Anda di halaman 1dari 6

Kelompok : 5 ( LIMA ) KELAS B

Jenjang : SMA
Nama Anggota Kelompok :
1. PAUJIAH
2. ROHMAD WIDIYANTO
3. BASORI ALWI
4. ARY GUNANTO
5. DERY DHAMHUDI
6. SALAPUDIN

A. Aktivitas Pembelajaran 3.
Tugas 3. Membuat Rencana Kegiatan Pengembangan Sekolah berdasarkan 8
SNP

Tujuan Penugasan
Setelah mengikuti aktivitas pembelajaran ini, Saudar diharapkan dapat membuat
rencana kegiatan pengembangan sekolah

Petunjuk Penugasan
1. Secara individu, Cermati kembali LK-02, fokuslah pada kolom rencana
pengembangan sekolah sendiri
2. Pilihlah satu indikator pada salah satu SNP yang akan Saudara kembangkan
menjadi rencana Kegiatan Pengembangan sekolah pemenuhan 8 SNP
3. Cermatilah rambu-rambu penulisan rencana Kegiatan pengembangan
sekolah pemenuhan 8 SNP yang terdapat pada lampiran 1.
4. Buatlah rencana Kegiatan Pengembangan sekolah pemenuhan 8 SNP
menggunakan format LK-03 berikut ini.
LK-03. Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah

RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH


TAHUN 2019

Nama Kepala Sekolah : Rohmad Widiyanto, S.Pd., M.Hum


Unit Kerja : SMAS PGRI 2 Sampit
Prov./Kab/Kota : Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
Waktu Pelaksanaan : 6 dan 8 September 2019

A. Judul Program Pengembangan Sekolah

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran


melalui Diklat Implementasi TIK dalam Pembelajaran di SMA PGRI 2 Sampit

B. Latar Belakang

Tujuan Pendidikan Nasional berdasarkan UU RI 20 Tahun 2003 tentang


Sisdiknas mengandung empat aspek utama, yaitu:
1. Membentuk manusia beriman, bertaqwa, berakhlak mulia
2. Cerdas, menguasai IPTEK danSeni
3. Sehat, memiliki kebugaran
4. Menjadi Warga negara yang cinta tanah air, demokratis dan
bertanggung jawab
Dijelaskan pula dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 2 tahun
1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional (butir 9) menyatakan bahwa
pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan dilaksanakan oleh
pemerintah, masyarakat dan atau keluarga. Hal ini bermakna tanggungjawab
penyelenggaraan, pembinaan dan pengembangan pendidikan berada pada
ketiga unsur dimaksud. Undang- undang No 22 tahun 1999 tentang otonomi
daerah berimbas pada otonomi pendidikan. Pemerintah memberikan
kewenangan luas kepadal embaga pendidikan dan penyelenggara
pendidikan untuk mengembangkan pendidikan pada masing- masing sekolah,
namun tetap dalam koridor Pendidikan Nasional.
Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut, lembaga pendidikan dalam
hal ini Sekolah Dasar perlu merumuskan Rencana Pengembangan Sekolah
(RPS). Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) adalah suatu proses untuk
menentukan tindakan masa depan sekolah yang tepat, melalui urutan pilihan,
dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. RPS adalah dokumen
tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan dalam rangka untuk
mencapai perubahan / tujuan sekolah yang telah ditetapkan. Dengan
adanya RPS ini diharapkan untuk menggugah semangat juang untuk
mewujudkan kinerja yang lebih baik, dan sebagai arah untuk
mengimplementasikan tujuan pendidikan kedalam bentuk yang lebih operasional.
Sehingga secara terpogram dan rencana tujuan pendidikan akan tercapai.
Kemerosotan kualitas proses dan hasil proses pendidikan selama ini telah
menjadi semacam obsesi yang tidak juga tercapai. Peningkatan kualitas
pendidikan memang merupakan pekerjaan rumah yang tidak juga terselesaikan
walaupun berbagai cara telah dilakukan. Berbagai kebijakan dicanangkan untuk
mengangkat kualitas proses dan asil proses pendidikan ini, bahkan setiap saat
kurikulum diganti untuk menyesuaikan proses dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu perkiraan yang menyebabkan kemerosotan kualitas ini adalah
rendahnya kualitas guru.
Guru adalah ujung tombak pendidikan di sekolah, oleh karena itu, upaya
peningkatan kualitas guru sudah seharusnya menjadi bagian rencana strategis
dan masuk dalam kelompok prioritas utama. Jika kualitas diri guru meningkat,
otomatis kualitas pendidikanpun akan meningkat, begitu juga dengan output-nya.
Oleh karena itu, program pengembangan dan peningkatan kualitas guru,
merupakan hal yang urgen.
Akibat kemerosotan kualitas hasil proses pendidikan dan pembelajaran
inilah, selanjutnya pada para guru diterapkan berbagai program peningkatan
kualitas diri. Program peningkatan kualitas diri ini dilakukan dengan berbagai
kegiatan, seperti di laksanakannya inhouse training yaitu merupakan program
pelatihan bagi guru yang dilakukan ditempatnya sendiri, dengan peralatan sendiri
dan mendatangkan trainernya sendiri sesuai dengan topik yang sedang
dibutuhkan.
C. Tujuan
1. Menjamin agar tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan
tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah
3. Menjamin terciptanya integritas, sinkronisasi, dan sinergi, baik antar pelaku
sekolah, antara sekolah, dan dinas pendidikan kab/ kota.
4. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, pengaggaran,
pelaksanaan dan pengawasan
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif,
berkeadilan, dan berkelanjutan

D. Indikator

1. Meningkatnya semangat guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.


2. Meningkatnya kemampuan Guru menggunakan TIK dalam proses belajar
mengajar.
3. Meningkatnya antusias Siswa lebih dalam mengikuti proses belajar
mengajar
4. Hasil nilai Standar Kelulusan siswa kelas 6 meningkat dari tahun ajaran
sebelumnya.

E. Hasil Yang Diharapkan


1. Proses belajar mengajar lebih efisien dan efektif
2. Guru terampil menggunakan TIK dalam proses belajar mengajar.
3. Perolehan nilai siswa di atas KKM.
4. Perolehan nilai rata – rata UN meningkat
5. Peringkat UN tingkat kecamatan meningkat,dari ranking 10 menjadi 6
besar.

F. Sumber Daya Yang Diperlukan


a. Nara sumber TIK untuk mengampu materi pada kegiatan Diklat
Implementasi TIK dalam Pembelajaran di SMA PGRI 2 Sampit
b. Pembiayaan
c. Media pembelajaran berupa Laptop,LCD beserta perlengkapannya.

G. Langkah-langkah Kegiatan
1. Persiapan
1) Sosialisasi Rencana Kegiatan
2) Pembentukan Panitia pelaksanaan MGMP
3) Penyusunan Proposal Kegiatan
4) Pengadaan LCD, Latop, Layar, Kabel data, sound sistem
5) Persiapan administrasi kegiatan
6) Buat undangan

2. Pelaksanaan
Diklat Implementasi TIK dalam Pembelajaran di SMA PGRI 2 Sampit dalam
rangka upaya meningkatkan komampuan guru memilih bahan ajar yang
relevan .
Hari, tanggal : Sabtu - Senin,
Tanggal : 6 dan 8 September 2019.
Waktu, : Pukul 12:00-15:00 WIB

3. Monitoring dan Evaluasi


Adapun tujuan utama dari kegiatan monitoring dan evaluasi adalah untuk:
a. mengetahui tingkat keterlaksanaan program;
b. mengetahui keberhasilan program;
c. bahan masukan dalam perencanaan pembinaan sekolah tahun berikutnya.
d. melakukan pembinaan bagi sekolah agar pada tahun berikutnya diperoleh
hasil yang lebih baik/meningkat secara signifikan
e. mengidentifikasi dan menjustifikasi item-item program yang belum dapat
terlaksana secara optimal

4. Refleksi
Kondisi ideal yang diharapkan setelah kegiatan Diklat adalah, Guru mampu
menggunakan TIK sebagai media dalam pembelajaran sehingga prestasi
siswa meningkat
H. Penutup
Kompetensi Guru dalam dalam penggunaan TIK sebagai media pembelajaran di
SMAS PGRI 2 SAMPIT merupakan pedoman bagi kepala sekolah dalam
mengawasi pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Progam Rencana
Pengembangan Sekolah melalui Diklat Implementasi TIK dalam Pembelajaran di
SMA PGRI 2 Sampit disusun selaras dengan visi, misi dan tujuan pendidikan di
sekolah. Program yang disusun diarahkan pada layanan professional kepala
sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Untuk mewujudkan hal
tersebut,sekolah perlu meningkatkan mutu pelayanan pendidikan melalui
penggunaan TIK sebagai media pembelajaran

Palangka Raya, 26 Agustus 2019

Kepala SMAS PGRI 2 Sampit,

ROHMAD WIDIYANTO, S.Pd., M.Hum


NIP 19700624 199801 1 001

Mengetahui

Pengajar, Pengajar

Dra Hj. TATI SUMIATI, M. Si Dr. RUSNANIE, M.Pd


NIP 19660810 199412 2 003 NIP 19721106 199702 2 001