
b. Sampel adalah bagian dari populasi yang akan dijadikan objek penelitian yang
bersifar representatif (mewakili populasi)

Contoh :
1. Seseorang akan membeli sekarung beras. Untuk mengetahui apakah beras yang akan
dibelinya berkualitas bagus atau tidak, maka orang tersebut cukup dengan meneliti
segenggam beras yang diambil dari sekarung beras tersebut.
Dari contoh di atas maka
Populasinya adalah sekarung beras dan
Sampelnya adalah segenggam beras

2. Seorang kepala kelurahan ingin mengetahui seberapa pendapatan rata-rata warganya.


Karena waktu dan biaya, ia hanya mengambil dua RW saja untuk didata jumlah
Pendapatannya.

Populasinya adalah Penduduk kelurahan


Sampelnya adalah dua RW dari kelurahan tersebut

3. Macam-macam data
a. Datum adalah informasi tentang suatu masalah atau keadaan.
b. Data adalah sekumpulan informasi yang dapat menggambarkan suatu keadaan.
Berarti data adalah kumpulan dari datum-datum atau dapat dikatakan bahwa data
adalah bentuk jamak dari datum.

Contoh :
Nilai ulangan susulan matematika dari 6 siswa kelas X- A SMA Merpati Samarinda
adalah 7, 5, 6, 8, 9 ,6.

Data dapat dkelompokkan dengan berbagai cara, diantaranya adalah :


a. Data kuantitatif dan data kualitatif
• Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur atau
menghitung yang hasilnya selalu berupa bilangan
Contoh : - Kumpulan nilai matematika kelas X SMA y Samarinda
- Harga beras di Pasar Pagi Samarinda
Data kuantitatif di bagi 2 jenis yaitu :
Data diskret (data tercacah) adalah data yang diperoleh dari hasil
menghitung.
Contoh : - Data Gaji karyawan PT. Maju Mundur
- Data jumlah anak dalam suatu keluarga
Data kontinu adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur
Contoh : - Data tinggi badan siswa SMA 10 Samarinda.
• Data kualitatif adalah data yang menyatakan keadaan atau karakteristik yang
dimiliki oleh objek yang diteliti yang hasilnya tidak dapat dinyatakan dalam
bentuk bilangan.
Contoh : - Data olahraga favourit siswa SMA 10 Samarinda.
- Data kualitas hasil panen padi di Tenggarong

Syarat data yang baik


• Objektif yaitu data harus dapat memberikan gambaran tentang keadaan yang
sebenarnya
• Terpercaya (believable) yaitu data diperoleh dari sumber yang tepat atau dapat
dipercaya
• Representatif yaitu data yang diambil secara sampel harus bisa mewakili semua
data yang merupakan populasinya
• Relevan yaitu data yang diperoleh harus benar-benar sesuai dan berhubungan
dengan obyek atau permasalahan yang diteliti
• Terkini (up to date) yaitu data yang diperoleh merupakan data yang terbaru
(terkini) dan bukan merupakan data usang yang sudah tidak sesuai lagi.

F. Tugas
1. Seorang peneliti ingin mengetahui ada tidaknya bakteri E. Sakazaki pada susu formula
bayi. Untuk itu ia memeriksa 50 susu formula bayi dari berbagai merek. Apa yang
menjadi populasi dan sampel penelitian tersebut?
2. Seorang petugas laboratorium ingin menyelidiki pencemaran air di Sungai Mahakam,
tentukanlah populasi dan sampel dari pencemaran air di Sungai Mahakam tersebut?
3. Seorang peneliti dalam bidang pendidikan ingin mengetahui tingkat kelulusan siswa
SMA di Samarinda. Tentukanlah populasi dan sampel dari penelitian tersebut!
4. Buatkanlah permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan populasi
dan sampel?
5. Klasifikasikan data berikut sebagai data kualitatif dan data kuantitatif. Jika termasuk
data kuantitatif maka tentukan apakah data tersebut diskret atau kontinu.
a. Banyak mobil yang dimiliki oleh setiap keluarga
b. Berat badan dari sekelompok gajah
c. Suhu udara suatu samudra sepanjang hari
d. Warna mobil yang ada di parkiran sekolah SMA Bunga Harapan Samarinda
e. Data cita-cita siswa SD Bunga Harapan Samarinda
f. Data ukuran sepatu siswa di kelasmu

Pilihlah satu jawaban yang paling benar


1. Kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar yang menggambarkan
suatu persoalan disebut .....
a. statistik
b. statistika
c. sampel
d. populasi
e. data
2. Pengetahuan tentang cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyajikan
dan menafsirkan data disebut .....
a. statistik
b. statistika
c. kinematika
d. ekonomimetri
e. statis
3. Yang tidak termasuk kegiatan statistik adalah .....
a. mengumpulkan data
b. mengolah data
c. mempelajari teori statistik
d. menganalisis data
e. menyimpulkan dan mengambil keputusan
4. Statistika yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan mengenai populasi
disebut .....
a. statistika deskriptif
b. statistika induktif
c. populasi
d. sampel
e. sampling
5. Di bawah ini yang bukan merupakan syarat data yang baik adalah .....
a. relevan
b. representatif
c. up to date
d. objektif
e. banyak
6. Sebagian data yang diambil dari objek penelitian dan bersifat representatif disebut
a. populasi
b. sampel
c. sensus
d. sampling
e. referendum
7. Di bawah ini merupakan alasan sampling kecuali .....
a. biaya
b. tenaga
c. waktu
d. sistematis
e. efektif
8. Yang termasuk data kontinu adalah .....
a. jumlah karyawan
b. jumlah keuntungan
c.jumlah penjualan
d. jumlah kendaraan
e. jumlah pemakaian listrik
9. Yang termasuk data diskret adalah .....
a. Tinggi badan Ardi = 170 cm
b. jumlah siswa tingkat 3 = 120 orang
c. Berat badan Dadang = 52 kg
d. Suhu badan Ika = 27,5 0C
e. Jarak rumah Shinta ke sekolah = 7 km
10. Suatu data yang tidak dapat dinyatakan dengan bilangan disebut .....
a. data statistik
b. data diskret
c. data kontinu
d. data kualitatif
e. data kuantitatif
11. Yang dimaksud data tunggal adalah .....
a. data yang isinya hanya satu datum saja
b. data yang nilainya sama dengan satu
c. data yang tidak/belum diklasifikasikan menuut aturan tertentu
d. data yang berdiri sendiri
e. data yang berfrekuensi
12. Data yang bersumber dari hasil pengukuran disebut dengan .....
a. data kontinu
b. data diskret
c. data primer
d. data sekunder
e. data asli

G. ALAT/BAHAN/SUMBER BELAJAR
Wono Setya Budhi, Ph.D. 2010. Bahan Ajar Persiapan Menuju Olimpiade Sains
Nasional/Internasional SMA Matematika 3. Jakarta : Zamrut Kumala.

Nur Aksin dkk. 2010. Buku Panduan Pendidik Matematika Untuk SMA/MA Kelas XI.
Klaten : Intan Pariwara..

Sukino. 2007. Matematika Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga


Kegiatan Pembelajaran 2

A. STANDAR KOMPETENSI
Menerapkan konsep aturan statistika dalam pemecahan masalah

B. KOMPETENSI DASAR
Membaca dan menyajikan data dalam tabel dan diagram

C. INDIKATOR PENCAPAIAN
1. Mampu menyajikan data tunggal dalam tabel dan diagram
2. Mampu menyajikan data berkelompok dalam tabel dan diagram
3. Mampu menafsirkan data tunggal dalam tabel dan diagram
4. Mampu menafsirkan data berkelompok dalam tabel dan diagram.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran ini siswa dapat :
1. Menyajikan data tunggal dalam bentuk tabel
2. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram batang
3. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram batang daun
4. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram pitogram
5. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram garis
6. Menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram lingkaran
7. Menyajikan data berkelompok dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
8. Menyajikan data berkelompok dalam bentuk histogram
9. Menyajikan data berkelompok dalam bentuk poligon
10. Menyajikan data berkelompok dalam bentuk ogive
E. URAIAN MATERI

Membaca Dan Menyajikan Data


1. Data Tunggal
1.1 Membaca dan menyajikan data tunggal dalam bentuk tabel

Tabel adalah penyajian data dalam bentuk kumpulan angka yang disusun menurut
kategori tertentu dalam suatu daftar.
Dalam penyusunan tabel ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
• Judul dibuat jelas dan singkat. Apabila perlu diberi keterangan yang dicantumkan
di kaki tabel
• Judul atau kepala kolom dibuat ringkas. Jika ada penjumlahan data dalam baris
dimuat pada kolom terakhir. Apabila jumlah kolom banyak dapat diberi nomor.
Pencantuman unit ukuran tidak boleh dilupakan.
• Jika dianggap perlu data dapat dikelompokkan. Kelompok data yang akan
dibandingkan, diletakkan berdekatan.
• Keterangan di bawah (foot note) dimuat untuk memberi penjelasan mengenai
judul, kepala kolom, atau angka-angka dalam tabel
• Sumber data dicantumkan untuk mengetahui darimana data yang bersangkutan
diperoleh, dan jika perlu dapat diadakan pengecekan dari sumber aslinya.

