Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MODUL : TUGAS AKHIR MODUL 2

PENGEMBANGAN PROFESI GURU

Nama : RAGIL MERY YANISKA, S.Pd


NUPTK : 0951768669230042
NO. Peserta PPG : 19110918410115
Bidang Studi Sertifikasi : 184 – FISIKA
LPTK : UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Sekolah Asal : SMA N 1 KISAM ILIR OKUS, SUMSEL

Petunjuk :
Setelah mempelajari semua kegiatan belajar, silahkan Ibu/Bapak kerjakan tugas akhir berikut:
1. Rumuskanlah kompetensi guru secara utuh?
2. Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan
siswa?
3. Buatlah rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan?

Jawaban:
1. Rumusan kompetensi guru:
Sebelum membicarakan apa itu kompetensi guru kita harus mengetahui apa pengertian
dari guru itu sendiri. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan menengah itu
tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Guru
merupakan seseorang yang mempunyai tugas mulia untuk memfasilitasi, memotivasi, dan
menginspirasi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru mempunyai tanggung jawab
untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan
siswa.
Guru memegang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan
program pengajaran di sekolah. Guru merupakan pembimbing siswa sehingga keduanya dapat
menjalin hubungan emosional yang bermakna selama proses penyerapan nilai-nilai dari
lingkungan sekitar.
Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan kompetensi ? kompetensi dapat diartikan
kewenangan dan kecakapan atau kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas atau
pekerjaan sesuai dengan jabatan yang disandangnya. Dalam hal ini tugas atau pekerjaan yang
dimaksud adalah profesi Guru.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru adalah hasil dari
penggabungan dari kemampuan-kemampuan yang banyak jenisnya, dapat berupa seperangkat
pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru
dalam menjalankan tugas keprofesionalannya.
Seperti yang tertuang dalam Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui
pendidikan.
1. Kompetensi pedagogik, merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan
pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembeajaran mulai dari
merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi. Kompetensi inti
pedagogi meliputi;
(a) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,
emosional, dan intelektual
(b) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik,
(c) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu,
(d) Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik,
(e) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan
pembelajaran,
(f) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimiliki,
(g) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik,
(h) Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar,
(i) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran,
(j) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran

2. Kompetensi kepribadian, merupakan personal yang mencerminkan kepribadian


yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik
dan berakhak mulia. Kompetensi inti kepribadian seperti :
(a) bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional
Indonesia,
(b) menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi
peserta didik dan masyarakat,
(c) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa,
(d) menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru,
dan rasa percaya diri, dan
(e) menjunjung tinggi kode etik profesi guru.
3. Kompetensi sosial, berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik,
sesama pendidik, tenaga kependidian, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar.
Kompetensi sosial penting dimiliki bagi seorang pendidik yang profesinya senantiasa
berinteraksi dengan human (manusia) lain. Kompetensi ini memiliki subkompetensi
dengan indikator sebagai berikut :
(a) bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena
pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga,
dan status sosial ekonomi
(b) berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik,
tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat
(c) beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang
memiliki keragaman sosial budaya
(d) berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan
dan tulisan atau bentuk lain

4. Kompetensi professional, merupakan kemampuan yang berkenaan dengan


penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup
penguasaan substansi isi materi pembelajaran, dan substansi keilmuan yang
menaungi materi dalam kurikulum, serta menambah wawasan keilmuan. Berikut sub-
kompetensi profesional.
(a) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung
mata pelajaran yang diampu sesuai jenjang pendidikan.
(b) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang
pengembangan yang diampu
(c) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif
(d) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan
tindakan reflektif
(e) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan
mengembangkan diri

