Anda di halaman 1dari 10

TUGAS-14

“Welding Code”
(S2 KHUSUS - KOROSI)

MATA KULIAH

METALURGI PENGELASAN

OLEH :

NAMA : SUPRATMAN

NIM : 1606932154

PROGRAM PASCA SARJANA

JURUSAN TEKNIK METALURGI & MATERIAL

UNIVERSITAS INDONESIA

2017
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

1. Explain what is the definition of standards, codes and specifications and give same examples of them
Jawab:
 Standard adalah kumpulan beberapa dokumen yang berisi kode (codes), spesifikasi
(specification), saran aplikasi (recommended practice), klasifikasi, dan petunjuk (guide) yang telah
dipersiapkan oleh suatu institusi organisasi dan disahkan (approved) sesuai dengan prosedur yang
ada (berlaku). Contoh:
 SNI (Standar Nasional Indonesia)
 ASME (American Society of Mechanical Engineers)
 EN (European Norm)
 ISO (International Standard Organization)
 Code adalah suatu standard yang berisikan kondisi dan persyaratan yang berhubungan dengan
bidang khusus (a particularly subject) dan mengindikasikan bahwa prosedur yg digunakan telah
sesuai dengan persyaratannya. Kode ini HARUS diikuti (mandatory) karena menyangkut
kepentingan umum yang mengarah kepada kebijakan otoritas pemerintahan. Contoh:
 AWS D1.1 (Structural Welding Code-Steel)
 ASME (Boiler and Pressure Vessel Code)
 APD (Welded Pipeline and Vessel)
 Spesifikasi adalah suatu standar yang berisikan penjelasan yang rinci dan akurat tentang
persyaratan teknis dari material, produk, sistem atau jasa. Contoh:
 AWS A5.X (Filler Metal Specification)
 ASME sec.IIC (Material Consumable of Welding)

2. Why the welding as treated as “special process”? What requirement shall be included as a special
process
Jawab:
Pengelasan diperlakukan sebagai proses khusus karena pengelasan tidak dapat diverifikasi
sepenuhnya dengan inspeksi maupun pengujian lebih lanjut dari suatu produk untuk memastikan
bahwa standar kualitas yang dipersyaratkan telah terpenuhi. Kualitas tidak dapat diperiksa dalam
suatu produk pengelasan, tetapi harus dibangun didalamnya. Bahkan pengujian non-destruktif yang
paling luas dan canggih sekalipun tidak dapat memperbaiki kualitas lasan.
Persyaratan yang harus dipenuhi/dimasukkan sebagai suatu proses khusus antara lain:

P a g e 2 | 10
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

- Prosedur harus diverifikasi, didokumentasikan dan disetujui terlebih dahulu sebelum digunakan
- Personil yang terlibat harus dikualifikasi / disertifikasi oleh sebuah organisasi pihak ketiga (third
party organization)

3. Why performance of welding shall be controlled? Give your reasons


Jawab:
Unjuk kerja (Performance) dari suatu pengelasan harus dikontrol untuk memastikan bahwa pengelasan
yang dilakukan efektik dan bebas dari masalah yang serius pada saat material las tersebut diaplikasikan
nantinya. Kontrol terhadap pengelasan harus diterapkan sejak fase desain, pemilihan material, fabrikasi
dan inspeksi. Sebagai contoh dari kontrol pengelasan adalah sbb:
- Desain yang kurang baik dalam suatu pengelasan dapat menyebabkan masalah yang serius dan biaya
yang mahal pada saat fabrikasi di workshop, ketika terpasang disite dan pada saat dioperasikan.
- Pemilihan material yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah pada pengelasan, seperti
terjadinya retak (crack) pada material
- Prosedur pengelasan harus diformulasikan dengan benar dan disetujui untuk menghindari terjadinya
cacat (imperfection)
- Supervisi / pengawasan diperlukan dalam implementasi pengelasan untuk memastikan bahwa
kualitas yang telah ditentukan tercapai.
Pentingnya kontrol performansi (unjuk kerja) pengelasan perlu ditekankan dengan maksud agar
kegagalan-kegagalan yang telah terjadi dalam berbagai aplikasi pengelasan di struktur baja dimasa yang
lalu dapat dihindari dan tidak terulang kembali.

4. What is WPS? Why is WPS to be made? as well as the content of WPS?.


Jawab:
WPS (Welding Procedure Specification) adalah suatu perencanaan untuk pelaksanaan pengelasan
yang meliputi cara pembuatan konstruksi pengelasan yang sesuai dengan rencana dan spesifikasinya
dengan menentukan semua hal yang diperlukan dalam pelaksanaan tersebut. Karena itu mereka
yang menentukan prosedur pengelasan harus mempunyai pengetahuan dalam hal pengetahuan
material dan teknologi pengelasan itu sendiri serta dapat menggunakan pengetahuan tersebut untuk
effesiensi dari suatu aktivitas produksi.
WPS (Welding Procedure Specification) digunakan untuk memberitahukan kombinasi variabel-
variabel yang digunakan untuk membuat lasan tertentu. Dengan kata lain, WPS merupakan sebuah
P a g e 3 | 10
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

dokumen yang berisikan tentang variabel parameter pengelasan yang dibuat dengan tujuan untuk
digunakan sebagai acuan seorang welder atau operator las dalam melakukan pekerjaan pengelasan
(sambungan las) yang sesuai dengan ketentuan yang ada di code (ASME, API dan AWS)
Secara garis besar, WPS mengatur langkah-langkah yang diperlukan dalam membuat lasan pada
kondisi khusus. Isi yang diatur dalam WPS adalah sbb:
 Proses (SMAW, FCAW)
 Spesifikasi elektroda (AWS A5.1, A5.20)
 Klasifikasi elektroda (E7018, E71T-1)
 Diameter elektroda (1/8 in, 5/32 in)
 Karakteristik listrik yang digunakan (AC, DC+, D -)
 Spesifikasi logam dasar (A36, A572, Gr50)
 Temperatur minimum preheat dan interpass
 Arus pengelasan
 Kecepatan kawat umpan
 Tegangan busur listrik
 Kecepatan pengelasan
 Posisi pengelasan
 Tipe gas pelindung dan kecepatan alir
 Detail joint design

5. What is PQR? Why is PQR to be made? and mention the contents of PQR?
Jawab:
PQR (Production Qualification Record) merupakan catatan atau rekaman dari semua parameter
essential variable pada saat test coupon dilaksanakan. PQR hanya dibutuhkah untuk WPS yang
membutuhkan kualifikasi. Sebuah kupon tes diwelding dan PWHT diperlakukan sesuai dengan WPS.
Dan hasil weldingan diuji melalui berbagai non destruktif test, mekanik test, tes korosi dan
metalografi seperti yang dipersyaratkan oleh spesifikasi yang berlaku oleh kode dan standard
international. PQR adalah catatan dari parameter pengelasan yang sebenarnya digunakan selama
pengelasan kupon pengujian dan hasil pengujian laboratorium.
Hal-hal yang diatur dalam PQR meliputi:
 Record parameter welding lengkap sesuai standar.

P a g e 4 | 10
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

 Record parameter welding yang bukan essensial tapi mungkin di butuhkan dalam produksi atau
mutu.
 Data Material certificate test coupon
 Data consumable certificate yang digunakan dalam welding test coupon
 Data lulus uji NDT seperti MPI atau DPI, UT atau RT
 Data lulus test destructive test (Mechanical test) dari badan independent test

