Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN MAGANG

PENINGKATAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN


BIMBINGAN MASYARAKAT DI PROVINSI BALI

Disusun untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam menempuh mata kuliah
magang

Oleh:
ILHAMSYAH
6211161257

PRODI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
2019

i
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN MAGANG
PENINGKATAN SUMBER DAYA PARIWISATA DAN
BIMBINGAN MASYARAKAT DI PROVINSI BALI

Nama : Ilhamsyah

NIM : 6211161257

Peminatan : Bidang Sumber Daya Pariwisata

Program Studi : ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI

Menyatakan bahwa laporan ini adalah benar

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Agus Subagyo., S.IP., M.Si Made Mona Rosita, S.Sos., M.H
NID. 4121. 554 78 NIP. 19650616 198803 2 014

Penguji

…….

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Saya penjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
kesempatan kepada saya sehingga dapat menyelesaikan laporan magang yang
berjudul Peningkatan Sumber Daya Pariwisata dan Bimbingan Masyarakat di
Provinsi Bali setelah melaksanakan kegiatan magang yang dilakukan di Dinas
Pariwisata Povinsi Bali.
Laporan magang ini tidak akan dapat berhasil apa bila tidak adanya
keterlibatan pihak lainnya yang turut membantu dalam proses pembuatan laporan
yang mana dilakukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah On Job
Training / magang. Sebelumnya penulis ingin mengucapkan terimakasih yang
sebesar-besarnya, karena dalam penyusunan laporan magang ini tentu tak lepas dari
pengarahan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ucapkan
rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Pihak-
pihak yang terkait itu diantaranya sebagai berikut :
 Kedua Orang Tua tercinta yang telah memberikan dukungan dan Doa
kepada penulis
 Seluruh Jajaran Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Jenderal Achmad Yani yang sudah membantu serta
memberikan banyak informasi kepada penulis.
 Bapak Ir. I Putu Astawa, MMA selaku Plt. Kepala Dinas Pariwisata
Provinsi Bali, Ibu Ida Ayu Indah Yustikarini, SS., M.Hum selaku
Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata, Ibu A.A Istri Vera Laksmi
Dewi, SE., MM selaku Kepala Seksi Peningkatan Sumber Daya
Pariwisata dan Ibu Made Mona Rosita, S.Sos., M.H selaku Kepala
Seksi Bimbingan Masyarakat.
 Jajaran Staf di Dinas Pariwisata terutama di Bidang Sumber Daya
Pariwisata yang dengan tulus memberi pengarahan pada penulis
selama penulis magang di Instansi tersebut.

iii
 Teman-teman yang selalu memberikan dukungan kepada penulis
dalam menyelesaikan laporan magang tersebut.
Penulis menyadari bahwa dalam laporan magang yang berjudul tentang
Sumber Daya Pariwisata dan Bimbingan Masyarakat di Provinsi Bali ini terdapat
banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima segala
bentuk kritikan atau masukan agar bisa membuat laporan yang lebih baik
kedepannya, penulis berharap laporan magang ini bisa bermanfaat bagi pembaca.

Bali, 1 Agustus 2019

Ilhamsyah

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………… i
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………… ii
KATA PENGANTAR……………………………………………………… iii
DAFTAR ISI………………………………………………………………… v
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………. 1
1.2 Maksud dan Tujuan Magang……………………………………………… 3
1.2.1 Tujuan Umum……………………………………….. 4
1.2.2 Tujuan Khusus………………………………………. 5
1.3 Manfaat Magang………………………………………………………….. 5
1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang………………………………… 7
1.5 Metode Pengumpulan Data Laporan Magang……………………………. 7
1.6 Sistematika Penulisan Laporan Magang…………………………………. 8

BAB II DINAS PARIWISATA PROVINSI BALI………………………. 9


2.1 Sejarah …………………………………………………………………... 9
2.2 Visi ……………………………………………………………………… 11
2.3 Misi……………………………………………………………………… 11
2.4 Tugas……………………………………………………………………. 12
2.5 Wewenang………………………………………………………………. 12
2.6 Struktur …………………………………………………………………. 13

BAB III BIDANG SUMBER DAYA PARIWISATA ………………….. 14


(Seksi Peningkatan Sumber daya Pariwisata dan Seksi Bimbingan
Masyarakat)

v
3.1 Profil …………………………………………………………………… 14
3.2 Tugas……………………………………………………………………. 14
3.3 Fungsi………………………………………………………………….... 14
3.4 Visi…………………………………………………………………….... 15
3.5 Misi……………………………………………………………………... 15
3.6 Tujuan …………………………………………………………………. 15
3.7 Sasaran …………………………………………………………………. 15
3.8 Struktur Organisasi …………………………………………………….. 16

BAB IV LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN.. 17


4.1 Pelaksanaan Kegiatan ………………………………………………….. 17
4.2 Hasil Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan di Dinas Pariwisata
Provinsi Bali………………………………………………………………… 18

BAB V PENUTUP ………………………………………………………… 24


5.1 Kesimpulan ……………………………………………………………... 24
5.2 Saran ……………………………………………………………………. 25

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………… 26
LAMPIRAN ……………………………………………………………….. 28
DAFTAR TABEL

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Magang


Pada saat ini sebagian dari negara di dunia memprioritaskan
perekonomian negaranya dalam bidang kepariwisataan. Hal ini terjadi bukan
tanpa alasan dimana adanya beberapa faktor yang menyebabkan kepariwisataan
di suatu Negara menjadi suatu bidang yang mampu menjadi pendorong untuk
perekonomian suatu Negara menjadi lebih baik. Salah satu faktor adalah karena
Negara tersebut didukung oleh kondisi geografis yang mempunyai wilayah
dengan tempat yang indah, selain itu adanya upaya pemerintah negara tersebut
yang memfasilitasi atau membuat suatu kawasan yang mampu untuk menarik
perhatian warga negara asing untuk berkunjung ke negara tersebut.
Indonesia merupakan salah satu Negara di dunia yang mempunyai
kondisi geografis yang mampu menarik perhatian warga Negara asing untuk
berkunjung. Dimana salah satu tempat di Indonesia yang paling banyak
menarik wisatawan dunia adalah Bali, Bali mempunyai keunggulan lebih dalam
menarik wisatawan manca Negara dibandingkan dengan wilayah lainnya yang
berada di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh Bali mempunyai tempat wisata
yang terawat, selain budaya masyarakatnya yang sangat menjaga kebersihan,
serta didukung oleh peran Pemerintah juga yang memperhatikan kenyamanan
wisatawan yang berkunjung seperti dengan pembangunan akses jalan yang baik
serta pelayanan yang baik terhadap wisatawan asing. Selain itu juga Bali
mempunyai ciri khas yang menonjol seperti budaya Hindu yang sangat kental
dan bentuk bangunannya yang sangat unik membuat Bali menjadi tempat
wisata yang mampu memberikan kenyamanan kepada siapapun yang
berkunjung.
Upaya Pemerintah Provinsi Bali yang begitu memperhatikan
kenyamanan wisatawan asing maupun wisatawan dalam negeri yang

