Anda di halaman 1dari 8

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN

DENGAN INTEGRATED CLINICAL PATHWAY


UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN

Maria Yulita Meo*

*Universitas Nusa Nipa Maumere Indonesia

Email: yulitameo07@gmail.com

ABSTRAK

Dalam era globalisasi sekarang ini, rumah sakit dituntut untuk meningkatkan kinerja serta mampu
merumuskan kebijakan-kebijakan strategis antara lain efisiensi dari dalam (organisasi, manajemen, serta
SDM) serta harus mampu secara cepat dan tepat mengambil keputusan untuk peningkatan pelayanan
kepada masyarakat agar dapat menjadi organisasi yang responsif, inovatif, efektif, efisien,menguntungkan
juga tanggap terhadap perkembangan IPTEK termasuk teknologi informasi. Teknologi ini disebut sistem
informasi manajemen yang pada pelaksanaannya terintegrasi dengan clinical pathway. Dalam formulasi
clinical pathway terdiri dari tindakan multidisiplin dan salah satunya bidang keperawatan. Upaya realisasi
penerapan clinical pathway dan mengintegrasikannya dengan system informasi manajemen menjadi
solusi bagi proses pencatatan yang menyita waktu dan banyaknya dokumentasi yang harus ditulis (paper-
based documentation). Artikel ini memberikan rekomendasi untuk menggunakan clinical pathway
sebagai salah satu perangkat untuk mengelola kualitas pelayanan kesehatan mengenai standardisasi
proses perawatan berdasarkan pada praktek berbasis bukti untuk kelompok pasien tertentu dengan alur
prediksi klinis.Integrated Care Pathway (ICP) merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk
meningkatkan mutu pelayanan dengan mencegah adanya variasi pelayanan yang tidak perlu. Sistem
informasi yang terintegrasi akan memudahkan setiap tim kesehatan untuk dapat mengetahui informasi
pasien secara lengkap dan mengurangi pengumpulan data secara berulang – ulang yang dilakukan oleh
setiap tim kesehatan. Proses pengembangan dan penerapan ICP diharapkan pada akhirnya akan bermuara
pada peningkatan mutu pelayanan keperawatan.

Kata kunci : Sistem Informasi, Manajemen Keperawatan, Clinical Pathway, Kualitas pelayanan.

Pendahuluan bermutu (Azwar, 2009). Filosofi dari


Rumah sakit merupakan bagian manajemen mutu menyebutkan bahwa cara
integral dari pelayanan kesehatan yang paling efektif dalam meningkatkan mutu
mengalami perubahan orientasi nilai dan adalah dengan mengurangi variasi (Cheah,
pemikiran. Untuk dapat bertahan hidup dan 2000), namun variasi dalam tindakan medis
berkembang di dalam lingkungan yang untuk kondisi klinis yang sama dipengaruhi
cepat berubah dan kompetitif, rumah sakit oleh banyak hal, adanya perubahan kondisi
harus mengubah paradigma pengelolaan klinis, kompleksitas masalah klinis,
rumah sakit ke arah sudut pandang perbedaan sumber daya institusi, dan
konsumen. Pendekatan mutu pelayanan dan kemampuan pasien merupakan penyebab
kepuasan pelanggan menjadi salah satu munculnya variasi medis. Integrated Care
strategi penting yang tidak bisa diabaikan Pathway (ICP) atau ClinicalPathway
(Suryani, 2008). Berbagai fakta dikenal sebagai salah satu upaya atau
menunjukkan adanya masalah serius dalam instrument yang dapat digunakan untuk
mutu pelayanan kesehatan di Indonesia. Hal meningkatkan mutu pelayanan dengan
ini disebabkan karena belum adanya sistem mencegah adanya variasi pelayanan yang
pengendali mutu yang terbaik yang dapat tidak perlu (Ns, Yasman, & Kep, 2012)
diterapkan. Pemahaman secara lebih Peranan Sistem Informasi
mendalam tentang good governance Manajemen di dalam keperawatan adalah
merupakan salah satu upaya terhadap untuk mendukung segala aspek dari praktik
perwujudan pelayanan kesehatan yang lebih keperawatan itu sendiri. Termasuk di