6. Describe the variables that exist in the WPS and give examples of these variables
Jawab:
Sebuah WPS yang lengkap berisi beberapa variabel berikut:
 Essential Variable  Merupakan variabel-variabel dasar yang sangat mempengaruhi proses
pengelasan, yaitu variable yang mempengaruhi properties mekanik dan metalurgi dari material.
Oleh karena itu harus dilakukan kualifikasi ulang jika variabel ini dirubah.
 QW-401.1 Essential variable (procedure)
Perubahan kondisi pengelasan akan mempengaruhi sifat-sifat mekanik (Notch - Toughness)
dari weldment.
 QW-401.2 Essential variable (performance)
Perubahan kondisi pengelasan akan mempengaruh kemampuan welder untuk mendeposit
atau menempatkan weld metal.
 Non Essensial Variable  Jenis variabel yang tidak mempengaruhi sifat mekanik dari sambungan
lasan. Jika variabel ini dirubah maka tidak perlu melakukan kualifikasi ulang atau membuat WPS
baru. Contoh Non-Essensial Variable yaitu, tipe sambungan las atau bentuk groove, Backing, Lebar
gap (root spacing), dsb.
 Supplemental Essential Variable  Merupakan variabel-variabel tambahan yang sifatnya
mempengaruhi proses pengelasan atau dengan kata lain merupakan variabel yang akan
mempengaruhi hasil sambungan las jika dilakukan pengujian impact. Jadi variabel ini akan
menjadi essential jika dalam pengujiannya dilakukan uji impact dan menjadi non-essential jika
tidak dilakukan uji impact. Contoh Supplement Essensial Variable yaitu, Group Number, Filler
metal classification.

P a g e 5 | 10
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

7. What is the F-number, P-number? Please specify what is the P-number for austenitic steels 316
according to US standards
Jawab:
F-Number adalah klasifikasi untuk logam pengisi. P-Number adalah penandaan oleh ASME Boiler and
Pressure Code untuk mengkategorikan komposisi kimia dan kemampulasan dari logam yang
digunakan untuk Fabrikasi dari barang penahan tekanan.
P-Number untuk Baja Austenitic 316:
Spec Grade UNS P G KSI D1.1 group
A-167 Type 316-L S31603 S8 SG1 70 U

8. State seven Basic Steps in Qualification of a Procedure


Jawab:
Tujuh tahapan dasar dalam kualifikasi sebuah prosedur, yaitu:
1) Prepare a preliminary WPS
2) Prepare and weld a suitable test weldment using WPS
3) Conduct required NDT and Destructive Test
4) Evaluate result of preparation, welding and testing
5) Document results on PQR
6) Issue approved PQR
7) Issue approved WPS
9. State six essential variables in a welding procedure
Jawab:
Essensial Variable adalah jenis variabel atau parameter pengelasan yang wajib dilakukan saat
pembuatan sebuah WPS, karena jika variabel ini dirubah akan membuat sifat mekaniknya juga
berubah oleh karena itu harus dilakukan kualifikasi ulang jika variabel ini dirubah.
6 Variabel essential pada suatu prosedur pengelasan, yaitu:
1) Welding Process
2) Filler Metal
3) Position
4) Joint Details
5) Thickness
6) Technique
P a g e 6 | 10
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

10. What do you understand by the term extent of approval and give four examples.
Jawab:
Term extent of approval adalah ketentuan yang mengatur tingkat atau luas cakupan approval dari
suatu variabel pengelasan berdasarkan code dan standar yang digunakan. Misalnya standar amerika
memiliki extent of approval untuk variabel pengelasan tertentu berbeda dengan variabel yang
digunakan oleh standar eropa. Bisa jadi variabel tertentu termasuk essensial variabel pada standard
amerika, namun tidak termasuk essensial variabel pada standar yang digunakan oleh eropa.
4 contoh dari term extent of approval, yaitu:
1) Diameter pipa atau ketebalan plat
2) Welding position, ampere range atau number of runs
3) Welding process (hanya untuk prosedur multi proses)
4) Heat input range
11. Describe what you understand by a welding procedure specification, a welding procedure approval
record and a welder certificate
Jawab:
 Welding Procedure Specification (WPS) adalah sebuah dokumen yang berisikan tentang variabel
parameter pengelasan yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai acuan seorang
welder atau operator las dalam melakukan pekerjaan pengelasan (sambungan las) yang sesuai
dengan ketentuan yang ada di code (ASME, API dan AWS). Dalam pembuatan sebuah WPS
terdapat banyak variabel yang harus diketahui, agar saat pelaksanaan pengelasan hasil yang
didapat sesuai dengan kriteria atau aceptance criteria yang telah ditentukan oleh Code. Variabel
yang terdapat dalam WPS terbagi dalam tiga bagian yaitu Essential Variable, Supplement
Essensial Variable dan Non Essensial Variable, dapat dilihat di dalam ASME Section IX (9) QW-
250-265. Isi dari WPS yang lengkap harus menggambarkan semua essential variable, non-
essential variable, dan supplementary essential variable (jika diperlukan) untuk setiap parameter
pengelasan yang tercantum dalam WPS.
WPS dapat diibaratkan seperti sebuah resep makanan yang berisi komposisi makanan dan urutan
serta cara pembuatannya, sehingga resep tersebut dapat digunakan kembali untuk
mendapatkan hasil dan kualitas yang sama dengan yang pernah dibuat sebelumnya.
 Welding Procedure Approval Record (WPAR) atau Procedure Qualification Record (PQR)
merupakan Dokumen hasil dari proses pelaksanaan kualifikasi prosedur las yang berisikan data

