Anda di halaman 1dari 21

Kelas XI IPA Semester I

MODUL BIOLOGI
SISTEM GERAK MANUSIA
SISTEM GERAK MANUSIA

A. PENDAHULUAN

Salah satu ciri manusia sebagai mahluk hidup adalah kemampuannya untuk

bergerak dalam rangka menjalankan fungsi biologis dalam kehidupan. Adanya

kemampuan manusia untuk bergerak ini karena berjalannya fungsi sistem-sistem

gerak pada manusia itu sendiri. Sistem ini terdiri dari berbagai jaringan yang

menjalankan fungsi biologis secara sinergis sehingga manusia dapat bergerak dan

menjalankan fungsinya sebagai mahluk hidup seperti menjalankan aktivitas sehari-

hari dsb.

Manusia mempunyai sistem gerak yang dijalankan oleh otot, tulang,

persendian, tendon, dan bursa yang masing-masing terhimpun dan membuat suatu

sistem gerak manusia. Sistem muskoloskeletal meliputi tulang, persendian, otot,

tendon, dan bursa. Struktur tulang dan jaringan ikat menyusun kurang lebih 25%

berat badan. Struktur tulang memberikan perlindungan terhadap organ-organ

penting dalam tubuh seperti jantung, paru-paru, dan otak Tulang juga berfungsi

memberikan bentuk serta tempat melekatnya otot sehingga tubuh kita dapat

bergerak, disamping itu tulang berfungsi sebagai penghasil sel darah merah dan sel
darah putih (tempatnya di sumsum tulang) dalam proses yang disebut

hematopoesis. Tubuh kita tersusun oleh 260 macam tulang dalam bentuk dan

ukuran yang bervariasi, dalam tubuh kita ada empat kategori yaitu tulang panjang,

tulang pipih, tulang pendek, dan tulang tidak berurutan.


Sistem Rangka Manusia

B. TULANG

Tulang-tulang pada tubuh manusia membentuk suatu sistem rangka yang

menjalankan fungsi gerak dengan sistem otot. Rangka manusia dewasa tersusun

dari tulang-tulang (sekitar 260 tulang) yang membentuk suatu kerangka tubuh yang

kokoh. Walaupun rangka terutama tersusun dari tulang, rangka disebagian tempat

dalam tubuh dilengkapi dengan kartilago. Rangka manusia digolongkan menjadi

rangka aksial, rangka apendikular, dan persendian. Penggolangan ini didasarkan

untuk perluan ilmu pengetahuan. Berikut merupakan golongan-golongan rangka

pada manusia :
Rangka
Aksial

Sistem
Rangka

Rangka
Apendikular

Persendian

1. Rangka Aksial : rangka yang terdiri dari 80 tulang yang membentuk aksis

panjang tubuh dan melindungi organ-organ pada kepala, leher, dan torso.

Kolomna Vertebra (tulang belakang) terdiri dari 26 veterbra yang

dipisahkan oleh diskus interveterbra.

Tengkorak : Diseimbangkan oleh kolumna vertebra.

 Tulang kranial : menutupi dan melindungi otak dan organ-organ panca

indera.
 Tulang wajah : memberikan bentuk pada muka dan gigi.

 Enam tulang auditori (telinga) : terlibat dalam transmisi suara.

 Tulang hioid : tulang yang menyangga lidah dan laring, serta

membantu dalam proses menelan, merupakan bagian terpisah dari

tulang tengkorak.

Kerangka Toraks (rangka iga) : meliputi tulang-tulang iga dan sternum

yanf membungkus dan melindungi organ-organ toraks.


2. Kerangka apendikular : terdiri dari 126 tulang yang membentuk lengan,

tungkai, dan tulang pektoral serta tonjolan pelvis yang menjadi tempat

melekatnya lengan dan tungkai pada rangka aksial.

3. Persendian : merupakan artikulasi dari dua tulang atau lebih.

Sistem rangka sangat berguna untuk tubuh manusia. Berikut merupakan fungsi

sistem rangka manusia.

1. Tulang memberikan bentuk dan topangan pada tubuh.

2. Pergerakan. Tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian

dan berfungsi sebagai pengungkit. Jika otot-otot (menempal atau tertanama

pada tulang) berkontraksi, kekuatan yang diberikan pada pengungkit

menghasilkan gerakan.

