Anda di halaman 1dari 6

Nama : Tifa Paramitha

NIM : 23016007
Tugas Topik-Topik Teknik Kimia

AMBERLITE LA-2
Amberlite LA-2 adalah amina sekunder yang memiliki berat molekul tinggi/ rantai panjang
(BM=353,67). Berat molekul yang tinggi memberikan kelarutan yang sangat baik pada pelarut
organik dan kelarutan yang sangat rendah dalam larutan aquatik. Amberlite LA-2 yang
dilarutkan pada pelarut organik adalah ekstraktan yang efektif untuk asam karboksilat. Baru-
baru ini, recovery asam karboksilat oleh sistem amina dari larutan aquatik, seperti kaldu
fermentasi dan air limbah, termasuk konsentrasi asam di bawah 10% (berat/berat) telah
menarik minat peneliti. Beberapa asam karboksilat yang telah diekstraksi dengan
menggunakan Amberlite LA-2 meliputi :
a. Asam format (Reactive Extraction of Formic Acid by Amberlite LA-2 Extractant)
Deskripsi
Asam format adalah cairan tak berwarna dan mudah menguap yang dapat bercampur dengan
air. Asam format banyak digunakan di industri tekstil, industri penyamakan kulit, industri
pengolahan karet, dan industri farmasi. Sintesis asam format menghasilkan larutan aquatik
dengan kadar asam format sebesar 20-50 %. Bila dikonsentrasikan dengan distilasi, air dan
asam format akan membentuk azeotrop, sehingga asam format tidak bisa diperoleh secara
langsung dalam bentuk anhidrat. Distilasi bertekanan, distilasi ekstraktif, dan distilasi
azeotropik dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan. Namun proses tersebut
membutuhkan energi yang tinggi. Untuk mengurangi biaya untuk mengkonsentrasikan asam
format, ekstraksi reaktif dapat digunakan sebagai alternatif.
Reaksi asam format dengan Amberlite LA-2 membentuk kompleks adalah sebagai berikut.
HAaq + pSorg (HASp)org ………………………….……………………………………….(1)
Dengan aq dan org adalah fase aquatik dan organik. Sedangkan HA adalah molekul asam yang
tidak terdisosiasi, S adalah molekul amin (Amberlite LA-2), p adalah angka solvasi dari
Amberlite LA-2.
Percobaan
Bahan yang digunakan Amberlite LA-2, asam format, dan pelarut berupa ester (dimetil ftalat,
dimetil adipat, dimetil suksinat, dimetil glutarat, dietil karbonat), alkohol (isoamil alkohol,
hexan-1-ol, octan-1-ol, nonan-1-ol, decan-1-ol), dan keton (disobutil keton (DIBK),
metilisobutil keton (MIBK)).
Nama : Tifa Paramitha
NIM : 23016007
Tugas Topik-Topik Teknik Kimia

Fase aquatik dibuat dengan melarutkan asam format dengan air distilasi pada konsentrasi asal
sebesar 2,173 mol/L. Sedangkan fase organik dibuat dengan melarutkan Amberlite LA-2 pada
pelarut sehingga diperoleh konsentrasi dengan rentang 0,371 – 1,859 mol/L.
Volume tertentu dari fase aquatik dan fase organik dimasukkan dalam Erlenmeyer. Kemudian
campuran dijaga di wadah selama 3 jam untuk mencapai pemisahan yang sempurna. Sampel
yang diambil dipisahkan dengan menggunakan sentrifugasi.
Hasil yang diperoleh
- Koefisien distribusi meningkat dari 3,723 menjadi 19,894 dengan penambahan Amberlite
LA-2. Hal ini dapat dilihat bahwa kemampuan ekstraksi Amberlite LA-2 berubah dengan
naikknya konsentrasi awal Amberlite LA-2. Berdasarkan eksperimen diperoleh bahwa
alkohol memiliki koefisien distribusi yang paling tinggi dibandingkan ester dan keton.
Berikut ini adalah data urutan pelarut berdasarkan penurunan koefisien distribusi pada
ekstraksi asam format oleh Amberlite LA-2 :
Alkohol : isoamil alkohol > hexan-1-ol > octan-1-ol > nonan-1-ol > decan-1-ol
Ester : dietil karbonat > dimetil suksinat > dimetil glutarat > dimetil adipat > dimetil ftalat
Keton : metilisobutil keton (MIBK) > disobutil keton (DIBK)
- Pada ekstraksi secara fisika, asam format memiliki afinitas yang rendah khususnya pada
asam dengan konsentrasi rendah. Berdasarkan eksperimen dengan menggunakan pelarut
isoamil alkohol, derajat ekstraksi asam format sebesar 37,690 %. Sedangkan ekstraksi
dengan menggunakan ekstraktan Amberlite LA-2, derajat ekstraksi sebesar 95,213 %.
b. Asam glikol (Extraction of Glycolic Acid from Aquous Solutions by Amberlite LA-2 in
Different Diluent Solvents)
c. Asam tartarat (Reactive Extraction of L (+) Tartaric Acid by Amberlite LA-2 in Different
Solvents)
Selain itu, asam karboksilat, Amberlite LA-2 dapat juga digunakan sebagai ekstraktan dalam
ekstraksi penicillin G. (Kinetics of Reactive Extraction of Penicillin G by Amberlite LA-2 in
Kerosene)
Deskripsi
Penicillin G adalah salah satu antibiotak yang penting. Ekstraksi penicillin G secara fisika
hampir diabaikan karena rendahnya kelarutan penicillin G pada pelarut organik non polar
seperti kerosene. Gambar 1 memperlihatkan sistem perpindahan untuk ekstraksi reaktif
penicillin G dengan menggunakan ekstraktan (Amberlite LA-2) pada pelarut organik yang
Nama : Tifa Paramitha
NIM : 23016007
Tugas Topik-Topik Teknik Kimia

