Anda di halaman 1dari 22

BIOMEKANIKA

A. DESKRIPSI
Menurut Sutalaksana (1979), biomekanika merupakan salah satu dari empat
bidang penelitian informasi tentang kemampuan manusia beserta
keterbatasanny,yaitu penelitian tentang kekuatan fisik manusia yang
mencakup kekuatan atau daya fisik manusia ketika bekerja dan mempelajari
bagaimana cara kerja serta peralatan harus dirancang agar sesuai dengan
kemampuan fisik manusia ketika melakukan aktivitas kerja tersebut.

Tujuan Praktikum
a. Mampu melakukan pengukuran kerja.
b. Mampu merancang metode kerja didasarkan pada prinsip–prinsip
biomekanika.
c. Mengetahui besar beban kerja pada saat melakukan kerja dengan metode
biomekanika.
d. Mampu memahami keterbatasan manusia dari beban kerja yang
dibebankan pada anggota tubuh manusia.

1
e. Mampu mengaplikasikan metode Recommended Weight Limit (RWL)
dalam menghitung beban kerja, menghitung lifting index.
f. Mampu memberikan rekomendasi beban benda yang seharusnya dapat
diangkat oleh operator.

B. INPUT DAN OUTPUT


Input :
1. Video proses pengangkatan
2. Foto hasil screencapture

Output :
1. Perbaikan rancangan sistem kerja
2. Rekomendasi beban kerja
C. REFERENSI
Chaffin, D.B. et al., 1991. Occupational biomechanics, Wiley New York.
Kroemer, K.H.E, H.B. Kroemer, dan K.E. Kroemer-Elbert. 2001. Ergonomics
How ToDesign For Ease And Efficiency. New Jersey: Prentice Hall.
Nurmianto, E., 1996. Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya Tinjauan
Anatomi, Fisiologi, Antropometri, Psikologi, dan Komputasi untuk
Perancangan, Kerja dan Produk, Jakarta: PT Guna Widya.
Sutalaksana, I.Z., Anggawisastra, R. & Tjakraatmadja, J.H., 1979. Teknik
Tata Cara Kerja. ITB, Bandung.
Tayyari, F. & Smith, J.L., 1997. Occupational ergonomics: Principles and
applications, Chapman & Hall.
Waters, T., 1994. Applications manual for the revised NIOSH lifting
equation, DHHS (NIOSH) Publication No. 94-110, 32.
Winter, D.A., 1979. Biomechanics of human movement, Wiley New York.

D. LANDASAN TEORI
D.1 Konsep Biomekanika
Menurut Chaffin dan Anderson (1984), Biomekanika diklasifikasikan
menjadi 2, yaitu:

2
a. General Biomechanics
General Biomechanics adalah bagian dari Biomekanika yang berbicara
mengenai hukum – hukum dan konsep – konsep dasar yang mempengaruhi
tubuh organic manusia baik dalam posisi diam maupun bergerak.Dibagi
menjadi 2, yaitu(Tayyari, 1997):
- Biostatics adalah bagian dari biomekanika umum yang hanya menganalisis
tubuh pada posisi diam atau bergerak pada garis lurus dengan kecepatan
seragam (uniform).
- Biodinamicsadalah bagian dari biomekanik umum yang berkaitan dengan
gambaran gerakan – gerakan tubuh tanpa mempertim-bangkan gaya yang
terjadi (kinematik) dan gerakan yang disebabkan gaya yang bekerja dalam
tubuh (kinetik).

b. Occupational Biomechanics
Didefinisikan sebagai bagian dari terapan yang mempelajari interaksi
fisik antara pekerja dengan mesin, material dan peralatan dengan tujuan untuk
meminimumkan keluhan pada sistem kerangka otot agar produktifitas kerja
dapat meningkat.
Setelah melihat klasifikasi diatas, maka praktikum ini mengacu pada kedua
kategori tersebut karena dalam praktikum ini terdapat perhitungan
berdasarkan hukum-hukum biomekanika (General Biomechanics) dan
diplikasikan ke dalam dunia kerja (Occupational Biomechanic).

