Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KONSELING

Tanggal : 8 Maret 2018

Jam : 10.00 – 11.00 WIB (Jam 5)

A. Identitas Klien

RA, Laki-laki, 15 Tahun, Siswa SMP kelas 9, Jakarta

B. Kasus/keluhan Klien

RA datang ke ruang konseling untuk mengatasi kebingungannya dalam memilih sekolah lanjutan
(SMA/SMK). RA bingung apakah mengikuti keinginan orangtua atau keinginannya sendiri. Ayah
mengharuskannya untuk meneruskan ke SMK jurusan Akuntansi, ibu mengharuskannya ke SMA jurusan
IPA, sedangkan RA menginginkan untuk melanjutkan ke SMK jurusan tata boga.

C. Yang diinginkan Kilen


1. Bisa memilih jurusan sekolah lanjutan dengan perasaan yang mantab dan tidak ragu-ragu
2. Bisa menjelaskan kepada orangtua bahwa RA telah memilih jurusan sendiri untuk kelanjutan
pendidikan

D. Jalannya konseling

Pada tahap konseling dengan RA ini, konselor membiarkan RA untuk bercerita semua hal yang ingin
disampaikan. Konselor melakukan active listening, paraphasing, empati dan mengajukan beberapa
pertanyaan.

RA mendatangi ruang BK untuk berkonsultasi dengan konselor mengenai pilihan jurusan ke sekolah
lanjutan (SMA/SMK). Ia mengalami kebingungan untuk memilih sekolah mana yang cocok untuk dirinya.
Karena ayah dan ibu RA berusaha memasukkan RA ke sekolah yang diinginkan oleh masing-masing dari
mereka. Ayah mengharuskannya meneruskan ke jenjang SMK jurusan Akuntansi (ayah bekerja sebagai
PNS di kantor Pajak), sedangkan ibu mengharuskannya meneruskan ke jenjang SMA di jurusan IPA dan
jika lulus SMA RA diminta untuk mengambil jurusan kedokteran (Ibu adalah seorang dokter). RA
menceritakan bahwa RA memiliki cita-cita dan keinginan sendiri untuk sekolah lanjutan pilihannya. Ia
tertarik untuk meneruskan ke SMK dengan Jurusan Tata Boga.

Ketika konselor menanyakan alasan ketertarikannya pada SMK jurusan Tata Boga, alasannya karena
ia suka memasak, menyukai makanan enak dan bisa menunjukkan dimana tempat makanan yang enak.

Jika dilihat dari penampilannya, RA memiliki penampilan yang tinggi dan berisi (gemuk) dan terlihat
senang makan, ia memiliki perawakan yang tinggi dan berbadan gemuk. Ia bercerita bahwa sedari kecil,
ia sudah berbadan gemuk dan sangat senang makan. RA juga bercerita bahwa ia paling suka masakan
buatan ibunya sendiri, menurutnya masakan ibunya adalah masakan yang paling enak. Mulai senang
memasak pada saat SD kelas 5. Ayah dan Ibu bercerai di kelas 5 SD kemudian RA beserta adiknya tinggal
dengan ibunya. Ibu bekerja, sehingga saat itu menyebabkan RA harus mengasuh adik disaat pulang
sekolah. Di rumah saat itu tidak ada pembantu, jadi ibunya selalu meninggalkan makanan setengah jadi,
RA tinggal menggoreng atau merebus makanan tersebut. Disitulah kesenangannya memasak dimulai
hingga saat ini. RA menceritakan sering mencoba dan menciptakan resep-resep baru dan memiliki banyak
koleksi buku resep masakan. Keinginannya yang kuat tampak ditunjukkan dengan membawa hasil
masakannya pada saat konseling dan meminta konselor untuk mencicipi hasil masakan RA.
Konselor juga menanyakan tentang pola komunikasi antara RA dengan ayah dan ibunya. RA
menjelaskan bahwa selama ini walau ayah dan ibu nya telah berpisah, RA tidak ada kendala dalam
berkomunikasi. RA merasa untuk masalah memilih jurusan ini dirasakan sangat sulit untuk meyakinkan
ayah dan ibunya tentang keinginannya. RA bercerita bahwa kedua orangtuanya memiliki sifat yang tegas
dan cenderung keras, apa yang mereka inginkan sebisa mungkin bisa dilakukan oleh RA atau adiknya.
Dalam hal pemilihan jurusan ini, RA menceritakan bahwa pada saat RA mengungkapkan keinginan kepada
ibu dan ayahnya, ibu dan ayah tidak berminat mendengarkan apa yang menjadi keinginannya dan
cenderung marah dan mengatakan bahwa RA harus menuruti keinginan kedua orang tua.

