Anda di halaman 1dari 9

PETROLEUM SYSTEM INDONESIA BARAT DAN TIMUR

ABSTRAK
Sejarah geologi Indonesia yang kompleks telah menghasilkan lebih dari 60 cekungan
sedimen yang terbagi ke dalam dua bagian yaitu pada bagian barat Indonesia memiliki 22
cekungan dan bagian timur Indonesia 38 cekungan sedimen. akan tetapi sampai saat ini
eksplorasi dan eksploitasi minyakbumi masih difokuskan di wilayah Indonesia barat. dari 22
cekungan yang terdapat di Indonesia barat, hanya ada 2 cekungan yang belum pernah
dilakukan pemboran. Jika dibandingkan dengan potensi cekungan yang dimiliki Indonesia
timur, dari 38 cekungan terdapat 20 cekungan yang berstatus undrilled. Jika dilihat dari
persentase produksinya, 50% dari jumlah cekungan di Indonesia bagian barat telah
diproduksi dan 14% yang belum dilakukan drilling, sedangkan di Indonesia bagian timur
hanya 11% cekungan yang di produksi dan masih ada 50% cekungan yang
berstatus undrilled. Cekungan penghasil hidrokarbon harus terdiri dari sebuah petroleum
system. Petroleum system adalah sebuah sistem yang menjadi panduan utama dalam
eksplorasi hidrokarbon. Sistem ini digunakan untuk mengetahui keadaan geologi dimana
minyak dan gas bumi terakumulasi. Perbedaan sejarah geologi menyebabkan Indonesia barat
dan timur memliliki petroleum system yang berbeda.
Kata kunci: petroleum system,Indonesia barat, Indonesia timur