3. Perlindungan. Sistem rangka pada tubuh manusia melindungi organ-organ pada

tubuh.

4. Pembentukan sel darah (hematopoiesis). Sel darah merah, sel darah putih, dan

trombosit darah diproduksi dibagian sumsum tulang merah yang ditemukan

pada orang dewasa di dalam tulang sternum, tulang iga, badan vertebra, tulang

pipih pada kranium, dan pada bagian ujung tulang panjang.


5. Tempat menyimpan mineral. Matriks tulang tersusun dari sekitar 62% garam

organik, terutama kalsium fosfat dan kalsium karbonat dengan jumlah

magnesium, klorida, florida, sitrat yang lebih sedikit. Rangka mengandung

99% kalsium tubuh. Kalsium dan fosfor disimpan dalam tulang agar bisa

dipakai kembali untuk fungsi-fungsi tubuh; zat tersebut kemudian diganti

melalui nutrisi yang diterima.


Komposisi Jaringan Tulang

1. Tulang disusun oleh sel-sel dan matriks ekstraseluler. Sel-sel tersebut adalah

osteosit, osteoblast, osteoklas. Tulang lebih kuat dari pada jaringan kartilago

karena matriksnya mengandung kalsium anorganik dan garam fosfat yang

memberikan kekerasan dan kemampuan untuk menopang berat tubuh. Tidak

seperti sel kartilago, sel tulang memiliki persediaan darah yang kaya melalui

kanalikuli, yaitu suatu saluran kecil yang menembus matriks terkalsifikasi.

Osteoblas : menyintesis unsur-unsur organik tulang. Sel ini bertanggung

jawab untuk pembentukan tulang-tulang baru selama pertumbuhan,

perbaikan, dan membentuk kembali tulang.

Osteosit : merupakan sel-sel matang yang mengisi lacuna dalam matriks.

Osteoklas : merupakan sel-sel yang bertanggung jawab untuk

menghancurkan dan membentuk kembali tulang.

2. Matriks Tulang : tersusun dari serat-serat kolagen organik yang tertanam pada

substansi dasar dan garam-garam anorganik tulang seperti fosfor dan kalsium.

Substansi dasar tulang terdiri dari sejenis proteoglikan yang tersusun

terutama dari kondoitin sulfat dan sejumlah kecil asam hialuronat yang

bersenyawa dengan protein.


Garam-garam tulang berada dalam bentuk Kristal kalsium fosfat yang

disebut hidroksiapatit.

Persenyawaan antara kolagen dan kristal hidroksiapatit bertanggung

jawab atas daya regang dan daya tekan tulang yang besar. Cara

penyusunan tulang serupa dengan pembuatan palang beton : serat-serat

kolagen seperti batang-batang baja pada beton ; garam-garam tulang

sama seperti semen, pasir, dan batu pada beton tersebut.


3. Dua jenis jaringan tulang yaitu tulang cancellus (berongga) dan tulang

kompak. Kedua jenis tulang ini memiliki komposisi sama namun berbeda

dalam hal porositas.

Tulang kompak : jaringan yang tersusun rapat dan terutama ditemukan

sebagai lapisan di atas jaringan tulang cancellus. Porositasnya

bergantung pada saluran mikroskopik (kanakuli) yang mengandung

pembuluh darah yang terhubung dengan saluran havers.

Tulang Cancellus : tersusun dari batang-batang tulang halus dan ireguler

yang saling bercabang dan tumpang tindih untuk membentuk jarring-

jaring spikula tulang dengan rongga-rongga yang mengandung sumsum.

Perkembangan Tulang

Osteogenesis (pertumbuhan dan perkembangan tulang) merupakan suatu

proses pembentukan tulang dalam tubuh. Karena adanya matriks yang keras dalam

tulang, maka pertumbuhan intertisial (dari dalam), seperti pada kartilago, tidak

mungkin terjadi dan tulang terbentuk melalui penggantian jaringan yang sudah ada.

