Anda di halaman 1dari 28

KONSEP :

MANUSIA
SEHAT/SAKIT

LILIN ROSYANTI
INDRIONO HADI

1
KDM SERIES :
KONSEP MANUSIA
SEHAT/SAKIT
BY : LILIN ROSYANTI, INDRIONO HADI

Manusia sebagai mahluk holistic


Holistik  berarti keseluruhan / utuh

PSYCHOLOGIC
SPIRITUAL, BIOLOGIC , SOCIOLOGIC

A MODEL OF THE COMPONENTS OF THE HOLISTIC PERSON

BIOLOGIC
- Manusia merupakan suatu susunan system organ tubuh
- Mempunyai kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya
- Tidak terlepas dari hukum alam dilahirkan berkembang  mati

PSIKOLOGIK
- Manusia mempunyai struktur kepribadian
- Tingkah laku sebagai manifestasi dari kejiwaan
- Mempunyai daya fikir dan kecerdasan
- Mempunyai kebutuhan psikologi agar pribadi dapat berkembang

SOSIAL
- Manusia perlu hidup bersama orang lain dan saling kerja sama untuk
memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya
- Dipengaruhi oleh kebudayaan
- Dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social
- Dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma yang ada

SPIRITUAL
- Mempunyai keyakinan / mengaku adanya Tuhan
- Memiliki pandangan hidup , dorongan hidup yang sejalan dengan sifat religius
yang dianutnya

Teori Holistik  Seluruh organisme hidup saling berinteraksi

Adanya gangguan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian


yang lain

Jika mempelajari satu bagian dari manusia harus


mempertimbangkan bagaimana bagian tersebut berhubungan
dengan bagian yang lain

2
Manusia Sebagai Makhluk Holistik
Holistik berarti keseluruhan atau utuh.
Manusia sebagai makhluk holistik merupakan makhluk yang utuh atau paduan
dari unsur biologis, psikologis, sosial dan spiritual atau sering disebut juga
sebagai makhluk biopsikososialspiritual. Dimana keempat unsur ini tidak akan
dapat terpisahkan, gangguan terhadap salah satu aspek merupakan ancaman
terhadap aspek atau unsur yang lain.

1. Makhluk biologis
a. Manusia tersusun atas system organ tubuh yang digunakan untuk
mempertahankan hidupnya
b. Mempunyai kebutuhan yang berguna untuk mempertahankan hidupnya
c. Tidak terlepas dari hokum alam:dilahirkan-berkembang-mati
d. Manusia memerlukan oksigen untuk bernapas
e. Manusia memerlukan nutrisi untuk menambah energi dalam tubuh
f. Manusia memerlukan cairan tubuh agar tidak dehidrasi
2. Makhluk psikologis
a. Manusia mempunyai struktur kepribadian
b. Tingkah laku sebagai manispestasi kejiwaan
c. Mempunyai daya fikir serta kecerdasan
d. Mempunyai kebutuhan psikologi agar pribadi dapat berkembang
3. Makhluk social
a. Manusia perlu hidup bersama orang lain, saling bekerjasama untuk
memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup
b. Kebudayaan mempengaruhi komponen social manusia
c. Dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan social
d. Dituntut untuk bertingkah laku sesuai dengan harapan dan norma yang
ada
4. Makhluk spiritual
a. Manusia memiliki keyakinan dan mengakui adanya Tuhan
b. Manusia memiliki pandangan hidup, dorongan hidup yang sejalan
dengan keyakinan yang dianutnya.

Manusia Sebagai Sistem


Manusia sebagai system terdiri atas system adaptif, system personal, system
interpersonal, dan system sosial.
1. Sistem Adaptif

3
Sistem adaptif merupakan proses perubahan individu sebagai respons
terhadap perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi integritas atau
keutuhan.
Lingkungan seluruh kondisi keadaan sekitar yang mempengaruhi
perkembangan organisme atau kelompok organisme. Menurut Roy (1976)
Perilaku adaptif merupakan perilaku individu secara utuh untuk beradaptasi
dan menangani rangsang lingkungan.
2. Sistem Personal
Sebagai system personal manusia memiliki proses persepsi dan bertumbuh
kembang. Sistem personal disebut juga sebagai individu. Misalnya bidan
harus mengerti tentang konsep :
a. Self
Memiliki kepribadian yang prinsipil.
b. Persepsi
Pemikiran atau pandangan terhadap suatu kasus.
c. Tumbuh kembang
Hak seseorang untuk berpemikiran yang lebih dewasa dan matang.
3. Sistem Interpersonal
Sebagai system interpersonal manusia dapat berinteraksi, berperan, dan
berkomunikasi terhadap orang lain. Menurut King (1976) system
interpersonal disebut juga kelompok. Misalnya bidan harus mengerti
tentang konsep :
a. Interaksi
Proses dimana terdapat suatu hubungan timbal balik antara manusia
yang satu dengan manusia lainnya untuk mencapai suatu tujuan.
b. Peran
Suatu keinginan yang ingin dimiliki oleh seseorang untuk mendapatkan
suatu tanggapan dari orang lain.
c. Komunikasi
Suatu cara untuk berinteraksi dalam menyampaikan informasi antara
manusia satu dengan manusia lainnya.
4. Sistem Sosial
Sebagai system social, manusia memiliki kekuatan dan wewenang dalam
pengambilan keputusan di lingkungannya, baik dalam keluarga,
masyarakat, maupun lingkungan pekerjaan. Menurut King (1976) system
social disebut juga masyarakat. Misalnya bidan harus mengerti tentang
konsep :

4
a. Organisasi power
Organisasi yang mempunyai kekuatan yang sangat besar contohnya
“IBI” memiliki kekuasaan dalam bidang kebidanan.
b. Otoritas
Suatu kekuasan yang bersifat pengekangan terhadap suatu hal
misalnya seorang bidan saat praktek klinik terlalu mengatur-ngatur
pasiennya dalam melakukan suatu hal.
c. Pengambilan keputusan
Suatu tindakan yang bersifat sewenang-wenang misalnya seorang
bidan tidak diperbolehkan untuk mengambil keputusan tanpa
sepengetahuan pasiennya.

KONSEP MANUSIA

Manusia adalah mahluk sosial yang berinteraksi satu dengan yang lain dan
mempunyai tujuan dalam hidupnya.

Konsep manusia dibagi menjadi tiga bagian:


1. Manusia sebagai sistem

Manusia ditinjau sebagai sistem, artinya manusia terdiri dari beberapa


unsur/sistem yang membentuk suatu totalitas; yakni sistem adaptif, sistem
personal, sistem interpersonal, dan sistem sosial
Sistem terdiri dari :
 Unsur – unsur { kompenen , elemen , sub system }

 Batasan

 Tujuan

Meliputi :
 Manusia sebagai sistem adaptif, disebabkan:

o Setiap individu dapat berubah

o Setiap individu merespon terhadap perubahan

 Manusia sebagai sistem personal, disebabkan:

o Setiap manusia memiliki proses persepsi

o Setiap manusia bertumbuh kembang

 Manusia sebagai sistem interpersonal

o Setiap manusia berinteraksi dengan yang lain

o Setiap manusia memiliki peran dalam masyarakat

5
o Setiap manusia berkomunikasi terhadap orang lain

 Manusia sebagai sistem sosial

o Setiap individu memiliki kekuatan dan wewenang dalam pengambilan


keputusan di lingkungannya; keluarga, masyarakat, dan tempat kerja

Manusia ditinjau sebagai sistem terbuka yang terdiri dari berbagai sub sistem
yang saling berhubungan secara terintegrasi untuk menjadi satu total sistem.
Terdiri dari beberapa komponen :
o Komponen Biologik adalah anatomi tubuh

o Komponen Psikologik adalah kejiwaan

o Komponen Sosial adalah lingkungan

o Komponen Kultural adalah nilai budaya

o Komponen Spiritual adalah kepercayaan agama

2. Manusia sebagai adaptif

Adaptasi adalah proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon


terhadap perubahan lingkungan mempengaruhi integritas atau keutuhan.
Lingkungan : seluruh kondisi keadaan sekitar yang mempengaruhi
perkembangan organisme atau kelompok organisme. Model konsep adaptasi
pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). Konsep ini
dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan di
bawah ini.
Terdapat tingkatan dan respon fisiologik untuk memudahkan adaptasi
 Respon takut { mekanisme bertarung }

 Respon inflamasi

 Respon stress dan

 Respon sensori

Menurut Roy Prilaku adaptif merupakan perilaku individu secara utuh.


