Anda di halaman 1dari 5

6 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Orang Saat Minum Antibiotik.

Yuk Jangan
Diulangi Lagi!

Antibiotik hanya bisa menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit
yang penyebabnya virus nggak akan bisa sembuh dengan antibiotik

Penyakit flu atau pilek karena virus nggak akan bisa sembuh dengan antibiotik via www.hipwee.com

Ya, antibiotik digunakan untuk kasus infeksi karena bakteri, bukan virus. Seperti dilansir dari BBC,
antibiotik punya kemampuan menyerang dinding sel bakteri, tapi nggak bisa menyerang lapisan
terluar virus karena sulit ditarget oleh antibiotik. Jadi kalau sakit flu, pilek, dan batuk itu nggak akan
sembuh pakai antibiotik karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus.
2. Beli antibiotik juga nggak bisa sembarangan, harus disertai dengan resep dokter. Jangan
karena demam lalu mengira itu disebabkan infeksi bakteri dan beli antibiotik dengan inisiatif
sendiri lho

Pemberian antibiotik harus pakai resep dokter lho via www.hipwee.com

. Cara minum antibiotik nggak cuma asal sehari dua kali atau sehari tiga kali lho. Seharusnya,
antibiotik diminum dalam periode beberapa jam sekali

Nah ini yang sering salah yaitu seputar jadwal minum antibiotik via www.hipwee.com

Jika ada yang mengira bahwa minum antibiotik sehari tiga kali artinya diminum setelah makan
pagi, siang, dan malam, hal itu salah lho. Dr Anis Kurniawati, PhD, SpMK(K), Sekretaris Komite
Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
mengungkapkan bahwa cara minum antibiotik yang benar adalah dengan membagi 24 jam dengan
berapa kali antibiotik harus diminum dalam sehari. Jika dua kali sehari, maka obat diminum tiap
12 jam sedangkan jika tiga kali sehari maka obat diminum tiap delapan jam.

4. Terus gimana nih kalau terlambat minum antibiotik? Sebaiknya jangan lipat gandakan
dosisnya ya. Jika belum lama terlambat, segera diminum deh dan ikuti jadwal minum normal

Dua kali dosisnya, dua kali juga resiko efek sampingnya via www.hipwee.com

Dikutip dari National Health Service (NHS) Inggris, jika lupa minum antibiotik sebaiknya jangan
menggandakan dosis karena berisiko terjadi efek samping obat. Segera minum ketika ingat. Tapi
jika dekat dengan jadwal minum antibiotik selanjutnya, lewati saja jadwal tadi dan minum sesuai
jadwal selanjutnya.
5. Antibiotik itu harus dihabiskan. Jangan karena sudah sembuh lalu antibiotik tidak dilanjutkan
konsumsinya ya. Ini bisa bikin bakteri jadi kebal lho

Pantang berhenti sebelum habis via www.hipwee.com

Berdasarkan survei online dari World Health Organization (WHO) untuk penduduk Indonesia, 24%
responden masih belum tahu bahwa antibiotik harus diminum sampai habis dan nggak berhenti
diminum saat sudah merasa sembuh. Hal tersebut masih salah lho. Antibiotik itu harus dihabiskan.
Ketika badan sudah merasa lebih baik, bukan berarti infeksi bakteri sudah benar-benar hilang.

6. Nah kalau punya obat-obatan termasuk antibiotik yang ingin dibuang, cara buangnya nggak
boleh sembarangan lho. Ada panduan khusus cara buang obat kok
Begini empat tahap membuang obat via www.hipwee.com

Seharusnya, antibiotik nggak ada sisanya dan nggak ada yang perlu dibuang. Tapi, jika ada sisa
antibiotik yang harus dibuang, membuangnya nggak boleh sembarangan. Menurut Food and Drug
Administration, BPOM-nya Amerika Serikat, cara untuk membuang obat adalah dengan
mengeluarkan obat dari kemasannya lalu mencampur dengan tanah atau bubuk kopi,
meletakkannya pada kemasan bersegel atau yang diikat, dan membuangnya ke tempat sampah.
Jangan buang antibiotik di kloset ya.