D.2 Analisis Mekanik


Di dalam biomekanika, terdapat dua macam perhitungan, yaitu MPL dan
RWL.
c. Maximum Permissible Limit (MPL)
MPL dilakukan untuk mengetahui nilai gaya tekan di bagian L5/S1. MPL
merupakan batas besarnya gaya tekan pada segmen L5/S1dari kegiatan
pengangkatan dalam satuan Newton yang distandarkan oleh NIOSH
(National Instiute of Occupational Safety and Health) tahun 1981. L5/S1
merupakan singkatan dari Lumbar kelima Sakrum pertama yang terletak pada

3
bagian tulang belakang. Untuk mengetahui lebih jelas lagi L5/S1 dapat dilihat
pada gambar 1.5 dibawah ini:

L5
Intervertebral disk  rentan
S1 apabila terkena beban

Gambar 1.1 Klasifikasi dan kodifikasi pada vertebrae (Nurmianto, 1996)

L5 /S1 dijadikan sebagai indikasi karena sebagian penyakit ada di L5/S1,


beban yang diberikan akan memberikan reaksi pada L5/S1, dan L5/S1
merupakan daerah yang rentan yang dapat mengakibatkan kelumpuhan.
Menurut NIOSH, besar gaya tekan maksimum tersebut adalah 6500 N pada
L5/S1, Sedangkanbatasan gaya angkatan normal (the Action Limit)
sebesar 3500 pada L5/S1. Sehingga, apabila force compression (Fc)< AL
(aman), AL < Fc < MPL (perlu hati-hati) dan apabila Fc > MPL
(berbahaya).
Dalam praktikum ini, terdapat beberapa batasan dalam melakukan
pengamatan biomekanika, yaitu:
1. Untuk pekerjaan pengangkatan dalam keadaan berdiri dan dalam keadaan
statik.
2. Pengangkatan yang dilakukan denganmenggunakan 2 tangan.
3. Tangan kanan dan kiri memiliki beban yang sama.

4
D.3 Persentasi Segmen Tubuh
Dalam biomekanik perhitungan guna mencari moment dan gaya dapat
dilakukan dengan cara menghitung gaya dan moment secara parsial atau
menghitung tiap segmen yang menyusun tubuh manusia.Setiap segmen tubuh
memiliki presentase yang berbeda-beda. Berat dari masing – masing segmen
diperoleh dari besarnya prosentase per segmen dikalikan dengan berat dari orang
tersebut. Gambar 1.2 menunjukkan persentasi segmen tubuh manusia.

2,8% 1,7% 0,6%


WW W

6,2%
10,0% 8,4% W
W 2,2%
W

50,0%
4,3% W
W

1,4%

Gambar 1.2 Persentase Persegmen tubuh (Tayyari, 1997)

Dalam praktikum ini, perhitungan secara manualdilakukan dengan


menggunakan segmen yang mempengaruhi tulang belakang dalam melakukan
aktivitas pengangkatan, kecuali segmen kaki dan perhitungan dilakukan
berdasarkan asumsi di bawah ini (Tayyari, 1997):
 Parameter segmen tubuh pada gambar 1.7 telah sesuai.
 Pusat massa tetap dan dapat direpresentasikan melalui salah satu segmen.
 Tubuh diasumsikan simetris, dengan beban eksternal terdistribusi dalam
jumlah yang sama antara tangan kanan dan kiri.

5
Telapak tangan
Fyw
Fxw ΣFy = 0
1 ΣFx = 0 -- tidak ada gaya
Mw SL1 horisontal.
ΣM = 0
WH = 0,6% x Wbadan
Fyw = Wo/2 + WH
Mw = (Wo/2 + WH) x SL1 x cos θ1
WH

Wo

1. Lengan Bawah

Fye ΣFy = 0
Fxe ΣFx = 0 -- tidak ada gaya
θ2 λ2 horisontal.
Me SL2
ΣM =0
λ2 = 43%
WLA = 1,7% x Wbadan
-Fxw
WLA Fye = Fyw + WLA
-Mw
Me = Mw + (WLA x λ2 x SL2 x cosθ2)
-Fyw + (Fyw x SL2 x cos θ2)