Terdapat dua jenis pembentukan tulang yaitu intramembranosa dan osifikasi

endrokondal (intrakartilago).
1. Osifikasi intramembranosa : terjadi secara langusung dalam jaringan mesenkim

janin dan melibatkan proses penggantian membran (mesenkim) yang sudah ada.

Proses ini banyak terjadi pada tulang pipih tengkorak, disebut sebagai tulang

membran.

2. Osifikasi endokondral : terjadi melalui penggantian model kartilago. Sebagian

besar tulang rangka terbentuk melalui proses ini.


Reorganisasi Tulang

1. Tulang mempertahankan bentuk eksternalnya selama masa pertumbuhan akibat

proses reorganisasi konstan, disertai proses pengerasan tulang (oleh osteoblast)

dan proses resorpsi (oleh osteoklas) yang terjadi pada permukaan tulang dan di

dalam tulang.

2. Tulang adalah jaringan plastik yang hidup. Tulang mengadaptasikan bentuk

dan arsitekturnya terhadap stress, aktivitas, saat pemakaian, saat tidak dipakai,

dan penyakit melalui keseimbangan kerja osteoblast dan osteoklas, yang

dikendalikan oleh faktor-faktor hormon dan nutrisi.

Hormon mempengaruhi proses pertumbuhan juga proses reorganisasi

kehidupan antara lain hormone pertumbuhan, hormone tiroid, kalsitonin,

hormone parotid, dan hormone kelamin (androgen dan estrogen).

Faktor nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang

yang sempurna meliputi kalsium, fosfor, dan vitamin A dan D.

Klasifikasi Tulang Menurut Bentuknya

1. Tulang panjang : tulang ini ditemukan di tungkai. Tulang berelongasi dan

berbentuk silindris, serta terdiri dari diafisis, dan epifisis. Fungsi tulang ini
untuk menahan berat tubuh dan berperan dalam pergerakan.

2. Tulang pendek : merupakan tulang pergelangan tangan (karpal) dan tulang

pergelangan kaki (tarsal). Tulang ini berstruktur kuboidal dan biasanya

berkelompok untuk memberikan kekuatan dan kekompakan pada area yang

pergerakannya terbatas. Sebgaian tulang pendek adalah tulang cancellus yang

dikelilingi lapisan tipis tulang kompak.

3. Tulang pipih : tulang ini terdapat pada tulang tengkorak, iga, dan tulang dada.

Struktur tulang yang mirip lempeng ini memberikan suatu permukaan yang luas

untuk perlekatan otot dan memberikan perlindungan. Dua lempeng tulang


kompak (dikenal sebagai tabula luar dan tabula dalam pada kranium)

membungkus lapisan berongga (diploe).

4. Tulang ireguler : tulang yang bentuknya tidak beraturan dan tidak termasuk

kategori di atas. Tulang ini meliputi tulang vertebra dan tulan osikel telinga.

Strukturnya sama dengan struktur tulang pendek (tulang cancellus yang ditutupi

lapisan tulang kompak yang tipis.

5. Tulang sesamoid : merupakan tulang kecil bulat yang masuk ke formasi

persendian atau persambungan dengan kartilago, ligament atau tulang lainnya.

Salah satu contohnya adalah patella (tempurung lutut) yang merupakan tulang

sesamoid terbesar.

Karakteristik Permukaan Tulang

Berbagai karakteristik permukaan tulang dapat terlihat karena permukaan

tulang merupakan tempat perlekatan otot, ligament, atau tendon, atau berfungsi

sebagai jalur pembuluh darah atau saraf. Semua karakteristik tersebut lebih jelas

terlihat pada individu berotot dibandingkan pada anak atau kebanyakan wanita.

C. PERSENDIAN

1. Klasifikasi Persendian

Persendian dapat diklasifikasikan menurut struktur (berdasarkan ada tidaknya

rongga persendian diantara tulang-tulang yang berartikulasi dan jenis jaringan

ikat yang berhubungan dengan persendian tersebut); dan menurut fungsi

persendian (berdasarkan jumlah gerakan yang mungkin dilakukan pada

persendian).
2. Klasifikasi Struktural Persendian

Persendian Fibrosa : tidak memiliki rongga sendi


dan diperkokoh dengan jaringan ikat fibrosa

Persendian Kartilago : tidak memiliki rongga sendi


dan diperkokoh dengan jaringan kartilago

Persendian Sinoval : memiliki rongga sendi dan


diperkokoh dengan kapsul dan ligamen artikular yang
membungkusnya

3. Klasifikasi Fungsional Persendian

Sendi sinartrosis atau sendi mati : Secara struktural sendi ini adalah

persendian yang dibungkus oleh jaringan ikat fibrosa atau kartilago.