2. Menghadapi abad 21 ini ada beberapa keterampilan belajar yang harus dimiliki oleh
guru dan siswa.
Perubahan peradaban menuju masyarakat berpengetahuan (knowledge society). menuntut
masyarakat dunia untuk menguasai keterampilan abad 21 yaitu mampu memahami dan
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT Literacy Skills). Pendidikan
memegang peranan sangat penting dan strategis dalam membangun masyarakat
berpengetahuan yang memiliki keterampilan: (1) melek teknologi dan media; (2)
melakukan komunikasi efektif; (3) berpikir kritis; (4) memecahkan masalah; dan (5)
berkolaborasi.Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar yang harus dimiliki oleh guru
dan siswa antara lain:
A. Keterampilan belajar yang harus dimiliki guru:
Apabila didudukan pada konteks abad 21 dan berbagai kompetensi maka
pengembangan profesi perlu diarahkan pada;
1. Keterampilan pedagogis; mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir
kritis, kebiasaan mencipta, dan menyelesaikan persoalan kompleks dikehidupannya.
Upaya harus sekuat kemauan guru dalam usaha memfasilitasi peserta didik
menguasai materi.
2. Keterampilan melakukan penilaian terhadap dampak pembelajaran menggunakan
beragam pendekatan dan metode. Penilaian mencakup kemajuan belajar didasarkan
standar kompetensi nasional dalam kurikuslum, pencatatan sistematis pencapaian
belajar, melaksanakan penilaian otentik, merumuskan pertanyaan-pertanyaan untuk
mengukur kemajuan belajar peserta didik, danmengelola umpan balik dari hasil
penilaian. Pembelajaran abad 21 banyak dimediasi teknologi karena itu dalam
penilaian bisa menggunakan bantuan teknologi. Contoh ; dalam penerapan
e-learning berbasis moodle guru dapat menggunakan learning management system
(LMS) termasuk dalam penilaianatas tugas-tugas belajar, memberikan umpan balik,
mengolah nilai dan fitur lainyang memudahkan aspek pengelolaan dan pengolahan
nilai.
3. Keterampilan mengelola suasana pembelajaran; proses pembelajaran adalah respon
budaya dimana pada konteks tatap muka langsung guru mengelola kelas yang
menjamin adanya motivasi, saling berkomunikasi langsung, dan disiplin belajar.
Pada konteks pembelajaran berbasis teknologi (dimediasi teknologi) guru perlu
mengembangkan keterampilan cara menjaga motivasi dan menghindarkan perilaku-
perilaku menyimpang. Contoh; pada pembelajaran e-learning guru harus mampu
mengelola forum diskusi online atau yang sederhana forum diskusi melalui
whatsapp.
4. Keterampilan profesional; guru dihadapkan pada tuntutan mengantarkan
pesertadidik memiliki kecakapan abad 21 (konsep 4C), di era dimana
keterampilantingkat medium tergantikan keterampilan tingkat tinggi yang
mengutamakan kreativitas. Menghadapi situasi ini guru perlu melengkapi diri
dengan rentangketerampilan yang memadai, penguasaan materi, dan pengalaman
praktis.
B. Keterampilan belajar yang harus dimiliki siswa:
Untuk itu keterampilan belajar yang harus dimiliki siswa menghadapi abad 21 antara
lain:
1. Creativity and Innovation. Siswa harus memiliki karakter kreatif dan inovatif.
Dalam abad 21 menuntut karakteristik siswa yang memiliki keterampilan belajar
dan inovasi Yang diharapkan adalah bagaimana siswa mampu mengembangkan,
melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain;
bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

Sumber gambar : http://www.cambridgeinternational.org/images/426483-chapter-4-innovation-and-


creativity.pdfs

2. Critical Thinking and Problem Solving. Siswa dituntut mampu menggunakan


kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang
dihadapinya dengan mandiri, siswa juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan
mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.
3. Communication. Di abad 21, siswa yang mampu bertahan adalah yang bisa
berkomunikasi dengan berbagai cara, baik tertulis maupun verbal. Siswa dituntut
untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam
berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan
kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu
pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan
masalah dari gurunya. Siswa tidak boleh lagi anti ICT, mereka harus biasa dengan
komunikasi yang bertekhnologi. Siswa abad 21 dituntut untuk memiliki karakter
kecakapan sosial dalam interaksi antar budaya dan antar bangsa, Karena dunia
semakin mengglobal dan menjadi satu kesatuan.
4. Collaboration. Orang-orang sukses di abad ini adalah orang-orang yang bisa bekerja
sama atau berkolaborasi dengan berbagai kepentingan. Siswa harus mampu dalam
kerjasama berkelompok dan kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan
tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati
pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan
tanggung jawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan
hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi
untuk diri sendiri dan orang lain.
3. Rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan.

Pengembangan guru berkelanjutan seyogyanya memiliki serangkaian aktivitas


reflektif untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan
seorang guru dalam hal ini mendukung pemenuhan kebutuhan seseorang dan meningkatkan
praktik profesional mereka. Dalam mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan
diperlukan tindakan reflektif, seperti;
 melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus-menerus,
 memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan,
 melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan,
 mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.

Pada pelaksanaannya, sekolah bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan


yang direncanakan. Pengembangan guru di sekolah dapat mengambil berbagai macam
bentuk, seperti:
 Induksi, mentoring, dan penilaian guru secara individual;
 Observasi kolega;
 Perencanaan dan evaluasi kolaboratif;
 Evaluasi diri sendiri

Sementara itu di luar sekolah, guru dapat


 membangun jejaring dengan mengunjungi sekolah-sekolah lain,
 menghadiri konferensi-konferensi,
 menjalani pelatihan bersama dengan sekolah-sekolah lain
 mengikuti jejaring guru dan terlibat dalam asosiasi-asosiasi spesialis mata pelajaran
 menghadiri kursus singkat oleh penyedia kursus komersial dan non-profit
 berpartisipasi dalam proses-proses pemeriksaan (misalnya menjadi pemeriksa)
 belajar secara daring (online)
 terlibat dalam kegiatan-kegiatan pertukaran
Format 1: Evaluasi Diri Guru untuk Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru (diisi oleh Guru)
Nama Sekolah: SMAN 1 Kisam Ilir NSS : 301110948898
Alamat : Jl Raya Muaradua Kisam Kecamatan : Kisam Ilir Kabupaten : OKU Selatan
Nama Guru : Ragil Mery Yaniska, S.Pd Tahun Pelajaran: 2018-2019 Tanggal :
DIMENSI TUGAS UTAMA/INDIKATOR EVALUASI DIRI TERHADAP INDIKATOR KINERJA
I. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1. Guru memformulasikan tujuan pembelajaran Saya masih belum paham bagaimana menyusun RPP sesuai standar proses berbasis PKB
dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus Karena silabus yang saya jadikan landasan juga belum bermuatan PKB
dan memperhatikan karakteristik peserta didik
2. Guru menyusun bahan ajar secara runut, logis, Saya belum pernah membuat bahan ajar, karena selama ini saya menggunakan bahan ajar dari penerbit
kontekstual dan mutakhir
3. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran Saya sudah menguasai berbagai teori belajar dan implementasinya dalam pembelajaran terutama teori-teori belajar yang
yang efektif sekarang dirujuk, misalnya konstruktivisme
4. Guru memilih sumber belajar/ media Saya sudah memilih sumber belajar/media pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi pembelajaran
pembelajaran sesuai dengan materi dan
strategi pembelajaran
II. PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG AKTIF DAN EFEKTIF

A. Kegiatan pendahuluan

5. Guru memulai pembelajaran dengan efektif Saya sudah memulai pembelajaran dengan efektif
B. Kegiatan inti

6. Guru menguasai materi pelajaran Saya masih membutuhkan penguatan beberapa topik pelajaran, di antaranya tentang materi keseimbangan benda tegar
dan listrik magnet
7. Guru menerapkan pendekatan/strategi Saya sudah menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran yang efektif
pembelajaran yang efektif