6
2. Lengan Atas

Fys ΣFy = 0
Fxs
SL3 ΣFx = 0 -- tidak ada gaya horisontal.
θ3 λ3 ΣM =0
Ms
λ3 = 43,6%
WUA = 2,8% x Wbadan

-Fxe
Fys = Fye + WUA
WUA -Me Ms = Me + (WUA x λ3 x SL3 x cosθ3)
+ (Fye x SL3 x cos θ3)
-Fye

NB :Gaya pada lengan atas dikalikan dua. Moment dikali dua agar benda
utuh satu

3. Punggung

ΣFy = 0
-Fxs ΣFx = 0 -- tidak ada gaya horisontal.

-Ms ΣM =0
SL4 λ4 = 67%
-Fys
WT = 50% x Wbadan
λ4 Fyt = 2Fys + WT
Mt = 2Ms + (WT x λ4 x SL4 x cos θ4)
Fxt WT
Fxt + (2Fys x SL4 x cos θ4)
θ4

Mt

Dengan menggunakan teknik perhitungan keseimbangan gaya pada tiap


segmen tubuh manusia, maka didapat moment resultan pada L5/S1.
Kemudian untuk mencapai keseimbangan tubuh pada aktivitas pengangkatan,
moment pada L5/S1 tersebut diimbangi gaya otot pada spinal erector (F).

7
Gaya otot pada spinal erector dirumuskan sebagai berikut (Tayyari dan
Smith, 1997):
F .d  M ( L5 / S1) (Newton)
F = Gaya otot pada Spinal Erector (Newton)
d = Panjang Lengan momen otot spinal erector dari L5/S1
(estimasi 0,04 m sumber: Tayyari dan Smith, 1997)
M(L5/S1) = MT = Momen resultan pada L5/S1

Wtot = Wo +2 WH + 2 WLA+ 2 WUA + Wt


Keterangan:
Wtot = total gaya yang terjadi(N)
Wo = berat badan(N)
WH = berat telapak tangan(N)
WLA = berat lengan bawah(N)
WUA = berat lengan atas(N)
Wt = berat punggung(N)

Kemudian gaya tekan/kompresi pada L5/S1 dirumuskan sbb:


FC = Wtot . cos 4 – F (Newton)
Keterangan:
FC = gaya tekan pada segmen L5/S1(N)
Wtot = berat total(N)
Θ4 = sudut pada punggung (0)
FA = gaya otot pada spinal erector (Newton)
Fm = gaya otot pada spinal erector

8
Gambar 1.4 Ilustrasi pengangkatan MPL (Tayyari and Smith, 1997)

d. Recommended Weight Limit (RWL)


Recommended Weight Limitmenurut NIOSH merupakan rekomendasi
batas beban yang dapat diangkat oleh manusia tanpa menimbulkan cidera
meskipun pekerjaantersebut dilakukan secara repetitif dan dalam jangka
waktu yang cukup lama. RWL ini ditetapkan oleh NIOSH pada tahun 1991 di
Amerika Serikat.Persamaan NIOSH berlaku pada keadaan:
1. Beban yang diberikan adalah beban statis, tidak ada penambahan ataupun
pengurangan beban ditengah – tengah pekerjaan.

9
2. Beban diangkat dengan kedua tangan.
3. Pengangkatan atau penurunan benda dilakukan dalam waktu maksimal 8
jam.
4. Pengangkatan atau penurunan benda tidak boleh dilakukan saat duduk atau
berlutut.
5. Tempat kerja tidak sempit.

Gambar 1.5Recommended Weight Limit

Persamaan untuk menentukan beban yang direkomendasikan untuk


diangkat seorang pekerja dalam kondisi tertentu menurut NIOSH adalah sbb:
RWL = LC x HM x VM x DM x AM x FM x CM
Keterangan:
LC = konstanta pembebanan = 23 kg
HM = faktor pengali horizontal = 25 / H
FM = faktor pengali frekuensi (Frequency Multiplier) *lihat tabel 1
CM = faktor pengali kopling (handle) * lihat tabel 2
VM = Faktor pengali vertikal

10
DM = Faktor pengali perpindahan

AM = Faktor pengali asimetrik

Catatan (lihat Gambar 1.11)


Keterangan:
H = jarak beban terhadap titik pusat tubuh (cm)
V = jarak beban terhadap lantai(cm)
D = selisih jarak perpindahan beban secara vertical(cm)
A = sudut simetri putaran yang dibentuk tubuh (0)

Untuk Frekuensi Pengali ditentukan dengan menggunakan tabel FM


dibawah ini dengan mengetahui frekuensi angkatan tiap menitnya dan juga
nilai V dalam inchi.

