Anda di halaman 1dari 12

TUGAS 4

TA 3212 GEOFISIKA CEBAKAN MINERAL I


PENGARUH TOPOGRAFI DAN LAPISAN DENGAN NILAI
TAHANAN JENIS YANG BERBEDA PADA INTERPRETASI

Oleh :

BUDI SEFTAFIANDRA
12112004

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PERMINYAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2015
A. Pendahuluan
Sering kali pengukuran tahanan jenis mengabaikan posisi titik pengukuran terhadap
kondisi kondisi topografi dan mengabaikan kemiripan nilai tahanan jenis lapisan. Hal ini
menyebabkan timbulnya kesalahan data yang berlanjut dengan kesalahan interpretasi

B. Tujuan
Mampu mengidentifikasi kesalahan data akibat kondisi geologi atau topografi dan
mengerti timbulnya kesalahan interpretasu akibat kemiripan nilai tahanan jenis perlapisan

C. Peralatan

- Program fault, res, dan DCinvert

- Kertas log-log

- Kurva standard an kurva bantu

SOAL 1
Dari hasil survey resistivity diperoleh :

Kondisi 1 Kondisi 2
Pasir Kering
Pasir Kering
ρ = 500 Ωm ρ = 500 Ωm
t=3m t=3m
Bijih Aluvial
Bijih Aluvial
ρ = 10 Ωm ρ = 10 Ωm
t = 10 m t = 10 m
Batupasir Lempung
ρ = 300 Ωm ρ = 5 Ωm
t = 10 m
Batupasir
ρ = 300 Ωm
Dengan menggunakan program res didapat hasil sebagai berikut
Kondisi 1

Kondisi 2

Hasil dari program res diplot pada kertas log – log untuk mendapatkan kurva tiap kondisi (
lampiran 6 )
Dari hasil plot terlihat bahwa kurva kondisi 1 ( merah ) dan kurva kondisi 2 ( biru )
memiliki bentuk yang hampir mirip dengan kurva kondisi 2 lebih curam. Pola naik turun yang
sama ini akan menyebabkan interpretasi jumlah lapisan pada kedua kurva menjadi sama,
padahal seharusnya kurva kondisi 2 memiliki jumlah lapisan lebih banyak daripada kondisi 1.
Hal ini menunjukkan bahwa survey tahanan jenis tidak dapat membedakan material dengan
nilai tahanan jenis yang hampir sama.
Kelemahan dari survey tahanan jenis ini akan berdampak pada perhitungan cadangan bila
nilai tahanan jenis dari material yang akan dihitung cadangannya memiliki nilai yang hampir
sama dengan nilai tahanan jenis lapisan disekitarnya, sehingga lapisan yang sebenarnya
berbeda akan dianggap merupakan lapisan yang sama sehingga nilai cadangan yang
terukurpun akan lebih besar dari nilai yang sebenarnya. Namun survey tahanan jenis masih
dapat digunakan untuk perhitungan cadangan jika nilai tahanan jenis material yang yang
akan dihitung cadangannya memiliki nilai yang kontras dengan lapisan disekitarnya .

SOAL 2
Dengan menggunakan nilai tahanan jenis yang kontras antara 2 bidang patahan ( 25 dan 2000 )

Dengan jarak sounding dari patahan sejauh 5 m , maka diperoleh hasil perhitungan menggunakan
program faultsch sebagai berikut
Offset 50 m

Offset 500 m
Offset 2500 m

Dari hasil pengolahan program faultsch dapat diketahui bahwa semakin jauh jarak offset dari patahan
maka besar ketebalan dari lapisan pertama akan semakin besar. Nilai ketebalan yang sangat besar dari
lapisan ini mengindikasikan bahwa lapisan ini homogen dan isotrop. Sementara jika jarak offset makin
dekat akan menyebabkan interpretasi jumlah lapisan semakin banyak dikarenakan adanya pantulan
gelombang listrik pada sesar sehingga perolehan data akan memprlihatkan seolah olah ada 2 lapisan, hal
ini dapat dilihat dari kenaikan kurva pada haasil ploting pada offset dengan jarak yang dekat dari sesar.