8. Guru memanfaatan sumber belajar/media Saya memanfaatan sumber belajar/media dalam pembelajaran
dalam pembelajaran
9. Guru memicu dan/atau memelihara Saya masih belum mengusai teknik-teknik bertanya dan berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik
keterlibatan siswa dalam pembelajaran
10.Guru menggunakan bahasa yang benar dan Saya merasa tidak mengalami kendala dalam menggunakan bahasa kepada peserta didik dalam pembelajaran
tepat dalam pembelajaran
C. Kegiatan penutup

11.Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif Saya mengalami kendala dalam melakukan tindak lanjut kepada peserta didik dikarenakan waktu yang tidak cukup
III. PENILAIAN PEMBELAJARAN

12.Guru merancang alat penilaian untuk Saya sudah memahami cara mengembangkan instrumen penilaian untuk aspek kognitif, tetapi belum paham bagaimana
mengukur kemajuan dan keberhasilan belajar mengembangkan instrumen penilaian untuk aspek afektif dan psikomotor
peserta didik
13.Guru menggunakan berbagai strategi dan Saya belum sepenuhnya melakukan berbagai strategi dan metode penilaian untuk memantau kemajuan dan hasil belajar
metode penilaian untuk memantau kemajuan peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP
dan hasil belajar peserta didik dalam mencapai
kompetensi tertentu sebagaimana yang
tertulis dalam RPP
14.Guru memanfatkan berbagai hasil penilaian Saya baru sebagian memanfatkan berbagai hasil penilaian untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik tentang
untuk memberikan umpan balik bagi peserta kemajuan belajarnya dan bahan penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya
didik tentang kemajuan belajarnya dan bahan
penyusunan rancangan pembelajaran
selanjutnya
Berbagai hal terkait dengan pemenuhan dan
peningkatan kompetensi tersebut
1. Publikasi Ilmiah
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk Saya sering mengikuti kegiatan di MGMP membahas model-model pembelajaran, menyusun soal, bedah SKL, lesson study,
memenuhi dan mengembangkan 14 dan mendiskusikan dengan teman sejawat
kompetensi tersebut.
b. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi Kendala yang masih saya hadapi di antaranya kesulitan mencari bahan bacaan/sumber belajar, keterbatasan waktu, dan
dan mengembangkan kompetensi tersebut. pembimbingan dari narasumber
c. Keberhasilan yang saya capai setelah Setelah saya mengikuti kegiatan di MGMP, saya merasakan pembelajaran saya lebih baik dari sebelumnya, peserta didik
mengikuti pengembangan keprofesian lebih aktif, pencapaian hasil belajar peserta didik untuk beberapa topik sudah melampaui KKM
berkelanjutan untuk memenuhi dan
mengembangkan 9kompetensi tersebut
d. Pengembangan keprofesian berkelanjutan Saya masih memerlukan pengetahuan dan keterampilan mengenai penerapan strategi/model pembelajaran yang inovatif,
yang masih saya butuhkan dalam memenuhi pengetahuan dan keterampilan membuat instrumen sikap dan psikomotor, melaksanakan PTK
dan mengembangkan 9kompetensi tersebut.
2. Kompetensi menghasilkan Publikasi Ilmiah