PENDAHULUAN di Indonesia maupun ekspansi ke luar


Di Indonesia, energi migas masih negeri. Cadangan terbukti minyak bumi
menjadi andalan utama perekonomian dalam kondisi depleting, sebaliknya gas
Indonesia, baik sebagai penghasil devisa bumi cenderung meningkat.
maupun pemasok kebutuhan energi Perkembangan produksi minyak
dalam negeri. Pembangunan prasarana Indonesia dari tahun ke tahun
dan industri yang sedang giat-giatnya mengalami penurunan, sehingga perlu
dilakukan di Indonesia, membuat upaya luar biasa untuk menemukan
pertumbuhan konsumsi energi rata-rata cadangan-cadangan baru dan peningkatan
mencapai 7% dalam 10 tahun terakhir. produksi.
Peningkatan yang sangat tinggi, melebihi Potensi sumber daya minyak dan gas bumi
rata-rata kebutuhan energi global, Indonesia masih cukup besar untuk
mengharuskan Indonesia untuk segera dikembangkan terutama di daerah-daerah
menemukan cadangan migas baru, baik terpencil, laut dalam, sumur- sumur tua
dan kawasan Indonesia Timur yang relatif minyak domestik, hampir 20%-30%
belum dieksplorasi secara intensif. kebutuhan minyak bumi dalam negeri
Sumber-sumber minyak dan gas bumi sudah harus diimpor dari luar negeri.
dengan tingkat kesulitan eksplorasi Kebutuhan impor minyak bumi ini
terendah praktis kini telah habis diperkirakan akan terus meningkat seiring
dieksploitasi dan menyisakan tingkat dengan pertumbuhan jumlah penduduk
kesulitan yang lebih tinggi. Sangat jelas yang terus meningkat dan pertumbuhan
bahwa mengelola ladang minyak sendiri ekonomi di dalam negeri yang
menjanjikan keuntungan yang luar biasa diharapkan semakin membaik ditahun-
signifikan. Akan tetapi untuk dapat tahun mendatang.
mengetahui potensi tersebut diperlukan
teknologi yang mahal, modal yang
besar, faktor waktu yang memadai dan
memerlukan efisiensi yang maksimal
serta expertise dari sumberdaya manusia
terbaik.
Peraturan Pemerintah yang mengatur
Gambar. Wilayah Kandungan Migas
usaha minyak dan gas bumi di Hulu dan
Indonesia
Hilir belum dapat menjamin investasi
Batuan induk (dapur migas), batuan
di sektor minyak dan gas bumi akan
reservoir, batuan penyekat, perangkap, dan
masuk, karena masih banyak masalah
migrasi hidrokarbon merupakan aspek-
lain yang menjadi hambatan bagi
aspek dari suatu ”cekungan sedimen”.
terealisasinya investasi. Masalah tersebut
Cekungan sedimen adalah tempat di kerak
antara lain peraturan perpajakan dan
Bumi yang dasarnya cekung atau merosot,
lingkungan hidup serta otonomi daerah
sehingga menjadi daerah yang relatif lebih
yang menyulitkan bagi perusahaan
rendah dari sekelilingnya. Cekungan ini
minyak asing beroperasi karena
menjadi tempat sedimensedimen di
berhadapan dengan raja-raja kecil di
lingkungan sungai, danau, pantai, laut
daerah. Sementara itu, konsumsi minyak
dangkal, atau laut dalam diendapkan.
bumi (BBM) di dalam negeri sudah
Sedimen-sedimen ini dalam waktu jutaan
melebihi kapasitas produksi. Dalam
tahun akan berubah menjadi batuan
beberapa tahun belakangan ini
sedimen. Sesuai fungsinya, batuan-batuan
penyediaan BBM dalam negeri tidak
sedimen ada yang berfungsi sebagai
dapat seluruhnya dipenuhi oleh kilang
batuan induk, reservoir, penyekat, atau tropika sampai di wilayah kutub. Indonesia
batuan penimbun yang akan mematangkan merupakan wilayah pertemuan tiga
zat organik dalam batuan induk menjadi lempeng. Akibat pertemuan lempeng
hidrokarbon. Batuan-batuan ini juga tersebut terbentuk jalur-jalur pegunungan
tersusun secara geologi sedemikian rupa di hampir seluruh pulau-pulau. Di sebelah
sehingga dapat membentuk perangkap dan belakang atau depan jalur pegunungan ini
jalan untuk migrasi hidrokarbon. terbentuk cekungan tempat sedimen
Sebaran cekungan-cekungan sedimen di diendapkan.
kerak Bumi juga tidak acak, tetapi Ini adalah hal biasa sebagai suatu bentuk
mengikuti hukum-hukum geologi yang keseimbangan di alam, di mana ada
terjadi di suatu wilayah yang disebut pegunungan, di dekatnya akan ada
tektonik. Para ahli geologi migas ketika cekungan. Sedimen-sedimen pengisi
mempelajari suatu cekungan, mereka akan cekungan ini berasal dari hasil erosi
menganalisisnya (basin analysis), wilayah pegunungan atau tempat tinggi
mempelajari sejarah pembentukannya, tipe lain di sekitar cekungan. Cekungan-
tektoniknya, susunan lapisan-lapisan cekungan sedimen seperti itu terjadi di
batuan di dalamnya (stratigrafi), Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi,
konfigurasi susunan lapisan batuan Timor-Seram, dan Papua.
(deformasi), atau sejarah panas/termal
Di beberapa tempat, kerak Bumi pun ada
yang dialaminya. Kemudian mereka
yang mengalami penarikan atau