48 Jurnal Managemen Keperawatan . Volume 3, No. 1, Mei 2015; 48-55


dalamnya pemberian asuhan dengan kondisi tertentu melalui diagnosis
keperawatan,pendidikan, penelitian, dan pengalaman klinis untuk hasil yang positif.
manajemen (McHaney, 2008). Clinical Clinical pathway adalah alur yang
pathway merupakan perangkat koordinasi menunjukkan secara detail tahap-tahap
dan komunikasi bagi para petugas yang penting dari pelayanan kesehatan termasuk
terlibat dalam tatalaksana pasien yang hasil yang diharapkan. Secara sederhana
sama.Clinical pathway merupakan dapat dibilang bahwa clinical pathway
perangkat bantu untuk penerapan standar adalah sebuah alur yang menggambarkan
pelayanan medik (evidence based clinical proses mulai saat penerimaan pasien hingga
practice guideline). Sitorus mengutip pemulangan pasien. Clinical pathway
pernyataan Muller et al (2008) bahwa menyediakan standar pelayanan minimal
penerapan clinical pathways merupakan dan memastikan bahwa pelayanan tersebut
sebuah pendekatan yang dapat digunakan tidak terlupakan dan dilaksanakan tepat
dalam rasionalisasi biaya tanpa mengurangi waktu. Clinical pathway memiliki banyak
mutu. Metode ini merupakan model nama lain seperti: Critical care pathway,
manajemen pelayanan kesehatan yang telah Integrated care pathway, Coordinated care
banyak diterapkan rumah sakit di berbagai pathway, Caremaps (alur perawatan, alur
belahan dunia. Pada tahun 2003 dilaporkan kritis, alur perawatan terintegrasi atau peta
bahwa sebanyak 80% rumah sakit di perawatan), adalah salah satu perangkat
Amerika Serikat telah menerapkan clinical utama yang digunakan untuk mengelola
pathways (Sitorus, 2011). Care pathways kualitas pelayanan kesehatan mengenai
merupakan “the heart of quality and patient standardisasi proses perawatan (Ns et al.,
safety”. Care pathways menjadi sangat 2012)
penting sebagai petunjuk “multidisciplinary 2. Tujuan
teams” – termasuk klinikan, para manajer Tujuan utama implementasi ICP
dan pasien sampai pada tingkatan menurut Depkes RI (2010) adalah untuk:
pelaksanaan sehari-hari (Olsson, Hansson, a. Memilih “best practice” pada saat pola
& Ekman, 2009) praktek diketahui berbeda secara
bermakna.
Teori-Teori Yang Mendasari b. Menetapkan standar yang diharapkan
1. Defenisi Integrated Clinical Pathway mengenai lama perawatan dan
Wilson (1995) mendefinisikan penggunaan pemeriksaan klinik serta
“care pathway” sebagai proses multidisiplin prosedur klinik lainnya.
yang berfokus pada perawatan pasien, yang c. Menilai hubungan antara berbagai tahap
terjadi tepat waktu untuk menghasilkan dan kondisi yang berbeda dalam suatu
hasil terbaik yang telah ditentukan, dalam proses serta menyusun strategi untuk
sumber daya dan kegiatan yang tersedia, mengkoordinasikan agar dapat
untuk sebuah episode perawatan yang tepat. menghasilkan pelayanan yang lebih
Jhonson (1997) memperkenalkan ide cepat dengan tahapan yang lebih sedikit.
menggunakan ICP sebagai alat untuk d. Memberikan peran kepada seluruh staf
meningkatkan kualitas dan mendefinisikan yang terlibat dalam pelayanan serta
ICP sebagai semua elemen perawatan dan peran mereka dalam proses tersebut.
pengobatan yang diantisipasi dari semua e. Menyediakan kerangka kerja untuk
anggota tim multidisiplin, bagi pasien mengumpulkan dan menganalisa data
dengan kasus tertentu dalam jangka waktu proses pelayanan sehingga provider
yang disepakati untuk pencapaian outcome dapat mengetahui seberapa sering dan
yang telah disepakati. Sedangkan menurut mengapa seorang pasien tidak
Middleton (2000), ICP harus mencakup mendapatkan pelayanan sesuai standar.
serangkaian intervensi yang diharapkan, f. Mengurangi beban dokumentasi klinik.
ditempatkan dalam kerangka waktu yang g. Meningkatkan kepuasan pasien melalui
tepat, ditulis dan disepakati oleh tim peningkatan edukasi kepada pasien,
multidisiplin, untuk membantu pasien misalnya dengan menyediakan informasi