Contoh :

JUMLAH PELANGGAN DAN PEMAKAI INTERNET


DI SAMARINDA TAHUN 2005 – 2009

Tahun Pelanggan Pemakai Jumlah


2005 866 8.081 8.947
2006 1.087 11.226 12.313
2007 1.500 16.400 17.900
2008 1.709 20.001 21.710
2009 2.010 25.195 27.205
Sumber : Diskenminfo Samarinda
1. 2 Membaca dan menyajikan data tunggal dalam bentuk diagram

a. Diagaram batang
Diagaram batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan
nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang
digunakan untuk menyajikan data diskrit.

Contoh :
Jumlah pemakai dan pelanggan internet Di Samarinda tahun 2005 – 2009 adalah
sebagai berikut :

Tahun Pelanggan Pemakai Jumlah


2005 866 8.081 8.947
2006 1.087 11.226 12.313
2007 1.500 16.400 17.900
2008 1.709 20.001 21.710
2009 2.010 25.195 27.205

Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet di Samarinda

30000 27.205

25000 21.710

20000 17.900
lah
Jum

15000 12.313
8.947
10000

5000

0
2005 2006 2007 2008 2009
Tahun

Jenis diagram Batang tegak

Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet di


Samarinda

27.205
2009

2008
u 21.710
h
a
T

2007 17.900

2006 12.313
2005 8.947

0 5000 10000 15000 20000 25000 30000


Jumlah

Jenis diagram Batang mendatar


b. Diagram Batang Daun
Diagram batang digunakan untuk mengetahui penyebaran data. Dalam diagram
daun data yang terkumpul di urutkan terlebih dahulu dari data terkecil sampai
data terbesar. Diagram batang daun terdiri atas dua bagian yaitu bagian batang
dan bagian daun. Bagian batang memuat angka puluhan dan bagian daun
memuat angka satuan.

Contoh :
Hasil ulangan matematika kelas X –H SMA Mawar adalah sebagai berikut :
32 75 39 46 56 63 89 38 92 58 54
44 69 93 64 51 81 64 88 45 41 69
56 60 74 72 48 78 78 77 57 74 64
64 72 84 75 86 52 66 49 87 37

Sajikan data di atas dalam bentuk diagram batang daun

Penyelesaian

Batang Daun
9 23
8 146789
7 224455788
6 03444699
5 1246678
4 145689
3 2789

c. Diagram Piktogram
Diagram lambang adalah penyajian data statistik dalam bentuk gambar-gambar
dengan ukuran tertentu untuk menunjukkan nilai masing-masing data.

Contoh
Jumlah Siswa di Kota Bangun berdasarkan Tingkat Pendidikannya Tahun 2007
ditunjukkan pada tabel dibawah ini
Tingkat Pendidikan Jumlah Siswa

TK 4.000
SD 3.000
SLTP 2.500
SLTA 3.500

Data di atas jika disajikan dalam diagram pitogram adalah....

Tingkat Pendidikan Lambang Jumlah

TK 4.000
SD 3.000
SLTP 2.500
SLTA 3.500

Keterangan : = 500

d. Diagram Garis
Diagram garis biasanya dipakai untuk menggambarkan suatu data yang
berkelanjutan dalam suatu kurun waktu tertentu. Misalnya data tentang produksi
dari tahun ke tahun, nilai ekspor suatu jenis barang dari tahun ke tahun dan
sebagainya.

Conto
Data curah hujan di Kota Bandung pada tahun 2008 sebagai berikut :

No Bulan Curah Hujan


1 Januari 290
2 Februari 580
3 Maret 230
4 April 320320
5 Mei 100
6 Juni 50
7 Juli 90
8 Agustus 110
9 September 170
10 Oktober 290
11 Nove,ber 310
12 Desember 220
Jumlah 2.760
Sumber : Kantor BMG Stasiun Bandung
Data diatas jika disajikan dalam diagram garis adalah

580
550
500
450
400
350
320 310
300
290 290

230 220
200
170
150

100 100 110


90
50 50

Juni

Juli

Oktober

Desember
Mei

Nove,ber
September
Agustus
Maret

April
0

Februari
Januari
e. Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran digunakan untuk menyajikan data yang menunjukkan
perbandingan. Diagram lingkaran dibagi dalam juring-juring lingkaran besar
sudut juring lingkaran sebanding dengan nilai data yang disajikan.

