Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain

penelitian ekperimen (pra-eksperimental) yang belum merupakan eksperimen

sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh

terhadap terbentuknya variabel dependen. Rancangan ini berguna untuk

mendapatkan informasi awal terhadap pertanyaan yang ada dalam penelitian

(Sugiyono, 2010).

Penelitian ini menggunakan rancangan One-shot case study, dimana

dilakukan intervensi terhadap kelompok responden kemudian diobservasi

perubahan pada luka setelah dilakukan intervensi pada responden

(Nursalam,2017).

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi dalam penelitian adalah subjek yang memenuhi kriteria yang

telah ditetapkan. Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien ulkus

diabetes melitus yang didapatkan pada data rekam medik di Klinik

Perawatan Luka Isam Cahaya Holistic Care pada bulan Desember 2018

sampai dengan Maret 2019 sebanyak 32 penderita.

77
78

2. Sampel

Sampel terdiri atas bagian populasi terjangkau yang dapat

dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling. Sementara

sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi yang dapat

mewakili populasi yang ada (Nursalam, 2017). Sampel dalam penelitian

ini adalah pasien ulkus diabetes yang sesuai dengan kriteria inklusi.

Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan Nonprobability

sampling dengan teknik Purposive sampling yaitu metode pengambilan

sampel di antara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti (tujuan/

masalah dalam penelitian), sehingga sampel tersebut dapat mewakili

karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya. Dalam penelitian ini

terdapat 2 sampel yang akan digunakan.

Adapun karakteristik adalah sebagai berikut:

a. Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik sampel yang dapat dimasukkan

atau layak diteliti.

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah :

1) Pasien yang menderita ulkus diabetik

2) Pasien yang pernah berkunjung dan menjalani perawatan di

Klinik Perawatan Luka Isam Cahaya Holistic Care.

3) Bersedia menjadi responden dan menandatangani lembar

informed concent.
79

b. Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi adalah karakteristik sampel yang tidak

dimasukkan dalam penelitian.

Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah:

1) Pasien tidak bersedia menjadi responden

2) Mengundurkan diri

C. Waktu dan Tempat

Penelitian dilaksanakan di Klinik Perawatan Luka Isam Cahaya Holistic Care

pada bulan April-Juni 2019.

D. Variabel Penelitian atau Aspek-Aspek yang Diteliti

1. Ulkus diabetik

2. Perawatan luka modern dressing (moisture balance)

E. Definisi Operasional Variabel Penelitian

Tabel 1.3 Definisi Operasional

No Variable Definisi Indikator Alat ukur Skala Hasil


1 Perawatan Perawatan luka a. perawatan SOP - -
luka Moist dengan cara luka dengan perawatan
Balance mempertahankan moist luka
kondisi luka tetap wound
lembab dalam healing
artian tidak basah yaitu
dan tidak kering menciptaka
untuk n kondisi
memaksimalkan lembab
pertumbuhan pada luka
jaringan. b. menggunak
an balutan
modern,dan
wound
salep.
80

2 Ulkus Ulkus diabetikus Ulkus diabetik Bates Rasio -


diabetik adalah suatu jensen
kondisi kerusakan wound
pada kulit karena assessment
adanya tool
kompilkasi DM.

F. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

Jenis instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi dimana dapat

diartikan sebagai catatan perkembangan dengan daftar pengkajian luka yang

sudah tersusun dengan baik, sudah matang, dan dapat memberikan data yang

akurat dalam mencapai tujuan penelitian. Data diambil merupakan data

primer yaitu data yang didapatkan secara langsung, dan data sekunder yaitu

didapatkan dari rekam medis Klinik Perawatan Luka Isam Cahaya Holistic

Care

G. Alat Ukur/Instrumen dan Bahan Penelitian

Instrumen penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah

lembar observasi dan SOP perawatan luka.

H. Prosedur Penelitian

1. Tahap Persiapan

a) Penyusunan proposal

Penyusunan proposal dilakukan pada Februari 2018. Sebelum

menyusun proposal, terlebih dahulu dilakukan survey dan observasi

awal di RS dan Klinik Kota Makassar.


81

b) Permohonan izin tempat penelitian

Permohonan izin penelitian dilakukan pada April 2018

dengan mengajukan surat izin meneliti kepada pihak akademis

sebagai surat rujukan kepada Direktur Klinik Perawatan luka Isam

Cahaya Holistic Care.

2. Tahap Pelaksanaan

a) Pada Mei 2018 dilakukan pengambilan sampel responden

berdasarkan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling

dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi di Klinik

Perawatan Luka Isam Cahaya Holistic Care.

b) Pada Mei 2018 diberikan penjelasan mengenai maksud,tujuan, dan

manfaat kepada responden.

c) Pada Mei 2018 responden menandatangani lembar persetujuan

menjadi responden selama penelitian.

d) Pada Mei 2018 dilakukan intervensi terhadap responden kemudian

diobservasi perubahan pada luka setelah dilakukan intervensi pada

responden.

e) Pada Juli 2018 dilakukan pengelolaan data dan analisis data yang

telah terkumpul.

3. Tahap Akhir

Pada Juli 2018 setelah seluruh data terkumpul dan telah dilakukan

intervensi selanjutnya dilakukan pembahasan hasil yang dituliskan dalam

bab IV dan V.
82

I. Etika Penelitian

1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity)

Dalam menghormati harkat dan martabat subjek penelitian, peneliti

mempersiapkan lembar persetujuan subjek atau inform concent yang

akan diberikan kepada responden yang akan diteliti.

2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian (respect for

privacy and confidentiality)

Dalam penelitian ini, peneliti menjaga informasi mengenai

identitas dan kerahasiaan identitas subjek untuk menjaga kerahasiaan,

peneliti tidak mencantumkan nama responden, tetapi lembar tersebut

diberikan kode.

3. Keadilan dan inklusivitas/keterbukaan (respect for justice an

inclusiveness)

Dalam penelitian ini, peneliti menjaga prinsip keterbukaan dan

keadilan dengan kejujuran, keterbukaan dan kehati-hatian. Prinsip

keterbukaan dilakukan dengan menjelaskan prosedur penelitian kepada

responden sedangkan prinsip keadilan dilakukan dengan menjamin

bahwa semua responden memperoleh perlakuan dan keuntungan yang

sama, tanpa membedakan jender, agama, etnis dan sebagainya.

4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing

harms and benefis) (Notoatmodjo, 2015).