Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ketika kita menggunakan suatu obat, tentunya yang kita harapkan adalah
kesembuhan. Sembuh dari penyakit baik penyakit infeksi ataupun yang bukan penyakit
infeksi. Efek menyembuhkan yang diharapkan dari obat ini disebut dengan efek terapi
atau efek utama dari obat. Selain itu, kita sering mendengar bahwa banyak masyarakat
yang takut untuk menggunakan obat kimia karena memiliki efek samping. Efek samping
ini juga merupakan efek lain yang bisa ditimbulkan oleh obat. Salah-salah obat juga bisa
menimbulkan efek toksis yang dapat membahayakan. Reaksi-reaksi efek samping obat
yang berat jarang ditemukan, meskipun efek-efek toksik yang berbahaya sering terjadi
pada penggunaan beberapa golongan obat.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimana cara mengatasi dan mencegah efek samping obat?
1.2.2 Apa saja bahaya penggunaan atau pemberian obat pada pasien?

1.3 Tujuan
1.3.1 Mengetahui bagaimana cara mengatasi dan mencegah efek samping obat
1.3.2 Mengetahui bahaya penggunaan atau pemberian obat pada pasien

1.4 Manfaat
1.4.1 Dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi dan mencegah efek samping obat
1.4.2 Dapat mengetahui bahaya penggunaan atau pemberian obat pada pasien.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Cara Mengatasi dan Mencegah Efek Samping Obat


2.1.1 Cara Mengatasi Efek Samping Obat
Segera hentikan semua obat bila diketahui atau dicurigai terjadi efek
samping. Bukanlah tindakan yang tepat bila mengatasi efek samping dengan
menambah konsumsi obat untuk mengobati efek yang timbul tanpa disertai
dengan penghentian obat yang dicurigai berefek samping. Hal ini justru akan
bernilai tidak efektif , dan efek samping tetap terus terjadi.
Upaya penanganan klinik tergantung bentuk efek samping dan kondisi
penderita. Pada bentuk-bentuk efek samping tertentu diperlukan penanganan dan
pengobatan yang spesifik. Misalnya untuk syok anafilaksi (suatu reaksi alergi)
diperlukan pemberian adrenalin dan obat serta tindakan lain untuk mengatasi
syok. Contoh lain misalnya pada keadaan alergi, diperlukan penghentian obat
yang dicurigai, pemberian antihistamin atau kortikosteroid (bila diperlukan).
2.1.2 Cara Mencegah Efek Samping Obat
Agar kejadian efek samping dapat ditekan serendah mungkin, selalu
dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut :
1. Selalu harus ditelusur riwayat rinci mengenai pemakaian obat oleh pasien
pada waktu-waktu sebelum pemeriksaan, baik obat yang diperoleh melalui
resep dokter maupun dari pengobatan sendiri.
2. Baca dosis dan aturan pakai penggunaan obat sesuai dengan yang tertera di
leafleat atau yang diresepkan dokter.
3. Pergunakan obat sesuai indikasi yang jelas dan tepat sesuai yang tertera di
leafleat atau yang diresep dokter.
4. Hindari pengobatan dengan berbagai jenis obat dan kombinasi sekaligus.
5. Beritahukan ke dokter apabila anda sedang hamil, menyusui, alergi obat
tertentu, memiliki penyakit diabetes, penyakit ginjal atau liver, sedang
meminum obat lain atau suplemen herbal
6. Berikan perhatian khusus terhadap dosis dan respons pengobatan pada: anak
dan bayi, usia lanjut, dan pasien-pasien yang juga menderita gangguan ginjal,

2
hepar dan jantung. Pada bayi dan anak efek samping seringkali sulit dideteksi
karena kurangnya kemampuan komunikasi.
7. Mintalah dokter mengevaluasi penggunaan obat dalam jangka panjang.