Beradaptasi dan menangani rangsangan lingkungan.

Asumsi dasar model adaptasi Roy adalah :


1. Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan sosial yang terus-
menerus berinteraksi dengan lingkungan.

2. Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi


perubahan-perubahan biopsikososial.

3. Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas


kemampuan untuk beradaptasi. Pada dasarnya manusia memberikan
respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun negatif.

6
4. Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang
lainnya,jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia
mempunyai kemampuan untuk menghadapi rangsangan baik positif
maupun negatif.

5. Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari
kehidupan manusia.

Dalam asuhan keperawatan, menurut Roy (1984) sebagai penerima asuhan


keperawatan adalah individu, keluarga, kelompok, masyarakat yang dipandang
sebagai “Holistic Adaptive System”dalam segala aspek yang merupakan satu
kesatuan.

Sistem adalah suatu kesatuan yang dihubungkan karena fungsinya sebagai


kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari
setiap bagian-bagiannya. Sistem terdiri dari proses input, autput, kontrol
dan umpan balik ( Roy, 1991 ),
Dalam memahami konsep model ini, Callista Roy mengemukakan konsep
keperawatan dengan model adaptasi yang memiliki beberapa pandangan atau
keyakinan serta nilai yang dimilikinya diantaranya:
1. Manusia sebagai makhluk biologi, psikologi dan sosial yang selalu
berinteraksi dengan lingkungannya.

2. Untuk mencapai suatu homeostatis atau terintegrasi, seseorang harus


beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi.

3. Terdapat tiga tingkatan adaptasi pada manusia yang dikemukakan oleh


Roy, diantaranya:

a. Fokal stimulasi yaitu stimulus yang langsung beradaptasi dengan


seseorang dan akan mempunyai pengaruh kuat terhadap seseorang
individu.

Contoh : kumanpenyebab terjadinya infeksi


b. Kontekstual stimulus, merupakan stimulus lain (faktor presipitasi) yang
dialami seseorang, dan baik stimulus internal maupun eksternal, yang
dapat mempengaruhi, kemudian dapat dilakukan observasi, diukur
secara subjektif.

Contoh : daya tahan tubuh yang menurun, lingkungan yang tidak sehat
c. Residual stimulus, merupakan stimulus lain (faktor predisposisi) yang
merupakan ciri tambahan yang ada atau sesuai dengan situasi dalam
proses penyesuaian dengan lingkungan yang sukar dilakukan
observasi.

Contoh : sikap / keyakinan dan pemahaman klien terhadap penyakit,


persepsi klien tentang penyakit, gaya hidup, fungsi peran
4. Sistem adaptasi memiliki empat mode adaptasi diantaranya:

a. Pertama, fungsi fisiologis, komponen sistem adaptasi memiliki arti


perubahan fisik yang akan menimbulkan adaptasi fisiologi dalam
memperthankan keseimbangan diantaranya oksigenasi, nutrisi,
eliminasi, aktivitas dan istirahat, integritas kulit, indera, cairan dan
elektrolit, fungsi neurologis dan fungsi endokrin.

7
b. Kedua, konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang
mengenal pola-pola interaksi sosial dalam berhubungan dengan orang
lain atau merupakan keyakinan perasaan diri sendiri yang mencakup
perilaku, persepsi dan respon.

c. Ketiga, fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang


berhubungan dengan bagaimana peran seseorang dalam mengenal
pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain

d. Keempat, interdependensi merupakan kemampuan seseorang


mengenal pola-pola tentang kasih sayang, cinta yang dilakukan melalui
hubungan secara interpersonal pada tingkat individu maupun
kelompok.

5. Dalam proses penyesuaian diri individu harus meningkatkan energi agar


mampu melaksanakan tujuan untuk kelangsungan kehidupan,
perkembangan, reproduksi dan keunggulan sehingga proses ini memiliki
tujuan meningkatkan respon adaptasi.

Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai


sistem adaptif, manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu
kesatuan yang mempunyai input, kontrol, out put dan proses umpan balik.
Proses input atau masukan adalah berupa stimulus baik dari internal ataupun
eksternal. Proses kontrol adalah mekanisme koping yang dimanifestasikan
dengan cara-cara adaptasi. Lebih spesifik manusia didefenisikan sebagai
sebuah sistem adaptif dengan aktivitas kognator (perubahan kognitif dan emosi
termasuk didalamnya persepsi, proses informasi, pembelajaran, membuat alasan
dan mencari bantuan) dan regulator (perubahan sistem saraf, kimia tubuh dan
organ endokrin) untuk mempertahankan adaptasi dalam empat cara-cara
adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependensi
Proses output atau keluaran adalah manusia sebagai sistem adaptif yaitu sistem
adaptif dan inefektif. Dan prosen umpan balik merupakan hasil dari respon yang
memberikan lebih lanjut masukan (input) pada manusia sebagi suatu sistem.

Dalam model adaptasi keperawatan, manusia dijelaskan sebagai suatu sistem


yang hidup, terbuka dan adaptif yang dapat mengalami kekuatan dan zat dengan
perubahan lingkungan. Sebagai sistem adaptif manusia dapat digambarkan
dalam istilah karakteristik sistem, jadi manusia dilihat sebagai satu-kesatuan
yang saling berhubungan antara unit fungsional secara keseluruhan atau
beberapa unit fungsional untuk beberapa tujuan. Input pada manusia sebagai
suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima masukan dari lingkungan luar
dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri. Input atau stimulus termasuk
variabel standar yang berlawanan yang umpan baliknya dapat dibandingkan.
Variabel standar ini adalah stimulus internal yang mempunyai tingkat adaptasi
dan mewakili dari rentang stimulus manusia yang dapat ditoleransi dengan
usaha-usaha yang biasa dilakukan. Proses kontrol manusia sebagai suatu
sistem adaptasi adalah mekanisme koping. Dua mekanisme koping yang telah
diidentifikasi yaitu : subsistem regulator dan subsistem kognator. Regulator dan
kognator digambarkan sebagai aksi dalam hubungannya terhadap empat efektor
atau cara-cara adaptasi yaitu : fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan
interdependen.

8
3. Manusia sebagai Holistik

Manusia sebagai makhluk holistik mengandung pengertian, manusia makhluk


yang terdiri dari unsur biologis, psikologis, sosial dan spritual, atau sering disebut
juga sebagai makhluk biopsikososialspritual. Dimana, keempat unsur ini tidak
dapat terpisahkan, gangguan terhadap salah satu aspek merupakan ancaman
terhadap aspek atau unsur yang lain.
 Manusia sebagai makhluk biologis, disebabkan karena:

o Manusia terdiri dari gabungan sistem-sistem organ tubuh

o Manusia mempertahankan hidup

o Manusia tidak terlepas dari hukum alam (khususnya hukum


perkembangan)

 Manusia sebagai makhluk psikologis, karena:

o Setiap individu memiliki kepribadian yang unik (sanguin,


melankholik,dll)

o Setiap individu memiliki tingkahlaku yang merupakan manifestasi dari


kejiwaan

o Setiap individu memiliki kecerdasan dan daya pikir

o Setiap individu memiliki kebutuhan psikologis untuk mengembangkan


kepribadian

 Manusia sebagai Makluk sosial, karena:

o Setiap individu hidup bersama dengan orang lain

o Setiap individu dipengaruhi oleh kebudayaan

o Setiap individu terikat oleh norma yang berlaku dimasyarakat

o Setiap individu dipengaruhi dan beradaptasi dengan lingkungan sosial

o Setiap individu tidak dapat hidup sendiri perlu bantuam orang lain

 Manusia sebagai makhluk Spritual karena:

o Setiap individu memiliki keyakinan sendiri tentang adanya Tuhan

o Setiap individu memiliki pandangan hidup, dan dorongan sejalan


dengan keyakinan yang dipegangnya

 Manusia sebagai makhluk Kultural karena :

o Manusia mempunyai nilai dan kebudayaan yang membentuk jatidirinya

o Sebagai pembeda dan pembatas dalam hidup sosial

o Kultur dalam diri manusia bisa diubah dan berubah tergantung


lingkungan manusia hidup.

