Anda di halaman 1dari 3

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Saluran pencernaan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan
mempersiapkannya untuk di serap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan
(pengunyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang
terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus. Dari saluran pencernaan akan
terbentuk sistem pencernaan yang terdiri dari organ – organ pencernaan yang
tergabung membentuk saluran pencernaan. Saluran pencernaan tersebut terdiri dari
oris (mulut), faring (tekak), esofagus (kerongkongan), ventrikulus (lambung), usus
halus, usus besar, rektum, anu. Selain itu alat penghasil getah cerna terdiri dari
kelenjar ludah, kelenjar getah lambung, kelenjar hati, kelenjar pankreas, kelenjar
getah usus (Gunarso, 1979).
Selama dalam pankreas, pencernaan makanan di hancurkan menjadi zat-zat
yang sederhana yang hanya di serap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh. Berbagai
perubahan sifat makanan terjadi karena kerja berbagai enzim yang terkandung di
dalam berbagai cairan pencernaan. Setiap jenis zat mempunyai tugas khusus bekerja
atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis lain
(Syarifuddin, 2006).
Sistem pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar-kelenjar
pencernaan. Fungsi sistem pencernaan adalah memperoleh zat-zat makanan yang
dibutuhkan bagi tubuh. Saluran pencernaan umumnya mempunyai sifat struktural
tertentu yang terdiri atas 4 lapisan utama yaitu lapisan mukosa, submukosa, lapisan
otot dan lapisan serosa (Sherwood, 2001).
Proses pencernaan makanan berlangsung didalam saluran pencernaan
makanan. Proses tersebut di mulai dari rongga mulut. Didalam rongga mulut makanan
di potong - potong oleh gigi seri dan di kunyah oleh gigi geraham, sehingga
makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Walaupun zat makanan telah di
lumatkan atau dihancurkan dalam rongga mulut, tetapi belum dapat diserap oleh
dinding usus halus. Karena itu makanan harus di ubah menjadi sari makanan yang
mudah larut. Dalam proses ini di butuhkan beberapa enzim pencernaan yang di
keluarkan oleh kelenjer pencernaan (Verrial, ddk, 2005).
Waktu pencernaan, makanan tersebut di proses menjadi sari makanan yang di
serap oleh jonjot usus dan sisa makanan di keluarkan melalui poros usus. Sari
makanan hanya dapat di serap dan di angkut oleh darah dan getah bening bila larut
didalamnya, kemudian makanan tersebut di distribusikan ke bagian tubuh yang
membutuhkannya (Scanlon, 2007).
Berdasarkan proses nya pencernaan makanan dapat dibedakan 2 macam
seperti berikut : (1) Proses Mekanis yaitu, pengunyahan oleh gigi dengan dibantu
lidah serta peremasan yang terjadi dilambung. (2) Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan
pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang
bermolekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil (Campbel, 2006).
Makanan mengalami proses pencernaan sejak makanan berada di dalam mulut
hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan.Adapun proses
pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut : (1) Ingesti, pemasukan makanan
kedalam tubuh melalui mulut. (2) Mastikasi, proses mengunyah makanan oleh gigi.
(3) Deglutisi, proses menelan makanan di kerongkongan. (4) Digesti, pengubahan
makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di
lambung. (5) absropsi, proses penyerapan, terjadi di uusus halus. (6) Defekasi,
pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus ( Fried,
H, 2000).
Sistem pencernaan (digestive system) adalah sistem ogan dalam hewan
multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta
mengelurkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang
lainnya bisa sangat jaug berbeda. Pada dasarnya sistenm pencernaan makanan dalam
tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (gastrointestinal tract)
(Arthur, 1999).

1.2. Tujuan

DAFTAR PUSTAKA

Gunarso,W. 1979. Dasar-Dasar Histologi.Jakarta : Erlangga.


Syarifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi. Jakarta : Buku Kedokteran.
Sherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia Dari Sel Ke Sistem Edisi 2. Jakarta: : Buku
Kedokteran EGC.
Verrial, W. E, dkk. 2005. Anatomi Fisiolog Manusia. Makasar : UNHAS.

Scanlon, V. 2007. Buku Ajar Anatomi dan Fisiologi Edisi 3. Jakarta : Buku
Kedokteran EGC.
Campbel, dkk. 2006. Biologi Edisi Ke Lima Jilid 3.Jakarta : Erlangga.
Fried, H., George. 2000. Biologi Edisi Ke Dua. Jakarta : Erlangga