Amfiartrosis : merupakan sendi dengan pergerakan terbatas yang

memungkinkan terjadinya sedikit gerakan sebagai respons terhadap torsi

dan kompresi.

Diartrosis : merupakan sendi yang dapat bergerak bebas, disebut dengan

sendi sinoval (berasal dari kata Yunani yang berarti “dengan telur”). Sendi

ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinoval, suatu kapsul sendi

(artikular) yang menyambung kedua tulang pada sendi sinoval dilapisi

kartilago artikular.
4. Klasifikasi Persendian Sinoval

Klasifikasi ini didasarkan pada bentuk permukaan yang berartikulasi.

Sendi speroidal terdiri dari sebuah tulang dengan kepala berbentuk bulat

yang masuk dengan pas ke dalam rongga berbentuk cangkir pada tulang

lain. Sendi ini dikenal dengan sendi traksial atau multiaksial,

memungkinkan rentang gerak yang lebih besar, menuju ketiga arah. Contoh

sendi sferoidal adalah sendi panggul serta sendi bahu.

Sendi engsel permukaan konveks sebuah tulang masuk dengan pas pada

permukaan konkaf tulang kedua. Sendi ini memungkinkan gerakan ke satu

arah saja dan dikenal sebagai sendi uniaksial. Contoh : persendian pada

lutut dan siku.

Sendi kisar, tulang berbentuk kerucut yang masuk dengan pas pada

cekungan tulang kedua, dapat berputar ke semua arah. Misalnya sendi

antara bagian kepala proksimal tulang radius dan ulna.

Persendian kondiloid, terdiri dari sebuah kondilus oval suatu tulang yang

masuk dengan pas kedalam rongga berbentuk elips di tulang kedua. Sendi

ini merupakan sendi biaksial, yang memungkinkan gerakan kedua arah di

sudut kanan disetiap tulang. Contohnys sendi antara tulang radius dan
tulang karpal serta sendi anatar kondilus oksipital tengkorak dan atlas.

Sendi pelana, Persendian ini adalah sendi kondiloid yang termodifikasi

sehingga memungkinkan gerakan yang sama. Satu-satunya sendi pelana

sejati yang ada di dalam tubuh adalah persendiaan antara tulang karpal dan

metakarpal pada ibu jari.

Sendi peluru, merupakan salah satu sendi permukaan kedua tulang yang

berartikulasi berbentuk datar; sehingga memungkinkan gerakan meluncur

antara tulang terhadap tulang lainnya. Sedikit gerakan ke segala arah

mungkin terjadi pada dalam batas prosesus atau ligamen yang membungkus
persendian intervertebra, dan persendian antar tulang-tulang karpal dan

tulang-tulang tarsal.

5. Pergerakan pada sendi sinoval.

Merupakan hsil kerja otot rangka yang melekat pada tulang-tulang yang

membentuk artikulasi. Otot tersebut memberikan tenaga, tulang berfungsi

sebagai pengungkit, dan sendi berfungsi sebagai penumpu.

Fleksi : gerakan yang memperkecil sudut antara dua tulang atau dua bagian

tubuh, seperti pada saat menekuk siku atau juga menekuk torso ke arah

samping, menekuk lutut. Fleksi ini terbagi lagi menjadi dua yaitu

dorsofleksi (gerakan menekuk telapak kaki di pergelangan ke arah depan),

dan plantar fleksi yaitu gerakan meluruskan telapak kaki pada pergelangan.

Ekstensi : adalah gerakan yang memperbesar sudut antara tulang atau

bagian tubuh. Seperti bagian tubuh kembali ke posisi anatomis (gerak

meluruskan persendian pada siku dan lutut setelah fleksi). Hiperektensi

yaitu gerakan kepala ke arah belakang.

Abduksi : gerakan tubuh menjauhi garis tengah tubuh seperti saat lengan

berabduksi atau menjauhi aksis longitudinal tungkai, seperti gerakan


abduksi jari tengah dan jari kaki.

Aduksi : kebalikan dari abduksi, adalah gerakan bagain tubuh saat kembali

ke aksis utama tubuh atau aksis longitudinal tungkai.

Rotasi : gerakan tulang yang berputar disekitar aksis pusat tulang itu sendiri

tanpa mengalami dislokasi lateral, contoh saat menggelengkan kepala untuk

menyatakan tidak. Rotasi ini terbagi menjadi dua yaitu pronasi (gerakan

telapak tangan menghadap kebelakang), dan supinasi (gerakan telapak

tangan menghadap ke depan).


Sirkumduksi : kombinasi dari semua gerakan angular dan berputar untuk

membuat ruang berbentuk kerucut. Contohnya saat mengayunkan lengan

membentuk putaran.

Inversi : merupakan gerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan

telapak kaki menghadap ke dala atau ke arah medial.

Eversi : gerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan telapak kaki

menghadap keluar. Gerak inversi dan eversi pada kaki berguna untuk

berjalan di atas daerah yang rusak dan berbatu-batu.

Protaksi : gerakan memajukan tubuh, seperti menonjolkan rahang bawah

kedepan.

Elevasi : pergerakan struktur ke arah superior seperti saat mengatupkan

mulut dan mengankat bahu.

Depresi : menggerakan suatu struktur ke arah inferior seperti saat membuka

mulut.

6. Gangguan Pada Persendian

Terkilir : cedera sendi yang dapat meregangkan atau melukai ligamen atau

tendon yang membungkus sendi. Hal ini terjadi karena berputar tiba-tiba
atau tubrukan pada sendi .

Dislokasi : disebut juga luksasi, keadaan dimana terjadi kesalahan letak

permukaan artikulasi suatu persendian. Persendian bahu, persendian lutut

merupakan sendi yang rawan terhadap dislokasi ini.

Bursitis : Perdangan bursa yang menyatu dengan sendi, terjadi karena

eksersi sendi yang berlebihhan atau karena infeksi.

Artritis : merupakan penyakit persendian yang ditandai oleh nyeri

pembengkakan, dan peradangan serta semuanya mengakibatkan derajat

kepincangan yang bervariasi. Seperti artritis reumatoid (menyerang jaringan


ikat dengan inflamasi persendian), osteoartritis (penyakit persendian

degeneratif yang kelihatannya berkaitan dengan proses penuaan, obesitas,

atau trauma).

Contoh Soal

1. Pertanyaan : Suatu persendian yang hanya memungkinkan gerakan fleksi

dan ekstensi disebut ?

a. Sendi uniaksial

b. Sendi engsel

c. Sendi diartrotik

d. Sendi bursitis

e. Semua benar

Jawaban : b. Sendi engsel

2. Endokondrial dan intramembranosa adalah istilah yang dipakai untuk

menggambarkan ?

a. Fungsi tulang dewasa

b. Perkembangan tulang

c. Porositas tulang
d. Komposisi kimia tulang

e. Fisiologi tulang

Jawaban : b. perkembangan tulang

3. Manakah di antara pernyataan berikut ini yang merupakan perbedaan

utama antara jaringan tulang dan jaringan ikat lain ?

a. Komposisi zat inteselular tulang

b. Ketidakmampuan sel-sel tulang untuk mematobolis nutrien menjadi

energi.

c. Ketersediaan suplai darah yang terbatas dalam tulang


d. Adanya serat-serat kolagen dalam tulang.

e. Semua benar

Jawaban : a. komposisi zat interseluler tulang.

D. OTOT

1. Struktur dan Fisiologi Umum

Pergerakan

Penopang tubuh dan


mempertahankan
postur

Produksi Panas

Jaringan otot, yang mencapai 40% sampai 50% berat tubuh, pada umumnya

tersusun dari sel-sel kontraktil yang disebut serabut otot. Melalui kontaksi,

sel-sel otot menghasilkan pergerakan dan melakukan pekerjaan.