1
berkunjung, tidak lepas dari peran Pemerintah Dinas Pariwisata Provinsi Bali
yang terus mengupayakan dan mengarahkan setiap Pemerintah Dinas
Pariwisata Kabupaten/Kota se-Bali agar terus memantau dan menjaga
kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung, serta berusaha
memberikan fasilitas yang layak. Dinas Pariwisata Provinsi Bali bertujuan
untuk membangun kepariwisataan Provinsi Bali yang mencakup berbagai
bidang yang dilakukan terhadap seluruh wilayah di Bali. Hal ini bertujuan agar
menjadikan Bali sebagai tempat wisata yang lebih baik kedepannya bahkan bisa
memberikan citra yang baik bagi Indonesia di mata dunia.
Bali merupakan salah satu contoh dari pariwisata maritim yang dimiliki
Indonesia, dimana saat ini Indonesia sedang berusaha untuk meningkatkan
pariwista melalui diplomasi kebudayaan yang salah satunya adalah pariwisata
maritim, apabila Indonesia berhasil menarik perhatian dunia terhadap
kebudayaan dalam negeri, maka tujuan untuk meningkatkan posisi tawar
menawar Indonesia dalam hubungan internasional antar Negara di dunia dapat
diwujudkan khususnya di kawasan Asean.1
Peran pemerintah sangat penting dalam meningkatkan kepariwisataan
dalam negeri, dalam hal ini Bali sebagai salah satu daerah wisata dalam negeri
yang terus dikembangkan oleh pemerintah bersamaan dengan perkembangan
kepariwisataan di daerah lainnya di Indonesia, namun Bali yang sudah sejak
lama menjadi tempat favorit wisatawan manca Negara, membuat Indonesia
mempunyai keuntungan lebih karena Bali sudah dikenal sebagai tempat
wisatawan dunia, selain itu Bali mempunyai kebudayaan yang kental
menjadikan hal tersebut dapat dijadikan sebagai wujud dari diplomasi
kebudayaan Indonesia yang mampu menarik perhatian wisatawan dunia lebih
banyak lagi. Pemerintah pusat maupun Pemerintah daerah Bali saling

1
Oleh Harits Dwi W. Bagus Subekti N. Upaya Indonesia Meningkatkan Pariwisata Maritim melalui
Diplomasi Kebudayaan di Asia Tenggara. Indonesian Perspective, Vol. 2, No. 1 (Januari-Juni 2017):
51-63. Universitas Respati Yogyakarta. Hal 4.

2
berkoordinasi dalam menerapkan diplomasi kebudayaan tersebut, karena
diplomasi kebudayaan sebagai aspek penting dalam dimensi kebudayaan yang
memperlihatkan bagaimana suatu Negara berusaha dalam mewujudkan
kepentingan nasionalnya.2
Dinas Pariwisata Povinsi Bali sebagai salah satu Lembaga Pemerintahan
daerah yang bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dalam mengelola,
membangun, serta mengawasi perkembangan kepariwisataan se-Bali, tentunya
hal itu bukanlah hal yang mudah dimana adanya hambatan yang menjadi
tantangan bagi perkembangan kepariwisataan itu sendiri di Provinsi Bali, Hal
ini pula yang menjadi dasar alasan mengapa memilih Dinas Pariwisata Provinsi
Bali sebagai tempat untuk melakasanakan kegiatan magang (On Job Training).
Diman kegiatan magang yang dilakukan bertujuan untuk menambah
pengalaman dalam bidang pekerjaan serta untuk mengetahui bagaimana proses
diplomasi kepariwisataan Bali sehinga menjadi daerah yang banyak dikunjungi
oleh wisatawan dunia.

1.2 Maksud dan Tujuan Magang


Kegiatan magang yang dilakukan di Dinas Pariwisata Provinsi Bali
bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang baru serta memberikan
pengalaman mengenai bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga
setelah melaksanakan kegiatan magang tersebut dapat memberikan manfaat
kedepannya pada saat memasuki dunia kerja nanti, karena sesungguhnya
pengalaman merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam ruang lingkup
pekerjaan.
Tujuan magang tersebut juga dilakukan untuk menerapkan pengetahuan
yang didapatkan selama melaksanakan kegiatan perkuliahan di kampus agar
bisa dikorelasikan dengan kegiatan magang di tempat istansi/lembaga dimana

2
Oleh Tulus Warsito & Wahyuni Kartikasari.2007.Diplomasi Kebudayaan. Ombak : Yogyakarta. Hal 4

3
mahasiswa melaksanakan magang tersebut. Sebelum melaksanakan kegiatan
magang, mahasiswa cenderung mempelajarai mengenai teori-teori dari ilmu
Hubungan Internasional. Sehingga pada saat melaksanakan kegiatan magang,
mahasiswa baru mulai mempraktekan teori Ilmu hubungan inernasional dalam
kegiatan magang tersebut. Salah satu contohnya adalah pada saat melaksanakan
kegiatan magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali, mahasiswa mencari tahu
mengenai bagaimana menganalisis diplomasi kepariwisataan Indonesia
khususnya daerah Bali dalam menarik wisatawan asing agar mau berkunjung ke
Indonesia.
Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional dituntut untuk
mengkorelasikan selama kegiatan magang disuatu Instansi/Lembaga
Pemerintahan yang kemudian dianalisis menggunakan teori dan konsep yang
dipelajari dalam perkuliahan Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Hal ini
merupakan salah satu maksud dan tujuan utama dilaksanakannya kegiatan
magang tersebut, maka dari itu kegiatan magang di Dinas Pariwisata Provinsi
Bali ini, bagi mahsiswa menjadi tantangan tersendiri dalam mengkorela-
sikannya kedalam ilmu hubungan internasional.