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan 49


dengan Integrated Clinical Pathway Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Maria Yulita Meo
yang lebih tepat tentang rencana 4. Penerapan ICP
pelayanan. a. Keputusan untuk mengembangkan ICP
3. Karakteristik Clinical Pathway Adanya keputusan untuk
Menurut International Journal of mengembangkan ICP tergantung dari
Care Pathways (Panella & Vanhaecht, area klinis yang menjadi prioritas.
2010), karakteristik Clinical Pathway/ Care Karena untuk mengembangkan ICP
Pathways terdiri dari sebuah pernyataan perlu kesepakatanmultidisiplin.
tujuan dan “key elements” dari care based b. Identifikasi stakeholder dan pimpinan
on evidence, best practice, dan harapan Stakeholder adalah semua pihak yang
pasien dan karakteristik tekait dengan pengembangan ICP dan
semuanya,memfasilitasi komunikasi outcomenya. Stakeholder ini bisa berupa
diantara anggota team dengan pasien dan internal stakeholder seperti user (pasien,
keluarga,mengkoordinasikan proses tim multidisiplin, perawat primer) dan
perawatan dengan peran koordinasi dan external stakeholder seperti asuransi,
rangkaian aktifitas team perawatan organisasi profesi, dan lain-lain.
multidisiplin, pasien dan keluarganya; c. Identifikasi pimpinan dan tim yang
mendocumentasikan, monitoring, dan bertanggungjawab
evaluasi dari perbedaan dan outcomes/ Juga penting untuk membentuk tim ICP
hasil,mengidentifikasi sumber daya yang yang mendorong dan mempertahankan
dimiliki. proses perubahan.
Produk pathway terlihat dari empat d. Proses mapping
level yaitu Model pathway Proses mapping akan menghasilkan
(international/national/regional level, sebuah peta perjalanan pasien
prospective and not organization specific), berdasarkan berbagai perspektif. Dari
Operational pathway (local level, peta ini tim multidisiplin dapat mengkaji
prospective and organization specific), masalah dan langkah-langkah yang akan
Assigned pathway (patient level, dipakai. Proses mapping merupakan
prospective and organization and patient tahap yang paling penting.
specific) dan Completed pathway (patient e. Audit awal dan pengumpulan data
level, retrospective and organization and Audit awal untuk ICP harus dilakukan
patient specific) (Panella & Vanhaecht, sebagai permulaan project. Hasil yang
2010). Komponen yang ada di Clinical didapat tidak hanya mengidentifikasikan
Pathway/ Care Pathways, terdiri dari : a. adanya gap dalam pelayanan, tetapi juga
The Pathway: Paparan visual tentang sebagaievaluasi dasar ICP.
intervensi spesifik yang harus dikerjakan f. Pengembangan isi ICP
pada waktu tertentu b. Variance Sheet: ICP harus berisi 4 hal yaitu kegiatan
Formulir yang berisi: tanggal, masalah dalam bentuk elemen rencana
varians yang terjadi, intervensi, outcome, perawatan, detail alat yang dibutuhkan
dan tanda tangan. c. Practice Guidelines: seperti grafik keseimbangan cairan, hasil
uraian rinci langkah kegiatan yang harus yang harus dicapai misalnya dicapai
dilaksanakan dari pathway: “how to” dengan target hari rawat, dan pelacakan
variasi sebagai elemen unik dari ICP. Isi
klinis ICP tidak dapat didikte, hal ini
akan ditentukan oleh tim dengan
keahlian dalam mengelola kelompok
tertentu dari pasien, dan untuk siapa
dokumen ini dirancang.
g. Pilot project dan implementasi
Komunikasi yang kuat dan rencana
pendidikan sangat penting untuk
mendukung sukses proyek ICP.Tujuan
Gambar CP as concept, model, process & komunikasi dan pendidikan adalah
product untuk memastikan bahwa pesan yang

50 Jurnal Managemen Keperawatan . Volume 3, No. 1, Mei 2015; 48-55


tepat disampaikan kepada orang-orang a. Dokumentasi ICP ini membutuhkan
yang tepat, dengan cara dantempat yang waktu yang relative lama dalam
tepat. pembentukan dan pengembangannya.
h. Review ICP secara teratur b. Tidak terlihat proses keperawatan
Ketika meninjau ulang (mereview) ICP secara jelas karena harus
harus difokuskan kepada 3 pertanyan menyesuaikan dengan tahap
utama yaitu: perencanan medis, pengobatan, dan
1) Penyelesaian ICP pemeriksaan penunjang lainnya.
Apakah ICP digunakan pada kasus c. Format dokumentasi hanya
yang tepat?Apakah ada informasi digunakan untuk masalah spesifik,
yanghilang? Apakah staf contoh format ICP untuk bedah
memerlukan catatan sampingan yang tulang tidak dapat digunakan untuk
tidak ada dalamICP? unit bedah syaraf. Sehingga akan
2) Jenis variasi yang dicatat banyak sekali format yang harus
Apakah variasi yang ada dicatat? dihasilkan untuk seluruh pelayanan
Apakah staf paham bagaimana yang tersedia
mencatat variasi tersebut?
3) Kepuasan staf Dapat dilakukan Gagasan Inovasi
menggunakan kuesioner, tren apa Upaya peningkatan mutu Pelayanan
yang terlihat? kesehatan adalah langkah terpenting untuk
5. Kelebihan Penggunaan ICP meningkatkan daya saing usaha Indonesia
Banyak rumah sakit mulai menerapkan di sektor kesehatan. Keberhasilan yang
ICP dalam pemberian pelayanan diperoleh suatu layanan kesehatan dalam
kesehatan kepada pasien, karena meningkatkan mutu pelayanannya sangat
penggunaan ICP memiliki kelebihan berhubungan erat dengan kepuasan pasien.
antara lain sebagai berikut: Oleh sebab itu,manajemen suatu pelayanan
a. ICP merupakan format kesehatan perlu menganalisis sejauh mana
pendokumentasian multidisiplin. mutu pelayanan yang diberikan. Seiring
Format ini dapat memberikan dengan banyaknya pelayanan kesehatan
efisiensi dalam pencatatan, dimana yang telah berdiri dan memberikan berbagai
tidak terjadi pengulangan atau macam alternatif kepada konsumennya
duplikasi penulisan, sehingga untuk memilih sesuai dengan harapan dapat
kemungkinan salah komunikasi menyebabkan persaingan yang ketat.
dalam tim kesehatanyang merawat Sistem informasi yang terintegrasi akan
pasien dapat dihindarkan memudahkan setiap tim kesehatan untuk
b. Meningkatkan peran dan komunikasi dapat mengetahui informasi pasien dan juga
dalam tim multidisiplin sehingga rencana pengobatan maupun perawatan
masing – masing anggota tim berdasarkan apa yang terjadi pada saat itu
termotivasi dalam peningkatan dan apa rencana yang diinginkan di
pengetahuan dan kompetensi. kemudian hari. Perawatan pasien akan lebih
c. Terdapat standarisasi outcome sesuai baik dikarenakan akan mengurangi
lamanya hari rawat, sehingga akan pengumpulan data secara berulang –ulang
tercapai effective cost dalam yang dilakukan oleh setiap tim kesehatan
perawatan. (Yoder-Wise, 2011).
d. Dapat meningkatkan kepuasan pasien Banyak rumah sakit telah memiliki
karena pelaksanaan discharge format perencanaan tindakan medis harian,
planning kepada pasien lebih jelas. format ini disusun untuk tujuan rencana
6. Kekurangan Penggunaan ICP tindakan medis yang akan diberikan kepada
Selain mempunyai kelebihan dalam pasien secara periodik harian, pengisiannya
penggunaan ICP, perlu dicermati juga dilakukan oleh dokter residen dengan
kekurangan yang ditemui dalam supervisi dokter spesialis memberikan
penerapan format ICP ini, antara lain evaluasi terhadap praktek yangdilakukan
sebagai berikut: (Croucher, 2005).Clinical pathway adalah