2. Fungsi Sistem Otot atau Muskular

Pergerakan : otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut

melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh.

Penopang tubuh dan mempertahankan postur otot menopang rangka dan

mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk

terhadap gaya gravitasi.

Produksi panas : Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk

mempertahankan suhu normal tubuh.


3. Ciri-Ciri Otot

Kontraktilitas Eksitabilitas

Ekstensibilitas Elastisitas

Kontraktilitas : serabut otot berkontraksi dan menegang yang dapat atau

mungkin terjadi pemendakan otot. Serabut akan terengolasi karena adanya

kontraksi pada setiap diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan

menghasilkan pemendekan yang terbatas.

Eksitabilitas : Serabut otot akan merespon dengan kuat jika distimulasi oleh

impuls saraf.

Ekstensibilitas : Serabut otot memiliki kemampuan untuk meregang

melebihi panjang otot saat relaks

Elastisitas : Serabut otot akan kembali ke ukurannya semula setelah

berkontraksi atau meregang.

4. Klasifikasi Otot

Otot diklasifikasikan secara struktural berdasarkan ada tidaknya lurik, dan

secara fungsional berdasarkan kendali konstruksinya, volunter (sadar) atau

involunter (tidak sadar), dan juga berdasarkan lokasi seperti otot jantung yang

hanya ditemukan di organ jantung.


5. Jenis-Jenis Otot

Otot Otot
Jantung Rangka

Otot Polos

Otot rangka : merupakan jenis otot lurik, volunter (sadar), dan melekat pada

rangka. Otot ini memiliki serabut otot yang sangat panjang, sampai 30 cm,

berbentuk silindris, dengan lebar berkisar antara 10-100 mkron. Setiap

serabut ini memiliki banyak inti yang tersusun di bagian perifer.

Kontraksinya cepat dan kuat.

Otot polos : Otot polos merupakan kebalikan dari otot rangka, otot ini tiak

berlurik dan involunter (tidak sadar). Jenis otot ini dapat ditemukan pada

dinding organ berongga seperti kandung kemih, dan uterus, serta pada
dinding tuba seperti pada sistem respiratorik (pernafasan), pencernaan,

reproduksi, urinaria, dan sistem sirkulasi darah. Otot ini mempunyai serabut

berbentuk spindel dengan nukleus terelongasi. Serabut otot ini berukuran

kecil antara 20 mikron (melapisi pembuluh darah) sampai 0,5 mikron pada

uterus wanita hamil. Kontraksi otot ini kuat dan lamban.

Otot jantung : otot ini merupakan otot lurik, involunter (tidak sadar), dan

hanya ditemukan pada jantung. Serabut otot ini terelongasi dan membentuk

cabang dengan satu nukleus sentral. Panjangnya berkisar antara 85-100


mikron dan diameternya sekitar 15 mikron. Kontraksi otot jantung kuat dan

berirama.

6. Otot Rangka

Otot rangka terdiri dari serabut-serabut yang tersusun dalam berkas yang

disebut fesikel. Semakin besar otot semakin banyak jumlahnya.

Lapisan jaringan otot fibrosa membungkus setiap otot dan masuk ke bagian

dalam untuk melapisi fesikel dan serabut individual. Jaringan ini

menyalurkan impuls saraf dan pembuluh darah ke dalam otot dan secara

mentranmisikan daya kontraksi dari satu ujung otot ke ujung lainnya.

Epimisium adalah jaringan ikat rapat yang melapisi keseluruhan otot dan

terus berlanjut sampai ke fasia dalam

Perimisium : mengacu pada ekstensi epimisium yang menembus ke dalam

otot untuk melapisi berkas fesikel.

Endomisium : jaringan ikat halus yang melapisi setiap serabut otot

individual.

7. Jenis Serabut Otot


Otot rangka manusia memiliki tiga jenis serabut yang berbeda dalam kecepatan

berkontraksi, resistensinya terhadap keletihan, dan kemampuannya untuk

menghasilkan ATP.

Serabut merah kedut lambat : mengandung konsentrasi pigmen merah

oksigen yang sangat banyak, myoglobin yang mengikat molekul oksigen

untuk memfasilitasi pernafasan aerob.

