Anda di halaman 1dari 3

#1 Bias Kognitif

Kognisi adalah proses pemahaman, pengolahan, pengambilan kesimpulan


atas suatu informasi atau fakta.

Sesuai namanya, bias kognitif menggambarkan adanya penyimpangan


atau berat sebelah yang disebabkan oleh informasi yang dimiliki oleh
investor. 


Jenis bias kognitif pun sangat beragam, berikut ini contoh dan penjelasan
singkatnya:

Ragam Bias Penjelasan

Investor mengambil keputusan investasi


terlalu cepat tanpa analisis mendalam.
Umumnya investor hanya mengandalkan
Representativeness pengalaman masa lalu yang dianggap
Bias dapat menjadi acuan keputusan
investasinya saat ini.

Investor hanya mengacu pada satu


Anchoring & informasi tertentu sebagai dasar
Adjustment Bias pengambilan keputusan investasi.

Keputusan investasi yang dilakukan


semata-mata atas kemudahan dan
ketersediaan. Apa yang paling mudah dan
tersedia untuk dilakukan, itulah yang
Availability Bias menjadi keputusan akhir investor. Dan
seringkali investor meyakini bahwa
investor lain pun pasti melakukan hal yang
sama dengan dirinya.

Investor menganggap keberhasilan


investasinya murni berkat kemampuan
dirinya sendiri dalam memprediksi dan
Self-Attribution Bias menganalisis. Jika terjadi kegagalan,
investor akan selalu menyalahkan faktor
eksternal.

Investor percaya dirinya memiliki


Illusion of Control pengendalian penuh atas tercapainya
Bias kinerja investasi yang dimiliki.

Investor cenderung memaksakan penilaian


awal dan menyangkal perubahan kondisi
yang terjadi atas investasinya. Hal ini
Conservatism Bias membuat investor lambat bereaksi
terhadap informasi atau fakta terbaru.
Ragam Bias Penjelasan

Investor cenderung hanya mencari


informasi yang mendukung pandangannya
Confirmation Bias atas keputusan investasi dan mengabaikan
(Selection Bias) informasi yang bertentangan dengan
pandangannya.

Investor cenderung hanya mengingat dan


melebih-lebihkan keberhasilan
Hindsight Bias pengalaman investasi di masa lalu, namun
melupakan kegagalan yang pernah terjadi.

#2 Bias Emosi

Berbeda dengan bias kognitif yang berfokus pada informasi dan


pengetahuan.

Emosi lebih menitikberatkan pada perasaan dan spontanitas dibandingkan


fakta.

Dengan demikian, bias emosional menggambarkan kesalahan keputusan


karena mengabaikan fakta.


Berikut ini adalah ragam bias emosi:

Ragam Bias Penjelasan

Keputusan investasi dilakukan karena


kepercayaan diri investor yang terlalu
Overconfidence berlebihan atas prediksi dan informasi yang
Bias dimilikinya.

Investor merasa dampak kerugian investasi


lebih besar dibandingkan kepuasan atas
keuntungan investasi. Akibatnya, investor
Loss Aversion Bias rela untuk terus mempertahankan investasi
yang tidak menguntungkan.

Investor tidak disiplin terhadap proses dan


Self-Control Bias tujuan investasi yang telah dibuatnya sendiri.

Perasaan nyaman yang dirasakan investor


membuatnya tidak mau mengubah atau
Status-Quo Bias
melakukan penyesuaian investasi.
Ragam Bias Penjelasan

Investor menilai investasi dari sisi


sentimental (intangible), dan
Endowment Bias mempertahankannya apapun kondisinya.

Investor takut mengambil keputusan investasi


Regret-Aversion karena takut akan dampak yang tidak
Bias diharapkan yang mungkin terjadi.

Keinginan untuk terus mendapatkan


keuntungan, meskipun harus melampaui batas
Greed Bias kemampuan investasi yang dimiliki oleh
investor.