mengkaji kelima aspek sistem hidrokarbon
peregangan. Peregangan ini telah
di cekungan itu untuk menguji
membentuk cekungan-cekungan yang
kemungkinannya cekungan tersebut di
berkaitan dengan regangan kerak Bumi,
masa lalu membentuk dan memerangkap
seperti cekungan yang terbentuk di Laut
hidrokarbon.
Natuna, Laut Jawa, Selat Makassar, dan
Seluruh aktivitas migas baik eksplorasi
Laut Banda.
maupun produksi terjadi di dalam
cekungan sedimen. Cekungan sedimen Berdasarkan kerangka geologi dan
yang terbukti menghasilkan migas dapat tektonik, maka cekungan-cekungan
kita sebut sebagai cekungan minyak. sedimen Indonesia ditemukan di
Cekungan sedimen terdapat baik di darat sepanjang daratan dan perairan sekitar
maupun di bawah laut, di dataran rendah, Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan
dataran tinggi, pegunungan, di laut Papua. Cekungancekungan sedimen pun
dangkal sampai laut dalam, di wilayah
terbentuk di Laut Natuna, Laut Jawa, Selat mempengaruhi adalah lingkungan
Makassar, laut di sebelah utara dan selatan pengendapan yang berada pada lingkungan
Nusa Tenggara, Laut Maluku, Laut reduksi, dimana sirkulasi air yang cepat
Arafura dan laut sebelah utara Papua. menyebabkan tidak terdapatnya oksigen.
Dengan demikian material organik akan
terawetkan.
DASAR TEORI
Proses selanjutnya yang terjadi dalam
Petroleum system adalah sebuah sistem
batuan sumber ini adalah pematangan.
yang menjadi panduan utama dalam
Dari beberapa hipotesa (Koesoemadinata,
eksplorasi hidrokarbon. Sistem ini
1980) diketahui bahwa pematangan
digunakan untuk mengetahui keadaan
hidrokarbon dipandang dari perbandingan
geologi dimana minyak dan gas bumi
hidrogen dan karbon yang akan meningkat
terakumulasi. (Koesoemadinata,1980)
sejalan dengan umur dan kedalaman
1. Batuan Sumber
batuan sumber itu sendiri.
Batuan sumber adalah batuan yang
2. Migrasi
merupakan tempat minyak dan gas bumi
Migrasi adalah perpindahan hidrokarbon
terbentuk. Pada umumnya batuan sumber
dari batuan sumber melewati rekahan dan
ini berupa lapisan serpih (shale) yang tebal
pori-pori batuan waduk menuju tempat
dan mengandung material organik. Secara
yang lebih tinggi. Beberapa jenis sumber
statistik disimpulkan bahwa prosentasi
penggerak perpindahan hidrokarbon ini
kandungan hidrokarbon tertinggi terdapat
diantaranya adalah kompaksi, tegangan
pada serpih, yaitu 65%, batugamping 21%,
permukaan, gaya pelampungan, tekanan
napal 12% dan batubara 2%.
hidrostatik, tekanan gas dan gradien
Kadar material organik dalam
hidrodinamik (Koesoemadinata,1980).
batuan sedimen secara umum dipengaruhi
Mekanisme pergerakan hidrokarbon
oleh beberapa faktor
sendiri dibedakan pada dua hal, yaitu
(Koesoemadinata,1980) antara lain
perpindahan dengan pertolongan air dan
lingkungan pengendapan dimana
tanpa pertolongan air. Secara sederhana
kehidupan organisme berkembang secara
dapat dikatakan bahwa migrasi
baik, sehingga material organik terkumpul,
hidrokarbon dipengaruhi oleh kemiringan
pengendapan sedimen yang berlangsung
lapisan secara regional. Waktu
secara cepat, sehingga material organik
pembentukan minyak umumnya
tersebut tidak hilang oleh pembusukan dan
disebabkan oleh proses penimbunan dan
atau teroksidasi. Faktor lain yang juga
‘heat flow’ yang berasosiasi dengan terbentuknya struktur lipatan dan patahan
tektonik Miosen Akhir. yang merupakan respon dari kejadian
3. Batuan Reservoar tektonik. Perangkap stratigrafi dipengaruhi
Batuan reservoar merupakan batuan oleh variasi perlapisan secara vertikal dan
berpori atau retak-retak, yang dapat lateral, perubahan fasies batuan dan
menyimpan dan melewatkan fluida. Di ketidakselarasan. Adapun perangkap
alam batuan reservoar umumnya berupa kombinasi merupakan perangkap paling
batupasir atau batuan karbonat. Faktor- kompleks yang terdiri dari gabungan
faktor yang menyangkut kemampuan antara perangkap struktur dan stratigrafi.
batuan reservoar ini adalah tingkat 5.1. Perangkap Struktur
porositas dan permeabilitas, yang sangat Perangkap struktur merupakan perangkap
dipengaruhi oleh tekstur batuan sedimen yang paling orisinil dan sampai sekarang
yang secara langsung dipengaruhi sejarah masih merupakan perangkap yang paling
sedimentasi dan lingkungan penting.
pengendapannya. 5.2. Perangkap Lipatan
4. Lapisan penutup Perangkap yang disebutkan perlipatan ini
Lapisan penutup merupakan lapisan merupakan perangkap utama, perangkap
pelindung yang bersifat tak permeabel yang paling penting dan merupakan
yang dapat berupa lapisan lempung, shale perangkap yang pertama kali dikenal
yang tak retak, batugamping pejal atau dalam pengusahaan minyak dan gas bumi.