1.2.1 Tujuan Umum


 Bertujuan untuk menambah keterampilan serta wawasan sehingga dapat
memperoleh pengalaman di dunia kerja terutama di Dinas Pariwisata
Provinsi Bali, karena pengalaman merupakan suatu hal yang terpenting
bagi seseorang agar mempunyai nilai jual pada saat akan melamar
pekerjaan di dunia kerja
 Bertujuan untuk menambah wawasan dalam ruang lingkup pekerjaan di
suatu Instansi/lembaga Pemerintahan, dalam hal ini kegiatan di Dinas
Pariwisata Provinsi Bali diharapkan mampu memberikan wawasan
megenai ruang lingkup pekerjaan yang sebenarnya kepada mahasiswa

4
 Bertujuan untuk menjalin hubungan yang baik dengan suatu
instansi/lembaga pemerintahan khususnya Dinas Pariwisata Provinsi Bali,
sebagai perwakilan dari mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani
diharapakan dapat terus menjaga silaturahmi yang baik dengan Dinas
Pariwisata Provinsi Bali

1.2.2 Tujuan Khusus


 Bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dari kegiatan
perkuliahan sehari-hari ke dalam kegiatan magang salah satu contohnya
adalah dalam bersosialisasi serta bagaiamana menerapkan kegiatan
berpolitik di dunia kerja.
 Bertujuan untuk mengaplikasikan teori-teori dalam Ilmu Hubungan
Internasional dalam kegiatan magang sehari-hari sehingga mampu
menciptakan mental dan profesionalitas serta handal dalam dunia
pekerjaan. Tentunya tidak semua teori Hubungan Internasional dapat
diterapkan dalam kegiatan magang di Dinas Pariwisata ini namun ada
beberapa teori yang relevan dan bisa diterapkan dalam pelaksanaan
kegiatan magang tersebut. Contohnya adalah penerapan diplomasi
kepariwistaan Provinsi Bali dalam mengembangkan kepariwistaan
daerahnya.
 Bertujuan untuk menganalisis berbagai aspek yang terdapat di tempat
instansi/lembaga yang berkaitan dengan apa yang di pelajari dalam
kegiatan perkuliahan hubungan internasional

1.3 Manfaat Magang


Manfaat yang didapatkan setelah melaksanakan kegiatan magang di
Dinas Pariwisata Provinsi Bali tentunya memberikan pengalaman serta
pengetahauan baru yang sangat berarti bagi penulis, dimana selama kegiatan

5
magang berlangsung banyak sekali pengetahuan tentang bagaimana pekerjaan
di Pemerintah Daerah Provinsi Bali tersebut, terutama di Seksi Peningkatan
Sumber Daya Pariwisata dan Seksi Bimbingan Masyarakat.
Setelah melaksanakan kegiatan magang di divisi tersebut, penulis
mendapatkan pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana suatu kerja tim
yang dibutuhkan dalam setiap pekerjaan serta kerjasama antar Staf dan
Pimpinan yang begitu penting sehingga suatu pekerjaan dapat diselesaikan
secara teratur dengan baik dan benar. Selain itu manfaat yang didapatkan
adalah bertambahnya soft skill maupun hard skill setelah melaksanakan
kegiatan magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali tersebut yang bermanfaat
bagi mahasiswa untuk kedepannya.
Pengalaman yang didapatkan oleh mahasiwa setelah melaksanakan
kegiatan magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali khususnya di Bidang
Sumber Daya Pariwisata adalah pengalaman yang sangat bermanfaat dan
berguna bagi mahasiswa kedepannya, karena selama kegiatan magang
berlangsung, penulis mendapatkan arahan secara langsung oleh atasan (Kepala
Seksi) secara tidak langsung menjadi pemebelajaran bagi penulis untuk
berhadapan dan berinteraksi dengan atasan di dunia kerja nanti, selain itu
pengetahuan mengenai pentingnya koordinasi antar atasan dan bawahan
menjadi dasar bagi terbentuknya kerjasama yang baik dalam suatu pekerjaan
yang akan dijalankan.
Pentingnya koordinasi seorang Pemimpin terhadap bawahannya
sangat berpengaruh dalam memobilisasi situasi dalam ruang lingkup pekerjaan
itu sendiri, sehingga suatu pekerjaan yang dilaksanakan dapat memberikan hasil
sesuai dengan yang diharapakan, dimana hal tersebut menjadi pembelajaran
tersendiri bagi mahasiswa untuk selalu memeperhatikan hal terkecil sekalipun
karena mempunyai pengaruh yang besar dalam ruang lingkup pekerjaaan.

6
1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang
 Tempat Magang : Dinas Pariwisata Provinsi Bali
 Peminatan : Sumber Daya Pariwisata
 Alamat Instansi : Jalan S. Parman No. 1, Niti Mandala
 No. Telepon/ Fax : (0361) 222387/ (0361)226313
 Website : http://tourism.baliprov.go.id
 E-mail : infotourism@baliprov.go.id
 Waktu Pelaksanaan Magang : 1 Juli 2019- 1 Agustus 2019

1.5 Metode Pengumpulan Data Laporan Magang


Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah metode kualitatif
dimana dalam proses pengumpulan data laporan tersebut bersifat deskriptif
serta analisis. Teknik pengumpulan data menggunakan tinjauan pustaka yang
mana menggunakan literatur yang bersumber dari artikel/jurnal dari internet
sebagai sumber penunjang yang mendukung terhadap laporan kegiatan magang
di Dinas Pariwisata Provinsi Bali tersebut. Menurut Kriyantono, tujuan
penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-
dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, yang
menunjukkan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti.3
Metode kualitatif merupakan metode yang digunakan dalam
pengumpulan data laporan magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali, karena
dalam laporan kegiatan magang ini penulis memfokuskan pembahasan kepada
analisis data dan tidak menggunakan teknik pengukuran data dalam proses
pengumpulan data tersebut. Metode Kualitatif diguanakan dalam laporan
kegiatan magang yang berjudul Peningkatan Sumber Daya Pariwisata Dan
Bimbingan Masyarakat Di Provinsi Bali ini dilakukan bukan tanpa alasan

3
Oleh Anwar Hidayat, Penjelasan Lengkap Tentang Penelitian Kualitatif, dalam
https://www.statistikian.com/2012/10/penelitian-kualitatif.html (diakses pada tanggal 14 oktober
2012)

7
namun berdasar kepada kondisi Dinas Pariwisata Provinsi Bali sendiri, yang
lebih memfokuskan perkembangan pariwisata yang cenderung menggunakan
analisis data sebagai metode dalam meninjau perkembangan kepariwisataan di
Povinsi se-Bali. Oleh karena itu, metode kualitatif sangat tepat digunakan
dalam membantu pengumpulan data serta menganalis laporan magang ini.

