Anda di halaman 1dari 2

Kot: 4 Sep.2005: JPO I lunasi. Berhutang kasih kepada siapa ?

Nats kita
Introitus:Roma 1:14, 8: 12, 13:6-7 mengatakan:kasih terhadap sesama di sini bisa berarti saudara
Bacaan : Roma 13: 8- 13 seiman kita ataupun semua orang lain.
Tema : Kita adalah org yang berhutang kasih. Coba sebutkan siapa-siapa yang telah membantu sdr
Berdasarkan tema kita, maka ada 3 hal yang rasul mau masing-masing sehingga sdr bisa seperti sekarang, sebagai
katakan di sini. Pertama: Kasih adalah hutang yang tidak pejabat, sebagai ibu RT, sebagai kepala sekolah dst.(berikan
dapat dibayar. kesempatan beberapa menit…). Ada banyak orang yang
Rasul Paulus dalam ayat 8 mengatakan: “Janganlah kamu membantu kita sehingga kita masing-masing bisa ada seperti
berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu sekarang ini. Mulai dari org tua kita sampai dengan org lain yang
saling mengasihi.” T. Bhs Ind sehari-hari: “Janganlah berutang kita kenal ataupun mungkin tdk kenal, tetapi semuanya secara
apapun kepada siapa juga, kecuali berutang kasih terhadap satu langsung atau tidak telah membantu kita sehingga kita bisa ada
sama lain.” Dengan kata lain rasul mau katakan: Untuk hutang seperti sekarang ini.Demikian pula kita berhutang kasih terhadap
atau kewajiban kita yang lain, terhadap siapapun, kita mesti Tuhan yang sudah menciptakan kita serta menyelamatkan kita.
membayarnya kecuali hutang kasih terhadap satu sama lain, ini (Memang dalam bacaan kita terutama berhutang kasih terhadap
sebuah hutang yang tidak pernah kita bayar lunas atau tuntas. Itu sesama) Terhadap Tuhan dan juga semua yang telah membuat
berarti bahwa selama kita diberikan kesempatan hidup di dunia kita bisa hidup di dunia ini, kita berhutang kasih. Berhutang atau
ini, maka kewajiban kita adalah melakukan cinta-kasih. berkewajiban untuk melakukan cinta-kasih. Dapatkah sdr dan saya
Dalam pasal 1:14, rasul Paulus mengatakan kita berhutang melunasi hutang-hutang itu ? Sebenarnya tidak dapat. Coba kita
untuk mengabarkan injil kepada mereka yang belum kenal Yesus, renungkan bersama misalnya : untuk ortu kita yang sudah
dalam 8:12 dyb, rasul mengatakan kita berhutang/berkewajiban melahirkan dan membesarkan kita, kita tidak mungkin membayar
terhadap Roh Kudus untuk hidup menurut pimpinan Roh Kudus lunas hutang kasih yang ortu berikan kepada kita. Atau ada
dan dalam pasal 13 ayat 6-7, rasul menyinggung tentang hutang sejumlah org lain yang telah memberikan peluang dan membantu
atau kewajiban kita kepada pemerintah atau sebagai anggota kita untuk study, atau mendapat jabatan tertentu. Kita tidak
masyarakat kita punya hutang misalnya pajak, cukai. Semua itu mungkin membayar lunas hutang cinta-kasih yang telah kita
kita mesti bayar, tetapi dalam nats kita tadi, rasul mengatakan ada terima.Terhadap Tuhan yang sudah mengasihi dan menyelamatkan
semacam hutang yang harus kita bayar setiap hari dan itu tidak kita, kita tidak dapat mengasihiNYA secara sempurna.