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk Saya baru belajar kepada rekan guru yang sering menulis karya ilmiah
memenuhi dan mengembangkan kompetensi
untuk menghasilkan publikasi ilmiah
b. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi Kendala yang masih saya hadapi adalah kesulitan memulai menulis, belum paham bentuk-bentuk karya tulis ilmiah
dan mengembangkan kompetensi untuk
menghasilkan publikasi ilmiah
c. Keberhasilan yang saya capai setelah mengikuti Belum berdampak kepada keterampilan saya dalam menghasilkan karya ilmiah
pengembangan keprofesian berkelanjutan
untuk memenuhi dan mengembangkan
kompetensi untuk untuk menghasilkan
publikasi ilmiah
3. Kompetensi menghasilkan Karya Inovatif
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk Membuat alat peraga dari bahan sekitar
memenuhi dan mengembangkan kompetensi
untuk menghasilkan karya inovatif
b. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi Keterbatasan dalam anggaran, waktu, dan sumber belajar
dan mengembangkan kompetensi untuk
menghasilkan karya inovatif
c. Keberhasilan yang saya capai setelah Di MGMP belum secara khusus membahas materi yang berhubungan dengan karya inovatif
mengikuti pengembangan keprofesian
berkelanjutan untuk memenuhi dan
mengembangkan kompetensi untuk untuk
menghasilkan karya inovatif
4. Kompetensi untuk penunjang pelaksanaan
pembelajaran berkualitas (TIK, Bahasa Asing,
dsb)
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk Saya sudah belajar dan mengggunakan beberapa program dasar untuk mengoperasikan komputer dan program TIK untuk
memenuhi dan mengembangkan kompetensi pengembangan diri (internet)
penunjang pelaksanaan pembelajaran yang
berkualitas.
b. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi Kendala yang masih saya hadapi adalah jaringan internet sering bermasalah
dan mengembangkan kompetensi penunjang
pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas.
c. Keberhasilan yang saya capai setelah Pembelajaran lebih menarik karena ada variasi sumber belajar
mengikuti pengembangan keprofesian
berkelanjutan untuk memenuhi dan
mengembangkan kompetensi penunjang
pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas
d. Pengembangan keprofesian berkelanjutan Saya masih memerlukan pengetahuan dan keterampilan mengembangkan pembelajaran berbasis ICT
yang masih saya butuhkan dalam memenuhi
dan mengembangkan kompetensi penunjang
pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas
5. Kompetensi untuk melaksanakan tugas
tambahan (misalnya Kepala Sekolah, Kepala
Perpustakaan, dsb)
a. Usaha-usaha yang telah saya lakukan untuk -
memenuhi dan mengembangkan kompetensi
untuk melaksanakan tugas tambahan tersebut
b. Kendala yang saya hadapi dalam memenuhi -
dan mengembangkan kompetensi untuk
melaksanakan tugas tambahan tersebut
c. Keberhasilan yang saya capai setelah -
mengikuti pengembangan keprofesian
berkelanjutan untuk memenuhi dan
mengembangkan kompetensi untuk
melaksanakan tugas tambahan tersebut
Mengetahui: Guru Ybs,
Kepala SMAN 1 Kisam Ilir

Rusmidah, S,Pd.,M.M Ragil Mery Yaniska, S.Pd


NIP. 197708192005012006 NIP. 199006192015032008
Format 2 : Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Individu Guru (diisi oleh Guru bersama Koordinator PKB Guru)

Nama Sekolah : SMAN 1 Kisam Ilir NSS : 301110948898


Kecamatan : Kisam Ilir Kabupaten : OKU Selatan Provinsi : Sumatera Selatan
Nama Guru : Ragil Mery Yaniska, S.Pd Tahun Pelajaran : 2018-2019 Tanggal :
Strategi Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (diisi dengan memberi tanda
Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang akan
DIMENSI TUGAS UTAMA/INDIKATOR √)
dilakukan Guru untuk peningkatan nilai kinerja
1 2 3 4 5 6
I. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1. Guru memformulasikan tujuan pembelajaran 1. Belajar mandiri. √ √ √ √


dalam RPP sesuai dengan kurikulum/silabus dan 2. Mentoring dengan rekan sejawat tentang pengembangan silabus
memperhatikan karakteristik peserta didik dan RPP berorientasi EEK berbasis PKB
3. Mengikuti kegiatan KKG dan Diklat yang diselenggarakan oleh
lembaga kedinasan maupun swasta berizin.

2. Guru menyusun bahan ajar secara runut, logis, Belajar mandiri secara daring (online) untuk menyusun bahan ajar
kontekstual dan mutakhir yang inovatif dan kreatif dengan menggunakan teknologi yang
terintegrasi dalam pembelajaran

3. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang


efektif
4. Guru memilih sumber belajar/ media
pembelajaran sesuai dengan materi dan strategi
pembelajaran

II. PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG


AKTIF DAN EFEKTIF

A. Kegiatan pendahuluan
5. Guru memulai pembelajaran dengan efektif

B. Kegiatan inti

6. Guru menguasai materi pelajaran 1. Memanfaatkan internet mencari info tentang materi
keseimbangan benda tegar dan listrik magnet
2. Belajar di MGMP materi keseimbangan benda tegar dan listrik
magnet
7. Guru menerapkan pendekatan/strategi
pembelajaran yang efektif

8. Guru memanfaatan sumber belajar/media dalam


pembelajaran

9. Guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan


siswa dalam pembelajaran

10. Guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat


dalam pembelajaran

C. Kegiatan penutup

11. Guru mengakhiri pembelajaran dengan efektif

III. PENILAIAN PEMBELAJARAN

12. Guru merancang alat penilaian untuk mengukur 1. Mengikuti kegiatan MGMP dengan pembahasan materi
kemajuan dan keberhasilan belajar peserta didik merancang alat penilaian yang efektif untuk aspek psikomotor
dan afektif
2. Mengikuti pelatihan di luar sekolah terkait dengan rancangan
alat penilaian yang baik untuk mengukur hasil belajar peserta
didik
13. Guru menggunakan berbagai strategi dan metode
penilaian untuk memantau kemajuan dan hasil
belajar peserta didik dalam mencapai kompetensi
tertentu sebagaimana yang tertulis dalam RPP

14. Guru memanfatkan berbagai hasil penilaian untuk


memberikan umpan balik bagi peserta didik 1. Mengikuti kegiatan MGMP pembahasan materi penilaian berbasis
tentang kemajuan belajarnya dan bahan kompetensi
2. Mengikuti diklat pengembangan penilaian berbasis kompetensi
penyusunan rancangan pembelajaran selanjutnya

Guru Koordinator PKB di Sekolah, Guru Ybs,

Attakwiir, S.Pd Ragil Mery Yaniska, S.Pd


NIP. 199108152015031007 NIP. 199006192015032008

Mengetahui:
Kepala SMAN 1 Kisam Ilir

Rusmidah, S.Pd.,M.M
NIP 197708192005012006

Catatan:
1. Rencana PKB yang dilakukan oleh guru sendiri
2. Rencana PKB yang dilakukan bersama guru lain
3. Rencana PKB yang dilaksanakan di sekolah
4. Rencana PKB yang dilaksanakan di KKG
5. Rencana PKB yang dilaksanakan oleh institusi selain sekolah atau KKG
6. Kebutuhan PKB yang belum dapat dipenuhi (diajukan/di-koordinasikan oleh Disdik untuk dipertimbangkan.
Format 3 : Rencana Final Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru (diisi oleh Koordinator PKB)

Nama Sekolah : SMA N 1 Kisam Ilir Nomor Standar Sekolah: 301110948898


Kecamatan : Kisam Ilir Kabupaten : OKU Selatan Provinsi: Sumatera Selatan
Tahun Pelajaran : 2018-2019 Tanggal :

DIMENSI TUGAS UTAMA/INDIKATOR KINERJA GURU


Publikasi Ilmiah Penunjang
No Pelaksanaan tugas
Nama Guru dan Karya pembelajaran
o tambahan
Perencanaan Pelaksanaan Penilaian Inovatif berkualitas

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1. Ragil Mery Yaniska, S,Pd V v v v v v

Diketahui oleh: Koordinator


Kepala Sekolah, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Rusmidah, S.Pd.,M.M Attakwiir, S.Pd


NIP. 197708192005012006 NIP. 199108152015031007