1.6 Sistematika Penulisan Laporan Magang


Sistematika penulisan yang digunakan dalam laporan ini adalah
menggambarkan dan menjelaskan tentang pelaksanaan kegiatan magang secara
detail serta membahas bagaimana perkembangan bidang kepariwisataan di
Provinsi Bali, terutama fokus pembahasan yang mengacu kepada Peningkatan
Sumber Daya Pariwisata dan Bimbingan Masyarakat yang dilakukan oleh
Pemerintah Daerah Provinsi Bali yang membina kepariwisataan Bali sehingga
menjadi tempat wisata manca negara seperti saat ini. Pada dasarnya sistematika
penulisan yang digunakan bersifat deskriptif dan eksplanatif untuk membantu
laporan magang tersebut.
Sistematika dalam penulisan laporan magang yang bersifat Deskriptif
dan eksplanatif tersebut adalah pertama menjelaskan secara umum mengenai
Instansi/Lembaga tempat kegiatan magang berlangsung, dalam hal ini Dinas
Pariwisata Provinsi Bali. Kemudian memfokuskan pembahasan selanjutnya
kepada penjelasan mengenai bagaiamana proses pelaksanaan kegiatan magang
yang dilaksanakan di Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Selain itu proses analisis
yang dilakukan yang bertujuan untuk mnegkorelasikan kegiatan magang di
Dinas Pariwisata Provinsi Bali dengan teori Ilmu Hubungan Internasional juga
di jelaskan secara eksplanatif dalam laporan magang ini.

8
BAB II
DINAS PARIWISATA PROVINSI BALI

2.1 Sejarah
Dinas Pariwisata Provinsi
Bali merupakan suatu instansi
lembaga pemerintahan daerah yang
berperan penting dalam mengem-
bangkan dan membangun Kepari-
wisataan Bali dalam ruang lingkup
domestik, maupun internasional.
Sebelum Kepariwisataan Bali
Gambar 2.1 Logo Pemerintahan Daerah Provinsi berkembang seperti saat ini,
Bali
Pariwisata Bali mempunyai sejarah yang cukup panjang dalam proses
perkembangannya menjadi tempat wisata manca Negara. Dimana pada awal abad ke
20 saat Bali ditaklukan secara penuh oleh Belanda, pintu masuk untuk orang barat
mulai dibuka dengan lebar dan ini juga menjadi tonggak awal masuknya wisatawan
yang dimulai pada tahun 1920 an, karena keelokan alam dan budayanya, pemerintah
kolonial Hindia Belanda melalui Koninklijke Paketcart Maatsckapy (KPM),
Maskapai Pelayaran Kerajaan Belanda membangun infrastruktur perhubungan ke
Bali pada tahun 1917.4
Setelah berita tentang keindahan dan uniknya budaya di Pulau Bali cepat
menyebar di belahan Eropa, akhirnya berdampak pada berkembang pesatnya
kepariwisataan Bali di seluruh dunia, Bali menjadi tempat yang banyak dikunjungi
oleh wisatawan asing. Setelah Indonesia merdeka kepariwisataan provinsi Bali terus
berkembang yang mana pada saat perang dunia usai dan Bali bergabung dengan

4
Oleh JPNN.com, Sejak Kapan Pulau Bali jadi Primadona Wisata Dunia?, dalam
https://www.jpnn.com/news/sejak-kapan-pulau-bali-jadi-primadona-wisata-dunia?page=3 (diakses
pada tanggal 07 Maret 2018)

9
NKRI pada 17 Agustus 1950, Presiden Soekarno menjadikan pulau Dewata sebagai
tempat untuk menerima tamu kenegaraan sekaligus memperkenalkan Bali secara
lebih dalam kepada dunia.5 Hal tersebut menjadi salah satu faktor pendukung
lainnya yang menyebabkan Bali menjadi tempat pariwisata yang tekenal selain
karena keunikan yang dimiliki.
Pariwisata Bali memang sempat mengalami keterpurukan setelah adanya
serangan teroris pada tahun 2000 an, namun sifat optimis para pejabat dan
masyarakat Bali yang justru ingin menunjukan bahwa mereka tidak takut dan
berusaha untuk membangun pariwisata Bali lebih maju kedepannya.6 Dengan
adanya kerjasama yang baik antar Pemerintah daerah maupun Paemerintah pusat
yang terus secara konsisten membangun dan mengembangkan pariwisata di Bali,
sehingga Bali bisa bangki tkemabli dan menjadi tempat pariwisata seperti saat ini,
yaitu menjadi tempat yang begitu dikenal oleh para wisatawan dunia.

Gambar 2.2 Branding Pariwisata Bali

5
Oleh Dany, Inilah Rahasia Bali Lebih Dikenal Oleh Turis Mancanegara Dibanding Tempat Wisata
Lainnya dalam https://www.boombastis.com/rahasia-bali-terkenal-di-dunia/154743
6
Oleh DW, Dampak Bom Bali Terhadap Pariwisata, dalam https://www.dw.com/id/dampak-bom-
bali-terhadap-pariwisata/a-2935604

10
Perkembangan terus dilakukan oleh Pemerintah daerah Bali dimana
walaupun adanya pasang surut dari kepariwisataan Bali yang disebabkan oleh
berbagai macam hal, tidak menghentikan usaha Pemerintah untuk tetap membangun
dan mengembangkan Kepariwisataan Bali itu sendiri. Oleh karena itu dengan
adanya Dinas Pariwisata Provinsi Bali sebagai instansi yang membantu membangun
dan mengembangkan pariwisata daerah Bali sangat dibutuhkan untuk kedepannya.
Saat ini branding pariwisata Provinsi Bali yang mempunyai slogan The Island Of
Gods merupakan salah satu wujud dari usaha perkembangan dan pembangunan
kepariwisataan Provinsi Bali itu sendiri dibawah bimbingan Pemerintah Pusat
maupun Pemerintah Daerah bali.