Contoh:
Pekerjaan dari 300 penduduk Desa Makmur pada tahun 2009 ditunjukkan dalam
Tabel.

Pekerjaan Frekwensi

Petani 90

Peternak 10

Pedagang 120

Guru 50

Karyawan 30

Jumlah 300

Untuk dapat menyajikan data tersebut ke dalam diagram lingkaran maka kita harus
mencari besar sudut juring dan persentase dari masing-masing jenis pekerjaan ,
caranya sebagai berikut.
Besar sudut pusat
Pekerjaan Frekwensi Presentase
juribng
90 90
Petani 90 × 360 o = 108o × 100% = 30%
300 300

10 10
Peternak 10 × 360 o = 12 o ×100% = 3,33%
300 300
120 120
Pedagang 120 × 360 o = 144 o ×100% = 40%
300 300

50 50
Guru 50 × 360 o = 60o ×100% = 16,67%
300 300

30 30
Karyawan 30 × 360o = 36 o ×100% = 10%
300 300

Jumlah 300
Diagaramnya adalah sebagai berikut

Petani
Guru 30%
17%

Pedagang
40%

2. Menyajikan data berkelompok


2. 1 Tabel Distribusi Frekuensi

Untuk data yang berukuran besar (lebih dari 30 datum) maka lebih mudah jika kita
sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tabel frekuensi adalah tabel yang
menunjukkan atau memuat banyaknya kejadian atau frekuensi dari suatu kejadian.
Tabel distribusi frekuensi adalah statistika untuk menyusun data dengan cara
membagi nilai observasi ke dalam kelas-kelas dengan interval tertentu.
a. Langkah-langkah menyusun tabel distribusi frekuensi adalah sebagai
berikut:
1. Tentukan daerah jangkauan (range) = R

R = datum terbesar – datum terkecil

2. Tentukan banyaknya kelas / kelompok dengan menggunakan aturan Sturgess


yaitu :

k = 1 + 3,3 log n , dimana n adalah banyaknya datum

3. Tentukan Interval Kelas


R
I=
k

4. Tentukan batas kelas yaitu batas atas dan batas bawah


5. Tentukan Tepi kelas
Tepi atas Kelas = Batas atas kelas + 0,5
Contoh
Berikut ini merupakan nilai ulangan matematika dari 80 orang siswa SMA
Harapan Jaya Samarinda :
75 84 68 82 68 90 62 88 93 76
88 79 73 73 61 62 71 59 75 85
75 65 62 87 74 93 95 78 72 63
82 78 66 75 94 77 63 74 60 68
89 78 96 97 78 85 60 74 65 71
67 62 79 97 78 85 76 65 65 71
73 80 65 57 88 78 62 76 74 53
73 67 86 81 72 65 76 75 77 85

Data di atas dapat kita sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi adalah :
1. Tentukan daerah jangkauan (range) = R
Datum terbesar = 97
Datum terkecil = 53
Sehingga R = datum terbesar – datum terkecil = 97 – 53 = 44
2. Tentukan banyaknya kelas/kelompok dengan menggunakan aturan Sturgess
yaitu :
k = 1 + 3,3 log n
k = 1 + 3,3 log 80
k = 1 + 3,3 (1,9031) (diambil dari kalkulator/table logaritma)
k = 1 + 6,3 = 7,3
k≈ 7

2. Tentukan Interval Kelas


R
I=
k
44
I=
7
I = 6,3
diambil 7; karena jika diambil 6, ada data yang tidak masuk
3. Tentukan batas kelas yaitu batas atas dan batas bawah
Batas bawah kelas = 52
Batas atas kelas = 58
Sehingga tabelnya adalah sebagai berikut
Tepi Tepi
Batas Batas
Kelas Turus Frekuensi bawah atas
bawah atas
kelas kelas
52 – 58 2 52 58 51,5 58,5
59 – 65 17 59 65 58,5 65,5
66 – 72 11 66 72 65,5 72,5
73 – 79 27 73 79 72,5 79,5
80 - 86 10 80 86 79,5 86,5
87 – 93 8 87 93 86,5 93,5
94 – 100 5 94 100 93,5 100,5
Jumlah 80

b. Frekuensi kumulatif
Distribusi frekuensi kumulatif adalah sebuah distribusi yang menyatakan
frekuensi total yang ada di bawah batas bawah tau frekuensi total yang ada di atas
batas bawah suatu kelas.
Distribusi kumulatif yang ada di bawah batas bawah disebut frekuensi
kumulatif kurang dari dan yang ada di atas atau sama dengan batas bawah disebut
frekuensi kumulatif lebih dari atau sama dengan.

