Anda di halaman 1dari 35

PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA MANUSIA


PROGRAM TB
(PSDM-TB)
1.
Batasan
PSDM (HRD) VS PELATIHAN
PSDM

TRAINING KETENAGAAN

SUPERVISI

pengembangan SDM merujuk kepada pengertian


yang lebih luas (keseluruhan manajemen pelatihan
dan kegiatan lain) yang diperlukan untuk mencapai
tersedianya tenaga yang kompetensi dalam
penanngulangan TB.
2.
Tujuan dan Target
PSDM - TB
Tujuan PSDM
TERSEDIANYA TENAGA TB
Î JUMLAH YG MEMADAI
Î KOMPETENSI (KAP)
Î TEMPAT YG SESUAI
Î WAKTU YG TEPAT

Tersedianya tenaga pelaksana program TB


yang KOMPETEN dan memadai pada
semua tingkatan sehingga mampu
menunjang tercapainya tujuan program TB
nasional
Target PSDM-TB
™Petugas TB (dokter, paramedia, lab) pada
Puskesmas telah dilatih dan kompeten
melaksanakan program TB:
- 80% pada akhir 2005
- 100% pada akhir 2006
- maintain 100% covered
™Supervisor TB (Kabupaten/Kota dan Provinsi)
telah dilatih dan kompeten melaksanakan program
TB
- 100% pada akhir 2005
- maintain 100% covered
Target PSDM-TB (2)
™Petugas/staff TB (dokter, paramedis, lab) RS telah
dilatih dan kompeten melaksanakan program TB.
ƒ 50% pada akhir 2006
ƒ 80% pada akhir 2008
ƒ 100% pada akhir 2010
ƒ maintain 100% covered

™FK, FKep, FKM dan akademi/sekolah kesehatan


terkait telah menerapkan materi strategi DOTS pada
kurikulumnya.
ƒ 30% pada akhir 2006
ƒ 50% pada akhir 2008
ƒ 100% pada akhir 2010
ƒ maintain 100% covered
3.
Kebijakan, Strategi
dan Kegiatan PSDM
Kebijaksanaan dan Strategi
‰ Program TB, termasuk PSDM Æ desentralisasi
sesuai dg kebijakan Depkes.
‰ Perencanaan komprehensif PSDM-TB Æ diklat,
supervisi, M&E
‰ Ekspansi pelatihan Æ sesuai dg ekspansi
program.
‰ Pelatihan yang bermutu harus merujuk kepada
pedoman.
‰ Koordinasi dan dg kegiatan diklat lainnya.
‰ Kerjasama dengan institusi yang
menyelenggarakan kegiatan pendidikan profesi
kesehatan untuk memastikan materi
penanggulangan TB terakomodir dalam kurikilum.
Kegiatan
• Mengembangkan dan revisi pedoman
pelatihan, kurikulum dan modul (pre and in-
service education)
• Training Need Assessment (TNA).
• Perencanaan tahunan PSDM-TB
• Implementasi dan evaluasi PSDM
• Supervisi implementasi PSDM
• SIM PSDM-TB
• Litbang PSDM
Curricula, NTP Manager
Kaskade Pelatihan Modules,
Facilitator and
Mater Trainers Training Guide NTC as HRD
Coordinator

4 Regional
RTC RTC RTC RTC Training
Center (RTC)
for TOT

PTC as HRD
Coordinator
PTT PTT PTT PTT
PTT PTT PTT PTT Provincial
Training
PTT PTT PTT PTT Team and
Supervisors

Health Service Unit (Health Center, Lung Clinic, Hospital, etc.)