2.2 Visi
“Nangun Sat Kethi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana
Menuju Bali Era Baru.7

2.3 Misi
1. Mengembangkan destinasi dan produk wisata baru berbasis budaya dan berpihak
kepada rakyat yang terintegrasi antar kabupaten/kota.
2. Meningkatkan promosi pariwisata Bali di dalam dan di luar negeri secara
bersinergi antar kabupaten/kota se-Bali dengan mengembangkan inovasi dan
kreatif baru.
3. Meningkatkan standar kualitas pelayanan kepariwisataan secara komprehensif. 8

7
Oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali dalam http://disparda.baliprov.go.id/visi-dan-misi-dinas-
pariwisata-provinsi-bali/
8
Ibid

11
2.4 Tugas
Kantor Dinas Kebuyadaan dan Pariwisata wilayah Bali.
Melalui kantor Dinas pariwisata dan kebudayaan atau yang disingkat Disparbud ini,
berbagai urusan pemerintah daerah terkait bidang pariwisata dan kebudayaan
dilakukan. Adapun tugas Disparbud adalah sebagai pelaksana urusan pemerintah
daerah pada bidang pariwisata dan pelestarian budaya di wilayah kerjanya. Fungsi
Disparbud ialah merumuskan kebijakan bidang pariwisata, kesenian, kebudayaan dan
perfilman, penyelenggara pariwisata dan kebudayaan, pembinaan dan pembimbingan
pada pelaku pariwisata dan budaya di wilayah kerjanya, koordinator UPTD, hingga
pelaporan dan koordinasi urusan pariwisata dan budaya.9

2.5 Wewenang
Terkait dengan tugas dan fungsinya, Disparbud berwenang untuk mengeluarkan izin-
izin bidang pariwisata meliputi Izin Usaha Pariwisata untuk travel agent dan lainnya,
mengurus Izin Tetap Usaha Pariwisata (ITUP), Tanda Daftar Usaha Pariwisata atau
TDUP meliputi surat Tanda Daftar Usaha Jasa Perjalanan Wisata, Tanda Daftar
Usaha Penyedia Akomodasi, Tanda daftar Usaha Kawasan Pariwisata, dan lainnya.
Selain izin-izin bidang pariwisata, Disparbud juga memiliki wewenang dalam
mengeluarkan izin terkait bidang kebudayaan seperti kegiatan kebudayaan, alih
fungsi bagunan bersejarah dan lainnya.10

9
Oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali dalam https://idalamat.com/alamat/24745/dinas-kebudayaan-
dan-pariwisata-provinsi-bali
10
Ibid

12
2.6 Struktur

PLT KEPALA DINAS


PARIWISATA

KELOMPOK JABATAN SEKRETARIS


FUNGSIONAL

ARSIPARIS KA. SUB BAGIAN UMUM DAN KA. SUB BAGIAN KA. SUB BAGIAN
KEPEGAWAIAN PENYUSUNAN PROGRAM, KEUANGAN
PUSTAKAWAN EVALUASI DAN PELAPORAN

KA. BIDANG DESTINASI KA. BIDANG SUMBER DAYA KA. BIDANG PEMASARAN KA. BIDANG INDUSTRI
PARIWISATA PARIWISATA PARIWISATA PARIWISATA

KA. SEKSI KA. . SEKSI


PENGEMBANGAN KELEMBAGIAN KA. SEKSI ANALISA PASAR
DESTINASI WISATA PARIWISATA PARIWISATA KA. SEKSI SARANA PARIWISATA
BUATAN

KA. SEKSI PENGEMBANGAN KA. SEKSI BIMBINGAN KA. SEKSI PROMOSI


DESTINASI WISATA BUDAYA MASYARAKAT PARIWISATA KA. SEKSI JASA PARIWISATA

KA. SEKSI PENGEMBANGAN KA. SEKSI PENINGKATAN SUMBER


DAYA PARIWISATA KA. SEKSI KERJASAMA
DESTINASI WISATA ALAM PARIWISATA KA. SEKSI EKONOMI KREATIF

Gambar 2.1 tentang Struktur Jabatan Di Dinas Pariwisata Provinsi Bali

13
BAB III
SUMBER DAYA PARIWISATA

3.1 Profil
Sumber Daya Pariwisata adalah salah satu bidang yang terdapat di Dinas
Pariwisata Provinsi Bali yang dipimpin oleh Ibu Ida Ayu Indah Yustikarini, SS.,
M.Hum dimana dalam bidang Sumber Daya Pariwisata terdapat beberapa seksi.
Penulis sendiri di tempatkan di seksi peningkatan sumber daya pariwisata dan seksi
bimbingan masyarakat, kedua seksi tersebut saling berkesinambungan namun
mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing. Seksi peningkatan sumber daya
pariwisata dipimpin oleh Ibu A.A Istri Vera Laksmi Dewi, SE., MM, sedangkan
seksi bimbingan masyarakat dipimpin oleh Ibu Made Mona Rosita, S.Sos., M.H.

3.2 Tugas
Bidang Sumber Daya Pariwisata merupakan bidang yang bertugas untuk
membimbing dan mengayomi bidang sumber daya pariwisata lainnya di
Kabupaten/Kota se-Bali dimana agar terciptanya kesinambungan antar pemerintah
Kabupaten/Kota dan Provinsi, maka pihak Dinas Provinsi memberikan pengarahan
secara komprehensif kepada pihak Kabupaten/Kota perihal bagaimana menjaga dan
meningkatkan sumber daya pariwisata di setiap tempat di Bali. Salah satu
contohnya adalah dalam mengarahkan perihal pengelolaan sampah agar menjaga
tempat destinasi wisata di bali.

3.3 Fungsi
 Menyusun rencana dan program kerja bidang
 Mengkoordinasikan para Kepala seksi
 Mengkoordinasikan hasil monitoring, evaluasi dan pelaporan hasil
pelaksanaan kegiatan di bidang setiap : bulan, triwulan, semester dan
tahunan untuk disampaikan kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris

14
 Membimbing dan memberi petunjuk kepada Kepala Seksi dan bawahan
sesuai dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku
 Mengkoordinasikan program kerja masing-masing seksi

3.4 Visi
 Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan bimbingan masyarakat, kegiatan
peningkatan sumber daya pariwisata, dan kelembagaan pariwisata
 Mengkoordinasikan penyusunan anggaran/pembiayaan kegiatan pada bidang
untuk disampaikan kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris

3.5 Misi
 Melaksanakan sistem pengendalian intern pemerintah
 Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan sesuai
dengan pedoman dan ketentuan yang berlaku

3.6 Tujuan
 Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris

3.7 Sasaran
 Mewujudkan pelaksanaan kegiatan bimbingan masyarakat dan kegiatan
peningkatan sumber daya pariwisata se-Provinsi Bali.
 Meningkatan kesadaran masyarakat tentang kepariwisataan agar ikut terlibat
dalam membantu, menjaga meningkatan dan mengembangkan pariwisata
Bali

15
3.8 Struktur Organisasi

Gambar 3.1 mengenai struktur jabatan dalam Bidang Sumber Daya


Pariwisata

16
BAB IV
LAPORAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

4.1 Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan kerja lapangan yang dilaksanakan di Dinas Pariwisata


Provinsi Bali adalah dimulai pada masa perkenalan hari pertama pelaksanaan
magang, mahasiswa di tentukan akan di tempatkan di suatu divisi sesuai dengan
kebutuhan instansi/lembaga yang membutuhkan tenaga mahasiswa yang akan
melaksanakan magang, setelah ditempatkan di Bidang Sumber Daya Pariwisata,
mahasiswa melakasanakan kegiatan dengan membantu staf di Bidang Sumber Daya
Pariwisata khususnya di seksi Bimbingan Masyarakat dan seksi Peningkatan Sumber
Daya Pariwisata. Kegiatan kerja lapangan tersebut dilkasanakan berdasarkan pada
arahan serta perintah dari Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat dan Peningkatan
Sumber Daya Pariwisata secara langsung. salah satu kerja lapangan yang dilakukan
sehari-hari adalah membuat surat yang berisi kepentingan yang berbeda-beda dan
ditujukan untuk seseorang yang berada di Dinas Pariwisata Provinsi Bali atau di luar
Dinas Pariwisata Provinsi Bali itu sendiri.