Jika kita tidak sadar dengan adanya patahan, maka akan mengakibatkan interpretasi jumlah lapisan yang
seharusnya homogen dan isotrop menjadi ada 2 lapis, hal ini dikarenakan pantuln gelombang listrik
seperti yang telah dijelaskan sebelumnya

Dengan memperhatikan perubahan nilai kedalaman akibat perubahan offset akan terlihat bahwa jika
sounding dilakukan pada jarak sekitar 2500 m dari fault maka perubahan nilai resistivity tidak akan
terlalu signifikan, sehingga jika kita melakukan sounding pada topografi terjal, maka kondisi ini akan
sama dengan kondisi adanya sesar, karena adanya perbedaan nilai tahanan jenis yang signifikan pada
bagian dua bidang patahan, begitu juga dengan lereng, karena terdapatnya perbedaan nilai tahan jenis
yang besar antara material pada lereng dengan udara. Karena itu, efek topografi ini dapat dihindari jika
sounding dilakukan pada jarak sekitar 2500 m dari lereng.
SOAL 3
Langkah pengerjaan

- Dari data resistivity sounding ( lampiran 1 ) diperoleh nilai RHO pada tiap pengukuran dengan rumusan

ρ=KxR

- Plot nilai ρ terhadap AB/2 pada kertas log – log ( lampiran 2- 5 )

- Gunakan kurva bantu dan kurva standar untuk menentukan ρ tiap lapisan beserta ketebalan

GL 03

Nilai ρ tiap lapisan df = 6

ρ 1 = 26 Ωm d 3 =24 m

ρ 2 / ρ 1 = 0.8 GL 04

ρ 2 = 20.8 Ωm Nilai ρ tiap lapisan

ρ 1 = 210

ρ 3 / ρf = 30 ρ 2 / ρ 1 = 10

ρf = 21 Ωm ρ 2 = 2100 Ωm

ρ 3 = 21 x 30

= 630 Ωm ρ 3 / ρf = 3.5

ρf = 230 Ωm

ρ 4 / ρf = 5 ρ 3 = 805 Ωm

ρf = 210 Ωm

ρ 4 = 1050 Ωm ρ 4 / ρf = 3.5

ρf = 270

Ketebalan tiap lapisan ρ 4 = 945

d 1 = 1.5 m

d 2 / d1 = 5.5 Ketebalan tiap lapisan

d 2 = 8.25 m d 1 = 1.5 m

d2 / d1 = 0.3

d 3 / df = 4 d2 = 0.45 m
d3 / df = 2.25

d3 / df = 0.75 df = 8.2

df = 1.9 df = 18.45 m

d3 = 1.425 m

d4 / df = 7

GL 05 df = 70

ρ 1 = 230 Ωm d4 = 490 m

ρ2 / ρ1 = 7

ρ2 = 1610 Ωm GL 06

Nilai ρ tiap lapisan

ρ3 / ρf = 2.5 ρ 1 = 130 Ωm

ρf = 510 ρ2 / ρ1 = 0.2

ρ3 = 1275 ρ2 = 26 Ωm

ρ4 / ρf = 1.25 ρ3 / ρf = 40

ρf = 950 ρf = 280

ρ4 = 1187.5 Ωm ρ3 = 11200 Ωm

ρ5 / ρf = 0.3 ρ4 / ρf = 40

ρf = 1400 ρf = 350

ρ5 = 700 Ωm ρ4 = 14000 Ωm

Ketebalan tiap lapisan ρ5 / ρf = 10

d1=1m ρf = 800

d2 / d1 = 0.75 m ρ5 = 8000 Ωm

d2 = 0.75 m

Ketebalan tiap lapisan


d 1 = 1m d4 / df = 30

d2 / d1 = 12 df = 16

d2 = 12 m d4 = 480 m

d3 / df = 0.05

df = 12

d3 = 0.6 m

Interpretasi

Dari hasil perhitungan nilai ρ dan ketebalan tiap lapisan pada tiap pengukuran disertai keterangan
morfologi permukaan, maka diperleh hasi interpretasi seperti pada lampiran 7 dan 8

Dengan menggunakan data sebagai berikut

Dapat diketahui bahwa pada penampang GL 03 – GL 04 terdiri dari lapisan penutup berupa lempung
hingga kedalaman 9.75 m pada GL 03 dan 1.5 m pada GL 04 , dan semua lapisan dibawahnya berupa
batugamping

Pada penampang GL 05 – GL 06 hampir semua lapisan terdiri dari batugamping namun terdapat sisipan
lempung setebal 12 m pada kedalaman 1 m dibawah GL 06