11
Tabel 1. 1Tabel Frekuensi Pengali
Frekuensi Durasi Kerja
Angktn/mnt  1 jam 1 jam  t  2 jam 2 jam  t  8 jam
(F) V < 30 V  30 V < 30 V  30 V < 30 V  30
 0.2 1.00 1.00 0.95 0.95 0.85 0.85
0.5 0.97 0.97 0.92 0.92 0.81 0.81
1 0.94 0.94 0.88 0.88 0.75 0.75
2 0.91 0.91 0.84 0.84 0.65 0.65
3 0.88 0.88 0.79 0.79 0.55 0.55
4 0.84 0.84 0.72 0.72 0.45 0.45
5 0.80 0.80 0.60 0.60 0.35 0.35
6 0.75 0.75 0.50 0.50 0.27 0.27
7 0.70 0.70 0.42 0.42 0.22 0.22
8 0.60 0.60 0.35 0.35 0.18 0.18
9 0.52 0.52 0.30 0.30 0.00 0.15
10 0.45 0.45 0.26 0.26 0.00 0.13
11 0.41 0.41 0.00 0.23 0.00 0.00
12 0.37 0.37 0.00 0.21 0.00 0.00
13 0.00 0.34 0.00 0.00 0.00 0.00
14 0.00 0.31 0.00 0.00 0.00 0.00
15 0.00 0.28 0.00 0.00 0.00 0.00
>15 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00

Keterangan: untuk frekuensi pengangkatan kurang atau hanya 1 kali


dalam 5 menit ditetapkan F = 0,2 Lift/mnt.
Untuk Faktor Pengali coupling (handle) dapat ditentukan pada Tabel 1.2
berikut:
Tabel 1. 2 Coupling Multiplier
Coupling Multiplier
Coupling V < 30 inches V > 30 inches
Type (75 cm) (75 cm)
Good 1.00 1.00
Fair 0.95 1.00
Poor 0.90 0.95

12
Penjelasan tentang klasifikasi kopling dapat dilihat pada Tabel 1.3 di
bawah ini (Tayyari dan Smith, 1997):

Tabel 1.3 Klasifikasi Kopling


Baik Cukup Buruk

1. Kopling yang ”Baik” 1. Kopling yang 1. Suatu wadah yang


memiliki tempat ”Cukup” memiliki rancangan
pegangan yang bagus didefinisikan sebagai yang kurang optimal
antara tangan dan objek pegangan dengan atau bagian yang
tersebut akan rancangan yang longgar atau objek besar
didefinisikan sebagai kurang memiliki yang tidak rata, sulit
good container coupling desain yang optimal dipegang atau memiliki
classification atau (lihat catatan 4 ). ujung yang tajam (lihat
memiliki desain yang catatan 5).
optimal. (lihat catatan 1-
3).
2. Untuk komponen yang 2. Untuk suatu wadah 2. Mengangkat karung
lepas/longgar atau objek yang memiliki desain yang tidak keras
yang tidak rata, yang optimal, tapi tidak (misalnya karung)
biasanya tidak diletakan memiliki pegangan
dalam wadah, seperti atau untuk objek yang
material cetakan dan tidak rata, kopling
penyimpanan, kopling yang ”Cukup”
yang ”Baik” didefinisikan sebagai
didefinisikan sebagai pegangan, dimana
pasangan yang nyaman, tangan dapat ditekuk
dimana tangan secara sekitar 90º (lihat
mudah dapat memegang catatan 4).
sekitar objek (lihat
catatan 6).
Catatan :