Hal ini yang membuat RA menjadi ragu dalam memilih sekolah lanjutan. Karena antara RA, Ibu dan
ayahnya sama-sama memiliki keinginan yang kuat. Hingga RA berkunjung ke ruang BK dan meminta
bantuan untuk mendapatkan solusi masalahnya.

E. Hasil Konseling

1. Tanggal 8 Maret 2018


Konselor memberikan informasi dan pengetahuan kepada RA tentang Sekolah Lanjutan. Termasuk
peluang dari masing-masing jurusan Sekolah lanjutan tersebut. Kemudian memberikan tugas kepada
RA untuk mencari informasi tentang sekolah yang diinginkannya. Tugas ini harus dilaporkan kepada
konselor setiap hari.

2. Tanggal 9 Maret 2018


- RA menyerahkan tugas yang diberikan oleh konselor, yaitu daftar sekolah lanjutan jurusan Tata
Boga dari jenjang SMK hingga Universitas. RA berhasil mengumpulkan informasi tersebut hingga
pada Universitas di Luar Negeri (RA memiliki keinginan untuk sekolah tata boga di Prancis)

- Konselor meminta persetujuan untuk melakukan tes minat bakat terhadap RA agar bisa
mendapatkan gambaran apakah potensi bakat dan minat yang dimilikinya bisa embantu dirinya
dalam menentukan Sekolah Lanjutan. Serta membantu memberikan gambaran kepada kedua
orang tua mengenai bakat dan minat RA.

Disepakati bersama bahwa tes minat bakat akan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2018,
bertempat di Ruang BK

3. Tanggal 12 Maret 2018


- Dilaksanakan Tes minat Bakat terhadap RA. Adapun tes yang diberikan adalah :
Tes RIASEC
Tes RMIB
Tes otak kiri-otak kanan
- Hasil tes Terlampir

4. Tanggal 13 Maret 2018


- Dari hasil tes tersebut di konsultasikan dengan RA. Hasil tes menunjukkan adanya kesesuaian
antara hasil tes dengan keinginannya.

- Memotivasi kepada RA agar tetap konsisten dengan mimpi dan cita-citanya dan menginformasikan
cara mengagendakan mimpi menjadi kenyataan. Mengajarkan bagaimana cara menyusun rencana
dan langkah untuk masa depan.

- Konselor meminta persetujuan kepada RA untuk mengundang kedua orangtua RA, yang tujuannya
adalah menginformasikan kepada kedua orangtua RA tentang hasil tes minat bakat RA dan
menginformasikan peluang-peluang yang bisa didapatkan RA dalam bidang yang diminatinya.
Sekaligus mengkomunikasikan keinginan RA kepada kedua orangtuanya. Konselor mendapatkan
persetujuan dari RA.
5. Tanggal 19 Maret 2018
- Kedua orangtua dating memenuhi undangan. Konselor menjelaskan tujuan undangan kepada
kedua orangtua kemudian memberikan informasi tentang hasil konsultasi RA dengan konselor
mengenai keinginan pemilihan sekolah lanjutan.

- Selama konsultasi, ibu RA nampak menunjukkan keteguhan sikap untuk memilihkan jurusan bagi
RA, ayah menunjukkan sikap memahami keinginan RA. Selama sesi konsultasi, ayah RA nampak
berusaha untuk meyakinkan ibu dari RA untuk berusaha menghormati keinginan RA dalam memilih
sekolah lanjutannya sendiri.

- Sesi konsultasi dengan kedua orangtua berjalan selama 1,5 jam dan membuahkan hasil bahwa
kedua orangtua bersedia untuk menghormati keputusan RA dalam menentukan sekolah
lanjutannya sendiri.

Jakarta, 19 Maret 2018

Konselor

XXXXXXXXXXXXXXXXXXX