pernah bisa lunas yaitu hutang untuk saling mengasihi. Origenes, Kita mungkin bertanya kalau begitu: siapa yang
seorg tokoh gereja :” Hutang kasih tetap ada pada kita selamanya membayar lunas hutang kasih kita? Yesus sebenarnya sudah
dan tidak pernah meninggalkan kita, inilah hutang yang kita membayarnya bagi kita, tapi ini bukan alasan sehingga kita tidak
semua laksanakan setiap hari dan selamanya berhutang.” Jadi hidup dalam saling mengasihi. Justru karena Yesus sudah
inilah hal pertama yang rasul Paulus mau katakan bahwa sebagai mengasihi kita maka selama kita hidup di dunia ini kita berupaya
orang kristen kita berhutang kasih yang tidak pernah kita bisa
untuk membayar hutang kasih kita itu walaupun tidak pernah bisa sudah menggenapi seluruh hukum. Hal ini sejajar dengan apa
melunasinya secara tuntas. yang Yesus ajarkan, dimana Ia menyimpulkan 10 hukum dalam
Hal kedua yang Rasul Paulus mau katakan yaitu: Kasih hukum kasih. Yaitu kasih kepada Tuhan dan kasih terhadap
merupakan kegenapan hukum. Hal ini nampak dalam ayat 8b: sesama. Jadi kalau kita sedang berupaya melakukan hukum kasih
“Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah tsb maka sebenarnya kita sedang menggenapi 10 hukum. Tetapi
memenuhi hukum taurat.” Rasul tidak mengatakan bahwa kasih menurut pikiran rasul Paulus kita dapat melakukannya bukan
adalah akhir dari hukum Musa/taurat, tetapi ia mengatakan kasih karena kekuatan kita tetapi karena kita dipenuhi oleh Roh Kudus,
adalah kegenapan hukum. Kasih dan hukum merupakan dua hal sehingga Roh Kuduslah yang memampukan kita menolak
yang berbeda tetapi saling membutuhkan. Hukum adalah aturan keinginan-keinginan daging kita dan melakukan kehendak Tuhan.
yang sifatnya negatif: Jangan buat ini, jangan buat itu. Kasih Atau dengan kata lain dengan pertolongan Yesus melalui Roh
sifatnya positif. Hukum selalu menyangkut aturan tertentu tentang Kudus yang diam di hati kita maka kita dapat melakukan
dosa tertentu, tetapi kasih merupakan prinsip yang menyeluruh, di perbuatan cinta-kasih, tetapi kita tetap masih berhutang kasih.
mana ada dimensi spiritual, etis. Kasih membutuhkan aturan- Hal ketiga, kasih tidak melalukan yang jahat terhadap
aturan objektif sebagai pengarah, sedangkan hukum sesama. Kasih tidak mungkin diwujudkan dalam perbuatan-
membutuhkan kasih sebagai inspirasi yang mendorong orang perbuatan yang menyakiti sesama. Mengapa kasih menggenapi
untuk melalukan yang baik. Kalau orang hanya taat pada hukum semua hukum ? Karena kasih tidak menyakiti, tidak berbuat jahat
tanpa ada kasih dalam dirinya, maka ia cendrung menjadi seorg terhadap sesama. Hukum-hukum dalam loh batu kedua menyakiti,
legalistis, munafik. Tetapi jika orang dipenuhi oleh Roh Kudus, merusak kehidupan sesama kita. Misalnya “bersinah”, merusak
dan karenanya ia memiliki kasih, maka hukum-hukum yang dia kehidupan rumah tangga sesama, “membunuh” artinya merampas
lakukan didorong oleh cinta-kasih. Alasan rasul bahwa kasih kehidupan sesama.”mencuri” merampas harta sesama. Kita bisa
merupakan kegenapan hukum yaitu bahwa semua hukum yang juga menambahkan kalau kita berkata kasar terhadap seseorang,
termasuk dalam kewajiban terhadap sesama disimpulkan dalam atau memfitnah seseorang itu bukan perbuatan kasih. Menurut
hukum kasih. Rasul mengutip perintah-perintah yang ditulis Yesus kalau kita mengatakan :Jahil terhadap sesama kita itu berarti
dalam loh batu yang kedua. Loh batu yang pertama menyangkut kita sudah membunuh. Dan itu bukan perbuatan kasih. Kalau kita
kewajiban kita kepada Tuhan dan loh batu yang kedua menyebar berita buruk tentang seseorang atau gosip maka itu
menyangkut kewajiban kita kepada sesama. Rasul Paulus berarti kita sudah merusak nama baik sesama, itu bukan kasih.
mengutip: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, Semua perbuatan ini sebenarnya merupakan perbuatan-perbuatan
jangan mengingini, dan firman lain manapun juga, sudah yang jahat, yang menyakiti sesama, yang seharusnya kita kasihi
tersimpul dalam hukum kasih: “Kasihilah sesamamu seperti seperti kita mengasihi diri sendiri. Mengasihi sesama artinya kita
dirimu sendiri.” melakukan yang baik terhadap sesama.
Menurut Rasul Paulus jika kita berusaha untuk membayar
hutang kasih kita setiap hari dengan jujur,maka sebenarnya kita