9
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Kebutuhan Dasar Manusia


Menurut King (1976) menyatakan bahwa kebutuhan dasar manusia sebagai suatu
energi di dalam atau di luar organisme yang ditunjukkan melalui respon perilaku
terhadap situasi kejadian atau orang.
Sedangkan menurut Roy (1976), kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan
individu yang menstimulasi respon untuk mempertahankan integritas.

Abraham Maslow { 1970 } mengembangkan teori KDM :


Hirarki kebutuhan manusia
Kebutuhan pada satu tingkat harus terpenuhi sebelum beralih ke tingkat berikutnya
5 Kategori kebutuhan dasar manusia menurut Maslow :
1. Kebutuhan fisiologis { physiologic needs }

 Oksigen dan pertukaran gas

 Cairan

 Makanan

 Eliminasi

 Istirahat dan tidur

 Aktifitas

 Keseimbangan temperatur tubuh

 Sex

2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan { safety and security needs }

 Kebutuhan akan perlindungan dari udara, dingin, panas, kecelakaan, infeksi

 Bebas dari ketakutan, kecemasan

3. Kebutuhan rasa cinta, memiliki dan dimiliki { love and belonging needs }

 Memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahahatan

 Mendapat tempat dalam keluarga dan kelompok sosial

4. Kebutuhan harga diri { self-esteem needs }

Perasaan tidak tergantung, kompeten, mandiri, respek terhadap diri sendiri dan
orang lain
5. Kebutuhan perwujudan diri { need for self actualization }

Dapat mengenal diri dengan baik tidak emosional, punya dedikasi tinggi, kreatif,
percaya diri dan sebagainya

Karakteristik Kebutuhan Dasar Manusia


1. Semua manusia mempunyai kebutuhan dasar yang sama

10
a. Kebutuhan perseorang akan dimodifikasi sesuai kultur.

b. Persepsi terhadap kebutuhan bervariasi tergantung kemampuan belajar dan


standar kebudayaan.

2. Manusia memenuhi kebutuhan dasar mereka tergantung kepada prioritasnya.

3. Kebutuhan dasar secara umum harus dipenuhi, beberapa kebutuhan dapat


ditunda.

4. Kelemahan dalam mendapatkan kebutuhan satu atau lebih dapat menimbulkan


homeostasis imbalance, tidak dapat terpenuhi sakit.

5. Kebutuhan dapat ditimbulkan oleh berbagai rangsangan eksternal / internal

a. Internal  rasa lapar ad/ membuat seseorang berfikir tentang makanan.

b. Eksternal  bentuk kue yang menarik.

6. Seseorang yang merasakan kebutuhannya dapat menanggapi berbagai cara


untuk mendapatkannya. Memiliki respon, sebagian besar tergantung kepada
pengalaman belajar, nilai, budaya.

7. Kebutuhan-kebutuhan saling berinteraksi, beberapa kebutuhan tidak terpenuhi


akan mempengaruhi kebutuhan lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan :


1. Penyakit

Berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan.


Tenaga kesehatan dapat membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan pada
setiap saat.
2. Hubungan yang berarti

Keluarga, support person


Tenaga kesehatan dapat membina hubungan yang berarti dengan pasien. Dapat
membantu pasien menyadari kebutuhan mereka dan mengembangkan cara
yang sehat untuk memenuhi kebutuhan.
3. Konsep diri

Merupakan kemampuan pemahaman dan pandangan individu untuk memenuhi


kebutuhan dan juga kesadarannya apakah kebutuhan terpenuhi atau tidak.
Orang yang merasa dirinya baik, mudah untuk berubah, mengenal kebutuhan
dan mengembangkan cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan.
4. Tahap perkembangan

a. Erikson : jika individu dapat membina hubungan intimacy, maka


kebutuhan cinta dan rasa memiliki terpenuhi.

b. Maslow : kebutuhan aktualisasi dirinya utuh mempunyai karakteristik


sebagai berikut :

a) Realistik, melihat kehidupan secara penuh dan objektif, tentang apa


yang diobservasinya.

b) Cepat menyesuaikan diri dengan orang lain.

11
c) Mempunyai persepsi yang tinggi dan tegas.

d) Mempunyai dugaan yang benar terhadap sesuatu kebenaran dan


kesalahan.

e) Sering / selalu akurat dalam memprediksi kejadaian yang akan dating.

f) Mengerti seni, musik, politik dan filosofi.

g) Rendah hati, mendengar orang lain dengan penuh perhatian.

h) Mempunyai dedikasi untuk bekerja sama, bertugas dari tempat kerja.

i) Berkreatifitas, fleksibel, spontan, berani dan sudi mengakui kesalahan.

j) Terbuka ide-ide baru.

k) Percaya diri dan menghargai diri.

l) Konfliks diri yang rendah, kepribadian yang interaksi.

m) Menghargai diri sendiri, tidak membutuhkan kemasyura, mempunyai


perasaan kontrol terhadap diri sendiri.

n) Kemandirian tinggi, mempunyai hasrat privacy.

o) Dapat tampil, tidak mengecilkan diri, objektif dan tidak memihak.

p) Bersahabat, menyayangi dan lebih banyak menentukan


dilingkungannya.

q) Dapat mengambil keputusan apabila ada pertentangan pendapat.

r) Berfokus pada masalah { problem centred } tidak berfokus pada


pribadi.

s) Menerima dunianya apa adanya.

Kesimpulan :
 Tidak semua manusia terpenuhi kebutuhan aktualisasi diri secara utuh.

 Maslow tidak percaya bahwa inteligensia akan memenuhi kebutuhan aktualisasi


diri.

 Maslow mempelajari bahwa aktualisasi diri dihasilkan karena kematangan.

Seseorang terpenuhi aktualisasi diri akan


 Mungkin tidak selalu berbahagia.

 Sukses dan menyesuaikan diri dengan baik.

 Pernah merasa ragu-ragu.

 Merasakan kegagalan dan takut.

 Mempunyai kemampuan berjanji secara positif mengenai ketakutan, kegagalan,


kelemahan.

12
Richard Kosh { 1977 } adalah mengadaptir hirarki Maslow dan membenarkan
kategori kebutuhan diantara kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman
mencakup sex, aktifitas, eksplorasi, manipulasi, novelty.
R. Kosh menegaskan :
 Kebutuhan anak-anak untuk mengeksplorasi

 Manipulasi lingkungan untuk meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan


secara optimal.

