Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

KETIDAKBERDAYAAN

Oleh:

Erva Nurrochim

20901800034

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
2019
A. Pengertian
Ketidakberdayaan adalah persepsi atau tanggapan klien bahwa perilakuatau
tindakan yang sudah dilakukannya tidak akan membawa hasil yangdiharapkan
atau tidak akan membawa perubahan hasil seperti yangdiharapkan, sehingga
klien sulit mengendalikan situasi yang terjadi ataumengendalikan situasi yang
akan terjadi (NANDA, 2011).
B. Tanda dan Gejala
1. Mengungkapkan dengan kata-kata bahwa tidak mempunyai kemampuan
mengendalikan atau mempengaruhi situasi
2. Mengungkapkan tidak dapat menghasilkan sesuatu
3. Mengungkapkan ketidakpuasan dan frustasi terhadap ketidakmampuan untuk
melakukan tugas atau aktivitas sebelumnya
4. Mengungkapkankeragu-raguanterhadappenampilanperan
5. Mengatakan ketidakmampuan perawatan diri
6. Menunjukkanperilakuketidakmampuanuntukmencariinformasitentangperawat
an
7. Tidak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan saat diberikan kesempatan
8. Enggan mengungkapkan perasaan sebenarnya
9. Ketergantunganterhadap orang lain yang dapat mengakibatkaniritabilitas,
ketidaksukaan, marahdan rasa bersalah
10. Gagal mempertahankan ide/pendapat yang berkaitan dengan orang lain ketika
mendapat perlawanan
11. Apatis dan pasif
12. Ekspresi muka murung
13. Bicara dan gerakan lambat
14. Tidur berlebihan
15. Nafsu makan tidak ada atau berlebihan
16. Menghindari orang lain
C. Pohon Masalah

Disfungsi proses berduka CAUSA


Kurangnya umpan balik positif
Umpan balik yang konsisten

Ketidak berdayaan CORE PROBLEM

Harga diri rendah EFEK

D. Data yang perlu dikaji


Data Masalah
Subjektif: Harga diri
1. Mengatakan secara verbal ketidak mampuan rendah.
mengendalikan atau mengetahui situasi.
2. Mengatakan tidak dapat menghasilkan sesuatu.
3. Mengatakan ketidakmampuan perawatan diri.
Objektif:
1. Tidak berpartisipasi dalam mengambil keputusan saat
kesempatan diberikan.
2. Segan mengekspresikan perasaan yang sebenarnya.
3. Apatis, pasif
4. Ekspresi muka murung.
5. Bicara dan gerakan lambat.
6. Nafsu makan tidak ada atau berlebihan.
7. Tidur berlebihan.
8. Menghindari orang lain

E. Intervensi GeneralisPadaPasien
a. TujuanUmum
1) Pasien mampu membina hubungan saling percaya
2) Pasien mampu mengenali dan mengekspresikan emosinya.
3) Pasien mampu memodifikasi pola kognitif yang negatif
4) Pasien mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang
berkenaan dengan perawatannya sendiri.
5) Pasien mampu termotivasi untuk aktif mencapai tujuan yang realistis.
b. Tindakan Keperawatan
SP1: Assesmenketidakberdayaan danlatihanberpikir positif
1) Binahubungansalingpercaya
a) Mengucapkansalamterapeutik, memperkenalkandiri,
panggilpasiensesuainamapanggilan yang disukai
b) Menjelaskan tujuan interaksi: melatih pengendalian ketidakberdayaan
agar proses penyembuhan lebih cepat
2) Membuat kontrak (inform consent) dua kali pertemuan latihan
pengendalian ketidakberdayaan
3) Bantu pasienmengenalketidakberdayaan:
a) Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan menguraikan perasaannya.
b) Bantu pasienmengenalpenyebabketidakberdayaan
c) Bantu klien menyadari perilaku akibat ketidakberdayaan
d) Bantu Bantu klien untuk mengekspresikan perasaannya dan
identifikasiarea-area situasi kehidupannya yang tidak berada dalam
kemampuannya untuk mengontrol
e) Bantu klien untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat
berpengaruh terhadap ketidak berdayaannya
f) Diskusikan tentang masalah yang dihadapi klien tanpa memintanya
untuk menyimpulkan
g) Identifikasi pemikiran yang negatif dan bantu untuk menurunkan
melalui interupsi atau subtitusi
h) Bantu pasien untuk meningkatkan pemikiran yang positif
i) Evaluasi ketepatan persepsi, logika dan kesimpulan yang dibuat
pasien
j) Identifikasi persepsi klien yang tidak tepat, penyimpangan dan
pendapatnya yang tidak rasional
4) Latih mengembangkan harapan positif (afirmasi positif)

