Anda di halaman 1dari 2

Entrepreneurship

Kewirausahaan atau entrepreneurship berasal dari bahasa Perancis, entreprendre yaitu


Perantara.Kewirausahaan secara umum adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya
dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial
yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.

Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya
terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan
memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa sumber daya
yang saat ini dikendalikan.

Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan


perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau
komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya

Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau
berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk
pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.. Entrepreneur
bukanlah sekedar pedagang, namun bermakna jauh lebih dalam, yaitu berkenaan dengan mental
manusia, rasa percaya diri, efisiensi, kreativitas, ketabahan, keuletan, kesungguhan dan moralitas dalam
menjalankan usaha mandiri.

Macam-macam Entrepreneurship dibagi menjadi empat konsep. Pertama Ecopreneurship, konsep


kewirausahaan ini tidak hanya fokus untuk memperoleh keuntungan, tapi lebih memperhatikan
lingkungan.

Kedua Technopreneurship, konsep kewirausahaan yang menggabungkan teknologi digital modern


sehingga lebih efisien dan efektif dalam menghasilkan usahanya. Ketiga Sociopreneurship, tidak hanya
mementingkan keuntungan, tapi lebih fokus pada kepentingan sosial dilingkungan sekitar tempat
usahanya.

Keempat Intrapreneurship, yakni konsep kewirausahaan di dalam sebuah perusahaan. Jadi, pelaku
usaha tidak perlu keluar untuk menjalankan dan melakukan aktivitas kegiatan usahanya. Berikut ini
empat contoh Entrepreneurship dari masing-masing jenis atau macam-macam konsep kewirausahaan
yang sudah disebutkan.

Technopreneurship
Technopreneurship merupakan istilah bentukan dari dua kata, yaitu “ Technology” dan “
Enterprneneurship ” . Jika kedua kata digabungkan, maka kata teknologi mengalami penyempitan arti,
karena teknologi dalam “technopreneurship” mengacu pada teknologi informasi, yaitu teknologi yang
menggunakan computer dan internet sebagai alat pemrosesan.
Technopreneur adalah wirausaha yang menjalankan bisnisnya dengan basis teknologi. Dengan kata lain
Technopreneur adalah entrepreneur yang mengoptimalkan berbagai potensi perkembangan teknologi
yang ada sebagai basis pengembangan usaha yang dijalankannya, atau bisa dibilang Technopreneur ini
adalah entrepreneur modern yang berbasis pada teknologi dalam menjalankan usahanya.

Technopreneur mengandung makna tentang bagaimana cara pemanfaatan teknologi yang sedang
berkembang pesat untuk dijadikan sebagai peluang usaha. Karena untuk entrepreneur itu sendiri
mengandung arti sesesorang/badan usaha yang mengelola usaha dengan keberanian untuk mengambil
resiko guna mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada.

Teknopreneur terdapat pada bidang pertanian misalnya, berupa pembuatan peralatan pertanian,
penggunaan tenaga binatang dalam mengolah lahan pertanian, pembuatan irigasi pertanian untuk
membantu mengalirkan air ke lahan pertanian. Lalu teknopreneur pada bidang industri, yang dahulu
sering disebuat revolusi industri, menemukan alat-alat canggih yang dapat membantu peroses
peroduksi. Alat-alat moderen mulai diproduksi massal seperti kendaraan otomotif, perumahan, retail
dan lain-lain. Dan sekarang bisnis teknologi mulai digemari, contoh saja Bill Gate sebagai salah satu
pendiri Microsoft.

Perbedaan Entrepreneurship dengan Teknopreneurship


Ada sedikit perbedaan antara entrepreneur dengan teknopreneur, meskipun esensinya sama. Seseorang
bisa disebut “Entrepreneur Sukses” apabila secara ekonomi ia mampu memberikan nilai tambah
ekonomis bagi komoditas yang dijual sehingga mampu menciptakan kesejahteraan bagi dirinya.

Dengan demikian, mereka yang digolongkan sebagai entrepreneur sukses adalah yang termasuk
pensuplay produk bagi kebutuhan pasar pemerintah (supplier pemerintah), pensuplay kebutuhan pasar
masyarakat (pedagang), ataupun pengusaha yang bergerak di sektor jasa dengan sifat persaingan pasar
yang cenderung monopolistik hingga ke persaingan bebas (komoditi).

Berbeda dengan entrepreneur diatas, teknopreneur dibangun berdasarkan keahlian yang berbasis pada
pendidikan dan pelatihan yang didapatkannya di bangku perkuliahan ataupun dari percobaan. Mereka
menggunakan teknologi sebagai unsur utama pengembangan produk suksesnya, bukan sekedar
jaringan, lobi dan pemilihan pasar secara demografis.

Mereka yang disebut teknopreneur adalah seorang “Entrepreneur Modern” yang berbasis teknologi.
Inovasi dan kreativitas sangat mendominasi mereka untuk menghasilkan produk yang unggulan sebagai
dasar pembangunan ekonomi bangsa berbasis pengetahuan.