Anda di halaman 1dari 2

Kotbah I: 11 Juli,2004 Rupanya Yesus mau mengatakan tentang apa

sesungguhnya atau apa hakekat persembahan atau memberi


Introitus: Roma 12 :1 persembahan itu. Dan untuk maksud itu Yesus mengangkat
Mazmur: janda miskin dengan persembahan berupa uang terkecil itu
Bacaan : Markus 12:41-44 sebagai modelnya. Janda miskin ini menurut Yesus ia memberi
Tema :Hakekat Persembahan. dari kemiskinannya, ia memberi seluruh dari hidupnya, yaitu
Kita sdh tahu ada persembahan perpuluhan, natsar, nafakahnya. Menurut Yesus persembahan janda miskin ini
persembahan khusus, minggu lalu kita dengar :memuliakan malah lebih banyak dari para orang kaya. Bukan dari segi
Tuhan dengan harta milik serta hasil pertama dari jumlah tetapi dari segi hakekat atau nilai, persembahan janda
panen/penghasilan kita. Lalu sekarang apa yang Yesus ajarkan ini sebenarnya merupakan persembahan sejati. Janda ini tidak
tentang persembahan dalam bacaan kita ini ? berpikir tentang apa yang akan dia makan dan pakai sesudah ia
Sepintas lalu kita berkesan Yesus bersikap kontras menyerahkan seluruh yang ada padanya. Karena ia yakin akan
dalam kisah persembahan janda miskin ini dengan ucapanNya pemeliharaan Tuhan atas hidupnya.
sendiri. Dlm injil Mat, Yesus dua kali mengutip ayat PL yang Hal ini memang sesuatu yang bertentangan dari
mengatakan : “… Yang kukehendaki ialah belas kasihan dan biasanya. Bukankah kita biasa memberi seperti model orang
bukan persembahan.” (Mat 9:13 dan Mat 12 : 7). Dalam kisah kaya dalam kisah tadi ? Kita memberi banyak tetapi masih
ini Yesus malah memuji janda miskin ini dgn persembahannya banyak yang kita simpan di rumah atau di bank. Kita memberi
yang terdiri dari dua peser, sbg uang terkecil waktu itu. Apa dari kelimpahan kita sehingga kita tidak berkekurangan.
yang diberikan janda itu adalah seluruh uangnya, nafkah Bahkan kita berlimpah dalam dua hal: satu , kita mendapat
hidupnya. Pertanyaannya: apakah Yesus tegah, sampai hati pujian sebagai dermawan dan dua, sesudah memberi kita
membiarkan janda ini hidup melarat karena sdh memakai masih bisa hidup sejahtra, karena uang kita masih banyak di
seluruh uang yang ada padanya untuk persembahan. Mengapa rumah atau di bank. Kita memberi seperti kita memberi kepada
Yesus tidak mengatakan kepada janda itu supaya ia berikan peminta-minta di jalan dengan tidak mengikutkan hati kita.
satu peser saja, agar satu peser yang lain bisa dia pakai untuk Kita memberi asal memberi, bukan dengan hati yang penuh
hidup dia selanjutnya ? Atau apakah ada pesan yang ingin syukur dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Yesus sampaikan menyangkut persembahan melalui kisah ini ? Lalu apa yang Yesus mau katakan melalui persembahan
Dari segi kita sebagai manusia mungkin kita juga protes janda janda miskin yang terdiri dari mata uang terkecil ini ? Apakah
ini, mengapa ia memberikan seluruh uangnya, apakah ia tidak Yesus juga mau mengatakan bahwa kita mesti menyerahkan
memikirkan hidupnya kedepan? Bukankah Yesus juga semua harta yang kita miliki sebagai persembahan ?
menghendaki kita mesti mengasihi diri kita sendiri ? Sebenarnya inilah hakekat persembahan: memberi
persembahan berarti menyerahkan seluruh kehidupan kita
kepada Tuhan. Menyerahkan seluruh kekuatiran kita kepada hdpnya. Ia hidup sebagai warga KA, dimana ia taat pada Tuhan
Tuhan, karena percaya bahwa Tuhan adalah pemelihara hidup mengikuti kehendak Tuhan dalam seluruh aspek kehidupannya.
kita. Dalam II Kor 9: 10 , dikatakan bahwa Tuhan sebagai Dia tidak sama dengan para Farisi dan ahli taurat yang berbuat
sumber berkat, Ia berkuasa memberikan kasih karuniaNya bagi saleh untuk menutupi dosa serta kejahatan mereka. Dia tidak
kita. Ia yang memberikan benih bagi petani dan roti untuk sekedar memberikan persembahan di tempat persembahan,
kita.Sebenarnya inilah yang dibuat oleh janda miskin itu. Ia tetapi lebih dari pada itu seluruh hidupnya kedepan ia jalani
memberikan seluruh hidupnya dengan sukacita. Ia memberikan dalam ketaatan pada Tuhan.
seluruh hidupnya dengan segenap hati, segenap jiwa, dengan Memberikan persembahan sejati adalah tidak lain dari
segenap akal budi dan segenap kekuatan, sebagaimana yang menyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan. Seluruh
Yesus ajarkan tentang hukum cinta-kasih. Mengasihi Tuhan kehidupan kita yang dipersembahkan kepada Tuhan itulah
dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita. Inilah persembahan sejati, di mana seluruh hidup kita dipakai untuk
yang sudah dipraktekan janda miskin itu. Janda ini memuliakan Tuhan. Menurut rasul paulus dlm Roma 12: 1,
menyerahkan seluruh hidupnya, seluruh nafakahnya, seluruh itulah persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada
hari depannya, tanpa kuatir, tetapi percaya pada pemeliharaan Allah. Jika seluruh hidup kita pakai untuk memuliakan Tuhan
dan kasih setia Tuhan. Kalau kita baca ayat-ayat sebelum itu berarti semua yang kita miliki, termasuk harta milik kita.
bacaan tadi, penginjil Markus menulis ttg para Farisi, guru- Janda miskin tadi tidak melekatkan dirinya pada
guru agama Yahudi yg berbuat kejahatan, menipu para janda, hartanya, terbukti dari kerelaannya memberikan seluruh
memeras mereka dan mereka menutup kejahatan mereka hartanya tanpa kuatir tetapi yakin akan pemeliharaan Tuhan.
dengan berbuat kesalehan-kesalehan. Dengan menaati taurat Ini contoh orang yang hidup sebagai warga kerajaan Allah,
sebenarnya mereka berusaha untuk menutup kejahatan- yang menyerahkan seluruh kehidupannya kepada Tuhan. Ia
kejahatan mereka itu. Dengan demikian penginjil Markus memberi dengan hati yang beriman bahwa Tuhan tetap
dengan sengaja mau membandingkan kehidupan para ahli memeliharanya. Amin.
taurat yang membuat dirinya saleh dengan menaati taurat tetapi
sebenarnya mereka jauh dari Tuhan. Beda dengan janda miskin
ini yang mengasihi Tuhan dengan kasih sejati. Janda miskin ini
sebagai symbol dari umat Allah yang baru. Para ahli taurat
sebagai Israel lama yang menolak Kerajaan Allah yang
ditawarkan oleh Yesus, tetapi janda miskin ini mau hidup
sebagai warga Kerajaan Allah. Sebagai warga KA janda miskin
ini percaya akan pemeliharaan Tuhan, mempercayakan diri
kepada Tuhan yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan