Anda di halaman 1dari 7

Komunikasi Intra Personal Komunikasi Antar Personal Komunikasi Kelompok

Sesi-4

2 Fungsi Komunikasi Komunikasi Sosial, untuk : - Pembentukan konsep diri


- Pernyataan eksistensi diriKomunikasi Ritual

3 Metode Komunikasi Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;


Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan
kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.Racing
(kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik,
tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik
sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi
suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.Humor: dapat meningkatkan
kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu
menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa
humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.

4 Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada
pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis
yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk
berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang
disampaikan.2. Komunikasi Non VerbalEkspresi wajahWajah merupakan sumber yang kaya dengan
komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.Kontak mata, merupakan sinyal
alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab
berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan
bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain
untuk mengobservasi yang lainnyaSentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan
lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-
sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.

5 Postur tubuh dan gaya berjalan


Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan
ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat
kesehatannya.Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan
perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua
bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat
jelas.Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai
bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama
berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk
menghilangkan stress

6 HAMBATAN KOMUNIKASI Hambatan dari Proses Komunikasi


Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau
pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.Hambatan dalam
penyandian/simbolHal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga
mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama
atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam
penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat
mendengarkan pesan.Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si
penerimaHambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima
/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih
lanjut.Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya
akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya

7 Hambatan FisikHambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat
komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan
sebagainya.Hambatan SemantikKata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang
mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan
penerima4. Hambatan PsikologisHambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu
komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima
pesan.

8 Bentuk Komunikasi Berdasarkan jumlah komunikan : Intrapersonal


InterpersonalKelompokPublikOrganisasiMassa

9 IntrapersonalProses pengolahan informasi dalam diri individu yang dipengaruhi oleh sensasi, persepsi,
memori dan berpikir.Sensasi adalah proses menangkap stimuli yang berhubungan dengan alat
indera.Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh
dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesanPersepsi ditentukan oleh faktor personal dan
situasional.Memori sangat mempengaruhi persepsi, karena dapat merekam fakta tentang sesuatu. Jhon
Grififth ahli matematika menyebutkan 1011 (seratur triliun) bit. Jhon Von Neumann ahli informasi
menghitng sampai 2.8 x 1020 bit informasi.Memori melewati tiga proses : perekaman, penyimpanan
dan pemanggilan.Pemanggilan dapat dilakukan dengan 4 cara :

10 Pengingatan (Recall), contoh : soal pertanyaan dalam ujian


Pengenalan (Recognition), pertanyaan yang membantu untuk mengenal sesuatuBelajar lagi
(Relearning), mereview atau mengulangi sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya.Redintegrasi
(Redintegration), yaitu merekonstruksi seluruh masa lalu dari satu petunjuk memori kecil

11 Interpersonal Disebut juga komunikasi antar pribadi


Terdiri dari 2 orang (diadik) atau lebihKedudukan komunikator dengan komunikan sejajar, karena terjadi
dialogModel hubungan interpersonal :Model Pertukaran sosialMemandang suatu hubungan merupakan
suatu transaksi, ada ganjaran dan biaya.Ganjaran adalah akibat yang dinilai positif yang diperoleh dari
suatu hubungan, sedangkan biaya adalah akibat yang dinilai negatif yang terjadi dalam hubungan
seperti waktu, usaha, konflik dan kecemasan.

12 Model PerananMemandang suatu perilaku sebagai panggung sandiwara, yang harus berperan sesuai
‘naskah’ yang telah dibuat masyarakat.Hubungan interpersonal yang baik terjadi bila setiap individu
bertindak sesuai dengan ekspektasi peranan dan tuntutan peranan serta memiliki keterampilan peranan
dan terhindar dari konflik peranan serta kerancuan peranan.Ekspektasi peranan menyangkut kewajiban,
tugas dan hal yang berkaitan dengan posisi tertentu dalam kelompok. Contoh : GuruTuntutan peranan
adalah desakan sosial yang memaksa individu untuk memenuhi peranan yang telah dibebankan
kepadanya. Dapat berupa sanksi sosial.Keterampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan
tertentu disebut juga kompetensi sosial.Konflik peranan terjadi bila individu tidak sanggup
mempertemukan berbagai tuntutan peranan yang kontradiktif. Misal seorang bapak yang berperan juga
sebagai polisi dalam menangani kasus anaknya.

13 Hubungan interpersonal terbentuk dari 3 tahap, yaitu :


Pembentukan hubunganSering disebut dengan tahap perkenalan. Perkenalan adalah proses komunikasi
dimana dindividu menyampaikan (secara tidak sadar) informasi tentang struktur dan isi kepribadiannya
kepada calon sahabatnya.Merupakan proses saling menilik/saling menyelidiki, informasi yang dicari
biasanya berkisar data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan
sebagainya.Peneguhan hubunganHubungan interpersonal akan selalu dinamis, untuk mememlihara dan
memperteguh hubungan diperlukan tindakan2 yang dapat menjaga keseimbangan. Ada 4 faktor yang
mempengaruhi keseimbangan, yaitu : keakraban, kontrol, respon yang tepat dan nada emosional yang
tepat.

14 Pemutusan hubunganMenurut R.D Nye dalam buku Conflict among humans, ada 5 sumber konflik
:Kompetisi, salah satu pihak berusaha memndapatkan sesuatu dengan mengorbankan orang lain.
Misalkan merendahkan orang lainDominasi, salah satu pihak menngendalikan pihak lain sehingga pihak
ke dua merasakan hak-haknya dilanggar.Kegagalan, masing-masing berusaha menyalahkan yang lain
apabila tujuan bersama tidak tercapai.Provokasi, salah satu pihak terus menerus berbuat sesuatu yang ia
ketahui menyinggung perasaan orang lain.Perbedaan nilai, kedua pihak tidak sepakat tentang nilai-nilai
yang mereka anut.

15 Keberhasilan Hubungan Interpersonal


Keberhasilan tidak dijamin dengan intensitas komunikasi yang dilakukan, tapi bagaimana komunikasi itu
dilakukan.Ada tiga hal yang mendorong berkembangnya hubungan interpersonal :Percaya (trust),
mengandalkan perilaku orang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki, yang tidak pasti dan penuh
dengan resikoSuportif, yaitu sikap yang mengurangi sikap defensif dalam komunikasi. Komunikasi
defensif dapat terjadi karena faktor-faktor personal seperti ketakutan, kecemasan, harga diri yang
rendah, dsb atau faktor situasional

16 Perilaku Defensif dan Suportif (Jack Gibb)


Iklim DefensifIklim SuportifEvaluasi (menilai)Kontrol (mengendalikan)Strategi (memanipulasi)Netralitas
(sikap impersonal)SuperioritasKepastian (bersifat dogmatis), ingin menang sendiriDeskrpisiOrientasi
masalah (sifat kerja sama)Spontanitas (sifat jujur)Empati (Ikut merasakan)PersamaanProvisionalisme
(Sifat sementara)Sikap Terbuka (Open Mindedness). Lawan dari terbuka adalah dogmatis (tertutup)

17 Perbedaan Karakteristik (Brooks and Emmert, 1977)


Sifat TerbukaSifat TertutupMenilai pesan secara obyektif dengan menggunakan data dan keajegan
logikaMembedakan dengan mudah, melihat nuansa, dsbBerorientasi pada isiMencari informasi dari
berbagai sumberLebih bersifat provosional dan bersedia mengubah kepercayaannyaMencari pengertian
pesan yang tidak sesuai dengan rangkaian kepercayaanMenilai pesan berdasarkan motif-motif
pribadi.Berpikir simplistis, artinya berpikir hitam putih (tanpa nuansa)Bersandar lebih banyak pada
sumber pesan daripada isi pesanMencari informasi tentang kepercayaan orang lain dari sumbernya
sendiri bukan dari sumber kepercayaan orang lain.Secara kaku mempertahankan dan memegang teguh
sistem kepercayaannya.Menolak, mengabaikan, mendistorsi dan menolak pesan yang tidak konsisten
dengan sistem kepercayaannya.

18 KelompokTidak setiap himpunan/kumpulan orang disebut kelompok, kelompok dalam komunikasi


dicirikan dengan 2 hal:a. Anggota-anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok(ada sense of
belonging)b. Nasib anggota kelompok saling bergantung sehingga hasil setiaporang terkait dengan
yang lain.Klasifikasi kelompok terdiri dari primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer dicirikan
dengan :a. kualitas komunikasi lebih dalam dan meluasb. lebih personalc. komunikasi lebih menekankan
pada aspek hubungan daripada isi

19 Bentuk Komunikasi Kelompok


Meeting merupakan media komunikasi kelompok, yang pada prinsipnya untuk mendapatkan saling
pengertian. Dari pihak pemimpin, Meeting bertujuan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
menyampaikan pendapat, saran, ide-ide langsung kepada pemimpin. Dari pihak bawahan, Meeting
merupakan kesempatan baik untuk bertatap muka dengan pimpinan sekaligus dengan para staf
lainnya.Pengertian Meeting :1.Meeting, merupakan suatu bentuk media komunikasi kelompok resmi
yang bersifat tatap muka, yang sering diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun
pemerintah.2.Meeting merupakan alat untuk mendapatkan mufakat, melalui musyawarah
kelompok.3.Meeting merupakan media yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan secara
musyawarah untuk mufakat.4.Meeting merupakan pertemuan antara para anggota di lingkungan
kantor/ perusahaan/ organisasi sendiri untuk membicarakan, merundingkan suatu masalah yang
menyangkutkepentingan bersama.

20 Alasan terbentuk nya Meeting


1. Pemimpin memerlukan sumbangan pemikiran atau pendapat dari para stafnya atau para
pembantunya, karena pemimpin tidak mau mengambil keputusan secara sepihak.2. Materi yang akan
dibicarakan dibicarakan bersifat rahasia, sehingga pemimpin berpendapat bahwa materi itu tidak tepat
apabila melalui saluran administrasi pada umumnya.3.Masalah yang merupakan subject matter tidak
dapat dipecahkan melalui saluran administrasi, karena masalah itu harus segera dipecahkan.4.
Pemimpin bermaksud memberikan kesempatan kepada para bawahan untuk memberikan saran-saran,
pendapat secara langsung kepada pemimpin terhadap suatu masalah yang berhubungan dengan
kepentingan bersama.5. Ada masalah yang jelas dan harus mendapat penyelesaian melalui Meeting.6.
Telah diputuskan oleh pimpinan agar diselenggarakan Meeting atau telah tiba saatnya untuk
diselenggarakan Meeting secara berkala

21 Macam-Macam Meeting1. Menurut tujuannya, Meeting dapat dibedakan menjadi :a) Meeting
penjelasan, ialah Meeting yang bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada para anggota, tentang
kebijakan yang diambil oleh pimpinan organisasi, tentang prosedur kerja atau tata-cara kerja baru,
untuk mendapat keseragaman kerja.b) Meeting pemecahan masalah bertujuan untuk mencari
pemecahan tentang suatu masalah yang sedang dihadapi. Suatu masalah dikatakan sebagai problem
solving apabila masalah itu pemecahannya berhubungan dengan masalah-masalah lain, saling mengait.
Masalah itu demikian sulitnya, demikian ruwetnya karena keputusan yang akan diambil akan
mempunyai pengaruh atau akibat terhadap masalah yang lain.c) Meeting perundingan, yaitu Meeting
yang bertujuan menghindari timbulnya suatu perselisihan, mencari jalan tengah agar tidak saling
merugikan kedua belah pihak

22 2 Menurut sifatnya Meeting dibedakan menjadi :


a) Meeting Formal, yaitu Meeting yang diadakan dengan suatu perencanaan terlebih dahulu, menurut
ketentuan yang berlaku, dan pesertanya secara resmi mendapat undangan.b) Meeting Informal, yaitu
Meeting yang diadakan tidak berdasarkan suatu perencanaan formal, dan dapat terjadi setiap saat,
kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja. Meeting informal dapat juga terjadi secara kebetulan,
dimana para pesertanya bertemu secara kebetulan, dan kemudian membicarakan suatu masalah yang
mempunyai kepentingan bersama.c) Meeting Terbuka, yaitu Meeting yang dapat dihadiri oleh setiap
anggota. Materi yang dibahas bukan masalah yang bersifat rahasia.d) Meeting Tertutup, yaitu Meeting
yang hanya dihadiri oleh peserta tertentu, dan biasanya yang dibahas menyangkut masalah-masalah
yang masih bersifat rahasia.

23 3. Menurut jangka waktunya, Meeting dapat dibedakan menjadi :


a) Meeting mingguan, yaitu Meeting yang diadakan sekali seminggu. Membahas masalah-masalah yang
bersifat rutin yang dihadapi oleh masing-masing manajer.b) Meeting bulanan, Meeting yang diadakan
sebulan sekali, setiap akhir bulan, untuk membahas hal-hal atau peristiwa yang terjadi pada bulan yang
lalu. Misalnya, membahas rugi laba bulan yang lalu.c) Meeting semesteran, yaitu Meeting yang diadakan
sekali setiap semester [enam bulan], yang bertujuan untuk mengadakan evaluasi hasil kerja sama enam
bulan yang lalu, dan mengambil langkah-langkah selanjutnya, jangka waktu enam bulan berikutnya.d)
Meeting tahunan, yaitu Meeting yang diadakan sekali setahun misalnya, Meeting Dewan Komisaris,
Meeting umum pemegang saham.

24 4. Menurut frekuensinya, dapat dibedakan menjadi :


a) Meeting rutin, Meeting yang sudah ditentukan waktunya [mingguan, bulanan, tahunan]b) Meeting
insidental, yaitu Meeting yang tidak berdasarkan jadwal, tergantung pada masalah yang dihadapi.
Biasanya Meeting diadakan apabila masalah yang dihadapi itu merupakan masalah yang sangat urgen,
yang harus segera dipecahkan.

25 Meeting kerja ialah pertemuan para karyawan/ pemimpin yang membahas hal-hal yang
berhubungan dengan pelaksanaan tugas suatu instansi. Suatu Meeting atau pertemuan dapat disebut
sebagai Meeting kerja apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :1. Adanya tujuan pertemuan itu,2.
Adanya pimpinan dan kelompok peserta dalam pertemuan atau Meeting itu.3. Adanya tukar menukar
pendapat di antara para peserta Meeting,4. Tidak ada pidato-pidato

26 Kriteria Meeting1. Dipimpin oleh seorang pimpinan yang baik [baca : tipe pemimpin
Meeting]Pimpinan yang baik adalah : seorang yang aktif, berwawasan luas, cakap, dapat memberikan
bimbingan dan pengarahan pada saat Meeting berlangsung. Dapat berbicara dengan jelas, bersikap
tegas, tidak mendominasi pembicaraan, tidak otoriter, memberikan kesempatan yang sama pada setiap
anggota untuk memberikan suaranya. Check list berikut dapat membantu seorang pimpinan Meeting/
pertemuan :• Menjelaskan sasaran dan tujuan?• Menetapkan prioritas• Mendorong proses pembuatan
keputusan• Mengarahkan orang-orang pada kemampuan terbaik merekaberkomunikasi dengan baik dg
peserta, melempar pertanyaan-pertanyaan, mendorong peserta membuat asumsi,
mendengar,menjelaskan persoalan, memotivasi pertemuan untuk mencapai tujuanutama Meeting/
pertemuan, menangkap agenda-agenda pribadi yangtersembunyi dari para peserta, dan
mengendalikannya• Merangsang hal-hal terbaik dari peserta• Mengatur waktu dengan baik•
Menyimpulkan dengan dibantu oleh seorang Notulis

27 2. Suasana Meeting terbuka


Artinya tidak ada hal-hal yang disembunyikan. Tiap anggota Meeting berbicara secara terbuka, obyektif
sehingga tidak menimbulkan prasangka yang negatif terhadap peserta Meeting yang lain.3. Tiap peserta
Meeting berpartisipasi aktif dan hindari terjadinya monopoli pembicaraan4. Selalu mendapat bimbingan
dan pengawasanPimpinan Meeting berfungsi sebagai pemberi bimbingan, pengarahan, kemudahan
terhadap para peserta Meeting. Pemimpin harus mampu mengadakan pengawasan terhadap jalannya
Meeting, pengawasan terhadap para peserta Meeting, baik secara kelompok, maupun secara individu,
agar pembicaraan tidak menyimpang dari tujuan Meeting.5. Hindari perdebatanSuatu Meeting tidak
efektif apabila terjadi debat yang berkepanjangan tanpa arah, sehingga menghabiskan waktu dan
tujuan Meeting tidak tercapai.6. Pertanyaan singkat dan jelas

28 Tipe Pemimpin Meeting 1. Tipe Otoriter


• Pimpinan menganggap dirinya sebagai orang yang palingberkuasa, paling mengetahui• Pimpinan
menentukan segala kegiatan kelompok secaraotoriter• Pimpinan yang menentukan, apakah yang akan
dilakukanoleh kelompok•Para peserta Meeting tidak diberi kesempatan untukmemberikan pandangan
atau pendapat atau saran-saran• Pemimpin tidak terlibat dalam interaksi kelompok peserta• Pemimpin
hanya memberikan instruksi-instruksi mengenaiapa yang harus dikerjakan.Sifat kepemimpinan yang
demikian mengakibatkan Meeting/ pertemuan tidak hidup, statis, hanya menunggu perintah dari atas.