SP2: evaluasi asesmen ketidakberdayaan, manfaat mengembangkan


harapan positif dan latihan mengontrol perasaan ketidakberdayaan
1) Pertahankan rasa percayapasien
a) Mengucapkansalamdanmemberimotivasi
b) Asesmenulangketidakberdayaandankemampuanmengembangkan
pikiran postif
2) Membuatkontrakulang: latihanmengontrolperasaanketidakberdayaan
3) Latihanmengontrol perasaan ketidakberdayaan melalui peningkatan
kemampuan mengendalikan situasi yang masih bisa dilakukan pasien
(Bantu klienmengidentifikasi area-area situasikehidupan yang
dapatdikontrolnya. Dukungkekuatan – kekuatandiri yang dapat di
identifikasiolehklien) misalnya klien masih mampu menjalankan peran
sebagai ibu meskipun sedang sakit.
F. Intervensi Generalis pada Keluarga
a. Tujuan:
1) Keluarga mampu mengenal masalah ketidakberdayaan pada anggota keluarganya
2) Keluarga mampu merawat anggota keluarga yang mengalami ketidakberdayaan
3) Keluarga mampu memfollow up anggota keluarga yang mengalami ketidakberdayaan
b. Tindakankeperawatanpadakeluarga
1) Mendiskusikankondisipasien: ketidakberdayaan, penyebab, proses
terjadi, tandadangejala, akibat
2) Melatihkeluargamerawatketidakberdayaan pasien
3) Melatihkeluargamelakukan follow up
SP1 keluarga:penjelasan kondisi pasien dan cara merawat:
1) Binahubungansalingpercaya
a) Mengucapkan salam terapeutik, memperkenalkan diri
b) Menjelaskan tujuan interaksi: menjelaskan ketidakberdayaan pasien dan
cara merawat agar proses penyembuhan lebih cepat
2) Membuat kontrak (inform consent) dua kali pertemuan latihan cara merawat
ketidakberdayaan pasien
3) Bantu keluargamengenalketidakberdayaan:
- Menjelaskan ansietas, penyebab, proses terjadi, tanda dan gejala, serta
akibatnya
- Menjelaskan cara merawat ketidakberdayaan pasien: membantu
mengembangkan motivasi bahwa pasien dapat mengendalikan situasi
dan memotivasi cara afirmasi positif yang telah dilatih perawat pada
pasien
SP 2 keluarga: evaluasi peran keluarga merawat pasien, cara latihan
mengontrol perasaan ketidakberdayaan dan follow up
1) Pertahankan rasa percayakeluarga dengan mengucapkansalam,
menanyakanperankeluargamerawatpasien&kondisipasien
2) Membuatkontrakulang: latihanlanjutancaramerawatdan follow up
3) Menyertakankeluargasaatmelatih pasien latihan mengontrol perasaan tidak
berdaya
4) Diskusikandengankeluarga follow up dan kondisi pasien yang perlu dirujuk
(klien tidak mau terlibat dalam perawatan di RumahSakit)
dancaramerujukpasien
DAFTAR PUSTAKA

Angreni. 2010. Askep Gangguan Alam Perasaan Depresi. Diambil dari


http://anggreniniluhputu.blogspot.com/2010/12/askep-gangguan-alam-
perasaandepresi.html pada 02 Desember 2012.

Carpenito, L.J. 2009. Diagnosis Keperawatan: Aplikasi Pada Praktik Klinis. Ed.9.
Jakarta: EGC.

Keliat, B.A. dan Akemat. 2005.Keperawatan Jiwa: Terapi Aktivitas Kelompok


.Jakarta: EGC.

Muhaj,K.2009.Terapi Okupasi dan Rehabilitasi.Available


http://khaidirmuhaj.blogspot.com/2009/01/terapi-okupasi-dan-
rehabilitasi.html.

Riyadi, S. dan Purwanto, T. 2009.Asuhan Keperawatan Jiwa.Yogyakarta:


Graha Ilmu