PERAWAT

Harus mempertimbangkan interaksi individu dengan lingkungan


eksternal
Manusia sebagai system

Sistem terdiri dari :


- Unsur - unsur { kompenen , elemen ,sub system }
- Batasan
- Tujuan

Manusia sebagai system terbuka yang terdiri dari berbagai sub system yang saling
berhubungan secara terintegrasi untuk menjadi satu total system

- Komponen Biologik  anatomi tubuh


- Komponen Psikologik  kejiwaan
- Komponen Spiritual  Kepercayaan agama
- Komponen Sosial  lingkungan

Manusia sebagai system adaptif

Adaptasi  Proses perubahan yang menyertai individu dalam berespon terhadap


perubahan lingkungan mempengaruhi integritas atau keutuhan
Lingkungan : seluruh kondisi keadaan sekitar yang mempengaruhi
perkembangan organisme atau kelompok organisme

4 Tingkatan dan respon fisiologik untuk memudahkan adaptasi


- Respon takut { mekanisme bertarung }
- Respon inflamasi
- Respon stress dan respon sensori

Roy { 1976 }  Prilaku adaptif merupakan perilaku individu secara utuh

Beradaptasi dan menangani rangsang lingkungan

Manusia sebagai system personal, interpersonal dan social

King { 1976 } : 3 dinamik system interaksi dalam konsep manusia

Individu Keluarga Masyarakat


{ system personal } { system interpersonal } { Sistem social }

Perawat harus me Perawat harus me Perawat harus mengerti tentang

13
ngerti tentang ngerti tentang Konsep :
Konsep : Konsep - organisasi
- Self - interaksi - power
- Persepsi - peran - otoritas
- tumbuh - komunikasi - pengambilan keputusan
kembang

Kebutuhan dasar manusia

King  Perubahan energi didalam maupun diluar organisme yang ditujukan melalui
respon perilaku terhadap situasi kejadian dan orang

Roy  Kebutuhan individu yang menstimulasi respon untuk mempertahankan


integritas

Abraham Maslow { 1970 } mengembangkan teori KDM :


Hirarki kebutuhan manusia

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT ABRAHAM MASLOW

 HAKIKAT MANUSIA
Hakikat manusia merupakan falsafah keperawatan yang merupakan
pandangan dasar tentang hakikat manusia dan eksensi keperawatan yang
menjadikan kerangka dasar dalam praktek keperawatan.
Hakikat manusia meliputi :
1. Biologis : Manusia tersusun atas sistem organ tubuh yang digunakan
untuk mempertahankan hidupnya, mulai dari lahir, tumbuh kembang,
hingga meninggal .
2. Psikologis : Manusia mempunyai struktur kepribadian, tingkah laku
sebagai manifestasi kejiwaan, dan kemampuan berpikir serta
kecerdasan .
3. Sosial : Manusia tidak akan dapat hidup sendiri tanpa bantuan dari
orang lain
4. Spiritual : Menyangkut dengan keyakinan seseorang masing-masing

Manusia secara konseptual adalah makhluk tertinggi yang diciptakan Tuhan.yang


memilki kelebihan dibanding makhluk lain seperti :
a) Berperasaan
b) Mampu beradaptasi
c) Sebagai kesatuan sistem

 MANUSIA SEBAGAI SUATU SISTEM TERBUKA


Sistem adalah suatu kesatuan yang utuh yang terdiri dari bermacam macam
elemen yang berhubungan dan saling mempengaruhi yang dipersiapkan dengan
sadar untuk mencapai tujuan.

 KONSEP MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BIO-PSIKO-SOSIO-SPIRITUAL


Manusia adalah satu dari sekian banyak mahluk ciptaan tuhan yang diberikan
banyak kelebihan dari mahluk yang lain. Manusia adalah mahluk yang utuh dan unik.
Sebagai mahluk yang utuh manusia terdiri dari bio psiko sosio dan spiritual.
Manusia adalah terdiri dari satu kesatuan yang merupakan karakteristik dan
berakal, memiliki sifat-sifat yang unik yang ditimbulkan oleh berbagai macam-macam
kebudayaan.
Dikatakan unik karena manusia memiliki beragai macam perbedaan dengan
setiap manusia lain, mempunyai cara yang berbeda dalam upaya memenuhi

14
kebutuhannya. Manusia sebagai mahluk individu, dimana manusia perbedaan
dengan manusia lain dalam salah satu atau beberapa segi meliputi bio- psiko sosio
dan spiritual.

• Manusia sebagai sistem terbuka yang meliputi komponen bio – psiko- sosio-
spiritual

1. Manusia sebagai mahluk biologis


Manusia adalah mahluk hidup yang lahir, tumbuh dan berkembang sesuai
dengan tuntutan dan kebutuhan. Sebagai mahluk biologi manusia memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
a. Manusia merupakan susunan sel-sel yang hidup yang membentuk satu
jaringan dan jaringan akan bersatu membentuk organ dan system organ. Dalam
pertumbuhan dan perkembangannya manusia dipengaruhi oleh berbagai macam
factor meliputi :
1). Faktor lingkungan, meliputi idiologi, politik, ekonomi, budaya, agama.
2). Faktor social, sosialisasi dengan orang lain
3). Faktor fisik : geografis, iklim/cuaca.
4). Factor fisiologis : system tubuh manusia
5). Faktor psikodinamik : kepribadian, konsep diri, cita-cita.
6). Spiritual : pandangan, motivasi, nilai-nilai
7). Tunduk terhadap hukum alam
8). Memiliki kebutuhan

2. Manusia sebagai mahluk psikologis


1. Memiliki struktur kepribadian yang terdiri dari Id ( aspek bio ), Ego
( aspek psikologi ) dan Super ego ( aspek social ).
2. Dipengaruhi perasaan dan kata hati
3. Memiliki daya pikir dan kecerdasan
4. Memiliki kebutuhan psikologis agar pribadi dapat berkembang
5. Kebutuhan psikologis terdiri dari pengurangan ketegangan, kemesraan
dan cinta, kepuasan alturistik, kehormatan dan kepuasan ego.
6. Memiliki kepribadian yang unik

3. Manusia sebagai mahluk social


Manusia membutuhkan manusia lain didalam menjalani kehidupannya. Ciri-ciri
mahluk sosial adalah :
1. Sebagai mahluk yang tidak dapat lepas dari orang lain. manusia memiliki
cipta (kemampuan untuk melakukan sesuatu), rasa (perasaan), dan karsa
(tujuan).
2. Manusia hidup dalam kelompoknya (keluarga, masyarakat), manusia suci
bagi manusia lain (Homosacra Res Homonim), dan engkau adalah aku
(Tat Twan Asi)
3. Manusia selalu bersosialisasi, berhubungam, menyesuaikan diri, saling
mencintai, menghormati, dan saling menghargai manusia lain dari masa
kanak-kanak sampai dengan meningal dunia.

4. Manusia sebagai mahluk spiritual


Manusia diciptakan oleh Allah SWT, dalam bentuk yang sebaik-baiknya, memiliki
jiwa yang sempurna, untuk menjadi khalifah dibumi. Bukti manusia mahluk spiritual
1. Memiliki keyakinan dan kepercayaan

Manusia sebagai sistem yang terdiri atas 2 jenis :


A. Manusia sebagai sistem adaptif

15
Adaptasi adalah proses perubahan yang menyertai individu ketika berespon
terhadap perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi kebutuhannya.

B. Manusia sebagai sistem personal , interpersonal,dan sosial


o Sistem personal
o Sistem interpersonal
o Sistem sosial

Manusia sebagai makhluk holistik


• Adalah makhluk utuh dan menyeluruh terdiri atas unsur bio – psiko- sosio-
spiritua

 Kebutuhan Dasar ManusiaMenurut ABRAHAM MASLOW (1950)


Manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi secara memuaskan
melalui proses homeostasis , baik fisiologi maupun psikologi.
Lima kategori kebutuhan dasar manusia menurut abraham maslow antara lain :
1. Kebutuhan fisiologi (physiologic needs).kebutuhan fisiologi memiliki prioritas
tertinggi dalam hierarki maslow.
2. Kebutuhan keselamatan dan rasa aman ( safety and security needs)
3. Kebutuhan rasa cinta, dimiliki, dan memiliki(love and belonging needs).
4. Kebutuhan harga diri (self esteem needs)
5. Kebutuhan aktualisasi diri (needs for self actualization)

Faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan antara lain :


1. penyakit
Saat seseorang dalam kondisi sakit, ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya
sendiri, dengan demikian dia bergantung pada orang lain.
2. Hubungan yang berarti
Hubungan yang baik dalam keluarga dapat membantu menyadari dan
mengembangkan cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan.
3. Konsep Diri
Individu dengan konsep diri yang positif , akan mudah mengenali dan
memenuhi kebutuhan serta mengembangkan cara sehat.