Surat-surat tersebut mempunyai kepentingan yang berbeda, pertama berupa


surat undangan perihal akan dilaksanakan rapat antar Kepala Bidang / rapat antar
Kepala Seksi atau undangan akan dilkasanakannya suatu acara, kedua membuat surat
SPJ atau Surat Pertanggungjawaban atas diselenggarakannya suatu acara misalnya
setelah dilaksanakan suatu acara maka Bidang atau Seksi yang terkait harus membuat
Surat keterangan mengenai pelaksanaan acara tersebut yang di sebut juga SPJ, ketiga
pembuatan surat perihal Surat Perjalanan Dinas untuk Kepala Bidang, Kepala Seksi
dan staf di Bidang Sumber Daya Pariwisata. Tentunya kegiatan pembuatan surat
tersebut dilakukan penulis dengan bantuan dan didampingi oleh staf yang berada di
Bidang Sumber Daya Pariwisata. Selain membuat surat, kegiatan lainnya adalah

17
penerimaan surat dari instansi lainnya dimana surat tersebut diarsif dalam buku Surat
Masuk dan disimpan sebagai arsif tahunan Bidang Sumber Daya Pariwisata.

Kegiatan yang selanjutnya adalah adanya kunjungan yang dilakukan ke


daerah Kabupaten/Kota yang dilakukan oleh seksi Bimbingan Masyarakat yang
dilaksanakan satu minggu sekali. Perjalanan Dinas tersebut dilkasanakan di
Kabupaten Jembrana dimana kunjungan tersebut diselenggarakan di SMA/SMK di
Kabupaten/Kota tersebut. Kegiatan bimbingan bertujuan untuk membimbing
masyarakat agar sadar akan kepariwisataan (sosialisasi). Lokasi bimbingan tersebut
dilaksanakan di SMA/SMK karena sekaligus menyampaikan kepada para siswa agar
tidak menggunakan obat-obatan seperti Narkoba atau pun zat adiktif lainnya serta
sosialisai tentang bahayanya penyakit HIV AIDS bagi kalangan remaja. Kegiatan
tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Kepala Seksi
Bimbingan Masyarakat, serta Kepala BNN Provinsi Bali.

Kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan tugas dari Seksi Peningkatan


Sumber Daya Pariwisata adalah pembuatan surat perihal akan dilaksanakannya acara
Pemilihan Jegeg Bagus Bali Tahun 2019. Pada saat mahasiswa melaksanakan
magang dari 1 Juli – 1 Agustus tersebut, Bidang Sumber Daya Pariwisata terutama
Seksi Peningkatan Sumber Daya Pariwisata sedang dalam kesibukan untuk
memepersiapkan acara diselenggarakannya Pemilihan Jegeg Bagus Bali Tahun 2019.
Jegeg Bagus Bali merupakan ajang pemiliha insan muda di Bali diharapkan dapat
melahirkan generasi yang kreatif dan inovatif sehingga mampu menjadi duta
pariwisata budaya Bali. " Salah satu elemen visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali adalah
membangun SDM Krama Bali yang berkualitas, untuk itu diahrapakan Jegeg Bagus
Bali bisa melahirkan SDM yang kreatif, inovatif serta mampu membangun opini
positif sehingga tercipta pula pariwisata Bali yang positif.11

11
Oleh Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Jegeg Bagus Bali Diharapkan Jadi
Generasi Muda Yang Kreatif dan Inovatif, dalam https://birohumas.baliprov.go.id/baca-
berita/5467/Jegeg-Bagus-Bali--Diharapkan-Jadi-Generasi-Muda-Yang-Kreatif-dan-Inovatif.html

18
Seksi Peningkatan Sumber Daya Pariwisata yang menaungi langsung
berjalannya acara Jegeg Bagus Bali Tahun 2019 sudah banyak melakukan persiapan
sejak 1 bulan sebelumnya. Jegeg Bagus tersebut diselenggarakan pada tanggal 10
Agustus Tahun 2019, dimana proses persiapan sudah dilakukan sejak bulan Juli,
pembuatan surat Undangan Rapat antar Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Plt Kepala
Dinas Pariwisata Provinsi Bali dibuat untuk berkoordinasi bagamaina berjalannya
acara Jege Bagus tersebut, pembuatan surat mengenai pemintaan bantuan seperti
bantuan Konsumsi, Peralatan dan lain sebagainya sesuai kebutuhan acara Jegeg
Bagus Bali Tahun 2019, pembuatan surat perihal Undangan untuk siapa saja Tamu
Undangan yang mengahadiri perhelatan Jegeg bagus tersebut.

4.2 Hasil Laporan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan di Dinas Pariwisata


Provinsi Bali

Kegiatan yang dilakukan


dalam foto disamping adalah
aktivitas yang dilakukan sehari-hari
selama kegiatan magang yaitu
pembuatan surat pertama berupa
surat undangan perihal akan
dilaksanakan rapat antar Kepala
Bidang / rapat antar Kepala Seksi
atau undangan akan dilkasanakannya
suatu acara, kedua membuat surat
SPJ atau Surat Pertanggungjawaban
atas diseleng-garakannya suatu acara
Gambar 4.1 Kegiatan Pembuatan misalnya setelah dilaksanakan suatu
Surat
acara maka Bidang atau Seksi yang terkait harus membuat Surat keterangan
mengenai pelaksanaan acara tersebut yang di sebut dengan SPJ, ketiga pembuatan

19
surat perihal Surat Perjalanan Dinas untuk Kepala Bidang, Kepala Seksi dan staf di
Bidang Sumber Daya Pariwisata. Tugas lainnya juga adalah menginput data berupa
hasil dari setelah melaksanakan perjalanan dinas maka data tersebut di masukan
kedalam data laporan.

Gambar 4.2 Dokumen Surat Masuk dan Surat Keluar perihal Pelaksanaan Jegeg Bagus Bali
Tahun 2019

Gambar di atas merupakan Buku Arsif dari pelaksanaan Jegeg Bagus Bali
Tahun 2018 dan 2019 dimana pengarsifan dokumnen surat maupun dokumen
lainnya yang berkaitan dengan penyelengaraan Jegeg Bagus bali tersebut bertujuan
agar arsif tersebut menjadi data yang dapat dilihat sebagai contoh untuk
peneyelengaraan Jegeg Bagus Bali di Tahun selanjutnya. Dimana dalam buku Arsif
tersebut terdapat dua jenis yaitu Arsif Jegeg Bagus untuk Surat Keluar dan Arsif
Jegeg Bagus untuk Surat Masuk. Surat masuk maupun surat keluar tersebut
merupakan rekam jejak serta sebagai bahan evaluasi bagi pelaksanaan Jegeg bagus
untuk tahun selanjutnya agar dapat memperbaiki kekurangan penyelenggraan acara

20
Jegeg bagus sebelumnya dan dapat diperbaiki di penyelenggraan Jegeg bagus
berikutnya

Gambar 4.3 Kegiatan Penyerahan Hadiah Pokdarwis Tahun 2019

Foto diatas bersama dengan Ibu Made Mona Rosita, S.Sos., M.H selaku
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Keempat dari kanan), serta bersama staf
Bidang Sumber Daya Pariwisata dan beberapa teman yang sama-sama
melaksanakan magang di Bidang Sumber Daya Pariwisata. Foto tersebut diambil
pada saat persiapan untuk melaksanakan kegiatan acara penyerahan hadiah
Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata
Provinsi Bali di bawah bimbingan Seksi Bimbingan Masyarakat.
Kegiatan penyerahan Hadiah Pokdarwis tersebut dilaksanakan 2 tahun sekali
di Bali dan yang menjadi peserta Pokdarwis tersebut adalah 9 perwakilan yang
berasal dari masing-masing Kabupaten/Kota se-Bali. Sebelum pemberian hadiah
diselenggararakan, Dinas Pariwisata Provinsi Bali sudah berkoordinasi perihal siapa

21
pemenangnya dimana berdasarkan penilaian para juri untuk pemenang Juara
Pokdarwis Tahun 2019 adalah Kabupaten Karangasem yang diakhiri dengan
pemberian Piagam dan Sejumlah Uang bagi Pemenang Kelompok Sadar Wisata
tersebut. Terpilihnya Kabupaten Karangasem sebagai pemenang Kelompok Sadar
Wisata Tahun 2019 karena kondisi wilayah Kabupaten Karangasem yang sangat
bersih, terawat, dan rapi serta kesadaran masyarakatnya yang tinggi dimana
berupaya menjaga kepariwisataan daerah Karangasem.

Gambar 4.4 Foto Kegiatan Penyerahan Pokdarwis Tahun 2019

Foto diatas diambil pada saat dimulainya acara kegiatan penyerahan Hadiah
Pokdarwis Tahun 2019, dimana dalam acara tersebut dihadiri oleh Bapak Ir. I Putu
Astawa, MMA selaku Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali serta Bapak dan
Ibu Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dari Kabupaten/Kota se-Bali. Acara
penyerahan Hadiah Pokdarwis tersebut pertama-tama dimulai dengan
dibunyikannya Lagu Indonesia Raya sebagai simbol persatuan Indonesia,
selanjutnya pembukaan acara oleh Bapak Ir I Putu Astawa, MMA yang diikuti oleh
pembacaan doa agar acara bisa diselenggarakan secara lancar. Sebelum

22
dilaksnakannya pengumuman Juara sekaligus peneyerahan Hadiah Pokdarwis
Provinsi Bali Tahun 2019, Bapak Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali
memberikan arahan dan masukan kepada para Kepala Bidang Sumber Daya
Pariwisata Kabupaten/Kota se-Bali dalam hal menjaga kepariwisataan daerah Bali,
serta agar bisa terus menjaga koordinasi dalam membangun kepariwisataan Bali
untuk lebih baik kedepannya.
Tujuan utama dari lomba Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) adalah agar
menciptakan kesadaran masyarakat dalam hal menjaga kepariwisataan daerah
khusunya di Bali. Dimana sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Pemenang Juara
Pokdarwis Tahun 2019 adalah Kabupaten Karangasem dan acara di tutup dengan
penyerahan Hadiah dan Piagam oleh Bapak Plt Kepala Dinas kepada perwakilan
Kabupaten Karangasem. Tentunya harapan dari dilaksankannya lomba Pokdarwis
tersebut agar menciptakan mental masyarakat agar memiliki kesadaran yang tinggi
dalam menjaga pariwisata disetiap daerah dimana Bali merupakan Provinsi di
Indonesia yang dasar pembangunan perekonomian masyarakatnya berdaasar pada
pariwisata.

23
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kegiatan magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang dilkasanakan
kurang lebih selama satu bulan tersebut memberikan pengalaman yang sangat
berharga bagi penulis dimana ilmu yang didapatkan setelah melaksanakan magang
tersebut, sangat bermanfaat sehingga membentuk kepribadian penulis menjadi lebih
siap untuk memasuki dunia kerja kedepannya. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan
selama magang berlangsung di Dinas Pariwisata ini dilakukan berdasarkan arahan
dan perintah atasan langsung dimana dibawah pimpinan Kepala Seksi Bimbingan
Masyarakat dan Kepala Seksi Peningkatan Sumer Daya Pariwisata yang merupakan
bagian dari Bidang Sumber Daya Pariwisata itu sendiri. Selama kegiatan magang
berlangsung di Bidang Sumber Daya Pariwisata tersebut Penulis tidak mendapatkan
kesulitan baik dalam kegiatan / proses pekerjaan di kantor maupun dalam
bersosialisasi / perkenalan dengan staf maupun pimpinan di Bidang Sumber Daya
Pariwisata. Hal ini disebabkan oleh kepribadian baik dari para Pimpinan maupun
staf di Bidang Sumber Daya Pariwisata yang terbuka terhadap penulis serta dengan
senang hati membimbing penulis dalam melaksanakan setiap pekerjaan di kantor.
Kegiatan membuat beberapa surat yang mana mempunyai isi dan tujuan
yang berbeda-beda merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh penulis di
Bidang Sumber Daya Pariwisata, dimana pembuatan surat tersebut dilakukan
berdasarkan kebutuhan dari Seksi Bimbingan Masyarakat maupun Seksi
Peningkatan Sumber Daya Pariwisata yang bertujuan untuk melaksanakan suatu
kegiatan dalam bidang kepariwisataan, secara umum surat tersebut merupakan surat
undangan, atau surat permintaan bantuan dalam berbagai macam hal yang bertujuan
untuk pelaksanaan suatu acara di Dinas pariwisata Provinsi Bali.
Pada saat Penulis melaksanakan magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali
selain membuat surat, penulis pun dilibatkan dalam suatu pelaksanaan acara