Serabut putih kedut cepat : tidak memiliki myoglobin, mitokondria, dan

kapilarnya juga lebih sedikit tetapi simpanan glikogen dan enzimnya lebih
banyak. Simpanan ini meningkatkan kapasistasnya untuk melakukan

glikolisis anaerob.

Serabut pertengahan : berwarna merah. Serabut ini mengandung myoglobin

dan memiliki sifat serta resistensi keletihan tingkat menengah dibandingkan

kedua jenis serabut merah kedut lambat, dan serabut putih kedut cepat.

Sebagian besar otot tersusun dari ketiga jenis serabut itu. Rasio serabut kedut

cepat ke lamnbat yang mungkin ditentukan secara genetic bertanggung

jawab terhadap variasi kemampuan atletik seseorang.

Contoh Soal

1. Pertanyaan : Berikut ini merupakan fungsi otot, kecuali.

a. Pergerakan

b. Perlindungan

c. Penopang tubuh

d. Mempertahankan postur

e. Produksi panas tubuh

Jawaban : b. Perlindungan

2. Pernyataan: Manakah yang benar mengenai otot polos ?


a. Otot polos adalah otot berlurik, dan involunter

b. Nukleus dalam serabut otot terletak prefer

c. Serabut berbentuk spindel dan kecil

d. Percabangan serabut merupakan suatu karakteristik

e. Kontraksi berlangsung cepat dan kuat.

Jawaban : c. Serabut berbentuk spindel dan kecil


E. TEKNOLOGI PADA SISTEM GERAK MANUSIA

1. Penyembuhan Patah Tulang.

Ada tiga metode utntuk menyembuhkan patah tulang yaitu :

Pemasangan gips : adalah suatu metode penyembuhan patah tulang

dengan cara pemasangan bahan kapur di sekitar tulang yang patah untuk

membantu tulang tersangga dengan baik sampai sembuh kembali.

Pembidaian : yaitu metode penyembuhan patah tulang dengan cara

menempatkan benda keras di sekeliling tulang yang patah. Pembidaian

bertujuan untuk menjaga agar tulang yang patah tidak bergerak.

Pembedahan internal : suatu metode penyembuhan dengan cara

membedah, kemudia menempatkan logam pada tulang yang patah.

2. Penyembuhan kanker dan tumor tulang

Kemoterapi pada dasarnya merupakan suatu metode penggunaan obat

dengan daya yang kuat untuk membunuh sel-sel kanker. Selain itu metode

lain yang dapat digunakan adalah radioterapi yang merupakan metode

penyembuhan yang dilakukan dengan menggunakan sinar radioaktif,

misalnya sinar x atau sinar gamma

3. Penyembuhan dengan metode lainnya


Penyembuhan permasalahan sistem gerak seperti tulang dapat dilakukan

dengan metode lain seperti penggantian sendi yang merupakan penggantian

sendi yang rusak dengan logam. Selain itu ada juga metode penyembuhan

transplantasi sumsum yang merupakan proses transfer sumsum tulang

merah dari pendonor ke resipien. Meteode penyembuhan tulang yang

lainnya adalah tangan bionic yang merupakan suatu teknologi untuk

mengganti tangan asli yang sudah tidak berfungsi denga baik akibat

berbagai hal misalnya kecelakaan sehingga tangan asli perlu diampitasi,

tangan bionik ini yang menggantikan tangan asli tersebut.


Contoh soal :

1. Pertanyaan : Teknologi apa yang digunakan untuk sebagai upaya

penyembuhan patah tulang dengan cara penenaman logam ke dalam

tulang ?

Jawab : Pembedahan internal : suatu metode penyembuhan dengan cara

membedah, kemudia menempatkan logam pada tulang yang patah.

2. Pertanyaan : Teknologi yang seperti apa yang ditujukan untuk

mengganti tangan asli ?

Jawaban : tangan bionic yang merupakan suatu teknologi untuk

mengganti tangan asli yang sudah tidak berfungsi denga baik akibat

berbagai hal misalnya kecelakaan sehingga tangan asli perlu diampitasi,

tangan bionik ini yang menggantikan tangan asli tersebut