4. Tahap Pengembangan
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam hal struktur dan
fungsi tubuh yang lebih kompleks didalam suatu pola yang teratur dan dapat
diprediksi ,sebagai hasil dari pematangan.
5. Stuktur Keluarga
Stuktur keluarga dapat mempengaruhi cara klien memuaskan kebutuhannya.

Kebutuhan pada satu tingkat harus terpenuhi sebelum beralih ke tingkat berikutnya

5 Kategori kebutuhan dasar manusia menurut Maslow :


1. Kebutuhan fisiologis { Physiologic needs }
2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan { safety and security needs }
3. Kebutuhan rasa cinta, memiliki dan dimiliki { love and belonging needs }
4. Kebutuhan harga diri { self-esteem needs }
5. Kebutuhan perwujudan diri { need for self actualization }

16
5 Kategori kebutuhan manusia

Self actualization

Self estee
Love a belonging

Safety and security

Physiologic

Dr Abraham Maslow

Kebutuhan Fisiologis
- Oksigen dan pertukaran gas
- Cairan
- Makanan
- Eliminasi
- Istirahat dan tidur
- Aktifitas
- Keseimbangan temperatur tubuh
- Sex

Kebutuhan rasa aman { aspek fisik dan psikologi }


- Kebutuhan akan perlindungan dari udara, dingin, panas, kecelakaan, infeksi
- Bebas dari ketakutan, kecemasan

Kebutuhan rasa cinta, memiliki, dan dimiliki


- Memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahahatan
- Mendapat tempat dalam keluarga dan kelompok social

Kebutuhan harga diri


- Perasaan tidak tergantung, kompeten, respek terhadap diri sendiri dan orang
lain

Kebutuhan perwujudan diri


- Dapat mengenal diri dengan baik tidak emosional, punya dedikasi tinggi,
kreatif, percaya diri dan sebagainya

17
Karakteristik kebutuhan dasar manusia :
1. Setiap orang mempunyai kebutuhan dasar yang sama dimana setiap
kebutuhan dimodifikasi sesuai dengan kultur.
2. Seseorang memenuhi kebutuhannya sesuai prioritas.

3. Walaupun kebutuhan umumnya harus dipenuhi, beberapa kebutuhan dapat


ditunda.

4. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan menghasilkan ketidakseimbangan


hemeostatik yaitu sakit.
5. Kebutuhan dapat membuat seseorang berfikir dan bergerak untuk memenuhi
rangsang internal dan eksternal.
6. Seseorang dapat merasakan adanya kebutuhan dapat berespon dengan
berbagai cara.
7. Kebutuhan saling berkaitan beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi akan
mempengaruhi kebutuhan lainnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan kebutuhan :


1. Penyakit
Berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi
kebutuhan

Perawat dapat membantu pasien untuk memenuhi kebutuhan pada


setiap saat

2. Hubungan yang berarti


Keluarga, support person

Perawat dapat membina hubungan yang berarti dengan pasien


Dapat membantu pasien menyadari kebutuha mereka dan
mengembangkan cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan

3. Konsep diri
Mempunyai kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan dan
juga kesadarannya apakah kebutuhan tepenuhi atau tidak.

Orang yang merasa dirinya baik, mudah untuk berubah, mengenal


kebutuhan dan mengembangkan cara yang sehat untuk memenuhi
kebutuhan.

4. Tahap perkembangan
Erikson : jika individu dapat membina hubungan intimacy, maka kebutuhan cinta
dan rasa memiliki terpenuhi.

Maslow : kebutuhan aktualisasi dirinya utuh mempunyai karakteristik sebagai


berikut :

1. Realistik, melihat kehidupan secara penuh dan objektif, tentang apa yang
diobservasinya.
2. Cepat menyesuaikan diri dengan orang lain.
3. Mempunyai persepsi yang tinggi dan tegas.
4. Mempunyai dugaan yang benar terhadap sesuatu kebenaran dan kesalahan.
5. Sering / selalu akurat dalam memprediksi kejadaian yang akan dating.
6. Mengerti seni, musik, politik dan filosofi.

18
7. Rendah hati, mendengar orang lain dengan penuh perhatian.
8. Mempunyai dedikasi untuk bekerja sama, bertugas dari tempat kerja.
9. Berkreatifitas, fleksibel, spontan, berani dan sudi mengakui kesalahan.
10. Terbuka ide-ide baru.
11. Percaya diri dan menghargai diri.
12. Konfliks diri yang rendah, kepribadian yang interaksi.
13. Menghargai diri sendiri, tidak membutuhkan kemasyura, mempunyai perasaan
kontrol terhadap diri sendiri.
14. Kemandirian tinggi, mempunyai hasrat privacy.
15. Dapat tampil, tidak mengecilkan diri, objektif dan tidak memihak.
16. Bersahabat, menyayangi dan lebih banyak menentukan dilingkungannya.
17. Dapat mengambil keputusan apabila ada pertentangan pendapat.
18. Berfokus pada masalah { problem centred } tidak berfokus pada pribadi.
19. Menerima dunianya apa adanya.

Kesimpulan :
- Tidak semua manusia terpenuhi kebutuhan aktualisasi diri secara utuh.
- Maskow tidak percaya bahwa inteligensia akan memnuhi kebutuhan
aktualisasi diri.
- Maslow mempelajari bahwa aktualisasi diri dihasilkan karena kematangan.

Seseorang terpenuhi aktualisasi diri akan


- Mungkin tidak selalu berbahagia.
- Sukses dan menyesuaikan diri dengan baik.
- Pernah merasa ragu-ragu.
- Merasakan kegagalan dan takut.
- Mempunyai kemampuan berjanji secara positif mengenai ketakutan,
kegagalan, kelemahan.
Richard Kohsh { 1977 }  mengadaptir hirarki Maslow dan membenarkan kategori
kebutuhan diantara kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman mencakup sex,
aktifitas, eksplorasi, manipulasi, novelty.
R. Kosh menegaskan :
- Kebutuhan anak-anak untuk mengeksplorasi
- Manipulasi lingkungan untuk meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan
secara optimal.

Karakteristik kebutuhan dasar :


1.Semua manusia mempunyai kebutuhan dasar yang sama
- Kebutuhan perseorang akan dimodifikasi sesuai kultur.
- Persepsi terhadap kebutuhan bervariasi tergantung kemampuan belajar dan
stndard kebudayaan.
2.Manusia memenuhi kebutuhan dasar mereka tergantung kepada prioritasnya.
3.Kebutuhan dasar secara umum harus dipenuhi, beberapa kebutuhan dapat
ditunda.
4.Kelemahan dalam mendapatkan kebutuhan satu atau lebih dapat menimbulkan
homeostasis imbalance, tidak dapat terpenuhi sakit.
5.Kebutuhan dapat ditimbulkan oleh berbagai rangsangan eksternal / internal
Internal  rasa lapar  membuat seseorang berfikir tentang makanan.
Eksternal  bentuk kue yang menarik.
6.Seseorang yang merasakan kebutuhannya dapat menanggapi berbagai cara untuk
mendapatkannya. Memilik respon, sebagian besar tergantung kepada pengalaman
belajar, nilai, budaya.
7.Kebutuhan-kebutuhan saling berinteraksi, beberapa kebutuhan tidak terpenuhi
akan mempengaruhi kebutuhan lain.

KONSEP SEHAT - SAKIT

19
Definisi
Sehat { WHO }
Suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan social serta
tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Mengandung 3 karakteristik
1. Mereflesikan perhatian pada individu sebagai manusia.
2. Memandang sehat dalam konteks lingkungan insternal dan eksternal.
3. Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.

