Anda di halaman 1dari 5

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Baso Goreng Ikan Tenggiri.....

BIDANG KEGIATAN :
PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan Oleh :

Wening Budiarti A1F017080 Angkatan 2017


Gilda Agsila A1F017006 Angkatan 2017
Suksmawening Ainisa Latif A1F017032 Angkatan 2017
Raiga Oktabena Timoer A1F017044 Angkatan 2017
Tisa Mellyanha A1F018097 Angkatan 2018

UNIVERSITAS JNEDERAL SOEDIRMAN


PURWOKERTO
2019
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bakso adalah produk pangan yang terbuat dari bahan utama daging yang
dilumatkan, dicampur dengan bahan-bahan lainnya, dibentuk bulatan-bulatan,
dan selanjutnya direbus. Bakso ikan mempunyai tekstur yang lebih halus
dibandingkan dengan daging ternak dengan aroma yang khas pula (Suhartini
dan Hidayat, 2005). Salah satu jenis ikan yang dapat digunakan dalam
pembuatan bakso adalah ikan tenggiri.
Ikan merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung berbagai
macam zat. Selain harga yang murah, absorpsi protein ikan lebih tinggi
dibandingkan dengan produk hewani lain, seperti daging sapi dan ayam.
Daging ikan mempunyai serat-serat protein lebih pendek dibandingkan dengan
serat-serat protein daging sapi atau ayam (Pandit, 2008 dalam Wahyudi dan
Maharani, 2017). Menurut Depkes (2008) dalam Wahyudi dan Maharani
(2017), protein yang dihasilkan oleh ikan tenggiri cukup tinggi, yaitu 21,4
g/100 g, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
Ikan tenggiri mempunyai tingkat produksi dan kandungan gizi yang cukup
tinggi. Bakso ikan merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk
perikanan. Bakso merupakan salah satu produk yang paling digemari. Namun,
sejauh ini citarasa bakso masih standar sehingga berpotensi untuk
dikembangkan. Salah satunya dengan membuat baso goreng ikan tenggiri
dengan berbagai rasa menggunakan kemasan ziplock sehingga daya simpan
dan tingkat kerenyahannya dapat dipertahankan.

1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui peluang usaha baso goreng ikan tenggiri berbagai rasa
dengan menggunakan kemasan ziplock.
2. Untuk mempertahankan kerenyahan dan daya simpan makanan berupa
baso goreng ikan tenggiri berbagai rasa dengan menggunakan kemasan
ziplock.
3. Untuk mengetahui minat masyarakat terhadap makanan ringan berupa
baso goreng berbahan dasar ikan tenggiri.
1.3 Manfaat
Kegunaan PKM-K ini sebagai berikut :
1. Bagi mahasiswa : dengan adanya program dapat menumbuhkan kreasi dan
inovasi serta jiwa bisnis yang ada pada mahasiswa. Selain itu jika berhasil
terealisasi, mahasiswa dapat mendapatkan keuntungan dari usaha yang
akan dijalankan
2. Bagi masyarakat : dengan adanya program ini, masyarakat dapat
menikmati produk dengan varian baru. Selain itu jika berhasil teraslisasi,
berdirinya usaha ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

1.4 Luaran

Luaran yang didapat dari program ini yaitu menghasilkan poduk makanan

ringan atau cemilan yang baik, baik dari segi cita rasa maupun kandungannya.
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Keunggulan Keripik Baso Goreng Ikan Tenggiri


Produk ini dikembangkan karena banyaknya konsumen yang menyukai
dan menginginkan suatu makanan ringan/cemilan yang dapat memenuhi zat
gizi seperti adanya protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, dan
vitamin A untuk tubuh dengan harga terjangkau. Produk ini dibuat selain
berdasarkan kandungan gizinya juga kemudahan dalam penyimpanan produk
dalam kemasan ziplock sehingga mampu mempertahankan kerenyahan produk
dan daya simpannya. Beberapa keunggulan yang ada dalam produk ini yaitu
harga yang terjangkau, aman dikonsumsi, mementingkan kebersihan dalam
setiap proses produksi dan kemudahan bagi konsumen dengan menggunakan
kemasan ziplock.

2.2. Waktu Dan Lokasi Usaha


Program ini akan dilaksanakan selama 5 bulan. Satu bulan untuk persiapan
dan empat bulan berikutnya untuk produksi dan pemasaran. Produksi akan
dilakukan di rumah salah satu anggota tim. Harga dari keripik bakso goreng
ikan tenggiri ini adalah Rp 8.000,00. Lokasi pemasaran Keripik Bakso Goreng
Ikan Tenggiri adalah di sekitar wilayah kampus Universitas Jenderal
Soedirman dan menjual di setiap kantin sekitar kampus, menitipkannya di
berbagai toko, membuka stand dan menjualnya secara online ke mahasiswa
maupun masyarakat.

2.3 Strategi Pemasaran


Kami melakukan pemasaran dengan cara pertama mempromosikan
produk kami kepada teman-teman satu prodi dengan memberikan tester dari
keripik bakso goreng yang kami jual. Kemudian kami memanfaatkan media
sosial untuk mempromosikan keripik bakso goreng ini dengan caption yang
menarik.
BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Untuk mencapai tujuan program, metode yang digunakan dengan


melakukan proses produksi secara langsung. Adapun pelaksanaan program yaitu:

a. Riset Market, yaitu dengan survei pasar di kota Purweokerto.


b. Menyiapkan tempat, peralatan dan perlengkapan.
c. Melakukan kegiatan produksi
3.1 Proses Pembuatan Keripik
1) Persiapan Alat dan Bahan
Alat-alat yang disiapkan adalah: blender, telenan, pisau, lap, pengaduk,
sendok makan, timbangan, kuali, wajan, baskom, piring, kompor gas, tabung gas,
selang gas. Sedangkan bahan-bahan yang disiapkan yaitu: ikan tenggiri, tepung
terigu, tepung kanji, merica, bawang putih, bawang merah, garam, penyedap rasa,
air, minyak, bahan tambahan pangan perasa.
2) Pembuatan Keripik
1. Daging ikan tenggiri dibuang tulangnya (fillet), kemudian haluskan dengan
sendok.
2. Bawang merah & bawang putih halus dimasukan, lalu diberi garam &
penyedap rasa, kemudian diaduk hingga rata.
3. Tepung terigu disiapkan dan ditambahkan sedikit air. Tepung dan air diaduk
hingga menyatu sempurna.
4. Bentuk adonan ikan berbentuk bulat kemudian lumuri dalam adonan tepung
5. Adonan bakso yang telah bulat direbus pada air mendidih, kemudian tiriskan.
6. Bakso ikan yang telah direbus dipotong tipis dan berbentuk bulat.
7. Goreng bakso ikan dengan api kecil agar bakso tidak gosong.
8. Setelah matang, keripik bakso ikan diangkat dan ditiriskan. Kemudian diberi
bumbu perasa sesuai dengan pilihan rasa.
9. Setelah semua tahap pembuatan selesai keripik bakso goreng ikan tenggiri ini
dikemas dengan menggunakan plastic ziplock.
3) Pemasaran
Mengenalkan produk pertama kepada teman – teman satu prodi.
Kemudian mempromosikannya dengan dibantu melalui media sosial.