b. Frekuensi Relatif
Frekuensi relatif adalah perbandingan antara frekuensi masing-masing kelas
dengan jumlah frekuensi seluruhnya yang dinyatakan dalam persen.

2.2 Data dalam bentuk Diagram dan Grafik


Maksud dan tujuan menyajikan data statistik dalam bentuk diagram maupun
grafik adalah agar mudah memberikan informasi secara visual. Penyajian data dalam bentuk
diagram atau grafik sangat efektif untuk menyebarkan informasi baik melalui surat kabar,
majalah maupun laporan-laporan statistik.

1. Histogram
Histogram merupakan diagram frekuensi bertangga yang bentuknya batang-batang
berimpit. Untuk buat histogram yang diperhatikan adalah tepi kelas.
Contoh :
Data nilai ulangan matematika dari 80 orang siswa SMA Harapan Jaya Samarinda
yang telah kita buat tabel frekuensi diatas kita sajikan dalam jistogram.
Tepi Tepi
Kelas Frekuensi bawah atas
kelas kelas
52 – 58 2 51,5 58,5
59 – 65 17 58,5 65,5
66 – 72 11 65,5 72,5
73 – 79 27 72,5 79,5
80 - 86 10 79,5 86,5
87 – 93 8 86,5 93,5
94 – 100 5 93,5 100,5
Jumlah 80

30

25

20

15

10

0
51,5 58,5 65,5 72,5 79,5
1
86,5 93,5 100,5

2. Poligon

Dari histogram jika titik-titik tengah pada batang dihubungkan dengan garis maka
garis tersebut disebut polygon

Contoh

Data nilai ulangan matematika dari 80 orang siswa SMA Harapan Jaya Samarinda
yang telah kita buat tabel frekuensi diatas kita sajikan dalam jistogram.
Tepi Tepi Nilai tengah
Kelas Frekuensi bawah atas
kelas kelas
52 + 58
52 – 58 2 51,5 58,5 = 55
2
59 + 65
59 – 65 17 58,5 65,5 = 62
2
66 + 72
66 – 72 11 65,5 72,5 = 69
2
73 + 79
73 – 79 27 72,5 79,5 = 76
2
80 + 86
80 - 86 10 79,5 86,5 = 83
2
87 + 93
87 – 93 8 86,5 93,5 = 90
2
94 + 100
94 – 100 5 93,5 100,5 = 97
2
Jumlah 80

30

25

20

15

10

0
55 62 69 76
1 83 90 97

3. Ogive
Jika garis diagram poligon frekuensi kumulatif dijadikan kurva mulus maka
kurva tersebut disebut ogif. Ada 2 macam ogif yaitu :
• Ogif positif, yang diperoleh dari poligon frekuensi kumulatif kurang dari
• Ogif negatif, yang diperoleh dari poligon frekuensi kumulatif lebih dari
Frekuensi kumulatif kurang dari (fkk) dari menyatakan jumlah frekuensi semua
nilai data yang kurang dari atau sama dengan nilai pada tiap kelas.
Frekuensi kumulatif lebih dari (fkl) menyatakan jumlah frekuensi semua nilai data
yang lebih dari atau sama dengan nilai tiap kelas.
Contoh :

Tepi Tepi F kum F kum


Kelas Frekuensi bawah atas kurang lebih
kelas kelas dari TA dari TB
52 – 58 2 51,5 58,5 2 80
59 – 65 17 58,5 65,5 19 78
66 – 72 11 65,5 72,5 30 61
73 – 79 27 72,5 79,5 57 50
80 - 86 10 79,5 86,5 67 23
87 – 93 8 86,5 93,5 75 13
94 – 100 5 93,5 100,5 80 5
Jumlah 80

Ogive Kurang Dari/Ogiv Positif

90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
5 1,5 58,5 65,5 72,5 79,5 86,5 93,5 100,5