lapisan tebal dari batuan garam. Lapisan Unsur yang mempengaruhi pembentukan
ini bersifat melindungi minyak dan gas perangkap ini, yaitu lapisan penyekat dan
bumi yang telah terperangkap agar tidak penutup yang berada di atasnya dan
keluar dari sarang perangkapnya. terbentuk sedemikian rupa, sehingga
minyak tak bisa pindah kemana-mana.
5. Perangkap Minyak tidak bisa pindah ke atas karena
Secara geologi perangkap yang merupakan terhalang oleh lapisan penyekat. Juga ke
tempat terjebaknya minyak dan gasbumi pinggir terhalang oleh lapisan penyekat
dapat dikelompokan dalam tiga jenis yang melengkung ke daerah pinggir,
perangkap, yaitu perangkap struktur, sedangkan ke bawah terhalang oleh adanya
perangkap stratigrafi dan perangkap batas air minyak atau bidang ekipotensial.
kombinasi dari keduanya. Namun harus diperhatikan pula bahwa
Perangkap struktur banyak dipengaruhi perangkap ini harus ditinjau dari segi 3
oleh kejadian deformasi perlapisan dengan dimensi, jadi bukan saja ke barat dan
timur, tetapi ke arah Utara-Selatan juga IAGI dalam publikasinya tahun 1985
harus terhalang oleh lapisan penyekat. 24 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki
60 cekungan sedimen, 22 cekungan
Menurut Levorsen (1958) menghilangnya terletak di Indonesia bagian barat
tutupan ini disebabkan faktor bentuk (Sumatera, Natuna, Jawa, Kalimantan)
lipatan serta pengaruhnya ke dalam. dan 38 cekungan terdapat di Indonesia
5.3. Perangkap Patahan bagian timur, akan tetapi sampai saat ini
Patahan dapat juga bertindak sebagai unsur eksplorasi dan eksploitasi minyakbumi
penyekat minyak dalam penyaluran masih difokuskan di wilayah Indonesia
penggerakan minyak selanjutnya. Kadang- barat. dari 22 cekungan yang terdapat di
kadang dipersoalkan pula apakah patahan Indonesia barat, hanya ada 2 cekungan
itu bersifat penyekat atau penyalur. Dalam yang belum pernah dilakukan pemboran.
hal ini Smith (1966) berpendapat bahwa Fakta diatas bisa jadi merupakan alasan
persoalan patahan sebagai penyekat mengapa para pemain industri migas tidak
sebenarnya tergantung dari tekanan berani menyentuh cekungan Indonesia
kapiler. Timur terlalu jauh, karena persentase
Pengkajian teoritis memperlihatkan bahwa keberhasilan masih sangat kecil, sehingga
patahan dalam batuan yang basah air mereka lebih memilih untuk bermain aman
tergantung pada tekanan kapiler dari saja di bagian barat Indonesia. Dari 172
medium dalam jalur patahan tersebut. wilayah kerja, hampir semuanya terpusat
Besar kecilnya tekanan yang disebabkan di Sumatera, Utara Jawa, Natuna,
karena pelampungan minyak atau kolom Kalimantan Timur, dan untuk wilayah
minyak terhadap besarnya tekanan kapiler timur, kegiatan eksplorasi dan produksi
menentukan sekali apakah patahan itu masih terfokus pada Kepala Burung Papua,
bertindak sebagai suatu penyalur atau belum ada wilayah kerja yang bermain di
penyekat. Jika tekanan tersebut lebih besar Laut Aru yang memiliki banyak cekungan
daripada tekanan kapiler maka minyak besar. Harus diakui memang, kendala
masih bisa tersalurkan melalui patahan, utama dari kegiatan eksplorasi produksi di
tetapi jika lebih kecil, maka patahan Indonesia Timur adalah dari segi
tersebut akan bertindak sebagai suatu infrastruktur yang kurang memadai,
penyekat. cekungan tersebar di lingkungan laut
dalam, dan kekurang-pahaman geologi
HASIL daerah tersebut menjadikan tantangan
besar buat para explorationist dalam
meningkatkan jumlah penemuan lapangan regional seal rock untuk Lower Arang
minyak baru. Sandston.
PETROLEUM SYSTEM INDONESIA 4. Trapping
BARAT Perangkap antiklin merupakan perangkap
Petroleum System Cekungan NatunaBarat favorit dikarenakan regimetectonic
1. Source Rock inversion. Perangkap Stratigrafiditemukan
Benua/Lama shale, Keras danFormasi di lapangan Belida sebagai crevasse splay
Barat dikenal sebagai source rock yang dan stratigraphic pinch-out. Kombinasi
baik. Kebanyakan dariFormasi tersebut dari perangkap struktur dan stratigrafi juga
dikelompokkankedalam tipe I Kerogen ditemukan pada sesar normal di sepanjang
dari lacustrineshale. Oil window terbentuk bagian selatan dari basin
padakedalaman 7000 ft.
2. Reservoir Rock Lower
Gabus Sandstones ketebalan 15-350 ft
dengan porositas 10-27%, Upper Gabus
Sandstones merupakan reservoir utama
darikebanyakan lapangan di West Natuna
Basin yang diendapkan pada distributaries
channel, channel bars, dan crevasse splay,
Lower Arang jugamenjadi reservoir yang
penting dengan porositas sangat baik
antara 26%-32%yang ditemui di Lapangan
Belida, Belut,dan Kakap, Middle Arang
Sandstone mempunyai porositas hingga
32%.