PRESIDENTS COMISSION ON HEALTH NEED OF NATION STATED [1953]


Sehat bukan merupakan suatu kondisi, tetapi merupakan penyesuaian, bukan
merupakan suatu keadaan tetapi merupakan proses.
Proses adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi terhadap
lingkungan sosialnya.

DEFINISI SEHAT [ KEPERAWATAN ]


Pender { 1982 }
Sehat adalah aktualisasi { perwujudan } yang diperoleh individu melalui kepuasan
dalam berhubungan dengan orang lain. Perilaku yang sesuai dengan tujuan
perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesuaian diperlukan untuk
mempertahankan stabilitas dan integritas structural.
Definisi sehat menurut Pender mencakup stabilitas dan aktualisasi.

Payne {1983}
Sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri {self- care resources }
yang
menjamin tidakan untuk perawatan diri {self care actions} secara
adekuat.
Self care recources mencakup pengetahuan, ketrampilan dan sikap.
Self care actions perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh,
mempertahankan dan meningkatkan fungsi fisik, psikososial dan spiritual.

Definisi sehat menurut perseorangan pengertian dan gambaran seseorang tentang


sehat sangat bervariasi : persepsi.
Faktor yang mempengaruhi diri seseorang tentang sehat :
1. Status perkembangan
Kemampuan mengerti tentang keadaan sehat dan kemampuan berespon
terhadap perubahan
dalam kesehatan dikaitkan dengan usia.
Contoh : bayi dapat merasakan sakit, tetapi tak dapat mengungkapkan dan
mengatasi.
Pengetahuan perawat tentang status perkembangan individu memudahkan untuk
melaksanakan pengkajian terhadap individu dan membantu, mengantisipasi perilaku-
perilaku selanjutnya.

2. Pengaruh social dan kultural


Masing-masing kultur punya pandangan yang sehat diturunkan dari orangtua 
anak
Contoh : cina  sehat adalah keseimbangan antara yin dan yang
Sosek {ekonomi rendah}, flu sesuatu yang biasa, merasa sakit.

3. Pengalaman masa lalu


Seseorang dapat mempertimbangkan adanya rasa nyeri/sakit atau disfungsi {tidak

20
berfungsi} keadaan normal karena pengalaman sebelumnya. Membantu
menentukan
definisi seorang tentang sehat.

4. Harapan seseorang tentang dirinya


Seseorang mengharapkan dapat berfungsi pada tingkat yang tinggi baik fisik
maupun
psikososialnya jika mereka sehat.

Faktor lain yang berhubungan dengan diri


- Bagaimana individu menerima dirinya dengan baik/secara utuh.
- Self esteem.
- Body image.
- Kebutuhan.
- Peran.
- Dan kemampuan.
Jika ada ancaman : anxiety {cemas} :
- Dengan mengerti persepsi tentang sehat dan sakit.
- Perawat dapat memberi bantuan yang berarti pada individu untuk mencapai
keadaan sehat.

Definisi sakit
Yaitu definisi/penyimpangan dari status sehat.

Person {1972}
Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas, termasuk
keadaan organisme sebagai system biologis dan penyesuaian sosialnya.

Bauman {1965}
Seseorang menggunakan 3 kriteria untuk menentukan apakah mereka sakit.
1. Adanya gejala : naiknya temperatur, nyeri
2. Persepsi tentang bagaimana mereka merasakan : baik, buruk, sakit.
3. Kemampuan untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari, bekerja, sekolah

Penyakit adalah istilah medis yang digambarkan sebagai gangguan dalam fungsi
tubuh yang menghasilkan berkurangnya kapasitas.

Hubungan antara sehat, sakit dan penyakit

Pada dasarnya merupakan keadaan sehat dan sakit.


- Hasil interaksi seseorang dengan lingkungan.
- Sebagai manifestasi keberhasilan/kegagalan dalam beradaptasi dengan
lingkungan.
- Gangguan kesehatan : ketidakseimbangan antara factor : Host-Agent-
Environment

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku sehat


Sehat dan sakit berada pada suatu rentang dimana setiap orang bergerak sepanjang
rentang tersebut.
Rentang sehat-sakit :
- Suatu skala ukur secara relatif dalam mengukur keadaan sehat/kesehatan
seseorang.
- Kedudukan pada tingkat skala ukur : dinamis dan bersifat individual.
- Jarak dalam skala ukur : keadaan sehat secara optimal pada satu titik dan
kemauan pada titik yang lain.

21
Rentang sehat-sakit model holistic health
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sejahtera sakit sekali sehat normal setengah sakit sakit atau kurang sehat sakit
kritis mati

Tahapan sakit menurut Suchman :


1. Tahap mengalami gejala
- Tahap transisi : individu percaya bahwa ada kelainan dalam tubuhnya, merasa
dirinya tidak sehat/merasa timbulnya berbagai gejala/ merasa ada bahaya.
- Mempunyai 3 aspek :
a. Secara fisik : nyeri, panas tinggi.
b. Kognitif : interprestasi terhadap gejala
c. Respon emosi terhadap ketakutan/ kecemasan
d. Konsultasi dengan orang terdekat, gejala, perasaan, kadang-kadang
mencoba pengobatan dirumah.

2. Tahap asumsi terhadap peran sakit {sick role }


- Penerimaan terhadap sakit.
- Individu mencari kepastian sakitnya dari keluarga atau teman : menghasilkan
peran sakit.
- Mencari pertolongan dari profesi kesehatan yang lain, mengobati sendiri,
mengikuti nasehat teman/ keluarga.
- Akhir dari tahap ini dapat ditemukan bahwa gejala telah berubah dan merasa
lebih baik. Individu masih mencari penegasan dari keluarga tentang sakitnya.
Rencana pengobatan dipenuhi/ dipengaruhi oleh pengetahuan dan
pengalaman selanjutnya.
3. Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan
- Individu yang sakit : meminta nasehat dari profesi kesehatan atas inisiatif
sendiri
- 3 tipe informasi
- Validasi keadaan sakit.
- Penjelasan tentang gejala yang tidak dimengerti.
- Keyakinan bahwa mereka akan baik.
- Jika tidak ada gejala : individu mempersepsikan dirinya sembuh, jika ada
gejala kembali pada profesi kesehatan.
4.Tahap ketergantungan
- Jika profesi kesehatan memvalidasi { memantapkan } bahwa seseorang sakit :
menjadi pasien yang tergantung untuk memperoleh bantuan.

Setiap orang mempunyai tingkat ketergantungan yang berbeda sesuai dengan


kebutuhan.
Perawat : - Mengkaji kebutuhan ketergantungan pasien dikaitkan dengan tahap
perkembangan
- Support terhadap perilaku pasien yang mengarah pada kemandirian.
5.Tahap penyembuhan
- Pasien belajar untuk melepaskan peran sakit dan kembali pada peran sakit
dan fungsi sebelum sakit.
- Kesiapan untuk fungsi social.
Perawat : - Membantu pasien untuk berfungsi dengan meningkatkan kemandirian.
- Memberi harapan dan support.

Perilaku peran sakit { side role behaviour } yaitu kegiatan yang dilakukan oleh
individu yang mempertimbangkan dirinya sakit dengan tujuan memperoleh
kesehatan.

22
Parson : 4 aspek dari peran sakit :
1. Klien tidak memegang tanggung jawab untuk kondisi mereka { selama kondisi
sakit }.
2. Klien dibebaskan dari tugas dan fungsi social.
3. Klien diharuskan untuk berusaha memperoleh kondisi sehat secepat mungkin.
4. Klien dan keluarga harus mencari bantuan orang yang kompeten.

Dampak sakit :
Efek sakit terhadap anggota keluarga, orang yang sakit : mempengaruhi keluarga
dan orang berarti lainnya : jenis dari efek dan luasnya tentang aspek:
- Anggota keluarga mana yang sakit.
- Serius dan lamanya sakit.
- Adat dan kebiasaan yang dipegang oleh keluarga.

