Anda di halaman 1dari 1

3.

Inland Waters (UNEP, 2015)


Golongan inland waters diantaranya badan air permanen pedalaman dari
zona pesisir, dan daerah-daerah yang ekologi yang didominasi oleh air permanen, musiman,
atau intermiten terjadinya kondisi banjir.
Intinya sih masih daerah perairan, cuma yang lebih di atas (biasanya udah masuk daerah air
tawar). Contohnya: sungai, danau, reservoir, dataran banjir, waduk, dan lahan basah.
Provisioning:
a. Makanan: ikan, wild game, buah2an dan biji2an,
b. Fresh Water: penyediaan dan retensi air untuk lokal, industri, dan pertanian.
c. Fiber and fuel production: log-log kayu, bahan bakar kayu, fodder, gambut.
d. Ekstraksi biomaterial mentah: untuk obat2an, genetik patogen, dan ornamental spesies, dll.
e. Biodiversity species and gene pool

Regulating:
a. Pengaturan Iklim: gas rumah kaca, temperatur, hujan, dan proses iklim lainnya, termasuk
komposisi kimia yang ada di atmosfer.
b. Aliran hidrologi dan resapan air tanah: Sebagai penyimpanan air untuk keperluan pertanian
dan industri.
c. Kontrol polusi dan detoksifikasi: dari retensi sinar matahari, untuk recovery,dan
memindahkan kelebihan nutrisi dan polusi.
d. Erosi: retensi tanah
e. Bencana Alam: Kontrol banjir dan perlindungan badai.

Supporting:
a. Formasi Tanah: retensi sedimen dan akumulasi materi organik.
b. Siklus Nutrisi: penyimpanan, daur, proses, dan akusisi dari nutrisi.
c. Polinasi: mendukung keberadaan polinator.

Cultural:
a. Spiritual and inspirational: personal feelings and well-being
b. Rekreasi: Kesempatan untuk berekreasi dan beraktivitas sosial.
c. Aesthetic: Apresiasi terhadap susunan yang ada di alam.
d. Edukasi: Sarana edukasi formal, non formal, dan training.