sangat non polar. Dua mol dari penicillin yang tidak terdisosiasi bereaksi langsung dengan dua
mol ekstraktan pada antarmuka fase aquatik dan fase organik membentuk satu mol kompleks
penicillin-Amberlite LA-2 (A2(HP)2). Kemudian kompleks berdifusi menuju fase organik.
Reaksi antara penicillin G dan ekstraktan digambarkan sebagai berikut:
2A + 2HP A2(HP)2 ………………............…………………………...…………………(2)
Reaksi seperti di atas efektif hanya ketika pelarut non polar digunakan pada fase organik.
Pembentukan kompleks A2(HP)2 pada kerosene adalah hasil dari interaksi dipol-dipol pasangan
ion. Konstanta kesetimbangan reaksi Penicillin G dan Amberlite LA-2 dijelaskan sebagai
berikut.
CA2(HP)2
K eq = C 2 ……………………………………………………………………………….(3)
A CHP 2

Gambar 1 Mekanisme Perpindahan Penicillin G dari fase aquatik ke fase organik

Percobaan
fase organik dibuat dengan melarutkan Amberlite LA-2 dengan kerosene. Sedangkan fase
aquatik dibuat dengan melarutkan penicillin G garam kalium pada larutan buffer sitrat. Fase
buffer sitrat terdiri dari campuran asam sitrat dan trisodium sitrat dengan konsentrasi 0,408
mol/dm3.
Mulanya, 140 ml fase organik dimasukkan di dalam vessel dan diaduk dengan kecepatan 250
rpm. Kemudian dilanjutkan dengan mengambil sampel pada interval waktu tertentu setelah
dilakukan penambahan 35 ml fase aquatik. Sampel seccara spontan terpisah menjadi dua fase
karena sifat tidak larut antara keduanya. Untuk pemurnian, fase aquatik dilakukan proses
pemurnian dengan setrifugasi.
Hasil yang diperoleh
- Reaksi antara penicillin G dan Amberlite LA-2 pada pelarut organik non polar dan konstanta
kesetimbangannya diterangkan seperti pada persamaan (2) dan (3). Gambar 2 menjelaskan
Nama : Tifa Paramitha
NIM : 23016007
Tugas Topik-Topik Teknik Kimia

hubungan kesetimbangan antara CA2(HP)2/CA2 dan CHP dan slope yang dihasilkan adalah 2,
yang mengkonfirmasi bahwa persamaan (2) dan (3) adalah benar.

Gambar 2 Kesetimbangan reaksi antara Penicillin G dan Amberlite LA-2 pada sistem
ekstraski cair-cair

- Laju ekstraksi berdasarkan konsentrasi penicillin G (Yp) meningkat dengan penurunan pH


atau peningkatan konsentrasi awal ekstraktan. Hal ini disebabkan konsentrasi ekstraktan
yang tinggi memberikan kapasitas reaksi yang tinggi antara ekstraktan dengan penicillin G
dan pH rendah akan mengarahkan kesetimbangan reaksi menuju sisi kanan.