P a g e 7 | 10
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

data las yang aktual dan hasil pengujian mekanik (Bending dan Tensile, impact jika diperlukan)
test coupon sesuai dengan syarat yang ditentukan Code. WPS Qualified atau dapat diaplikasikan
untuk produk jika sudah mempunyai atau sudah ada PQR-nya yang lolos sesuai standard, namun
jika belum ada PQR maka WPS tersebut tidak boleh diaplikasikan ke produk karena WPS tersebut
belum qualified
 Welder Certificate merupakan sertificate yang diberikan kepada seorang welder yang telah lulus
Welder Performance Qualification (WPQ). WPQ merupakan sebuah kualifikasi yang digunakan
untuk menguji seorang welder atau juru las apakah mereka dapat membuat sebuah sambungan
dan hasil lasan yang lulus sesuai yang disyaratkan code. Tujuan welder test atau sertifikasi tukang
las adalah untuk mendapatkan welder yang mempunyai kemampuan yang sangat baik. Karena
jika suatu prosedur kualifikasi las (WPS) yang sudah qualified dilaksanakan oleh juru las yang
tidak mempunyai sertifikat maka hal tersebut dapat menyebabkan hasil lasan pada produk
terdapat cacat las atau pengelasan gagal.
Welder Performance Qualification atau kualifikasi juru las ini memang mempunyai banyak
syarat, hal ini dikarenakan juru las merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam
pembuatan sebuah produk. Jika juru las terkualifikasi dengan baik, maka produk yang dihasilkan
juga akan baik.
12. What is the reason for approving a welding procedure and a welder
Jawab:
 Suatu prosedur pengelasan (WPS) dapat disetujui jika prosedur pengelasan tersebut telah
memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dan sudah lulus kualifikasi sesuai dengan code dan
standar yang digunakan. WPS Qualified atau dapat diaplikasikan untuk produk jika sudah
mempunyai atau sudah ada PQRnya yang lolos sesuai standard, namun jika belum ada PQR maka
WPS tersebut tidak boleh diaplikasikan ke produk karena WPS tersebut belum qualified.
 Seorang welder dapat disetujui jika telah lulus test kualifikasi welder (WQT) yang dipersyaratkan
berdasarkan prosedur pengelasan yang telah dibuat.

13. Give three reasons why a welder may require re-qualification.


Jawab:
3 alasan kenapa seorang welder perlu di kualifikasi ulang, yaitu :
 Seorang welder gagal dalam uji pengelasan (tes kualifikasi)

P a g e 8 | 10
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

 Ada perubahan mendasar (essensial variable) pada WPS


 Tidak pernah mengelas selama kurun waktu tertentu (biasanya 3 – 6 bulan)

