Anda di halaman 1dari 1

Sejak 24 Juni 2019 lalu, wabah hepatitis A yang menginfeksi banyak warga di Kabupaten Pacitan,

Jawa Timur, telah ditetapkan dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini disebabkan karena
dalam waktu kurang dari dua minggu jumlah penderita mencapai 824 orang per 27 Juni
2019. Angka itu didapat berdasarkan catatan keluhan pasien yang sesuai dengan gejala hepatitis
A, yaitu urine berwarna gelap, kondisi fisik lemah, hilang nafsu makan, nyeri, perut terasa tidak
nyaman, dan demam. Menurut pihak peneliti dan dokter setempat, pasien dengan keluhan
tersebut akan digolongkan ke dalam terduga hepatitis, yang selanjutnya akan melalui tahapan uji
klinis dan serologi untuk menetapkan diagnosis penyakit tersebut.

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A.
Infeksi yang mengganggu kerja organ hati ini dapat menular dengan mudah melalui
makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A. Gejala hepatitis A muncul
beberapa minggu setelah penderita tertular virus tersebut. Gejala utama yang paling terlihat
pada penderita yaitu perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning. Tetapi, sebelum
timbulnya penyakit kuning, penderita dapat mengalami urine berwarna gelap, kondisi fisik
lemah, hilang nafsu makan, nyeri, perut terasa tidak nyaman, dan demam. Hepatitis A dapat
dicegah dengan beberapa cara, antara lain dengan melakukan vaksinasi hepatitis A, menjaga
kebersihan diri dan lingkungan, menghindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang,
mencuci alat makan menggunakan air mengalir dengan bersih, dan menghindari penggunaan
alat makan secara bersama-sama.