24
(POKDARWIS) atau persiapan acara besar seperti (Jegeg Bagus Bali Tahun 2019),
tentunya dengan adanya kegiatan acara yang diselenggararakan di Dinas Pariwisata
tersebut juga memberikan pengetahuan yang baru bagi penulis untuk kedepannya
khusunya pemebelajaran mengenai tata cara bagaimana persiapan suatu acara yang
membutuhkan kerjasama tim yang kompak dan pentingnya koordinasi yang matang.
Sehingga setelah pelaksanaan kegiatan magang di Dinas Pariwisata Provinsi Bali
tersebut secara tidak langsung meningkatkan kemampuan penulis dalam suatu
pekerjaan lapangan sehingga pada saat menemukan pekerjaan yang sebenarnya,
setidaknya penulis sudah memepunyai pengalaman dan sudah bisa menyesuaikan
dalam dunia kerja yang sebenarnya.

5.2 Saran
Saran dari penulis bagi instansi / Lembaga Pemerintah khusunya Dinas
Pariwisata Provinsi Bali adalah diharapkan Dinas Pariwisata ini untuk kedepannya
bisa mewujudkan visi dan misinya dengan lebih mengoptimalkan para pekerja (PNS
maupun Staf Kontrak) melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 83 Tahun 2016 yang
sudah mengatur pekerja terutama PNS di Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tersebut.
Oleh karena diharapkan Kepala Dinas selaku pemimpin bisa mengoptimalkan
Peratruran Gubernur tersebut sehingga apabila pekerjaan dapat dilakukan dengan
semaksimal mungkin dengan para pekerja yang disiplin dan taat aturan maka
jalannya pemrintahan akan menciptakan hasil yang optimal. Selain itu saran untuk
Dinas Pariwisata Provinsi Bali diharapkan kedepannya bisa lebih memperhatikan
kondisi bangunan / gedung, karena kondisi bangunan Dinas Pariwisata Provinsi Bali
sendiri yang sudah sejak lama belum direnovasi. Alangkah baiknya untuk
kedepannya fasilitas bangunan bisa diperbarui untuk menciptakan kondisi yang
lebih nyaman bagi para pegawai yang bekerja di Dinas Pariwisata Provinsi Bali.
Adapun saran dari mahasiswa untuk pihak lembaga di Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu politik, Universitas Jenderal Achmad Yani adalah diharapkan pihak
lembaga kedepannya dapat lebih memprioritaskan mahasiswa yang akan

25
melaksanakan kegiatan magang, dimana dalam hal ini salah satunya membantu
mahasiswa perihal pemberitahuan informasi tempat instansi/Lembaga untuk
mahasiswa yang akan melaksanakan magang dengan lebih komprehensif, karena di
tahun ini masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui tempat atau di instansi
dimana dia akan melaksanakan kegiatan magang tersebut, hal ini akan berpengaruh
terhadap kegiatan perkuliahan di semester selanjutnya karena ada kegiatan magang
yang belum dilkasanakan. Oleh karena itu meskipun Pihak lembaga memberikan
kebebasan kepada mahasiswa agar melaksanakan kegiatan magang di instansi
manapun, namun diharapkan pengarahan dan bantuan sangat diperlukan oleh
mahasiswa itu sendiri, baik dari segi bantuan infomasi tempat magang maupun
pengarahan lembaga untuk mahasiswa melaksanakan kegiatan magang. Sehingga
mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan magang dengan tepat waktu.

26
DAFTAR PUSTAKA

W, Harits Dwi dan Bagus Subekti N. (2017). Upaya Indonesia Meningkatkan


Pariwisata Maritim melalui Diplomasi Kebudayaan di Asia Tenggara.
Indonesian Perspective, Vol. 2, No. 1 (Januari-Juni 2017): 51-63.
Universitas Respati Yogyakarta. Hal 4.

Warsito, Tulus dan Wahyuni Kartikasari. (2007). Diplomasi Kebudayaan. Ombak :


Yogyakarta. Hal 4

Hidayat, Anwar. (2012). Penjelasan Lengkap Tentang Penelitian Kualitatif, dalam


https://www.statistikian.com/2012/10/penelitian-kualitatif.html (diakses
pada tanggal 14 oktober)

JPNN.com. (2018). Sejak Kapan Pulau Bali jadi Primadona Wisata Dunia?, dalam
https://www.jpnn.com/news/sejak-kapan-pulau-bali-jadi-primadona-
wisata-dunia?page=3 (diakses pada tanggal 07 Maret)

Dany. (____). Inilah Rahasia Bali Lebih Dikenal Oleh Turis Mancanegara
Dibanding Tempat Wisata Lainnya dalam
https://www.boombastis.com/rahasia-bali-terkenal-di-dunia/154743

DW. (____). Dampak Bom Bali Terhadap Pariwisata, dalam


https://www.dw.com/id/dampak-bom-bali-terhadap-pariwisata/a-2935604

27
Dinas Pariwisata Provinsi Bali dalam http://disparda.baliprov.go.id/visi-dan-misi-
dinas-pariwisata-provinsi-bali/

Dinas Pariwisata Provinsi Bali dalam https://idalamat.com/alamat/24745/dinas-


kebudayaan-dan-pariwisata-provinsi-bali

Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Bali. (2018). Jegeg Bagus
Bali Diharapkan Jadi Generasi Muda Yang Kreatif dan Inovatif, dalam
https://birohumas.baliprov.go.id/baca-berita/5467/Jegeg-Bagus-Bali--
Diharapkan-Jadi-Generasi-Muda-Yang-Kreatif-dan-Inovatif.html

28
LAMPIRAN

Lampiran 1 : Foto Copy Lembar Konfirmasi Laporan Magang

Lampiran 2 : Lembar Penilaian Magang Mahasiswa yang sudah dinilai oleh

Pimpinan Intansi

Lampiran 3 : Dokumentasi dan Berkas Kegiatan atau Pekerjaan yang dilakukan di

Instansi/Lembaga

Lampiran 4 : Lembar Kegiatan/Absensi Magang

Lampiran 5 : Lembar Bimbingan Laporan Magang

Lampiran 6 : Lembar Sertifikat Magang dari Instansi/ Perusahaan tempat Magang

29