13
1. Sebuah rancangan pegangan optimal mempunyai diameter 1.9 hingga 3.8 cm,
panjang ≥ 11.5 cm, toleransi ≥ 5 cm, bentuk silindris, dan permukaan yang
halus dan tidak selip.
2. Sebuah pegangan tangan kurang lebih mempunyai karakter sebagai berikut ;
tinggi 3.8 cm, panjang 11.5 cm, bentuk semi-oval, toleransi ≥ 5 cm,
permukaan yang halus dan tidak selip, dan tebal wadah ≥ 0.6 cm. (misalnya
kardus yang tebal).
3. Sebuah wadah memiliki rancangan optimal, bila panjang didepannya ≥ 40 cm,
tinggi ≥ 30 cm, dan permukaan yang halus dan tidak selip.
4. Pekerja harus mampu menekuk jari-jarinya sekitar 90º dibawah wadah.
Seperti yang diperlukan ketika mengangkat sebuah kotak dari lantai.
5. Sebuah wadah dianggap kurang optimal apabila mempunyai panjang
depannya ≥ 40 cm, tinggi ≥ 40 cm, permukaan kasar dan selip, ujung tajam,
pusat massa yang asimetris, isi yang tidak stabil, atau memerlukan
penggunaan sarung tangan.
6. Pekerja harus dapat menutupi seputar objek dengan tangannya tanpa
menyebabkan deviasi pergelangan tangan yang berlebihan atau postur yang
tidak lazim, dan genggamannya tidak memerlukan tenaga yang berlebihan.

Untuk lebih jelasnya, klasifikasi kopling dapat dilihat pada Gambar 1.6
di bawah ini (Tayyari dan Smith, 1997):

14
Object Lifted

Container Loose Object


(Keranjang) (Benda Bebas)

Container NO YES
Bulky Object?
(Keranjang)
(Benda Besar)?
Optimal?

NO
YES

POOR

Tungkai (Handle) Genggaman (Grid)


Optimal? Optimal?
NO

NO Jari - Jari NO
memebentuk
sudut 90 derajat

YES

FAIR
YES YES

Good

Gambar 1.6 Flowchart Decision Tree Klasifikasi Kopling (Waters et al,


1994)

Dari persamaan yang ditetapkan NIOSH tersebut, terdapat perbedaan


faktor pengali jarak vertikal untuk pekerja Indonesia, sehingga perlu

15
penyesuaian terhadap nilai perkiraan berat beban yang direkomendasikan
untuk diangkat. Adanya perbedaan ini karena faktor pengali vertikal sangat
bergantung pada antropometri ketinggian knuckle (jarak vertikal dari lantai ke
ujung jari tangan dengan posisi lurus ke bawah). Perumusan faktor pengali
vertikal yang dihasilkan oleh NIOSH adalah:

Sedangkan dari hasil penelitian di dapat bahwa untuk pekerja


industriIndonesia faktor pengali jarak:

Setelah nilai RWL diketahui, selanjutnya perhitungan Lifting Index, untuk


mengetahui index pengangkatan yang tidak mengandung resiko cidera tulang
belakang, dengan persamaan:
Load Weight L
LI  
Recommended Weight Limit RWL
Keterangan:
Jika LI  1, maka aktivitas tersebut tidak mengandung resiko cidera tulang
belakang. Jika LI > 1, maka aktivitas tersebut mengandung resiko cidera
tulang belakang.

Menurut Chaffin (1984), tubuh manusia terdiri dari 6 link (penghubung), yaitu:
1. Link lengan bawah, dibatasi joint telapak tangan dan siku.
2. Link lengan atas, dibatasi joint siku dan bahu.
3. Link punggung, dibatasi joint bahu dan pinggul.
4. Link paha, dibatasi joint pinggul dan lutut.
5. Link betis, dibatasi joint lutut dan mata kaki.
6. Link kaki, dibatasi joint mata kaki dan telapak kaki.