29 2. Tipe Laissez-faire• Disebut juga tipe liberal• Pemimpin memberikan cukup kebebasan kepada
parapeserta untuk mengambil langkah-langkah sendiri dalammenghadapi sesuatu.• Pemimpin
menyerahkan segala sesuatunya kepada parapeserta [penentuan tujuan, langkah-langkah,
kegiatankegiatan yang akan diambil, serta sarana atau alat yangakan dipergunakan• Pemimpin bersifat
pasif, tidak ikut terlibat langsung dalamkegiatan kelompok, tidak mengambil inisiatif apapun•
Pemimpin seolah-olah hanya bertindak sebagai penontonsaja, meskipun ia berada di tengah-tengah
para peserta.

30 3. Tipe Demokratis• Sifatnya terbuka ; memberikan kesempatankepada para anggota untuk ikut
berperan aktif,ikut menentukan tujuan kelompok, berperansebagai pembimbing.• Memberi
pengarahan, memberi petunjuk,memberi bantuan kepada para peserta, terlibatlangsung dalam
interaksi Meeting, ikut serta dalam kegiatan kelompok• Keputusan yang diambil berdasarkan
hasilmusyawarah

31 K E P E M I M P I N A N DEFINISI KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses
komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik,
1961, 24).Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7).Kepemimpinan adalah suatu proses
yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling,
1984, 46).Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau teKnik untuk membuat sebuah kelompok atau
orang mengikuti dan menTaati segala keinginannya.Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi
arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin
dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).

32 PENGERTIAN PEMIMPINPemimpin adalah inti dari manajemen. Ini berarti bahwa manajemen akan
tercapai tujuannya jika ada pemimpin. Kepemimpinan hanya dapat dilaksanakan oleh seorang
pemimpin. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin, mempunyai
kemampuan mempengaruhi pendirian/pendapat orang atau sekelompok orang tanpa menanyakan
alasan-alasannya.Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana,
mengkoordinasi, melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama-
sama (Panji Anogara, Page 23).

33 TUGAS DAN PERAN PEMIMPIN


Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah1. Pemimpin bekerja dengan orang
lainSeorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan
atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organisasi sebaik orang diluar organisasi.2.
Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas).Seorang pemimpin
bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai
outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafnya tanpa kegagalan.3.
Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritasProses kepemimpinan dibatasi sumber,
jadi pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian
tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus
dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

34 4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual


Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat
mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan
menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.5. Manajer adalah seorang mediatorKonflik
selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang
mediator (penengah).6. Pemimpin adalah politisi dan diplomatSeorang pemimpin harus mampu
mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat
mewakili tim atau organisasinya.7. Pemimpin membuat keputusan yang sulitSeorang pemimpin harus
dapat memecahkan masalah.Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :Peran hubungan antar
perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih,
direktur, mentor konsultasi.Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru
bicara.Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber
alokasi, dan negosiator

35 Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai


berikut
1. Seorang yang belajar seumur hidupTidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah.
Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman
yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.2. Berorientasi pada pelayananSeorang
pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin dengan prinsip melayani berdasarkan
karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada
pelayanan yang baik.3. Membawa energi yang positifSetiap orang mempunyai energi dan semangat.
Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan
orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin
harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena
itu, seorang pemimpin harus dapat menunjukkan energi yang positif, seperti ;Percaya pada orang lain,
Keseimbangan dalam kehidupan, Melihat kehidupan sebagai tantangan, Sinergi, Latihan
mengembangkan diri sendiri

36 Komunikasi EfektifAdapun faktor–faktor yang menentukan efektif tidaknya komunikasi tersebut


meliputi :1. The Source-Encoder/ The Decoder-Receiver.Dalam hal ini terdapat empat faktor yang
meleket dalam diri sumber, yang dapat meningkatkan ketepatan komunikasi, yakni a). keterampilan
berkomunikasi b). sikap mental c). tingkat pengetahuan dan d). posisinya dalam sistem sosial kultural2.
Pesan.Ada tiga faktor yang perlu diperhatikan dalam pesan: 1). Kode pesan, 2). Isi pesan, 3). Perlakuan
terhadap pesan.Sedangkan perlakuan terhadap pesan adalah keputusan-keputusan yang diambil
sumber dalam memilih dan menyusun kode isi pesan.

37 Komunikasi Efektif Paling tidak ada 5 hal :


Menyampaikan informasi dan menghasilkan pengertianKesenanganPengaruh pada sikapHubungan
yang makin baikMenghasilkan tindakan nyata