Perubahan yang terjadi pada keluarga :


1. Perubahan peran.
2. Meningkatnya stress sampai dengan kecemasan tentang hasil dari penyakit
dan konflik tentang ketidakbiasaan tanggung jawab.
3. Masalah keuangan.
4. Kesepian akibat dari perpisahan.
5. Perubahan dalam kebiasaan social.

Dampak dirawat : efek dari hospitalisasi dapat menganggu


- Privasi seseorang.
- Perasaan menyenangkan yang mereflek ke tingkat penghargaan social.
- Autonomy : keadaan kemandirian dan mengatur diri sendiri tanpa adanya
kontrol dari luar.
- Gaya hidup, adanya ketentuan di RS.
- Peran , peran berubah jika dirawat, contoh : orangtua tidak dapat memenuhi
tanggungjawab sebagai orangtua secara moral.
- Ekonomi, perawat dapat memberi support terhadap aktivitas yang
meningkatkan kesehatan yang dapat mengembalikan klien terhadap aktifitas
normal sesegera mungkin.
Sehat secara tidak langsung dan berusaha terus menerus beradaptasi terhadap
stress baik yang datang dari lingkungan internal maupun ekternal, secara berlanjut
guna mengoptimalkan sumber yang potensial harus dicapai secara maximal untuk
hari kehidupannya.

Pender {1982} :
-Memasukkan kecendrungan stabilitas dan aktualisasi.
-Pengakuan yang konflek dan memerlukan potensi manusia dengan
hubungannya.
-Tujuan langsung dan kompetensi pribadi melalui penyesuaian.
-Menjaga stabilitas dan integritas struktur.

Payne sehat :
- Fungsi efektif dari perawatan pribadi yang digali dari interaksi antara
perawatan itu sendiri.
- Perawatan pribadi termasuk dalam pengetahuan kemampuan ketrampilan dan
sikap.
- Self care action merupakan tujuan langsung dari tingkah laku yang meliputi
pemeliharaan atau peningkatan fisik, psikososial dan spiritual.

Definisi dari sehat perorangan :


Sehat adalah tingkat kondisi yang tertinggi dari manusia.
-Merupakan perubahan yang komplek.

23
-Bila diartikan menurut individu harus dilihat dari berbagai factor.

Model ekologi : interaksi dinamis host-agent-environment.

Host : Seseorang atau sekelompok orang dimana cendrung atau tidak cenderung
resiko terkena penyakit.

Agent : Faktor-faktor yang ada/tidak ada dalam lingkungan yang dapat menimbulkan
penyakit.

Lingkungan : Termasuk lingkungan intrinsic maupun ekstinsik, yang mana ada atau
tidak adanya factor predisposisi dari individu itu sendiri pada
perkembangan penyakitnya.{Payne,1983}.

Definisi sehat :

1. Dorothy E. Johnson { teori system tingkah laku }.

Sehat adalah keadaan yang sukar dipahami, dinamik, psikologik dan social.
Sehat adalah refleksi dari system organisasi, interaksi, interdependent dan interaksi
dari subsistem dari system tingkah laku.
-Manusia berusaha mencapai keseimbangan dalam system.
-Keseimbangan merupakan petunjuk berfungsinya tingkah laku.
-Kurang seimbangnya struktur atau fungsinya dari subsistem merupakan petunjuk
bahwa adanya tanda-tanda kurang sehat.

2. Imogene King { teori pencapaian hasil }

Sehat dipandang sebagai suatu keadaan yang dinamik dalam siklus hidup.
Sakit merupakan suatu gangguan dalam siklus hidup.

Konsep Manusia dalam Islam


Manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan dalam bentuk sesempurnanya
Makhluk. Keberadaan manusia adalah yang paling sempurna jika dibandingkan
dengan makhluk yang lainnya. Manusia memiliki fisik, perasaan, hawa nafsu, juga
akal yang membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Hakikat manusia
menurut islam bukanlah seperti hewan, tumbuhan, atau makhluk lainnya yang
bernyawa.

24
Makhluk seperti hewan sepintar apapun terlihatnya ia hanyalah makhluk yang
didorong oleh insting dan memori dalam otak atau fisiknya. Sedangkan manusia
dalam dirinya dengan kesempurnaan akal adalah makhluk yang dapat menilai benar
dan salah sebuah perilaku. Tidak hanya itu, ia pun juga bisa mengukut baik dan
buruknya suatu tindakan.

Manusia adalah makhluk yang spesial yang Allah ciptakan. Namun seperti apakah
manusia dalam sudut pandang islam? Mengapa ia diciptakan Allah sedangkan
perilakunya banyak melakukan kerusakan?

Konsep Manusia dilihat dari Tujuannya diciptakan

Manusia diciptakan tentu memiliki tujuan. Bagi ummat islam konsep manusia adalah
dilihat dari bagaimana maksud atau tujuan Allah di dalam kehidupan ini. Sebagian
ummat lain menganggap bahwa manusia tercipta sendirinya dan melakukan hidup
dengan apapun yang mereka inginkan, sebebas-bebasnya. Dalam ilmu pendidikan
islam, yang berbicara mengenai konsep manusia tentunya tidak didefinisikan seperti
itu.

Untuk itu, perlu mengetahui apa konsep manusia jika dilihat dari tujuan
penciptaannya di muka bumi oleh Allah SWT.

1. Beribadah kepada Allah

”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah
kepada-Ku” (QS Adzariyat : 54)

Konsep manuia menurut islam berdasarkan dari tujuannya diciptakan, semata-mata


adalah untuk beribadah kepada Allah. Beribadah kepada Allah artinya kita
menganggap Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang layak untuk disembah, menjadi
tempat bergantung, diagungkan, dan diikuti seluruh perintahnya. Tanpa melakukan
ibadah kepada Allah niscaya manusia akan tersesat dan kehilangan arah hidupnya.

Ibadah bukan saja berarti hanya sekedar melaksankan ibadah ritual atau yang
sifatnya membangun spiritual saja. Ibadah artinya mengabdi, menjadikan diri kita
sebagai abada atau budak dalam hidup untuk Allah SWT. Ibadah artinya bukan
hanya saat shalat saja melainkan semua aspek diri kita bisa dijadikan ibadah
asalkan membawa kebaikan dan pahala.

Orang yang menikah, bekerja, berkeluarga, menuntu ilmu, mendidik anak, dan lain
sebagainya merupakan bentuk ibadah yang mengalirkan kebaikan bukan hanya
untuk dirinya namun untuk ummat. Untuk itu ibadah dalam islam artinya mengikuti
segala apa yang diperintahkan oleh Allah dalam segala bentuk kehidupan kita.

Sejatinya, Allah menyuruh manusia beribadah bukanlah untuk kebaikan Allah sendiri.
Jika dipikirkan lebih mendalam beribadah kepada Allah dengan ikhlas adalah untuk
kebaikan umat manusia itu sendiri. Dengan beribadah kepada Allah, menjadikannya
sebagai Illah dalam hidup kita, maka akan datang kebaikan dalam hidup
ini. Penyebab hati gelisah dalam islam biasanya karena memang manusia tidak
menggantungkan hidupnya pada Allah dan mencari keagungan lain selain Allah. Hal
tersebut tentu tidak akan membuat tenang, malah risau karena tidak pernah
menemukan jalan keluarnya.

Untuk itu ibadah kepada Allah dengan meyakini rukun Iman dan menjalankan rukun
Islamadalah bagian dari beribadah kepada Allah. Ibadah kepada Allah masih banyak
lagi dilakukan di berbagai bidang kehidupan manusia dengan mendasarkannya
pada fungsi iman kepada Allah SWT.

25
2. Mendapatkan Ujian Dunia untuk Masa Depan Akhirat

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira
kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah,
mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang
mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka
itulah orang-orang yang mendapat petunjuk,” (QS. Al-Baqarah: 155-157).

Dalam surat tersebut, Allah menunjukkan kepada manusia bahwa manusia


diciptakan adalah untuk diberikan ujian di dunia. Barangsiapa bisa melalui ujian di
dunia dengan berbagai tantangan dan kesulitannya, maka Allah akan memberikan
pahala akhirat dan rahmat bagi yang benar-benar melaksanakannya dengan
baik. Menghadapi musibah dalam islam hakikatnya adalah menghadapi ujian di
dunia yang harus dilalui dengan kesabaran. Maka itu islam melarang berputus asa,
karena ada banyak bahaya putus asa dalam islam. Salah satunya adalah tidak bisa
optimis untuk menjalankan hidup di dunia untuk masa depan akhirat yang baik.
Ujian di dunia adalah agar Allah bisa mengetahui siapa yang bisa mengikuti dan
mengabdi pada Allah dengan membalas segala perbuatan dan usahanya untuk
menghadi ujian, di akhirat. Untuk itu pahala adalah credit poin yang harus tetap diisi
agar kelak sebelum masa pembalasan, proses penghisaban (perhitungan) kita
mendapatkan hasil terbaik ujian di dunia.

Jika seluruh hidup ini adalah ujian dari Allah, maka termasuk kebahagiaanpun adalah
ujian di dunia. Termasuk orang yang memiliki harta melimpah, jabatan yang tinggi,
kekuasaan, anak-anak, dan lain sebagainya. Manusia diuji apakah ia mampu tetap
mengabdi dan menyembah Allah walaupun sudah seluruhnya diberikan kenikmatan
oleh Allah SWT.

Untuk itu, karena hakikatnya hidup ini adalah ujian maka, kita perlu mengusahakan
hidup untuk bisa mendapatkan keridhoaan Allah yang terbaik pada kita. Harta dalam
islam bukanlah satu-satunya kenikmatan yang akan selalu membahagiakan. Ia
hanyalah alat dan tiitpan Allah, yang terasa nikmatnya dan bisa habis kenikmatannya
suatu saat nanti.

3. Melakukan Pembangunan di Muka Bumi dan Tidak berbuat Kerusakan

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku


hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih
dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman:
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS : Al Baqarah :
30)

Dari Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 30 diatas, menunjukkan bahwa manusia


diciptakan di muka bumi adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi. Khalifah di
atas bukan berarti hanya sekedar pemimpin. Manusia yang hidup semuanya menjadi
pemimpin. Pemimpin bukan berarti hanya sekedar status atau jabatan dan tidak
perlu mendapatkan jabatan tertentu untuk menjadi khalifah di muka bumi.

Khalifah di muka bumi bukan berarti melaksanakannya hanya saat ada jabatan
kepemimpinan seperti presiden, ketua daerah, pimpinan tertentu di
organisasi/kelompok. Khalifah di muka bumi adalah misi dari Allah yang telah
diturunkan sejam Nabi Adam sebagai manusia pertama. Untuk itu, khalifah disini
bermaksud sebagai fungsi.

26
Fungsi dari pemimpin adalah mengatur, mengelola, menjaga agar sistem dan
perusahaannya menjadi baik dan tidak berantakan. Pemimpin juga menjadi figur
atau teladan, tidak melakukan sesuatu dengan semena-mena atau tidak adil.
Pemimpin membuat segalanya berjalan dengan baik, teratur, dan bisa tercapai
tujuannya.

Untuk itu, khalifah adalah tugas dari semua manusia untuk mengelola, mengatur
segala kehidupan di dunia. Mengelola bumi artinya bukan hanya mengelola alam
atau diri sendiri saja, melainkan seluruh kehidupan yang ada di bumi termasuk
sistem ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, IPTEK, pendidikan, dan lain
sebagainya. Maka itu manusia manapun dia wajib menghidupkan, mengembangkan,
dan menjalankan seluruhnya dengan baik agar adil, sejahtera, dan sesuai fungsi dari
bidang tersebut (masing-masing).

Menegakkan Keadilan di Muka Bumi

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat
baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (QS. Al-
Qasas [28] : 77)

Menjalankan misi khalifah fil ard bukan berarti kita mengerjakannya seorang
diri. Keutamaan adil terhadap diri sendirimemang sangat banyak, namun lebih
bermanfaat lagi jika adil juga terhadap manusia yang lain. Melakukan misi khalfiah fil
ard berarti kita berbagi tugas dengan manusia lainnya, saling membantu, dan
memberikan manfaat. Untuk menjalankan misi khalifah fil ard maka manusia harus
memiliki kemampuan, skill, pengetahuan yang dengan keahluannya tersebut ia
mampu membangun bidang-bidang yang ada di muka bumi. Untuk itu penting sekali
bagi umat islam untuk menjalankan tujuan pendidikan dan tujuan pendidikan islam,
agar bisa melaksanakan secara optimal bidang-bidang di muka bumi.

“Dan Syu’aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan
adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan
janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan”.
(QS. Hud [11] : 85)

Dari ayat diatas sangat terlihat bahwa Allah menyuruh kepada manusia untuk
berbuat adil, melaksanakan hak-hak manusia dan tidak berbuat kejahatan yang
berakibat kerusakan di muka bumi.

Kita dapat lihat bahwa orang-orang yang tidak menjalankan misi kekhalifahan pasti
akan binasa. Seperti misalnya orang yang membuka lahan perhutanan untuk
dijadikan tempat berbelanja atau mall oleh orang asing. Selain kerugian material
yang besar tentunya ada resiko juga bahwa dibukanya hal tersebut mengundang
asing semakin banyak berusaha di Indonesia dengan proses monopoli atau
kapitalisasi ekonomi mereka.

Tugas khalifah artinya adalah tugas semua manusia termasuk wanita. Untuk
itu, wanita karir dalam pandangan islam tidak jadi masalah. Wanita bisa berkarir
sebagai langkahnya dalam melakukan misi kekhalifahan juga di muka bumi yang
bisa bermanfaat untuk ummat banyak. Hal ini tetap memperhatikan tugas wanita
dalam keluarga pula. Wanita yang baik menurut islam adalah yang mampu
menyeimbangkan perannya dalam keluarga, masyarakat, dan terhadap dirinya
sendiri.

27
Hikmah dari Konsep Manusia dalam Islam
Konsep manusia dalam islam adalah konsep yang utuh dan integral
mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari perangkat fisik
hingga perangkat akal dan psikologisnya. Konsep manusia dalam islam juga tidak
menghalangi manusia untuk memilih, menggunakan kehendak bebasnya, dan
melakukan apapun yang diinginkan manusia. Hanya saja segala sesuatu yang
diperbuat oleh manusia pasti akan ada efek dan resikonya. Tentu hal tersebut tidak
bisa dihindari dan harus diterima atau dilakukan oleh manusia.

Untuk itu, konsep manusia dalam islam tidak timpang sebelah. Konsep manusia
dalam islam juga tidak menganggap bahwa manusia boleh sebebas-bebasnya.
Untuk itu, ada aturan bagi manusia. Aturan tersebut bukan dalam rangka untuk
membatasi atau membuat manusia tersiksa. Hakikatnya aturan tersebut dibuat agar
manusia terhindar dari keterpurukan dan kesesatan. Manusia sengaja diberikan
aturan agar tidak melakukan hal yang merugikan dirinya. Maka itulah fungsi
agama memberikan petunjuk agar manusia bisa benar-benar selamat hidup di dunia
dan akhirat.

Itulah konsep manusia dalam islam. Sangat seimbang dan integral.


Memperhitungkan semua aspek dalam kehidupan manusia. Dari konsep manusia
islam, maka tidak ada manusia yang bisa menyombongkan dirinya. Sifat sombong
dalam islam itu sendiri sangat dibenci, karena sejatinya tidak ada yang bisa
disombongkan dari manusia. Manusia senantiasa memiliki kelemahan.

28