ALAMINE 336
Alamine 336 (amina tersier) diketahui efektif digunakan sebagai ekstraktan dan alkohol adalah
pelarut yang paling baik. Alamine 336 adalah campuran C8, C9, dan C10 amina tersier yang
memiliki koefisien distribusi yang tinggi, kelarutan dalam air rendah, dan mudah untuk
diregenerasi. Ekstraktan dilarutkan dengan pelarut organik untuk menyediakan sifat fisik yang
sesuai untuk digunakan dalam ekstraksi. Ekstraktan yang dilarutkan akan menghasilkan
koefisien distribusi yang lebih murni dibandingkan dengan ekstraktan murni.
Alamine 336 digunakan sebagai ekstraktan pada senyawa-senyawa sebagai berikut.
1. Asam laktat (Reactive extraction of lactic acid using alamine 336 in MIBK: equilibria and
kinetics)
Deskripsi
Asam laktat adalah bahan kimia yang penting, yang dapat dikonversi menjadi etanol, propilen
glikol, polimer akrilik, dan polyester. Asam laktat dapat disintesis dari fermentasi biomasa.
Nama : Tifa Paramitha
NIM : 23016007
Tugas Topik-Topik Teknik Kimia

Namun, kaldu fermentasi mempunyai konsentrasi asam laktat yang rendah (<10 %). Recovery
asam laktat masih menjadi permasalahan karena vaporisasi air membutuhkan energi yang
banyak. Selain itu, asam laktat adalah senyawa non volatil sehingga pemisahan dengan distilasi
tidaknya sesuai. Ekstraksi reaktif memiliki keunggulan karena asam laktat dapat direcovery
dengan mudah dari kaldu fermentasi, mencegah pH yang rendah. Selanjutnya asam laktat dapat
direekstraksi dan ekstraktan dapat di recycle. Ekstraksi reaktif dari asam laktat (HL) dan
alamine 336 (B) akan membentuk kompleks (BHL) yang akan tertinggal di fase organik dan
dipresentasikan sebagai berikut.
HLw + Bo BHLo …………………...…....…………………………...…………………(4)
Percobaan
Eksperimen dilakukan pada suhu 25 oC. Sejumlah tertentu fase aquatik (dengan konsentrasi
asam laktat yang berbeda-beda) dan fase organik (campuran antara alamine 336 dan
metilisobutil keton). Kedua campuran dijaga di shaker bath selama 24 jam. Setiap 30 menit
dilakukan pengambilan sampel. Untuk menentukan konsentrasi asam laktat, fase aquatic
dititrasi dengan natrium hidroksida dan phenolphthalein sebagai indikator. Konsentrasi asam
dihitung berdasarkan perhitungan neraca massa.
Hasil yang diperoleh
Pada eksperimen ini ditentukan kesetimbangan untuk ekstraksi asam laktat oleh ekstraktan
alamine 336 dalam pelarut metil-iso-butil keton (MIBK). Fase (amina + MIBK) diisi dengan
asam laktat dan kemudian dinyatakan nilai loading ratio, z = [HL]o/[B]i,o. Berdasarkan
perhitungan menunjukkan bahwa lebih banyak asam laktat yang berpindah ke fase organik
daripada yang diharapkan yaitu stoikiometri reaksi (1: 1). Ekstraksi reaktif dengan alamine
336 sebagai hasil pembentukan dua spesies asam-amina berturut-turut dengan stoikiometri
dari 1: 1 dan 2: 1.
- Kinetika ekstraksi asam laktat oleh alamine 336 di MIBK juga telah ditentukan. Dalam studi
pertama dari jenisnya, teori ekstraksi disertai dengan suatu reaksi kimia telah digunakan
untuk mendapatkan kinetika ekstraksi asam laktat oleh alamine 336 di MIBK. Reaksi antara
asam laktat dan alamine 336 pada MIBK diaduk pada Regime 3, ekstraksi disertai oleh
reaksi kimia cepat yang terjadi di film diffusion. Reaksi telah ditemukan sebagai orde nol
untuk alamine 336 dan orde pertama untuk asam laktat dengan konstanta laju 1,38 s-1.
Nama : Tifa Paramitha
NIM : 23016007
Tugas Topik-Topik Teknik Kimia

2. Asam glukonat (Extraction of Gluconic Acid with Organic Solutions of Alamine 336)
Hasil yang diperoleh
- Berdasarkan hasil eksperimen, berikut ini adalah data urutan pelarut berdasarkan kenaikan
derajat ekstraksi pada ekstraksi asam glukonat oleh Alamine 336.
MIBK > propanol > toluena > heksana > cycloheksana
Solvasi dari senyawa kompleks oleh pelarut adalah faktor kritis pada ekstraksi asam.
Interaksi antara kompleks dan pelarut dapat dibagi menjadi interaksi umum dan interaksi
spesifik. Pelarut inert seperti non polar alkana heksana dan cycloheksana, menghasilkan
solvasi yang rendah pada kompleks polar. Oleh karena itu, senyawa heksana dan
cycloheksana tidak begitu berkontribusi secara signifikan pada distribusi asam di fase
organik.
3. Asam fenil asetat (Intensification of enzymatic hydrolysis of penicillin G: Part 1. Equilibria
and kinetics of extraction of phenyl acetic by Alamine 336)