16
D.3 Nordic Body Map
Nordic Body Map digunakan untuk mengetahui bagian tubuh mana saja
yang mengalami kesakitan atau kelelahan (Kroemer, 2001). Terdapat 27 titik
tubuh yang perludiperhatikan dalam pengisian kuisioner yang ada. Hasil
kuisioner kemudian diolah dan dianalisis menggunakan analisis statistic uji
beda atau uji-t . Uji-t merupakan salah satu teknik statistik parametrik yang
biasa digunakan untuk sample kecil & varian populasi yang tidak diketahui.

a. Kuisioner Nordic Body


Kuisioner Nordic Body Map dapat dilihat pada Tabel 1.5 dan 1.6.
Tabel 1.5 Tingkat Kesakitan Pekerja
Keterangan
A No Pain Tidak terasa sakit
B Moderately Pain Cukup Sakit
C Painful Menyakitkan
D Very Painful Sangat Menyakitkan

Tabel 1.6 Kuisioner Nordic Body Map

Grade of Complaints
No Location A B C D
0 Upper neck/Atas leher
1 Lower neck/Bawah leher
2 Left shoulder/Kiri bahu
3 Right shoulder/Kanan bahu
4 Left upper arm/Kiri atas lengan
5 Back /Punggung
6 Right upper arm/Kanan atas lengan
7 Waist/Pinggang
8 Buttock/Pantat
9 Bottom/Bagian bawah pantat
10 Left elbow/Kiri siku
11 Right elbow/Kanan siku
12 Left lower arm/Kiri lengan bawah
13 Right lower arm /Kanan lengan bawah

17
Grade of Complaints
No Location A B C D
14 Left wrist/ Pergelangan tangan Kiri
15 Right wrist/ Pergelangan tangan Kanan
16 Left hand/ Tangan Kiri
17 Right hand/ Tangan Kanan
18 Left thigh/ Paha Kiri
19 Right thigh/ Paha Kanan
20 Left knee/ Lutut Kiri
21 Right knee/ Lutut Kanan
22 Left calf/ Betis Kiri
23 Right calf/ Betis Kanan
24 Left ankle/ Pergelangan kaki Kiri
25 Right ankle/ Pergelangan kaki Kanan
26 Left foot/kaki kiri
27 Right foot/kaki kanan

18
Contoh Soal
a) MPL
Seorang pekerja mengambil kotak yang berada pada ketinggian 45 cm di atas
lantai dan mengangkat ke meja 70 cm di atas lantai. Berat kotak 60 kg, berat
badan 65 kg, jarak pergelangan tangan ke pusat masa benda 0,07 m, θ1 = 20o,
jarak pergelangan tangan-siku = 0,28 m, θ2 = 20o, jarak siku-bahu = 0,3 m θ3 =
80o, jarak bahu ke L5/S1 = 0,36 m θ4 = 45o. sudut inklinasi perut 45o, sudut
inklinasi paha 50o. Hitunglah gaya tekan pada L5/S1 tersebut!
Penyelesaian :
WH = 0,6 % Wbadan = 0,6% * 650 = 3,9 N
WLA = 1,7 % Wbadan = 1,7% * 650 = 11,05 N
WUA = 2,8 % Wbadan = 2,8% * 650 = 18,2 N
WT = 50 % Wbadan = 50% * 650 = 325 N
Sehingga,
WTOT = Wo + 2WH + 2WLA + 2WUA + WT = 991,3 N
2 = 0.43
3 = 0.436
4 = 0.67
D = 0.11
AA = 465 cm2
Wo = 60 kg * 10 = 600 N
Wbdn = 65 kg * 10 = 650 N

No Segmentasi Tubuh Panjang (m) Sudut (derajat)


1. Telapak tangan SL1 = 0,07 20o
2. Lengan bawah SL2 = 0,28 20o
3. Lengan Atas SL3 = 0,30 80o
4. Punggung SL4 = 0,36 45o
5. Inklinasi Perut θH = 45o
6. Inklinasi Paha ΘT = 50o