Organogram Pelatihan
DG CDC&EH
CENTRAL
NTP MANAGER TECHNICAL SUPPORT
TEAM
NATIONAL TRAINING COORDINATOR PMU

TRAINING FACILITATOR
MANAGEMENT TC
PROVINCE
PROVINCIAL TB MANAGER

TRAINING TEAM
PROVINCIAL TRAINING COORDINATOR PPO

TRAINING CENTER MANAGEMENT FACILITATOR

TARGET (TRAINEE)
4.
Standar
Ketenagaan
Standar Ketenagaan

• Kebutuhan minimal dalam hal


jumlah dan jenis tenaga yang
terlatih.
• Determinan : fungsi, task/job
analysis, work load
Standar Ketenagaan TB
Puskesmas
PRM PS Pustu
PPM
Dokter 1 1

Paramds/ 1 1 1
PtgsTB
Lab 1
Standar Ketenagaan TB
Rumah Sakit

Kelas RS RS RS RS RS RS
“A” “B” “C” “D” Swasta/
Jenis tenaga Non Depkes
Dokter (Umum / 6 6 4 2 Menyesuai
Spesialis) kan
Perawat 3 3 2 2

Tenaga Lab 1 1 1 1

Lain-lain Sesuai kebutuhan


Standar Ketenagaan TB
Kab/Kota (Dikes)

Supervisor TB Tim DOTS /


Tim TB /
Gerdunas
10 – 20 UPK 1 Jumlah anggota
tergantung
> 20 UPK ≥2 kebutuhan
Standar Ketenagaan TB
Provinsi (Dikes)

Supervisor Koordinator Tim DOTS / Tim Pelatihan


TB DOTS RS Gerdunas

10 – 20 1 1 Jumlah • 1 koordina
Kab/Kota Atau sesuai anggota tor pelatihan,
kebutuhan tergantung • 5 fasilitator.
kebutuhan
> 20 ≥2
Kab/Kota
5.
Konsep
Pengembangan
Pelatihan
Kinerja
(Performance)
Yang meningkatkan
kemampuan: Yang meningkatkan
Pelatihan yang tepat, motivasi :
kompetensi yg kompetensi
memadai, updated, melihat hasil,
supervisi, dll. karier, pengakuan,
penghargaan,
aktualisasi, dll.

MAMPU MAU
Kapabilitas Motivasi
Yang menjadikan
“betah” :
Gaji, Supervisi,
situasi kerja, beban
kerja sesuai, dll.
Konsep integratif pelatihan dan supervisi
standar kompetensi baru

pelatihan lanjutan

standar kompetensi

inkompetensi minor
kompetensi

supervisi
evaluasi kinerja
on the job training
Pelatihan dasar (refresher)

inkompetensi major

kompetensi retraining
awal (pelatihan ulang)

modifikasi dari berbagai sumber (Asik)


waktu
Jenjang & Strategi Pelatihan

PRE SERVICE IN SERVICE


(Clinical & Management)

Pelatihan Dasar Pelatihan


FK • Supervisor Lanjutan
FKep • UPK • ACDA
FKM • Retraining
Ak.Kes • OJT (refresh)
dll Keterampilan Baru
• TB-HIV
• DOTS plus
Pengembangan Pelatihan
PENGKAJIAN IMPLEMENTASI EVALUASI

Identifikasi kebutuhan Pelaksanaan


pelatihan Evaluasi
• kesenjangan Disain pelatihan
kompetensi dan kinerja • pengembangan
• variable : kurikulum
• organisasi • penyusunan materi
/program, • metode pembelajaran
• tugas /jabatan
• personal Pengembangan Metode
Penyelenggaraan Evaluasi
pelatihan • objek: tujuan, materi,
• akreditasi pelatihan metode pembelajaran,
• kerangka acuan peserta, fasilitator,
• kepanitiaan, dana,, kepanitiaan,
• persiapan administratif penyelenggaraan
Diadopsi dari Tovey (1997) penyiapan bahan, tempat • model evaluasi:
pelatihan dan praktek • selama pelatihan
lapangan - reaksi dan
• linatih dan fasilitator, - pembelajaran
• proses pembelajaran dan • paska pelatihan
Penetapan Tujuan evaluasi - kinerja (supervisi)
Pelatihan - dampak
Evaluasi Pelatihan
PELAKSANAAN PELATIHAN PASKA PELATIHAN

MODEL
/JENIS EVALUASI
EVALUASI REAKSI DAMPAK
EVALUASI
Evaluasi
EVALUASI PEMBELAJARAN EVALUASI
dampak
KINERJA pelatihan
Pre test dan post test
Evaluasi penyelenggaraan terhadap
Evaluasi peserta Evaluasi terhadap tujuan
Evaluasi fasilitator kompetensi dan kinerja program
Materi dan metode pembelajaran ditempat tugas /organisasi

