Anda di halaman 1dari 4

PELAYANAN FARMASI BILA MATI LISTRIK

No. Dokumen No Revisi Halaman

SPO/FAR/069 00 1/2
RSUD MATRAMAN
Ditetapkan oleh,
STANDAR Tanggal Terbit DIREKTUR
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO) 20 Agustus 2019 dr.Dience Meidiana MD, MPH
NIP.1965051020021220001

Pelayanan resep bila mati listrik adalah langkah – langkah


PENGERTIAN pengelolaan pelayanan resep pada kondisi listrik mati, agar
pelayanan farmasi tetap berjalan seperti sediakala.

TUJUAN Sebagai acuan langkah – langkah pengelolaan pelayanan


resep jika terjadi kondisi mati listrik

KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah


Matraman Nomor 79 Tahun 2019 tentang kebijakan
penyimpanan dan pengelolaan obat.
PELAYANAN FARMASI BILA MATI LISTRIK

No. Dokumen No Revisi Halaman

SPO/FAR/069 00 2/3
RSUD MATRAMAN
PROSEDUR 1. Hidupkan generator
2. Jika generator tidak berfungsi dengan baik maka
koordinasikan dengan orang IPRS
3. Hidupkan lampu emergency untuk mendukung
pencahayaan yang ada
4. Pantau dan dokumentasikan suhu penyimpanan (Suhu
ruangan, Lemari pendingin, dan cold chain vaksin) saat
listrik mati
5. Lakukan pengecekan pada sistem komputer, labeling
etiket, dan alat-alat peracikan masih dapat difungsikan
atau tidak.
a) Jika masih dapat difungsikan, lakukan pelayanan
resep seperti biasa
b) Jika tidak dapat difungsikan, maka lakukan kegiatan
pelayanan secara manual
6. Berikut langkah-langkah kegiatan pelayanan farmasi
secara manual :
a) Penginputan resep
1) Dalam menginput obat lihat panduan harga
manual obat yang ada
2) Catat manual harga resep per masing-masing
obat lalu di total
3) Catat harga per masing – masing resep lalu rekap
pendapatan per shift secara manual
b) Pengetiketan obat
1) Dalam pengetiketan obat dilakukan dengan cara
menulis manual pada etiket obat
2) Tuliskan secara lengkap, Nama pasien, Nama

PELAYANAN FARMASI BILA MATI LISTRIK

No. Dokumen No Revisi Halaman

SPO/FAR/069 00 3/3
RSUD MATRAMAN
3) obat, Dosis regimen obat, Jumlah obat, Waktu
pemberian obat, Tanggal kadaluwarsa obat
c) Peracikan obat
1) Dalam peracikan dilakukan secara manual.
2) Untuk peracikan puyer, gunakan kertas perkamen
dan gunakan teknik pembugkusan perkamen
secara manual

Unit Terkait 1. Instalasi Farmasi


2. IPSRS