3. Seal Rock
Barat shale merupakan effective regional PETROLEUM SYSTEM INDONESIA

seal rock untuk Lower Gabus Sandstone. TIMUR

Ketebalan yang besar terbentuk pada Petroleum System Cekungan Salawati

bagian tengah dari basindan menerus Papua

hingga Malay Basin hinggake barat


(hingga 1000 ft). Penyebaranyang luas dari
Arang shale jugamenyediakan effective
di Formasi Klasafet dan Klasaman. Batuan
penutup (seal rock) berupa serpih karbonat
dari formasi Klasafet dan batu gamping
kristalin Formasi Kais. Batuan yang
menjadi overburden adalah batuan
gamping (limestone) pada Formasi Kais,
dan clay pada Formasi Klasafet, Klasaman

Beberapa syarat petroleum system antara dan Sele.

lain adanya batuan induk (source rock),


batuan reservoar (reservoir), migrasi KESIMPULAN

(migration ), jebakan (trap), batuan 1. Potensi hidrokarbon Indonesia

penutup (seal) dan batuan overburden. timur maupun barat masih besar,

Selain syarat di atas, terdapat juga kriteria dan sebagian besar di timur belum

lain seperti temperatur, berat jenis minyak, dieksplorasi karena berada di laut

porositas, dan permeabilitas reservoar dan dalam dan belum ada teknologi

parameter lainnya (Sitorus, S.L., 2008). yang membantu.

Batuan sumber daerah Cekungan Salawati 2. petroleum systemnya sendiri

berasal dari batu lempung dan serpih Indonesia timur berupa marine

Formasi Klasafet, batu gamping pada shale dan coal yg berumur jura-

Formasi Kais dan batu lempung dan serpih permian, reservoir menumpuk

pada Formasi Klasaman awal. Formasi ketika terjadi subsidence pada

yang diperhitungkan akan menghasilkan oligosen. petroleum system baru

hidrokarbon adalah Formasi Kais. terbentuk ketika terjadi kompresi

Hidrokarbon yang terakumulasi di Formasi dari lempeng pasifik yang tertahan

Kais juga selain dari Formasi Kais itu oleh australian craton dan

sendiri, juga berasal dari Formasi Klasafet membentuk pegunungan lipatan

dan Formasi Klasaman. Batuan reservoar (lembulu fold), sehingga

lainnya adalah Klasafet yang berumur menciptakan cekungan yang besar

Miosen akhir. Jebakan hidrokarbon di akibat dari proses tumbukan tadi.

Cekungan Salawati terdapat di Formasi 3. Yang menjadi perbedaan mendasar

Kais berupa kompleks terumbu karbonat dengan cekungan tesier di

dan karbonat paparan yang tersesarkan. indonesia barat adalah “isi” dari

Jebakan dalam jumlah yang lebih kecil ada cekungan di timur didominasi oleh
gas, karena source rocknya
merupakan tipe kerogen III, yaitu Ten Haven HL, Schiefelbein C.
penghasil gas. walaupun petroleum 1995. The petroleum system of Indonesia.
system sama-sama berlangsung Proceedings of Indonesian Petroleum
pada tersier, akan tetapi pada Association.24thAnnual
indonesia timur cekungannya Convention.Jakarta.
berumur mesozoik. Satyana, Awang H.
2008. Proffesional HAGI Course : Natuna
DAFTAR PUSTAKA Petroleum Geology
Mawardi, Muhammad. 2015. .File pdf
https://www.academia.edu/3879046/ABST Sembodo, Budi. 2016 . SISTEM
RAK_KONDISI_GEOLOGI_REGIONAL MINYAK DAN GAS BUMI PADA
_PETROLEUM_SYSTEM_DAN_POTE CEKUNGAN SALAWATI (PAPUA).
NSI_HIDROKARBON_DI_CEKUNGAN https://www.scribd.com/doc/295201923/P
_NATUNA_BARAT etroleum-System-Cekungan-Salawati-
Papua

Anda mungkin juga menyukai