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan 51


dengan Integrated Clinical Pathway Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Maria Yulita Meo
konsep perencanaan pelayanan terpadu kegiatan yang sistematik memasukkan
yang merangkum setiap langkah yang standar . Tujuan clinical pathway antara
diberikan kepada pasien berdasarkan lain memfasilitasi penerapan clinical guide
standarkonsep
pelayanan,
perencanaan standar
pelayanan asuhan
terpadu dan audit
kegiatan yangklinik dalammemasukkan
sistematik praktek klinik,
yang merangkum
keperawatan dan standarsetiap langkah
pelayanan yang
tenaga standar . Tujuan komunikasi
memperbaiki clinical pathway antara
dan perencanaan
diberikan kepada pasien berdasarkan lain memfasilitasi penerapan clinical guide
kesehatan lainnya, yang berbasis bukti multidisiplin, mencapai atau melampaui
standar pelayanan, standar asuhan dan audit klinik dalam praktek klinik,
dengankeperawatan
hasil yangdan dapat diukur
standar dan dalam
pelayanan tenaga standar mutu
memperbaiki yang ada,
komunikasi danmengurangi
perencanaan variasi
jangka kesehatan
waktu tertentu
lainnya,selama
yangdiberbasis
rumah sakit
bukti yang tidak diinginkan
multidisiplin, mencapai ataudalammelampaui
praktek klinik,
(Firmanda, 2006).
dengan hasil yang dapat Clinical pathway
diukur dan dalam memperbaiki
standar mutu yangkomunikasi antaravariasi
ada, mengurangi klinisi dan
jangka waktu
merupakan rencanatertentumultidisiplin
selama di rumahyang sakit yang tidak diinginkan
pasien, dalam praktek
meningkatkan kepuasanklinik,pasien,
(Firmanda,
memerlukan 2006).
praktik Clinical pathway
kolaborasi memperbaiki
identifikasi komunikasi antara klinisi
masalah risetdan dan
pasien, meningkatkan kepuasan pasien,
denganmerupakan
pendekatanrencana
memerlukan
team, multidisiplin yang
melalui
praktik
kegiatan
kolaborasi
pengembangan.
identifikasi masalah riset dan
day to dengan
day, berfokus
pendekatanpada team, pasien
melalui dengan
kegiatan pengembangan.
day to day, berfokus pada pasien dengan
Gambar Clinical Pathway for closed head injury
(Sumber : CPIC Management Committee-Queensland
Gambar Government/Queensland
Clinical Pathway for closed head injury Health (2007)
(Sumber : CPIC Management Committee-Queensland Government/Queensland Health (2007)

52 Jurnal Managemen Keperawatan . Volume 3, No. 1, Mei 2015; 48-55


Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan 53
dengan Integrated Clinical Pathway Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Maria Yulita Meo
Diskusi dalam sistem informasi manjemen.
Clinical pathway adalah rencana Clinical pathway dapat digunakan untuk
penatalaksanaan pasien yang bersifat memberikan pelayanan keperawatan
multidisiplin,yang berisi detail langkah- professional, dengan menghemat waktu dan
langkah penanganan seorang pasien mulai tenaga.
masuk RS sampai dengan keluar RS.
Clinical pathway merupakan langkah- DAFTAR PUSTAKA
langkah protokol terapi dan standar
pelayanan pasien. Clinical pathway lebih Cheah, J. (2000). Development and
merupakan pengingat (reminder) dan implementation of a clinical
perangkat evaluasi untuk kemajuanpasien. pathway programme in acute care
Clinical pathway bukan merupakan tirani general hospital in Singapore.
bukti ilmiah dan tidak mengancam International Journal for Quality in
kebebasan klinik.Penyimpangan/ variansi Health Care, 12, pp.403-412.
dari pathway masih sangat dimungkinkan CPIC Management Committee-
sesuai dengan perkembangan kondisi Queensland Government/
pasien.Wolf,dkk telah melakukan penelitian Queensland Health, (2007) Clinical
pada 123 pasien stroke di australia dengan Pathway for Hernia/ Herniorrhaphy,
mengguakan metode pre and post test Herniorrhaphy v.2.0, diakses tanggal
analysis memperoleh hasil bahwa clinical 10 september 2014.
pathway secara signifikan memperbaiki Croucher, Michelle. (2005). An evaluation
kepatuhan program terapi,sedangkan pada of the quality of integrated care
penelitian kwan,dkk di inggris dengan pathway development in the UK
menggunakan metode yang serupa pada National Health Service. Journal of
251 pasien stroke memperoleh hasil adanya Integrated Care Pathways, 9, pp.6-
perbaikan proses pelayanan (Pinzon, 12.
Asanti, & Widyo, 2009) Depkes RI. (2007) Rencana Kerja
Penelitian lain pernah dilakuakan Implementasi Casemix 15 RS Pilot
oleh van exel,dkk di belanda dengan Project di Indonesia. Jakarta : Ditjen
metode uji klinik non randomisasi pada 411 Bina Pelayanan Medik.
pasien stroke diperleh hasil bahwa Depkes RI. (2010). Clinical Pathway.
pemberlakuan pathway terbukti bermanfaat Jakarta: Ditjen Bina Pelayanan
menurunkan lama inap dan pembiayaan. Medik.
Implementasi cp sangat erat berhubungan Firmanda, D. (2006). Clinical Pathways
dan berkaitan dengan clinical governance Kesehatan Anak, 8(3), 195–208.
dalam rangka menjaga dan meningkatkan Guinane, Carole. S., (1997) Clinical Care
mutu pelayanan dengan biaya yang dapat di Pathways: tools and methods for
estimasi dan terjangkau.Secara sederhana designing, implementing, and
clinical governance adalah suatu cara ( analysing efficient care practices,
sistem ) upaya menjamin dan meningkatkan Mosby
mutu pelayanan secara sistematis dalam ICP (Journal of Integrated Care
suatu organisasi penyelenggara pelayanan Pathways), (2004) 8: 41 for
kesehatan ( rumah sakit) yang efisien. rheumatoid arthritis in the
outpatient setting (South
Kesimpulan Warwickshire General Hosptials
Clinical care pathway merupakan NHS Trust)
rencana kolaboratif asuhan pasien yang http://ijcp.rsmjournals.com/site/mi
mensyaratkan kerjasama antar dokter, sc/icp_chilton.pdf, diakses tanggal
perawat, staf klinis, dan staf penunjang. 21 April 2012.
Alat dokumentasi primer yang merupakan Iyer & Camp. (2005). Nursing
bagian dari keseluruhan proses dokumentasi Documentation : A Nursing
asuhan (Guinane, Carole. S., 1997) dan Process Approach. Terjemahan
untuk mengoperasionalkannya terintegrasi Dokumentasi Keperawatan : Suatu

54 Jurnal Managemen Keperawatan . Volume 3, No. 1, Mei 2015; 48-55


Pendekatan Proses Keperawatan. Panella & Vanhaecht, (2010), International
Edisi 3, EGC. Journal of Care Pathways
Middleton S. (2000). Integrated care https://perswww.kuleuven.be/~u00353
pathways: a practical approach to 50/00000097390f70c01/00000097390f
implementation. Oxford: 9220
Butterworth Heinemann. 9/00000097391053601/index.html) ,
Ns, O., Yasman, Y., & Kep, S. (2012). diakses tanggal 21 April 2012
Universitas Indonesia Penerapan Sitorus (2011) Penerapan Clinical
Integrated Care Pathways ( Icp ) Pathways Terbukti Mampu
Sebagai Bagian Sistem Informasi Menurunkan Biaya Pengobatan di RS,
Manajemen Keperawatan, www.ugm.ac.id/.../3142-penerapan-
(1106122972), 1–16. clinical-pathway, diakses 28 Oktober
Olsson, L., Hansson, E., & Ekman, I. 2011.
(2009). A Cost-Effectiveness Study Wilson, J. (1995). Multidisciplinary
Of A Patient-Centred Integrated Care pathways of care: a tool for
Pathway, (Johnell 1997). minimizing risk. Br J Health Care
Doi:10.1111/J.1365- Manage, 1, 720-724.
2648.2009.05017.X Yoder-Wise, P. S. (2011). Leading and
Pinzon, R., Asanti, L., & Widyo, K. (2009). managing in nursing. United States
Clinical Pathway Dalam Pelayanan of America: Elsevier Mosby.
Stroke Akut : Apakah Pathway
Memperbaiki Proses Pelayanan ?,
12(01), 20–23.

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Keperawatan 55


dengan Integrated Clinical Pathway Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Maria Yulita Meo