PELAKSANA PESERTA
SUPERVISOR PENELITI
FASILITATOR
EVALUASI
TIM TRAINING / PANITIA

3 – 6 BULAN
WAKTU SETELAH PELATIHAN
SELAMA PELATIHAN SESUAI
TERINTEGRASI
PELAKSANAA KEBUTUHAN
DENGAN KEGIATAN
N SUPERVISI

KOORDINATOR
PELAKSANAAN KOORDINATOR PELATIHAN
7.
Hasil kegiatan,
Masalah dan Isu
PSDM-TB
DOTS Expansion and TB Training
Acceleration
60

50

40 Stepwise
CDR

Training
30
(MT), 4RTC
HRD HCs
20
Program Training ISAC
10 with Dutch Start-up
Gerdunas-TB at Provinces
support
0
1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004

GFATM
Gerdunas-TB
start-up
First Re-structure
Partnership 5-Y plan at central GDF
Meeting
USAID
CIDA
start-up
Demographic and Health Facilities (2)
UPK Total UPK DOTS

Puskesmas 7.356 7200 (>98%)


BP4 34 34 (100%)
RSTP 9 9 (100%)
RS Kab/Kota 340 70 (25%)
RS Provinsi 70 10 (20%)
RSAD 20 (28%)
RS Swasta > 600 20% Piloting (Training
RS Polisi stage?)
DPS Data ???
Supervisor / PTC / PTO - TB
700
591 PROVINCE SUPERVISOR
600
477 DISTRIC SUPERVISOR
500
389
400

300
202
200 140
94 88
100 54 46

0
MUST TRAINED ACTIVE TURN-OVER NE-40
ED TRAIN
-100

13 Provinces Æ Fully established


TRAINING TEAM 16 Provinces Æ Partially established
1 Province ÆNot established, supported by Central NTP
16 Æ active
PTC
14 Æ some active
2 Æ West Java
PTO 2 Æ Central Java
2 Æ East Java
Tenaga
Puskesmas
Dokter
terlatih
mid 2005

Paramedis

LEGEND : % TRAINED
< 50%
50 – 80%
81 – 100%
Tenaga
> 100%
Laboratorium
Area Spesifik
- Evidence
Based
HEALTH CENTER INVOLVED IN DOTS
60% < 60 %
60 - 80 %
81 - 100 %
50%

40%

30%

20%

10%

0%
SUMATRA KTI JAVA
Hospital & BP4 Primary Health Care Private Practitioners
Masalah dan Isu
• Kualitas (pelatihan sub-optimal,
mitos pelatihan, supervisi, faktor
perilaku)
• Kuantitas (imbalances, shortages)
• Sistem / organisasi PSDM-TB
• Integrative concept
• Pre-service health education
• Kebutuhan pelatihan : RS, PPM
(LSM, etc)
• New training needs for new skill
(HIV-TB, MDR, LSM, etc….)
8.
Strategi dan langkah
Strategi dan Langkah langkah

™Perencanaan Æ spesifik area (sesuai


ekspansi program) :
ƒ Pemanfaatan UPK (seeking behavior)
ƒ Performa program
ƒ Analisa Sistem / jejaring pelayanan
ƒ Kemungkinan daya ungkit
™PTC workshop (management, planning)
™Pengembangan dan revisi kurikula, modul
dan pedoman fasilitator untuk
mengakomodir perkembangan baru.
Strategi dan Langkah langkah

™Retraining /workshop Supervisor Æ


major incompetence
™Memperkuat Fasilitator team
™Stepwise Hospital training
ƒ Identifikasi dan Perencanaan
ƒ DOTS introduction
ƒ Penguatan jejaring / sistem
ƒ Pelatihan
™ACDA
Strategi dan Langkah langkah (2)

™Sosialisasi kurikulum TB ke FK,


FKep, Akper
™Pengembangan kurikulum TB
pada FKM, dan akademi terkait
™Perencanaan pelatihan RS
™Revisi pedoman TB nasional dg
memasukkan hal-hal baru