14. Create a resume articles on "WHAT EVERY ENGINEER SHOULD KNOW ABOUT WELDING
PROCEDURES" by Duane K. Miller, Sc.D., P.E as attached files.
Jawab:
Resume : “What Every Engineer Should Know About Welding Procedures”
By : Duane K. Miller, Sc.D., P.E.
Introduction.
Dalam industri pengelasan, istilah "Welding Procedure Specification" (atau WPS) digunakan untuk
menandakan kombinasi variabel yang akan digunakan untuk membuat lasan tertentu. Prosedur
pengelasan agak mirip dengan resep masakan. Ini menguraikan langkah-langkah yang diperlukan
untuk membuat lasan berkualitas dalam kondisi tertentu.
Variabel Pengelasan
Variabel yang berpengaruh pada kualitas Pengelasan antara lain: Kuat Arus Listrik, Potensial Busur
(arc voltage), Kecepatan Pengelasan, Kecepatan kawat pengumpan (wire feed speed), Perpanjangan
elektroda (electrode extension), Diameter elektorda, Polaritas, Masukan panas (heat input), Rapat
arus (current density), Pemanasan awal dan temperatur interpas (preheating and interpass
temperature).
Tujuan WPS
Variabel-variabel di atas merupakan faktor yang menentukan kualitas hasil lasan, sifat-sifat mekanis
dan produktifitas proses. WPS penting untuk mengkomunikasikan kepada welder, supervisor dan
inspector mengenai syarat lasan yang diinginkan. Ketidaksesuaian antara WPS dengan proses dapat
mengakibatkan deposisi lasan tidak memenuhi persyaratan yang diminta oleh kode atau spesifikasi
pekerjaan. Apabila diperoleh hasil lasan yang tidak diinginkan maka harus dilakukan koreksi yang
dapat mengakibatkan peningkatan biaya.
Kualifikasi Awal WPS
Prequalified WPS merupakan hal-hal yang dibuat oleh komite AWS D1 sebagai acceptable
performance dan tidak memasukkannya ke pengujian kualifikasi atau prosedur pengelasan. Agar WPS
dapat dipre-kualifikasi, harus dipenuhi kondisi berikut ini:
 Prosedur pengelasan yang harus diprekualifikasi hanya SMAW, SAW, GMAW (kecuali GMAW-s) dan
FCAW (D1.1-96, paragraph 3.2.1).
 Kombinasi dari base metal/filler metal harus diprekualifikasi sebagaimana pada D1.1-96, paragraph
3.3, tabel 3.1
 Temperatur minimum preheat dan interpass harus sesuai dengan D1.1-96, paragraph 3.3, tabel 3.2
 Persyaratan khusus untuk setiap jenis pengelasan harus dikontrol.
Panduan untuk Menyiapkan Kualifikasi Awal WPS
Langkah awal saat membuat prequalified WPS adalah membuat welding parameter yang sesuai untuk
aplikasi umum. Ketebalan material yang digunakan menentukan ukuran elektroda dan kuat arus.
Filler metal spesifik yang dipilih akan menunjukan persyaratan kekuatan dari sambungan. Apabila ada
parameter yang menyimpang dari persyaratan ini, seorang kontraktor dapat melakukan dua hal:
P a g e 9 | 10
SUPRATMAN
1606932154
TUGAS-14_METALURGI PENGELASAN

1. Prosedur persiapan disesuaikan dengan batasan pada pre-kualifikasi, atau


2. Melakukan pengujian kualifikasi terhadap WPS
Langkah selanjutnya adalah menulis dokumen dari syarat-syarat WPS yang telah dipre-kualifikasi.
Pengujian Untuk Mengkualifikasi Prosedur Pengelasan
 Pelaksanaan pengujian kualifikasi.
Prosedur pengelasan harus diuji karena dua alasan, pertama karena adanya kontrak dan kedua
karena pada kondisi tertentu dapat menyebabkan penyimpangan terhadap kualifikasi awal.
Langkah pertama dalam mengkualifikasikan prosedur pengelasan adalah prosedur yang ingin diuji
misalnya proses pengelasan, logam pengisi, kualitas baja, jenis sambungan, ketebalan material,
temperatur preheat, minimum interpass temperature level, kuat arus, potensial dan kecepatan
pengelasan. Parameter-parameter tersebut dicatat pada Prosedure Qualification Record (PQR).
 Membuat/menulis WPS dari PQR yang berhasil
Ketika sebuah PQR record berhasil menyelesaikan tes yang dibutuhkan, prosedur pengelasan
dapat ditulis dari PQR tersebut. Dari sebuah PQR yang baik dapat dibuat lebih dari satu macam
WPS yang sesuai dengan persyaratan pengujian.

P a g e 10 | 10

Anda mungkin juga menyukai