19
A. Telapak Tangan
Fyw = Wo/2 + WH= 303,9 N
MW = (W0/2 + WH) * SL1 * Cos θ1 = 19,99 = 20 Nm
B. Segmen Lengan Bawah
Fye = Fyw + WLA= 314,95 N = 315 N
Me = MW + (WLA * 2 * SL2 * Cos θ2) + (Fyw * SL2 * Cos θ2)
= 101,21 Nm
C. Segmen Lengan Atas
Fys = Fye + WUA= 333,15 N
Ms = Me + (WUA * 3 * SL3 * Cos θ3) + (Fye * SL3 * Cos θ3)
= 118,03 Nm
D. Segmen Punggung
Fyt = 2Fys + WT= 991,3 N
Mt = 2Ms+ (WT * 4 * SL4 * Cos θ4) + (2Fys * SL4 * Cos θ4)
= 236.06 + 55,43 + 169.64 = 461,08 Nm
 Gaya otot pada spinal erector :
F* d = M(L5/S1)
F = 11527 N
 Gaya Tekan/kompresi pada L5/S1:
Fc = Wtot * Cos θ4 + F = 12227,95 N > 6500 N

Kesimpulan:
Pekerjaan tersebut membahayakan bagi pekerja dan sebaiknya dilakukan
perbaikan secara adimistasi dan teknis sehingga pekerja dapat bekerja dengan
sehat tanpa mengalami cedera pada L5/S1 serta tujuan dan target perusahaan
dapat tercapai.

20
b) RWL
Seorang pekerja mengambil kotak dengan berat 5 kg di atas konveyor 15 cm dan
mengangkat ke sebuah meja dengan ketinggian 125 cm dari lantai. Jarak beban
terhadap titik pusat tubuh 35 cm. Sudut simetri putaran yang dibentuk tubuh 45o.
Jika selama 80 menit pekerja tersebut melakukan pengangkatan sebanyak 224
kali, dengan durasi kerja selama 2 jam. Berapa batas beban yang
direkomendasikan? Apakah pekerjaan tersebut dikategorikan aman atau tidak?
(diketahui Handle Coupling dalam kategori Fair)
Penyelesaian :
L= 5 kg LC = 23 kg
V = 15 cm Handle Fair = 0,95
D = 110 cm H = 35 cm
A = 45o
Menghitung,
HM = 25/H= 25/35 = 0,714
VM = 1- 0,00326 V  69 = 1- 0,00326 15  69 = 0,82396
DM = 0,82 + 4,5/D = 0.82 + 4.5/110 = 0.861
FM = 224 lift/80 mnt= 2.8 = 3
AM = 1-0,0032A = 1-(0,0032x45) = 0,856
CM = 0,95
LC = 23
Sehingga :
RWL = LC * HM * VM * DM * AM * FM * CM
RWL = (23) (0.714) (0.82396) (0.861) (0.856) (0.79) (0.95)
= 7,487

Kemudian mencari Lifting Index,


LoadWeight L 5
LI   
Re commended _ Weight _ Limit RWL 7,484
LI  0,69

21
Kesimpulan:
Karena LI ≤ 1, maka aktivitas tersebut tidak mengandung resiko cidera tulang
belakang bagi pekerja dan sebainya metode kerja di pertahankan dan data tersebut
dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dalam perekrutan pekerja baru.

PRAKTIKUM
Alat Dan Bahan Praktikum
1. Beban kerja
2. Penggaris atau meteran pengukur
3. Alat pengukur sudut (busur)
4. Timbangan berat badan
5. Stop watch
6. Meja kerja
7. Lembar pengamatan
Prosedur Pelaksanaan Praktikum
1. Ukur berat beban kerja.
2. Untuk pengangkatan RWL, posisikan operator pada bidang pengangkatan,
catat data-data yang diperlukan seperti data operator, beban, H, V, dan A
pada posisi pertama (origin), jumlah angkatan per menit (F), dll.
3. Operator mengangkat beban kerja dari lantai ke meja kerja selama 2 menit.
4. Catat H, V dan A pada posisi setelahnya (destination), dan hitung D.
5. Sedangkan untuk pengangkatan MPL, posisikan operator pada bidang
pengangkatan sesuai posisi MPL.
6. Foto operator untuk 1 kali pengangkatan, kemudian analisa berdasarkan
analisa MPL.
7. Lengkapi lembar pengamatan kriteria Biomekanik (RWL dan MPL).
8. Data diolah dan dihitung.

22