2.2 Bahaya Penggunaan atau Pemberian Obat pada Pasien


Berikut adalah bahaya penggunaan atau pemberian obat pada pasien :
2.2.1 Reaksi anafilaktik
Ditandai syok anafilaktik (bahkan meninggal) dengan urtikaria akut, edema
larings, asma akut, hipotensi. Obat yang menyebabkan reaksi anafilaktik paling
sering adalah penisilin, dekstran, kantras beryodium (radiologi), tiopenton,
relaksan otot.
2.2.2 Reaksi Sitotoksik
Reaksi ini ditandai penghancuran seldarah merah dan trombosit. Contoh reaksi
ini adalah penyakit hemolitik pada neonates, reaksi transfuse darah, anemia
hemolitik tertentu, purpura akibat obat, agranulositosis akibat obat. Obat
penyebab yang paling sering adalah penisilin, sefalotin, quinidine, rifampicin,
metildopa.
2.2.3 Reaksi Kompleks Imun
Tipe ini jarang ditemukan, ditandai oleh demam, urtikaria, arthralgia, trombi,
hemoragi, nefritis, artritis rheumatoid. Obat penyebab yang paling sering :
1. Penisilin
2. Sulfonamide
3. Streptomisin
4. Hidralazin
5. Tiourasil
6. Isoniazid
7. Rifampisin
2.2.4 Reaksi Hipersensitivitas Tertunda
Paling sering, berupa dermatitis kontak, reaksi penolakan, reaksi autoimun

3
BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan
Efek samping obat dapat diatasi dengan cara segera hentikan semua obat bila
diketahui atau dicurigai terjadi efek samping dan upaya penanganan klinik tergantung
bentuk efek samping dan kondisi penderita. Cara mencegah efek samping obat salah
satunya adalah selalu harus ditelusur riwayat rinci mengenai pemakaian obat oleh pasien
pada waktu-waktu sebelum pemeriksaan, baik obat yang diperoleh melalui resep dokter
maupun dari pengobatan sendiri.
Bahaya penggunaan atau pemberian obat pada pasien ada empat, yaitu reaksi
anafilaktik, reaksi sitotoksik, reaksi kompleks imun, dan reaksi hipersensitivitas
tertunda.

3.2 Saran
Semoga makalah kami ini berguna baik bagi masyarakat umum dan dunia
pendidikan. Selain itu makalah kami dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam
belajar. Sebelumnya tiada gading yang tak retak. Jika ada kesalahan dan kekurangan
mohon dimaklumi.

4
DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin, M.Miftahul . 2014. Makalah Kimia Farmasi : Efek Samping Obat http://iftahal-
muttaqin.blogspot.com/2014/11/makalah-kimia-farmasi-efek-samping-obat.html (diakses
pada tanggal 7 April 2015 pukul 16.00 WITA)

Moretha, Rina. 2013. Tips Menghindari Efek Samping Obat.


http://www.husadautamahospital.com/artikel_57.php (diakses pada tanggal 7 April 2015
pukul 16.35 WITA)

Widati, Alfa. 2014 Efektifitas Obat. https://www.academia.edu/9405649/efek_obat (diakses


pada tanggal 7 April 2015 pukul 17.05 WITA)

A, Yusnita. 2011. Efek Samping Obat. http://kumpulan-farmasi.blogspot.com/2011/01/efek-


samping-obat.html (diakses pada tanggal 7 April 2015 pukul 17.35 WITA)

Hermansyah, Heri dan Ramadhy, Asep Sufyan. 2011. Perawat Dan Pemakaian Obat Secara
Rasion http://www.stikku.ac.id/wp-content/uploads/2011/02/PERAWAT-DAN-
PEMAKAIAN-OBAT-SECARA-RASIONAL.pdf (diakses pada tanggal 8 April 2015 pukul
05.07 WITA)

http://www.amazine.co/22703/antibiotik-5-efek-samping-amoksisilin/ (diakses pada tanggal


8 April 2015 pukul 05.20 WITA)